Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Pertarungan Tim.


__ADS_3

*ROAR*


The ruler of the lightning Leviathan sudah menyelesaikan transformasi-nya. Dia merupakan seekor naga oriental dengan sisik berwarna kuning keemasan. Dan, Seluruh tubuhnya dibalut dengan serabut petir kuning, sangat ganas.


Untuk ukuran tubuhnya... Tidak diketahui, namun yang jelas dia sangat besar, lebih besar daripada wujud sejati Luminous.


"Mengagumkan, ini baru pertama kalinya aku mendapatkan buruan sebesar ini."


"Kufufu, yah ini sangat cocok sebagai mangsa buruan pertama kita di dungeon dunia ini."


"Benar sekali."


Mereka benar-benar menganggap ini hanya sebagai perburuan. Apa otak mereka baik-baik saja? Lawan kita kali ini adalah salah satu makhluk paling kuat di dunia ini, kalian tahu!?


Aku ingin mengeluh, namun tidak memiliki ruang untuk melakukannya.


Selain itu...


"Dasar serangga brengsek! Kalian berani mengganggu tidurku, tidak bisa dimaafkan! Kalian harus mati!"


Leviathan ini, meski memiliki suara feminim, cara bicaranya agak kasar.


Ngomong-ngomong, aku adalah orang yang mengganggu tidurnya dengan sejumlah serangan elemen ke arah tugu, tempat di mana dia tidur.


Karena tidak mengetahui cara lain untuk membangunkan dia, aku hanya bisa berfikir untuk menyerangnya.


Yah, itu tidak akan menjadi masalah sekarang.


"Kalian semua, bersiap untuk bertarung!!"


Aku memerintah mereka.


Kemudian mereka mulai mengeluarkan senjata mereka, bagi yang memilikinya. Lalu menyebar untuk mencari posisi sesuai strategi.


"Mati [CHAIN LIGHTNING]!!"


Sang Leviathan mengutus petir-petirnya untuk menyerang kami.


Dengan suara bergemuruh, sejumlah petir itu menghampiri kami seperti sedang mengamuk.


Namun, sejumlah petir itu ditahan oleh tank di tim masing-masing.


Di timku, aku menggunakan armor beratribut petir. Itu sudah aku kenakan sebelum Leviathan menggunakan serangannya.


Ketika Leviathan menyerang, aku entah bagaimana bisa mengatasi serangan petir miliknya.


Menggunakan sihir penghalang Freya, tentu saja. Itu sangat ampuh dan karena peningkatan dari armor yang aku kenakan, serangan petir itu tidak bisa menembus pertahananku.


Selain itu, masih ada Freya di belakangku, jika aku gagal, Freya bisa menanganinya. Dia juga sudah menggunakan perlengkapan lengkap miliknya. Itu armor berwarna perak strip emas dengan jubah biru. Menggunakan equipment perisai di tangan kiri dan pedang di tangan kanan.


Itu semua adalah equipment dari dalam game, senjata kelas mistis. Jadi sudah terbukti sangat kuat.


Di tim Eliza, orang yang berperan sebagai tank adalah Saber. Bagi Saber, petir adalah arus elemen utamanya. Karena itu, alih-alih menangkis atau menahan, dia lebih memilih untuk menyerap serangannya.


Sungguh, pria ini sebenarnya sangat kompeten. Dia memperbesar perisai hitam di tangannya dan menahan/menyerap seluruh serangan dari petir Leviathan.


Di tim pendukung, terdapat Damara. Meski Damara tidak memiliki perlengkapan, dia masih memiliki sihir pertahanan khusus untuk membuat sihir penghalang.


Sihir itu tidak terlihat, mungkin dia telah menggunakan semacam trik untuk menyembunyikannya, atau menggunakan subdimensi untuk memindahkan serangan lawan.


Fumu, kemampuanku masih belum cukup untuk bisa menilai kemampuan spesialisasi orang lain. Jika itu Hydra, mungkin dia bisa menjelaskannya.


"Brengsek!! Aku tidak akan memaafkan kalian semua!"


Leviathan itu mengamuk sangat gila.


Seluruh area ini sudah penuh dengan serangan petir tiada akhir.


*BOOM**BOOM**BOOM*


Seperti ribuan cambuk terbuat dari petir telah menyerang ke berbagai arah secara acak.


Bagi makhluk dewata seperti ini, mengeluarkan sejumlah serangan skala raksasa bukanlah masalah. Bahkan jika dia ingin mengeluarkan kemampuan seperti itu selama berhari-hari, energinya tidak akan habis dengan cepat.


Aku paling mengetahui hal itu. Ini tidak akan selesai jika kami terus menunggu lawan untuk menghentikan serangannya.


"Hei, dengar ini. Lawan kalian saat ini adalah makhluk spiritual. Gunakan serangan untuk menyerang roh, bukan tubuh fisik. Kalian mengerti?"


Menggunakan jaringan Hydra untuk berkomunikasi, aku menyampaikan informasi.


Beberapa di antara mereka mungkin sudah memahami karakteristik pihak lawan, namun ada beberapa orang dari dalam game tidak pernah bertemu dengan monster spiritual. Jadi aku hanya bertindak antisipasi.


Berbicara lebih lanjut dengan mereka melalui jaringan, aku menyuruh mereka untuk menyiapkan serangan ofensif skala besar.


Untukku sendiri, aku mulai mengeluarkan senapan mesin ringan berartibut racun dari dalam inventaris.


Senjata ini, sebelumnya tidak bisa digunakan karena kami tidak memiliki peluru, tetapi setelah dimodifikasi oleh Hydra, itu bisa dijalankan menggunakan mana dari si pengguna untuk menciptakan amunisi.


Aku memiliki 6 senjata seperti itu dengan atribut yang berbeda.


Tidak seperti sebelumnya, senjata SMR (senapan mesin ringan) ini menggunakan energi Mana dan memanifestasikan energi tersebut menjadi peluru serta memberi atribut pada pelurunya, sesuai atribut senjatanya masing-masing.


Karena aku menggunakan SMR berartibut racun, pelurunya akan menjadi energi atribut racun.


Peluru energi padat terkompresi. Karena itu, benda ini bisa juga untuk menyerang makhluk spiritual.


Setelah semua sudah dipersiapkan, aku mulai menyuruh untuk melepaskan serangan.

__ADS_1


Posisi timku berada di sebelah kanan (arah jam 4), tim Eliza berada di kiri (arah jam 8), dan tim Einherjar berada di belakang kami (arah jam 6), lebih tepatnya berada di tengah antara kedua tim.


Entah itu di darat atau udara, semua orang bebas memilih posisi tim mereka masing-masing, intinya mereka harus bisa saling menjaga dan mendukung, baik itu terhadap tim sendiri maupun tim lainnya.


Untuk posisi timku, kami berada di darat, Ignis dan Leon sudah menyiapkan sihir serangan besar mereka, William selalu mendukung aku dan Freya, dan Merlin sedang bersiap untuk menyerang dengan halberd besarnya.


Setelah serangan besar dilakukan, mereka yang unggul dalam pertarungan jarak dekat akan menyerang secara serentak, termasuk Merlin.


Di tim Eliza, Luminous berubah ke bentuk sejatinya dan menyiapkan serangan yang terbilang sangat mengerikan.


Sejumlah energi raksasa sedang terkumpul di depan mulut Luminous. Itu energi yang sangat padat, ketika dilepaskan, itu pasti akan menjadi ledakan supernova mini dalam bentuk laser.


Lebih jauh lagi, serangan Luminous terbilang sangat menakjubkan, jadi para Einherjar sedang mendukungnya dengan energi roh mereka. Membantu Luminous dalam pengumpulan energi dan mengontrolnya agar tidak bocor.


Satu kesalahan akan menyebabkan seluruh area ini meledak jika mereka ceroboh.


Karena semua sudah siap, aku menyuruh Niks memberikan efek negatif terhadap musuh untuk mengurangi defense lawan.


Lawan adalah makhluk raksasa, perwujudan dari energi. Kemampuan dari Niks pasti hanya mengurangi sedikit pertahanan lawan.


Meski begitu, segala cara harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal.


Setelah selesai, aku menyuruh mereka semua untuk melepaskan serangan mereka.


*BOOM**BOOM**BOOM*


Berbagai warna efek dari serangan membuat mataku sakit.


"Kuaaaaa!!."


Sang Leviathan berteriak.


Berbagai macam energi berbenturan dan menyebabkan ledakan, percikan panas, serta asap.


Secara samar melalui celah asap, kami bisa melihat tubuh dari pihak lawan memiliki beberapa lubang.


Karena tubuh lawan adalah akumulasi energi padat, lubang di tubuhnya mengeluarkan plasma prismatik seolah-olah darah.


"Arghh, tidak bisa... Dimaafkan, aku, aku akan membunuh kalian semua!!"


Sangat Leviathan merasa marah sambil menahan sakit.


«Hei, apakah ini akan baik-baik saja? Aku merasa kasihan dengannya.»


«Tentang saja, Master. Dia sendiri merupakan penjelmaan dari kekerasan. Jika kalian tidak melakukan ini, dia pasti tidak akan menuruti perintah kalian.»


«Tapi, kupikir kami sudah terlalu berlebihan.»


«Sigh, Master terlalu naif. Lihat lawan anda, dia sudah mulai meregenerasi tubuhnya.»


Aku mulai melihat pihak lawan, dia memang sudah memulai memulihkan lukanya, namun tidak terlalu cepat.


Meski lawan adalah salah satu dari skin Legendaris yang terkenal akan pertahanannya, kami masih bisa membuat dia babak belur.


Dia memang bisa memulihkan kembali tubuhnya, namun bukan berarti kami tidak bisa melawannya. Lagi pula, kami masih belum mengeluarkan kartu andalan kami masing-masing.


"Tuan Albert?"


Seseorang bertanya melalui jaringan Hydra, menungguku memberi perintah untuk melakukan serangan ke dua.


Terlalu banyak membuat pertimbangan mungkin akan melukai seluruh rekanku. Jadi aku menyuruh mereka untuk melancarkan serangan kesukaan mereka.


Kemudian serangan ke dua dilakukan.


Selagi musuh tidak mengeluarkan serangan petirnya, kami menyerang lawan dengan kemampuan physical kami masing-masing.


Di sini seharusnya aku ikut menyerang, tapi sepertinya itu tidak terlalu dibutuhkan.


Dengan armor gauntlet-nya, Alfred telah memukul wajah dari pihak lawan hingga terhempas ke belakang.


Alfred menggunakan energi tambahan untuk memperbesar cakupan pukulan. Itu sebabnya, meskipun tangan Alfred kecil, dampaknya bisa diperbesar. Itu adalah kemampuan dari senjata di tangannya.


Setelah lawan terjatuh, kami tidak memberikan waktu untuk dia bernafas.


Luminous menginjaknya agar musuh tidak bisa bangkit. Menggunakan cakar kerasnya untuk mencoba merobek pertahanan lawan.


Namun, seperti yang diduga dari salah satu skin Legendaris, pertahanannya tidak mudah untuk ditembus.


"Dasar serangga sialan! Kalian akan menyesal telah membuat aku seperti ini! Aku akan membinasakan kalian semua..."


Leviathan itu sudah berada di puncak kemarahannya.


«Master, perintahkan rekan anda untuk menjauh darinya.»


Bersamaan dengan pernyataan Leviathan, Hydra memberi peringatan.


Tanpa perlu bertanya lebih jauh, aku langsung menyuruh anggotaku untuk menjauh dari musuh.


Tubuh Leviathan mulai mengeluarkan cahaya. Dan secara bersamaan, selaput tipis dengan spektrum warna mulai menyelubungi sang Leviathan.


"Ghh, [ARK]!!"


Sang Leviathan berteriak.


Disusul dengan gemuruh dan ledakan bertubi-tubi di dalam selaput, Leviathan mengeluarkan serabut petir kerapatan dan suhu tinggi dari tubuhnya.


Di dalam selaput, seolah-olah penuh dengan ribuan jarum bercahaya dengan suhu melebihi ratusan juta derajat.

__ADS_1


Bila terkena serangan tersebut, pasti orang itu akan direduksi menjadi ketiadaan. Tidak ada kata terbakar lagi, semua akan kembali menjadi atom. Atau mungkin benar-benar menghilang karena kemampuan itu sangat destruktif.


Itu benar-benar kemampuan di luar logika.


Menunggu agar sihir musuh menghilang, kami berkumpul di satu tempat, dekat dengan pintu keluar.


"Kemampuan yang sangat mematikan."


"Seperti yang diharapkan."


"Kufufu, ini semakin menarik."


"Tapi, kenapa dia menahan serangannya?"


"Mungkin karena dia tidak ingin merusak tempat ini? Bagaimanapun, serangan itu sangat mampu untuk menghancurkan benda apapun."


"Apa benar begitu? Itu berarti dia masih memiliki rasionalitas, tidak benar-benar marah, kan?"


"Hmm."


Mereka mulai mengeluarkan spekulasi masing-masing.


Apa yang dikatakan oleh Leon benar. Jika dia marah, dia seharusnya sudah menghancurkan seluruh tempat ini.


Mungkin tempat ini begitu berharga untuknya? Atau dia memang menganggap kami serangga dan tidak benar-benar marah, tidak seperti yang terlihat.


Setelah dampak dari sihir miliknya menghilang, kami bisa melihat tubuh lawan sudah benar-benar pulih. Luka babak belurnya benar-benar sudah menghilang diganti dengan sisik bersih dan mengkilap.


Sepertinya, dugaan yang terakhir itu benar. Dia tidak terlalu marah.


Yah, itu tidak bisa dipungkiri. Kami memang kecil dan belum mengeluarkan kekuatan sejati kami, jadi sangat wajar musuh menganggap kami serangga.


Mungkin kita harus menyudahi permainan ini? Aku sangat yakin pertarungan kami tidak akan berakhir hanya dalam waktu satu hari. Apalagi satu malam, itu sangat mustahil.


"Kalian semua diam di sini. Aku akan menghadapi makhluk ini sendirian."


Sambil mengatakan itu, aku melangkah maju.


"Tapi, Tuan Albert. Kami masih memiliki simpanan Mana untuk melawannya."


"Benar, saya akan membantu anda."


William dan Ignis tampak khawatir.


"Tenang saja, ini tidak akan menjadi pertarungan serius. Kalian tunggu saja di sini."


Aku mengatakan itu sambil membelakangi mereka dan melambaikan tangan.


Kemudian seluruh equipment pertarungan, aku simpan kembali di inventaris dan mulai menghampiri monster itu dengan pakaian biasa.


"Tch, tidak aku sangka kalian bisa melakukan hal seperti itu terhadapku. Jangan pernah berfikir bahwa kalian sudah menang, dasar bedebah. Sekarang aku akan serius untuk melawan kalian."


Leviathan mengumumkan keseriusannya.


Aku juga baru sadar akan hal itu. Ketika seseorang bangun tidur, mereka akan kekurangan fokus untuk sementara.


Dan sekarang, dia pasti sudah benar-benar sadar karena kami sudah memukul wajahnya.


Aku mulai mendekat ke arah kepalanya untuk berbicara.


"Hai, mari kita hentikan pertarungan ini."


"Hah! Setelah kalian mengganggu tidurku dan menyerangku secara sepihak, mana bisa aku membiarkan kalian begitu saja. Kalian harus mati!!"


Ah, aku memang sadar akan hal itu. Kami memang penjahatnya di sini.


"Tapi, ini tidak akan berakhir dengan cepat, kau tahu?"


Benar, aku masih memiliki banyak pekerjaan. Semuanya masih menumpuk di atas meja dan semakin bertambah.


Jika aku tidak memiliki pekerjaan, aku mungkin akan meladeni anak ini sekaligus untuk belajar.


"Siapa peduli dengan itu? Kalian serangga menjijikan harus mati. Aku tidak akan membiarkan kalian pergi dari sini dengan mudah."


Setelah dia mengatakan itu, seluruh tubuhku mulai terselubungi dengan selaput transparan.


"[ARK]."


*BOOM*


Ledakan terjadi di dalam selaput itu, tentu saja aku ikut terkena dampaknya.


Namun sebelum itu, persepsiku menangkap banyak orang sedang memanggil namaku, terdengar sangat terkejut karena mereka berteriak.


Karena persepsiku bisa menangkap pergerakan dengan waktu yang dipercepat ratusan kali, aku bisa melihat mereka sebelum serangan Leviathan menutupi pandanganku.


Dari semua orang yang hadir, Merlin dan Freya memiliki reaksi paling cepat.


Mereka berdua langsung menggunakan kemampuan rasial mereka [VALKYRIE Mode], dan menjadi salah satu dewata.


Energi mereka membengkak hingga tidak dapat diukur dengan pasti oleh skill analisis penilaian.


Seperti yang terlihat, Freya mengeluarkan dua pasang sayap putih dengan sirkuit suci. Energi sucinya berasimilasi dengan equipment mistis miliknya dan menjadikan senjata yang tak tertandingi.


Itu berubah dan disesuaikan dengan selera pemiliknya.


Sedangkan Merlin, dia sudah memiliki equipment lengkap untuk menjadi Valkyrie, itu sama dengan di dalam game. Armor hitam dengan strip merah dan dua pasang sayap hitam, tentu saja dengan sirkuit suci.

__ADS_1


Wajah mereka berdua terlihat sangat khawatir saat ingin menghampiriku.


Kemudian seluruh tubuhku benar-benar terselubung dengan kemampuan milik Leviathan [ARK], dan tidak bisa lagi melihat mereka berdua.


__ADS_2