Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Sosok melegenda.


__ADS_3

Aku penasaran dengan pria bernama martin ini, jadi aku sedikit bertanya.


Dia mengaku bahwa dia tidak sepenuhnya ingin melakukan perdagangan seperti itu. Kebetulan dia pernah berhutang dengan bangsawan, dan hutang tersebut akan dianggap lunas setelah dia melakukan penjualan budak.


Jadi dia berniat akan berhenti bekerja dengan bangsawan itu setelah para budak dikirim ke tanah kekaisaran.


Selain itu, beastman juga pernah menyerang manusia di waktu dulu, dan itu memunculkan rasa ketidakpedulian terhadap beastman di hati martin.


Jika sudah datang ke masalah seperti ini, aku tidak bisa bilang siapa yang benar dan siapa yang salah.


Mengesampingkan itu, aku hanya membawa seribu botol potion di dalam inventaris. Jadi aku mengontak endrin untuk mengemas potion itu ke dalam peti supaya bisa dikirim ke sini.


"Bagaimana kau akan mendistribusikan produk ini?"


"Memangnya tuan albert mempunyai berapa banyak potion?"


"Saat ini, aku hanya membawa sekitar seribu botol, namun aku sudah menghubungi pihak pembuatan untuk mengemas barang itu. Jumlahnya bisa mencapai 5 - 6 ribu botol."


"..."


Martin terdiam, matanya membelalak untuk sementara waktu, kemudian berubah menjadi serius setelahnya.


"Hmm, jika hanya seribu, aku pikir kita hanya perlu menjualnya di toko ini. Namun karena ada sebanyak itu, bagaimana jika kita menjual mereka di kota sixam?"


Kota sixam adalah kota komersial yang pernah kami kunjungi sebelumnya. Di sana sudah pasti banyak pembeli dari berbagai pelosok dunia, dan dipastikan barang itu akan cepat laku.


"Aku pernah mendengar bahwa harga sewa tempat di sana sangat mahal."


"Benar, tapi anda harus tahu bahwa setiap negara memiliki satu toko di sana dengan harga sewa tetap, dan kerajaan herunia memilikinya. Juga, aku mengenal baik orang yang mengurus toko itu."


"Begitu, ya. kau mau mengurus itu?"


"Tentu saja, tolong serahkan tugas itu kepada saya tanpa perlu khawatir. Saya akan menyewa petualang peringkat tinggi untuk mengawal barang anda sampai ke sana."


Oh, jadi dia menggunakan praktik umum untuk mengawal barang. Lalu bagaimana dengan kedua pria berotot itu?


"Apakah mereka berdua adalah petualang?"


Sambil melihat kedua pengawalnya, aku bertanya.


"Mereka bukan petualang. Mereka adalah pengawal terpercaya saya dan sudah bekerja dengan saya selama bertahun-tahun."


Setelah martin mengatakan bahwa mereka adalah orang kepercayaannya, mereka berdua membusungkan dada mereka yang terlihat persegi.


"Daripada menyewa petualang tidak dikenal, bukankah lebih bagus jika mereka yang melakukan itu?"


"Ya, mereka juga sering mengawasi barang kami, namun barang anda terlalu berharga dan mudah pecah. Dalam kasus terburuk, mungkin saja kami bisa diserang oleh monster berukuran besar di perjalanan. Jadi akan lebih bijaksana menyewa pengawal tambahan."


Ah, aku lupa dengan itu. Kehidupan nyaman di dalam kastil membuat aku lupa bahwa ini adalah dunia penuh monster.


"Aku memiliki metode untuk meningkatkan kekuatan seseorang dalam waktu singkat. Jika kalian mau, aku bisa memberi kalian sedikit kekuatan."


"Hmm? Apa itu sesuatu seperti doping?"


"Mungkin? Yah, itu bersifat permanen dan lebih ke ilmu magis. Aku bisa menjamin khasiatnya dan tentu saja tanpa efek samping. Tapi, aku harus memberi kalian kutukan dan jika kalian melakukan tindakan kriminal, kalian akan musnah!"


Tidak, itu bohong. Hydra memang bisa membuat kutukan, namun tidak ada gunanya bagi kami untuk melakukan tindakan seperti itu terhadap mereka. Bagaimanapun, ini hanya tindakan untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan.


Kedua pria itu saling memandang, lalu melihat ke arah azure dan leon. Setelah beberapa menit berdiskusi, mereka melihat ke arah bos mereka, martin, dan mengangguk.


Sepertinya mereka sudah yakin akan sesuatu. Mungkin setelah melihat kecepatan leon, mereka menjadi tertarik. Namun aku akan memperingati mereka bahwa keterampilan juga dibutuhkan untuk menjadi kuat seperti leon.


Ngomong-ngomong, aku hanya akan memberikan sedikit nilai jiwa kepada mereka. Itu merupakan sisa nilai jiwa yang kami peroleh dari dunia iblis. Jumlahnya sekitar tiga ratus ribu poin. Jika dibagi dua, itu akan menjadi 150 ribu poin untuk mereka masing-masing.


Karena mereka berdua adalah orang kepercayaan martin, aku bisa tenang memberikan nilai jiwa itu. Martin sendiri sudah bersumpah ingin merubah dirinya menjadi pedagang yang benar dan akan mengurus penjualan potion kami di kerajaan ini.


Dia memiliki tabungan dan berniat untuk menyerahkan semua tabungan itu kepada bangsawan sebelumnya untuk melunasi semua hutangnya.


Mungkin karena itu juga dia melupakan konflik diantara kita dan fokus pada prospek penjualan potion untuk menutupi semua uang kebutuhannya yang akan segera lenyap untuk membayar hutang.

__ADS_1


Aku telah mendapatkan persetujuan dari mereka berdua dan mulai memberikan nilai jiwa kepada mereka.


Aku menyuruh mereka bertiga untuk menjadi orang baik dan fokus pada perdagangan yang lebih bermanfaat bagi setiap orang.


Mereka bertiga menerima teguran itu dan berjanji akan menjadi orang yang lebih baik.


Lalu, seperti yang diharapkan, kedua pria berotot itu pingsan setelah aku memberikan nilai jiwa. Aku sudah mengatakan, mereka hanya perlu tidur selama beberapa jam. Jadi mereka dibiarkan tertidur di sana sampai proses transisi mereka selesai.


Kami keluar dari ruangan dan aku melihat beastman rakun anak-anak yang sedang mengeluh kelaparan kepada ibunya. Ibunya hanya menegur kalau ini belum waktunya jam makan.


Ya ampun, aku ingin memukul seseorang setelah melihat itu. Perlakuan seperti itu memang tidak terlalu menyedihkan karena mereka juga mendapatkan jatah makanan setiap waktu makan, tapi melihat mereka masih berpakaian tipis dan lusuh menimbulkan rasa tidak nyaman untuk batinku.


Aku menyuruh leon untuk mengambil beberapa persediaan makanan. Meski aku tidak tahu apakah kami memilikinya atau tidak. Namun, setelah leon pergi, azure angkat bicara.


"Tuan albert, saya membawa beberapa roti di dalam ruang penyimpanan saya."


Azure tiba-tiba menawarkan roti dengan wajah sedikit malu-malu.


Dalam penyelidikan lebih lanjut, ternyata azure menyukai roti yang dibuat oleh para huldra dan menyimpannya di dalam sihir ruang penyimpanan untuk dirinya sendiri.


Naga merupakan hewan karnivora. Meskipun mereka jarang makan, mereka masih suka mencari rusa atau kerbau untuk dijadikan cemilan. Dan sekarang, varian cemilan mereka semakin bertambah setelah mereka memiliki transformasi manusia.


Dalam tubuh naga, mereka memakan tanaman atau buah-buahan seolah-olah memakan rumput. Sekarang, mereka bisa memakan rumput itu seolah-olah hidangan dari restoran, padahal itu hanya sekedar roti.


Aku mengambil satu roti itu dan langsung memberikannya kepada si anak rakun.


Awalnya dia agak ragu untuk mengambil itu namun setelah dia melihat azure, dia langsung mengambilnya. Mungkin dia berfikir bahwa kami berada di pihak mereka karena aku berteman dengan demi-human.


Aku bertanya-tanya, ke mana para pria beastman? Di sini hanya ada wanita dan anak-anak, baik itu laki-laki atau perempuan.


"Mereka dipisahkan dan diberi tanda budak oleh bangsawan itu."


"Kau tidak bisa menghilangkannya?"


Martin menggelengkan kepala setelah aku bertanya dan mengatakan kalau dia bukan penyihir.


Aku bertanya kepada hydra apakah dia bisa menghilangkan tanda budak dari mereka, dan jawabannya...


Seperti itu, dia sangat dapat diandalkan.


Martin mengklaim bahwa dia sudah membawa seluruh beastman ke sini. Itu artinya, kita hanya perlu mengembalikan mereka tanpa perlu menunggu lagi. Namun, hari sudah mau gelap, jadi kami tidak bisa mengirim mereka ke desa mereka masing-masing sekarang.


Aku ingin memberi mereka sedikit pengarahan dan informasi, oleh karena itu aku bertanya kepada martin apakah dia bisa mengumpulkan mereka menjadi satu di satu tempat.


"Kami memiliki tanah lapang di belakang gedung ini untuk menyimpan kargo dan tempat itu cukup luas untuk menampung empat ratus orang. Anda ingin mengumpulkan mereka semua ke sana?"


Aku menjawab "iya" dan martin langsung menyuruh para pegawainya untuk mengumpulkan para beastman itu.


Mereka yang sedang berkeluarga atau berteman, bertemu dan saling mencemaskan kondisi mereka satu sama lain. Lalu, martin menyuruh mereka untuk diam dan duduk. Walaupun lantai itu masih berupa tanah karena belum dicor, mereka tetap duduk menurut.


Aku hanya berpidato singkat dan memperkenalkan diri. Setelah mereka mengetahui diri mereka akan dikembalikan, mereka sangat heboh dan bersuka cita. Namun...


"Hah, kami masih tidak percaya. Kalian pasti hanya membohongi kami lagi, bukan?"


"Benar, dia hanya membohongi kita. Jangan dengarkan apa yang dia katakan."


"Ya, aku juga sependapat. Manusia tidak ada yang bisa dipercaya."


Beberapa beastman mengkritik informasi yang aku berikan. Tidak dapat disangkal, mereka memang sedang bermusuhan dengan manusia, jadi mereka tidak akan bisa mempercayai kata-kata dariku yang seorang manusia.


"Percaya atau tidak, aku akan memberikan keputusan itu kepada kalian. Sekarang, aku akan melepaskan tanda budak pada tubuh kalian. Tapi aku tidak bisa mengirim kalian kembali sekarang karena hari mulai gelap. Besok pagi kami akan mengembalikan kalian. Ohh, dan satu lagi, aku ingin menawarkan pekerjaan kepada siapapun yang ingin bekerja, tentu saja dengan bayaran yang masuk akal."


Mengatakan itu, aku langsung menyuruh hydra untuk menghilangkan mantra budak di tubuh mereka yang memilikinya.


Dalam sekejap, tubuh mereka mengeluarkan sedikit cahaya dan kekuatan mereka yang terkekang oleh segel budak mulai bisa dirasakan kembali oleh mereka.


Hydra melakukannya benar-benar seperti membersihkan debu, sangat cepat.


Mereka yang terlepas dari segel budak agak terkejut dan menjadi bingung. Mungkin mereka sedang mempertimbangkan kembali tentang informasi yang telah aku berikan.

__ADS_1


Bersamaan dengan hari yang hampir gelap, martin menyiapkan makanan untuk mereka. Kemudian leon datang dengan membawa sejumlah dendeng daging siap saji.


Semua orang makan di lapangan itu. Bahkan para pegawai martin juga meminta dendeng milik kami.


Suku huldra sudah terbiasa membuat dendeng dengan berbagai bumbu. Ketika kaguya memberikan lebih banyak varian bumbu, mereka banyak mencoba berbagai cara untuk menyempurnakan rasa dendeng. Hasilnya, dendeng dengan rasa manis, asin, dan pedas tersedia.


"Tuan albert, aku pikir ini akan laku dipasaran."


Bahkan kami mendapatkan apresiasi dari pedagang miskin itu dan langsung menawarkan perdagangan.


Sepertinya, barang apapun yang bermanfaat akan dijual oleh martin, namun aku tidak memiliki niat untuk membuka usaha kuliner.


"Jika kau ingin datang membeli, kau bisa datang langsung ke kota kami."


Biarkan para huldra itu yang akan berdagang dan mendapatkan uang.


"Ah, ngomong-ngomong, di mana tempat anda tinggal? Saya bisa menyuruh anak buah saya ke sana untuk mengangkut produk anda."


"Hmm, untuk saat ini masih sulit untuk datang ke tempat kami karena kami belum membangun jalanan dan pelabuhan. Tapi jika kau penasaran, kau bisa pergi ke tanah naga. Seseorang bisa menjemput, tentu saja kau harus berpesan sebelum itu."


Sambil menggigit dendeng rasa pedas, aku mengatakan itu dengan santai. Dendeng ini sangat empuk karena sudah melalui proses pengolahan dan langsung ditaruh di atas tungku panas untuk memasaknya seperti kebab.


Tunggu, apakah ini bisa disebut dendeng? Ini hanya produk iseng dari beberapa ibu-ibu warga huldra. Karena mengeringkannya membutuhkan waktu lama, mereka lebih memilih untuk menaruhnya di atas tungku panas agar lebih cepat masak.


Namun, di saat aku sedang memikirkan makanan, semua orang menatap aku, azure, dan leon dalam diam-- tidak, mereka menatap kami dengan wajah tidak percaya. Mengetahui kami berasal dari tanah naga, mungkin membuat mereka sedikit terkejut.


"Tunggu, anda berasal dari tanah naga? Tanah yang keramat itu? Anda berasal dari sana?"


Martin mengeraskan suaranya. Akibatnya, semua orang termasuk para beastman yang sedang menikmati makanan menghentikan pergerakan mereka dan menatap kelompok kami.


Ada apa ini? Apakah tanah naga cukup menyeramkan bagi mereka?


"Tuan albert, tanah naga terkenal sangat mengerikan karena..."


Lalu, martin bercerita dan semua orang mendengarkan cerita itu sambil menyantap makanan mereka.


Dikatakan terdapat naga yang paling melegenda di seluruh dunia dan dia mendiami tanah itu. Naga itu disebut platinum dragon lord. Sosoknya sangat besar, menyeramkan, dan ganas. Bahkan naga itu pernah membelah dataran menjadi dua, mengakibatkan dataran utuh menjadi terpisah seperti semenanjung, dan sekarang semenanjung itu ditempati oleh ras lizardman. Jadi kebanyakan diantara mereka percaya tentang kisah itu.


Aku mendengar itu seolah-olah dongeng yang dilebih-lebihkan. Tapi para beastman juga selalu mendengar legenda yang sama dan kebetulan wilayah beastman di selatan bersebelahan dengan wilayah lizardman.


"Hmph, dia bukan naga jahat seperti apa yang kalian pikirkan. Pada saat itu beliau hanya bertengkar dengan iblis kuat dan sedikit mengeluarkan kemampuannya untuk membunuh iblis itu."


Azure dengan nada yang tidak senang mengkoreksi cerita martin.


Di sana aku sedikit terkejut karena ternyata cerita itu merupakan peristiwa konkret. Namun, aku tidak melihat adanya tanda-tanda makhluk seperti itu melalui cermin map.


"Kamu mengenalnya, azure?"


"Tentu saja, taun albert. Dia adalah dewa kami bernama luminous garetta."


Hmm? Kalau tidak salah, aku pernah mendengar nama seperti itu sebelumnya.


"Kamu bilang dia masih hidup, kan?"


"Benar, tapi..."


Azure memiliki ekspresi yang rumit di wajahnya. Jadi aku berhenti bertanya tentang itu.


"Bisa aku bertemu dengannya? Jika dia merupakan pemimpin dari para naga, tidak sopan jika aku tidak menemuinya, bukan?"


"Baiklah, saya akan mengantar anda bertemu dengan beliau nanti."


Agak sedikit mengerikan tapi aku pikir naga bernama luminous ini tidak memiliki niat bermusuhan karena dia tidak pernah muncul untuk menghalangi kami.


Selain itu, aku juga ingin tahu kenapa alat cermin map tidak bisa mendeteksi keberadaan makhluk seperti itu.


«Kamu mengetahui sesuatu, hydra?»


«Tidak, saya juga tidak merasakan adanya kekuatan jiwa yang berlebihan. Saya hanya bisa merasakan sejumlah konsentrasi mana dari sarang mereka.»

__ADS_1


Bahkan sosok seperti hydra tidak mampu untuk mendeteksi keberadaan makhluk itu. Jangan-jangan makhluk itu lebih kuat daripada kami? Kalau begitu, aku berharap agar dia bukan makhluk jahat seperti apa yang diceritakan oleh martin.


__ADS_2