Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Bab 22. Observasi bagian 1.


__ADS_3

Saat ini kami sedang berada di depan lift lantai 2 untuk memperkenalkan alat ini, lift, pada orang-orang di dalam kastil.


Karena kastil ini beroperasi dengan pesawat-pesawat bantu yang dimiliki di kamar mesin, jadi hal seperti lift atau benda berat seperti gerbang kastil pasti ditunjang dengan menggunakan mesin listrik dari sana.


Aku semakin bersemangat dengan itu, dan aku juga khawatir karena kastil ini sudah berumur ratusan tahun apakah benda-benda di sana akan baik-baik saja tanpa perawatan? Semua akan terungkap setelah aku melihatnya.


Sebelum aku datang, orang-orang yang bekerja di kastil ini — khususnya para pelayan — tidak bisa mengoperasikan lift karena tertutup, dan mereka hanya berjalan menaiki tangga sampai ke lantai 12.


Aku yakin, siapapun yang mendapatkan giliran piket di lantai 12, pasti mengeluh. Tapi, rata-rata individual gnome fisiknya lebih kuat dari pada manusia pada umumnya, jadi berjalan sampai ke lantai 12 tidak membuat mereka kelelahan.


Dalam game, lift memang tidak digunakan dan hanya sebagai semacam dekorasi semata. Karena pemain hanya perlu menekan tombol di mini-peta untuk pergi ke lantai yang mereka ingin tuju jadi alat semacam itu tidak dibutuhkan.


Namun, sekarang kastilnya menjadi nyata, dan ketika aku pergi ke ruang harta kemarin aku sudah mencoba untuk menjalankannya.


Sungguh, itu sangat terbantu karena kita memiliki lift di sini, aku tidak ingin berjalan menaiki tangga sampai ke lantai 12, itu pasti akan sangat melelahkan.


Namun, kami di sini tidak hanya untuk memperkenalkan lift ini tetapi juga untuk memperkenalkan isi ruangan di lantai atas dan beberapa perabotan umum yang harus dijalankan dengan listrik.


Di sini ada aku, merlin, freya, tethra, endrin, dan kaguya. Sisa orang seperti william, ignis, dan leon sedang pergi untuk memeriksa keseluruhan tempat di kastil ini.


William pergi ke altar dan gedung balai kesehatan yang berada di belakang kastil ini, lalu ignis pergi ke barak, dan leon pergi ke menara.


Untuk memeriksa seluruh tempat di kastil ini, membagi orang secara terpisah memang lebih efisien karena luasnya kastil ini seperti sebuah desa. Mungkin, satu hari tidak akan cukup untuk memeriksa seluruh tempat di kastil ini jika hanya aku sendirian.


"apakah pakaian ini cocok denganku, nona freya?"


"ya, itu sangat cocok untukmu. Aku tidak tau kalau tuan pahlawan memiliki hal-hal yang seperti ini."


Kaguya ingin mengetahui pendapat freya tentang pakaian barunya.


Aku memberikan pakaian pelayan yang aku dapatkan dari undian acak dalam game kepada kaguya.


Itu seharusnya disebut skin karena pakaian itu masuk ke daftar undian. Jadi, bahannya sangat bagus dan terjamin kuat.


Namun, aku merasa sikap freya sedikit berubah terhadapku, dia bahkan menyebut aku "tuan pahlawan" barusan.


Apa itu karena adanya merlin? Sejak kemarin, setelah konferensi kita selesai, merlin selalu menggandeng tanganku ketika ada kesempatan dan tanpa alasan yang jelas selalu tersenyum ke arah freya seolah-olah sedang meledek.


Aku sebagai perjaka tidak masalah untuk digandeng tapi tidak bisakah kamu berhenti untuk menggoda freya? Lagi pula freya yang berada di sini sekarang berbeda dengan freya yang ada dalam game, itu akan percuma jika kamu meledeknya karena aku dan freya di sini tidak memiliki semacam hubungan khusus.


Namun, aku juga ingin tahu, kenapa sikap freya berubah seperti itu!? Ah, sudahlah lupakan, aku tidak akan tahu jika aku tidak bertanya langsung kepadanya.


Baiklah, ada alasan tertentu kenapa aku memberikan pakaian baru untuk kaguya, itu karena hasil dari konferensi kemarin — kaguya, para pelayan, dan para penjaga menerima penawaran pekerjaan dariku.


Mereka mengatakan mereka tidak terlalu memerlukan uang dan malahan mereka berterima kasih kepadaku karena sudah membebaskan tuan mereka, endrin, dari manipulasi orang yang bernama lexo.


Aku pikir, endrin memang orang yang baik melihat dia mendapatkan sebuah kepercayaan seperti itu dari para pelayannya.


Sekarang karena mereka sudah mau bekerja untukku, aku sudah dianggap sebagai majikan. Dan, aku memberikan posisi kepada kaguya sebagai "kepala pelayan" supaya para pelayan dapat terorganisasi dan bisa lebih mudah jika aku memberikan perintah.


Baik, sekarang masuk ke acara utama kenapa kita datang ke depan lift ini.


Jumlah liftnya ada dua, bersebelahan.


Sama seperti lift pada umumnya, di sana terdapat panel berisi tombol-tombol yang bertuliskan angka 1 sampai 12 untuk mengontrol lift sesuai keinginan pengguna.


Kecuali merlin, aku menjelaskan kepada yang lain secara detail supaya mereka dapat memahaminya.


Sebenarnya aku sedikit kaget mengetahui merlin dan mantan npc yang lainnya sudah bisa mengoperasikan lift. Bisakah mereka semua menjalani kehidupan di dalam game ketika aku sedang offline? Itu menjadi sebuah misteri yang sedikit membuat aku merinding.


Setelah aku menjelaskan seperti seorang pramuwisata, aku dan mereka mempraktekan lift itu, masuk ke dalam dan menuju ke lantai 9.


"eh, rasanya seperti ada sebuah tekanan."


"ya, kita sedang bergerak ke atas dengan alat ini."


"ini membuat kepalaku sedikit pusing."


Baik, itu respon yang lazim ditemui ketika seseorang baru pertama kali menggunakan lift.


Pintu lift terbuka dan kami melihat dinding kaca yang menampilkan luasnya hutan beserta langitnya.


Karena lift ini berada dekat dengan sisi luar kastil, jadi mata kami bisa langsung mengakses pemandangan di luar kastil.


"seperti yang kalian lihat, dengan ini kita bisa pergi ke lantai atas. Ini akan mempermudah kalian jika kalian sedang membawa barang atau semacamnya."

__ADS_1


Aku menjelaskan dengan pelan.


"hmm, ini memang alat yang bagus dan akan menjadi aset kemajuan kebudayaan di kalangan masyarakat."


"ya, seorang tamu monarki tidak perlu lagi untuk menggunakan sihir teleportasi di dalam kastil ini dan itu akan menjadikan etiket yang sopan."


Komentar orang-orang yang sangat beradab.


Aku tidak menyangka mereka akan memikirkannya sampai sejauh itu, dan aku juga lupa dengan yang namanya "teleportasi".


Jika seseorang sedang terburu-buru, alat ini mungkin tidak terlalu berguna.


"alat ini bisa sangat membantu bagi kami para pelayan."


Ohh, sebuah komentar yang positif berasal dari kaguya. Sepertinya alat ini akan populer diantara mereka.


"itu bagus, kalian juga boleh menggunakan alat ini sesuka kalian."


Aku merasa senang di sana dan kami melanjutkan kegiatan kami lalu menuju ke ruangan yang ingin sekali aku kunjungi sejak kemarin.


Kami tiba di depan pintu, meskipun besar aku membukanya dengan santai karena itu terbuat dari logam ringan.


Di dalam masih gelap, jadi aku menyalakan lampunya yang dinyalakan dengan tombol sakelar di dekat pintu. Di sana juga ada terminal listrik.


Setiap ruangan di kastil ini memiliki peranti seperti itu dan mungkin endrin dan yang lainnya sudah mengetahui cara dan kegunaannya.


Setelah lampu dinyalakan, kami melihat beberapa tabung besar, transparan, dan kosong — jumlahnya ada enam pasang.


Kecuali merlin, di sana hanya aku dan kaguya yang mengatakan "oohhh!" seperti merasa kagum dengan itu, padahal aku adalah pemilik dari benda itu.


Mereka mungkin belum mengetahui kegunaan dari benda tersebut, oleh karena itu mereka hanya melihatnya dalam diam.


Dalam game, tidak ada sebutan khusus yang diberikan untuk benda tersebut, tapi benda itu digunakan untuk membuat elixir dari batu ajaib.


"baik, benda tabung yang kalian lihat di sana bernama "mesin elix", itu adalah alat untuk membuat ramuan elixir."


Aku memberikan nama acak kepada benda itu supaya lebih enak menyebutkannya.


Namun, di sanalah endrin, tethra, dan kaguya berteriak "HAH!!?" setelah aku mengatakannya.


"sebut apa? Tolong beri tahu saya lebih detail, tuan albert!" (endrin)


"mustahil..." (kaguya)


Sampai di sana, aku merasa bangga karena memiliki benda itu, tapi tiba-tiba aku mengingat sesuatu.


Dalam game, alat itu bisa menghasilkan elixir dengan sendirinya dan aku hanya perlu memencet tabung-tabung itu dengan kursor untuk mengklaim ramuan tersebut dan langsung masuk ke dalam inventaris, bahkan itu langsung menjadi produk dalam vial.


Sekarang, itu sudah menjadi benda nyata, yang mana aku harus mengoperasikan alat itu secara manual.


Tunggu, bagaimana aku harus menangani ini!? Aku memiliki keringat di dahiku.


"aku mengerti, mari kita lihat alat itu lebih dekat."


Aku ingin mengatakan "aku sungguh tidak tahu bagaimana alat ini bekerja." Pada mereka, tetapi aku takut kehilangan reputasiku sebagai pemilik kastil ini. Jadi, aku akan mencoba melihatnya terlebih dahulu.


Skenario terburuk, aku akan mengatakan pada mereka kalau aku sudah lupa dan melarikan diri dengan itu.


Lalu, kami menuju ke satu pasang alat itu yang berada di bawah.


Sebenarnya ruangan ini memiliki dua tingkat tapi itu tidak dihubungkan dengan lantai 10. Karena semua ruangan di setiap lantai kastil sangat tinggi jadi masih ada ruang untuk membuat lantai bertingkat di setiap ruangan.


Sulit untuk menjelaskan, tapi kalian bisa membayangkan dengan satu ruangan yang disekat secara horizontal di tengah-tengah sebagai pemisah antara ruang atas dan bawah.


Ah lupakan itu, sekarang aku sampai di depan sepasang benda yang aku beri nama "mesin elix".


Dari sebelah kiri, terdapat semacam tungku besar berwarna kuning berbentuk silinder yang mengkerucut di bagian atas dan terdapat panel sebagai sarana untuk memasukkan sesuatu ke dalamnya.


Aku tidak tau itu terbuat dari apa tapi sepertinya itu tidak dibuat dengan kuningan atau perunggu.


Lalu, ada slang besar yang dibungkus dengan isolator berwarna silver, slang itu terhubung dengan tungku pada bagian atasnya dan menuju ke pesawat berukuran sedang yang berada di belakang tungku.


Selanjutnya diteruskan ke sebatang pipa dengan kecil yang terhubung dari pesawat itu ke tabung kosong.


Tungku, pesawat bantu, dan tabung...

__ADS_1


Hmm, bagaimana jika tungku itu adalah sebuah alat penyulingan atau pengekstrak lalu pesawat bantu itu bekerja sebagai saringan-- ah, di sana juga ada pipa yang terhubung ke kastil ini, itu mungkin saluran pemasok air, jadi pesawat bantu itu bekerja untuk mencampur zat hasil penyulingan dengan air lalu dia menaruhnya pada tabung besar kosong itu.


Hanya itu yang bisa aku pikirkan sekarang, setelah menganalisis alat itu secara keseluruhan.


Aku bisa mendapatkan gagasan itu dari mesin-mesin yang sering ditemukan di dalam kapal. Bentuknya memang berbeda tetapi cara kerjanya mungkin sama.


Sedikit ragu tapi aku mendekati tungku yang berbentuk silinder itu lalu membuka pintunya.


Di sana kosong, mungkin itu adalah tempat untuk memasukkan batu ajaibnya. Jadi, aku mengeluarkan batu ajaib dari inventaris dan menaruhnya di sana.


Di bawah alas untuk menaruh batu itu mungkin adalah mesin untuk memisahkan kandungan mana yang terdapat di dalam batu.


Itu hanya kemungkinan tapi jika benar akan menjadi mesin seperti apa itu? Tapi ini bukan waktunya untuk membongkar, mungkin aku akan menyerahkannya kepada ahli teknisi di dunia ini nanti.


Nah, dari sana aku melihat tombol-tombol di atas panel. Tidak banyak, jumlahnya ada 4 ditambah knop yang menunjukkan tulisan "low" dan "high".


"Hm? Ini seperti menunjukkan sebuah tingkatan."


Aku bergumam karena itu, aku tidak tau apakah itu untuk tenaga yang akan dikeluarkan oleh mesinnya?


"aku rasa, itu untuk menentukan apakah anda ingin elixir tingkat rendah atau tingkat tinggi."


Merlin yang sejak awal jarang berbicara, sekarang mulai berbicara dengan suaranya yang lembut.


"eh? Elixir tingkat rendah? Aku tidak pernah mendengarnya."


Dalam game, tidak ada hal yang seperti itu. Lagi pula kegunaan dari ramuan itu untuk regenerasi dan restoratif jadi untuk apa ada versi rendahnya?


"ah, maafkan aku. Aku salah untuk penyebutannya. Sebenarnya jika kamu menaruhnya di versi rendah, alat itu hanya akan menghasilkan ramuan penyembuhan untuk luka kecil. Dan, jika kamu ingin membuat ramuan elixir, kamu harus menaruhnya di versi tinggi. Yahh, hal seperti ini baru diterapkan ketika kita mendapatkan kastil ini, jadi kamu mungkin tidak mengetahuinya..."


Semakin ke sini suara merlin semakin rendah. Mungkin, selama dia menjelaskan itu dia mulai mengingat kembali hal-hal yang terjadi di masa lalu dan itu ketika terakhir kami berpisah.


Melihat dia yang seperti itu, aku jadi ingin memeluknya tapi di sini banyak orang jadi aku menghentikan niat itu.


Lalu aku beralih ke mode high karena rencana awalnya aku ingin membuat elixir.


Sebenarnya itu mungkin akan menjadi alternatif yang bagus, melihat jika ada orang dengan luka kecil kita bisa menggunakan ramuan tingkat rendah tersebut. Cukup merugikan jika kita menggunakan elixir itu hanya untuk semacam luka lecet karena terbentur kaki meja.


Aku mulai menjalankan alat itu dan suara mesin yang sangat halus terdengar.


Aku pikir, itu akan menjadi berisik atau bercahaya atau bahkan berasap karena sudah lama tidak dijalankan tapi sepertinya aku hanya terlalu khawatir.


"yah, seperti inilah benda ini bekerja. Aku tidak tau secara akurat butuh berapa lama benda ini untuk dapat menghasilkan elixir, jadi... Bagaimana kalau kita melanjutkan kegiatan?"


Di dalam tabung juga ada semacam pelampung untuk memperhatikan takaran airnya, jadi mungkin jika sudah penuh alat ini akan berhenti dengan sendirinya.


"u-uhm, bolehkah aku tetap tinggal di sini? Aku ingin melihat elixir itu..." (tethra)


"s-saya juga ingin tetap tinggal di sini! Dan, apakah saya boleh melihat-lihat benda ini?" (endrin)


Mereka jadi tertarik 'kan dengan itu? Aku senang melihat mereka begitu antusias dengan alatnya.


"aku akan menugaskan endrin untuk bekerja di ruangan ini, bagaimana menurutmu, endrin?"


"ah, itu tentu saja, saya dengan senang hati untuk bekerja di sini, tuan albert."


Dia tersenyum berseri-seri. Itu mengingatkan aku dengan orang yang menjual cokelat kepadaku. Mereka benar-benar mirip dan... Sedikit membuat jengkel.


"baiklah, kau akan bertanggung jawab untuk tempat ini, dan..."


Aku melihat ke arah tethra.


"sebenarnya, apakah kamu hanya ingin melihat elixir, tethra?"


"tidak, aku hanya ingin memastikan bentuk asli dari batu itu setelah energi mananya diekstrak."


"eh, jadi batu itu tidak menguap dan malah meninggalkan bekas?"


"tidak kamu salah, itu bukan benda bekas tetapi benda yang berkembang. Aku sudah lama meneliti logam seperti adamantine atau orihalcum, dan aku berpendapat kalau logam-logam itu berasal dari batu ajaib. Semua berawal dari logam reguler yang terakumulasi dengan mana dan itu akan berkembang menjadi logam-logam ajaib tersebut sesuai dengan tempat habitatnya."


Tethra menjelaskannya dengan semangat.


Anak ini adalah gadis yang tekun dan dengan kepribadiannya yang ceria itu — semua penelitiannya menjadi terlihat seperti hobi yang sangat ia gemari.


Tapi, pendapatnya sangat informatif dan akan bagus jika batu ajaib itu bisa menjadi seperti logam-logam langka tersebut.

__ADS_1


__ADS_2