Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Bab 23. Observasi bagian 2


__ADS_3

Penelitian tethra tentang logam memang sudah sangat jauh. Dia bahkan sampai memikirkan bahwa unsur reguler yang terakumulasi dengan energi magis akan berkembang menjadi logam langka tertentu tergantung pada habitatnya.


Namun, bagaimana dengan batu ajaib yang berada di ruang timbunan harta? Di sana adalah tempat kosong dan batu-batu itu bertambah tiap bulan-- tidak, tunggu, ruangan itu tidak kosong sepenuhnya. Sistem kerja dari ruangan itu adalah kamu harus memasukkan sejumlah batu untuk digandakan dan jika aku tidak memasukkan apapun maka ruangan itu tidak akan bekerja. Jadi, apakah batu-batu itu membelah diri di sana? Atau, mereka bisa berkembang seperti tanaman?


"Itu terdengar seolah-olah mereka benda hidup."


"aku juga berpikir demikian. Sejauh ini semua data yang aku miliki menandakan bahwa logam-logam itu muncul di tempat-tempat tertentu. Misalnya, adamantine, kamu akan menemukan logam langka tersebut di daerah pegunungan dan orihalcum terdapat pada laut dalam."


Ada logam di dalam laut? Bagaimana cara mereka menambangnya? Tunggu, ini dunia di mana keajaiban adalah suatu hal yang bisa kita temukan sehari-hari mungkin mereka memiliki cara yang unik untuk itu-- tidak, tidak, sejak awal bagaimana bisa ada logam dalam laut?


Baik, lupakan. Aku bukan ahli geografi atau semacamnya hingga dapat mengetahui keberadaan mereka secara jelas.


"yah, jika kamu ingin tinggal di sini maka itu tidak apa. Sebenarnya aku ingin pergi ke ruangan yang mungkin akan cocok untukmu. Bukankah lebih baik kamu menyerahkan tugas yang ada di sini kepada endrin dan setelah batu itu diekstrak endrin akan melaporkannya padamu?"


"jadi, aku juga memiliki ruangan untukku sendiri?"


"ya, kita semua bekerja di sini. Karena kamu suka meneliti tentang unsur-unsur seperti itu maka lab. Konservasi akan cocok untukmu."


Mata tethra berbinar dan ekornya menggeliat tidak bisa diam.


Setelah aku melihatnya, aku jadi ingat kalau itu adalah ekor singa, yang artinya dia ada hubungan kekerabatan 'kan dengan leon?


Mm, aku rasa tidak, tethra memang memiliki ekor singa tapi dia bukan demi-human tipe singa. Dia adalah sphinx yang memiliki ekor singa dan sayap elang, jadi akan sulit menyamakan dia dengan demi-human keturunan hewan.


Jika aku perhatikan baik-baik, para wanita-wanita yang berada di sini memiliki sayap yang tersembunyi, kecuali kaguya.


Karena kaguya satu ras dengan endrin jadi dia tidak memilikinya, mungkin.


Setelah aku memberikan pasokan batu ajaib pada endrin kami melanjutkan kegiatan kami dan pergi ke ruangan lab. Konservasi untuk menempatkan tethtra di sana.


Dalam game, lab. Konservasi digunakan sebagai tempat untuk merawat item-item yang rusak.


Ini bukan seperti item yang aku miliki bisa rusak, sebaliknya mereka tidak pernah rusak. Item-item yang aku maksud adalah item yang terdapat pada misi.


Terkadang, game memberikan misi untuk pemain tentang beberapa alat atau benda yang harus pemain pulihkan ke keadaan semula.


Itu adalah semacam fitur sekunder yang sama halnya seperti memasak, memancing, bertani, atau berburu harta karun.


Dalam MMO hal-hal seperti itu bisa membuat game tersebut menjadi hidup. Bahkan ada game yang menjalankan fitur berjualan yang komoditasnya dari bahan-bahan hasil mereka bertani dan memasak.


Ah, mari kembali ke topik awal.


Lab. Konservasi berada di lantai delapan, dan karena tangga lebih dekat dibandingkan lift, maka kami memilih turun menggunakan tangga.


"banyak barang berharga di kastil ini yang kita tidak ketahui, 'kan?"


"yaa, tapi kita memang sudah menduganya."


"memang, padahal kita sudah tinggal di sini selama ratusan tahun tapi kita malah lebih mirip orang baru di sini."


Percakapan diantara wanita. Tunggu, aku baru sadar kalau hanya aku satu-satunya pria di sini. Dan, merlin selalu berada di sampingku. Dia sepertinya tidak berniat mengobrol dengan yang lain.


"tempat ini menjadi lebih sepi..."


Karena suatu alasan, merlin terlihat seperti sedang bernostalgia.


"kamu benar, mungkin aku harus mempekerjakan lebih banyak orang?"


Aku mempunyai banyak uang di inventaris tapi aku juga harus mencari sebuah pekerjaan atau penghasilan tetap agar ekonomiku dapat berjalan.


"tidak, bukan itu... Aku tidak masalah dengan itu, lagi pula aku sudah merasa nyaman karena kamu sudah berada di sini."


Merlin tersenyum lembut ke arahku.


Aku menjadi senang mendengar itu darinya tapi jika bukan karena jumlah orang lalu karena apa dia bersikap kerinduan seperti itu?


Hati wanita memang sangat dalam. Aku hanya pria yang selalu bermain game, jadi aku tidak bisa langsung mengerti tentang perasaan wanita.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya kami tiba di lab. Konservasi.


Pintu dan tata ruangan di dalamnya hampir sama dengan ruangan sebelumnya, bedanya tempat ini memiliki lemari yang diisi dengan gelas-gelas kimia.


Ada berbagai macam alat-alat yang sering dijumpai dalam laboratorium seperti kompor kecil dengan gelas untuk menyuling suatu cairan, beberapa perkakas kecil, dan instrumen. Bahkan ada mikroskop dan di atas — di tingkat dua — ada rak yang berisi dengan buku-buku.


Dalam game, benda-benda tersebut hanya sebuah pajangan permanen yang tidak dapat digerakkan dan sekarang benda-benda itu menjadi nyata.


Apa seseorang yang memindahkan kastil ini ke dunia ini juga membawa barang-barang seperti itu dari bumi? Juga, buku-buku itu berisi tentang apa? Aku jadi ingin melihatnya dan memastikannya sendiri.


"nah, sekarang, ini akan menjadi ruang kerja kamu, tethra."


"ini..."


Tethra bergerak ke arah meja yang berisi dengan beberapa instrumen dan wadah-wadah kecil.

__ADS_1


"ini alat-alat untuk mengukur kandungan zat, 'kan?"


Dia mengetahui kegunaannya!!?


Aku sangat terkejut dengan itu. Jujur saja aku tidak ahli dibidang itu, dan aku bahkan hampir tidak mengetahui kegunaan dari benda-benda tersebut. Apa kebudayaan di dunia ini sama dengan di bumi?


Setelah menganalisis benda-benda yang berada di meja dan lemari dengan teliti, tethra menghampiri kami lagi. Kami hanya penonton di sini. Dan, Mungkin saja hanya tethra di sini yang mengetahui benda-benda itu.


"ini sangat bagus, benda-benda di sini sudah banyak yang mengalami peningkatan, dan bahkan ada benda-benda yang masih tidak aku ketahui kegunaannya secara pasti, tapi mungkin aku bisa menggunakannya nanti setelah aku mempelajarinya."


Dia mengatakan "mempelajarinya" setelah melihat buku-buku yang berada di atas. Apakah buku-buku itu berisi ilmu tentang kegunaan dari benda-benda itu, aku tidak tahu. Jadi, aku ke atas untuk mengambil satu buku secara acak untuk memastikannya.


Dan, benar-benar mengejutkan, isi dari buku yang aku lihat seperti pengetahuan tentang geologi.


Aku tidak tahu apa hubungannya buku itu dengan ruangan ini tetapi ada banyak buku di sini dengan sampul dan judul yang berbeda-beda, jadi aku tidak bisa mengatakan isi dari satu buku dapat mewakili buku-buku yang lain. Di sana, bahkan ada tabel tentang unsur-unsur.


Aku pikir, buku yang aku pegang sekarang hanya untuk pengetahuan umum semata.


"apakah kamu bisa membacanya?"


Aku memperlihatkan buku itu kepada tethra. Akan merepotkan jika mereka tidak bisa membacanya dan aku harus mengajari mereka, tapi aku ingat freya pernah memberi aku buku dengan bahasa yang bisa aku mengerti.


"ya, aku bisa membacanya tapi ada beberapa kosakata yang aku tidak mengerti."


"huh? Kalau itu, ada beberapa yang aku juga tidak mengerti jadi kamu harus mempelajarinya sendiri, ok?"


"mm, baiklah, aku akan berusaha."


Fiuh... Aku tidak perlu menjelaskan lagi dan tethra masih bisa menggunakan benda-benda itu, jadi ini berakhir dengan baik, 'kan?


Seseorang yang membawa kastil ini ke dunia ini benar-benar memberi aku kemudahan.


"ah, dan juga, ini... Mungkin, kamu akan membutuhkannya."


Aku mengeluarkan logam dan batu dari dalam game, seperti: adamantine yang berwarna hitam, orihalcum berwarna kuning, dan batu permata yang sangat berharga di atas meja.


"ini logam-logam langka, 'kan? Dan... Tunggu, batu apa ini, albert?"


Tethra tidak terlalu tertarik dengan logamnya tapi dia sangat terkejut dengan permata yang sudah aku keluarkan.


Berbentuk prisma segi enam, berukuran sebesar bola basket, dan aku sudah mengeluarkan satu dari masing-masing warna hitam, putih, merah, kuning, hijau, dan biru.


"batu yang mana yang kamu maksud?"


"tentu saja batu-batu yang berwarna ini..."


Aku tidak terlalu memperhatikan nama-nama dari benda-benda tersebut ketika sedang bermain. Tapi, ada merlin di sini, jadi aku melihatnya untuk mengkonfirmasi, lalu dia mengangguk di sana sebagai balasan bahwa penyebutannya sudah benar. Jadi, aku tidak salah.


"kamu bilang batu-batu berukuran besar ini "batu permata pixie"!?"


"kamu benar-benar banyak memiliki harta karun 'kan, tuan pahlawan."


"sangat tidak disangka."


Para wanita-wanita itu menatap aku dan merlin.


Dalam game, bahan yang paling mahal memang batu-batu permata itu.


Cara kerjanya hampir sama seperti baterai, batu permata pixie dapat menghimpun dan membangkitkan energi mana. Jadi, di dunia ini — dimana sihir merupakan suatu hal pokok yang diperlukan untuk kehidupan — pasti menganggap batu permata pixie benda yang sangat berharga.


"tidak perlu melihat kami seperti itu. Suamiku mendapatkan batu-batu tersebut dari jarahan hasil berpe--"


Aku menutup mulut merlin di sana. Dia pasti ingin mengatakan sesuatu yang pernah terjadi di dalam game.


Meskipun itu pernah terjadi tapi tetap saja itu adalah kegiatan di dalam game, singkatnya itu tidak nyata.


Cerita merlin akan menjadi suatu keberadaan hayalan. Tethra dan yang lainnya pasti tidak akan percaya.


Aku melihat merlin dan menarik tanganku kembali. Di sana, merlin tampak tidak senang dan menggembungkan pipinya seperti anak kecil yang sedang diledek.


Astaga! Dia sangat imut!


Itu membuat dadaku berdebar karena suatu alasan. Dan, aku masih tidak percaya kalau dia adalah istriku sekarang.


"baik, jika kalian menginginkannya aku bisa memberikan kalian masing-masing satu."


Aku berusaha untuk mencari topik lain, dan mengalihkan pandanganku dari merlin.


Jika aku menatapnya terlalu lama, mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak nyaman dipandang oleh orang-orang di sekitar kami.


"apa!? Kamu sungguh ingin memberikan batu itu kepada kami?"


Tethra bertanya sebagai perwakilan.

__ADS_1


Aku melihat, meskipun freya dan kaguya tidak bertanya tetapi mata mereka menunjukkan bahwa mereka menginginkannya.


Bagaimana pun batu-batu ini tidak hanya barang langka tetapi juga benda berharga dan memiliki nilai estetika yang tinggi.


Bagi mereka yang seorang perempuan pasti tertarik dengan sesuatu yang indah.


"aku akan mengeluarkannya lagi dari inventaris, yang berada di meja hanya untuk kamu teliti, kamu mengerti?"


"te-tentu, aku mengerti."


Dengan begitu aku mengeluarkan empat batu lagi untuk mereka. Biru untuk kaguya, merah untuk tethra, putih untuk freya, dan... Hitam untuk merlin.


Sebenarnya, aku tidak perlu untuk memberikan hadiah semacam ini kepada merlin, karena dia adalah istriku dia boleh — atau sangat boleh — untuk meminta sesuatu yang seperti itu dariku sesukanya tapi aku ingin bersikap adil di sini.


Akan sangat tidak enak jika aku tidak memberikan hadiah kepada istri sendiri di depan orang-orang. Dia juga merasa senang setelah aku memberi batu itu dan berkata "hadiah dari suamiku harus dijaga baik-baik." seperti itu. Dan, menaruhnya di dalam inventaris yang dia miliki.


"apa ini yang disebut mengidahkan?"


Tanpa suatu alasan yang jelas, freya bertanya padaku setelah menerima batu permatanya.


Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan tapi aku bisa melihat wajah tethra dan kaguya memerah. Sebaliknya, aku melihat merlin terdiam menatap aku dengan ekspresi kosong.


"eh, aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan. Aku memberi kalian batu itu sebagai-- ah~ semacam insentif, kalian mengerti, 'kan?"


Juga, untuk merlin, jangan menatap aku seperti itu!! Itu membuat aku menjadi sedikit takut.


Baiklah, setelah aku memberikan urusan ruangan itu kepada tethra kami melanjutkan kegiatan kami. Tapi, tethra tetap mengikuti kami karena ini sudah waktunya makan siang jadi kami memutuskan untuk beristirahat dan pergi ke ruang makan.


Aku berfikir bahwa ruang kerja endrin dan tethra terlalu jauh dari kamar mereka jadi aku memperbolehkan mereka untuk pindah kamar ke lantai yang sama dengan tempat kerja mereka.


Kastil ini memiliki banyak kamar dan ruangan kosong di lantai atas, tapi banyak fasilitas di lantai bawah.


Bahkan di sini ada studio, bar, dan pemandian air panas kesehatan. Tapi karena tidak ada yang mengurusnya jadi tempat itu tidak beroperasi.


Akhirnya, kami tiba di depan ruang makan dan kami bisa melihat ada keramaian di ruang makan.


Orang-orang itu berkerumun dan saling mengobrol.


"lihat, dia sangat keren, bahkan ketika sedang memakai celemek."


"tunggu, aku sudah merasakan rasa masakannya itu sangat enak."


"ya, aku sampai ingin meminta porsi tambahan."


"seperti yang diharapkan dari servant pahlawan."


"sangat mengesankan, dia bisa menjadi suami yang ideal."


Ada apa ini? Aku ingin bertanya pada seseorang tentang apa yang terjadi.


Lalu, kami mendengar suara seseorang yang sedang bermain piano dari pengeras suara ruangan.


Semua orang yang gaduh sebelumnya menjadi terdiam karena ingin mendengarkan itu.


Suara itu pasti berasal dari studio, karena di studio terdapat piano, tapi pertanyaannya adalah siapa yang memainkannya?


"sungguh permainan piano yang bagus."


"aku baru pertama kali mendengarnya."


"aku yakin, dia orang yang profesional."


Hei, sebenarnya ada apa ini? Ketika aku datang ke sini untuk pertama kali tidak ada hal-hal yang seperti ini.


Aku melihat ke arah merlin yang sedang memegang keningnya, sepertinya dia tahu sesuatu.


"kamu mengetahui sesuatu, merlin?"


"mm, mungkin yang sedang bermain piano adalah william."


"lalu, bagaimana dengan keramaian itu?"


"itu... Mungkin ignis, dia ahli dalam hal memasak."


Jadi mereka berdua punya keahlian seperti itu?


"hmm, sangat tidak terduga."


"ma-maafkan aku, aku pasti akan menegur mereka nanti."


Sebagai kakak tertua mungkin merlin merasa bertanggung jawab terhadap mereka, tapi aku tidak masalah dengan itu.


"tidak, tidak apa-apa. Justru, bukankah mereka hebat karena memiliki keahlian seperti itu?

__ADS_1


"jika kamu berkata demikian..."


Selama hobi mereka berada di jalan yang benar maka aku tidak akan menghalangi, malahan aku akan mendukungnya.


__ADS_2