Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Tahap penyelesaian #1.


__ADS_3

Kekaisaran Dortos akhirnya mengarahkan seluruh pasukannya untuk menyerang Kerajaan Herunia, mereka sudah memutuskan untuk berperang.


Pasukan mereka dibagi menjadi 4 resimen, tiga resimen berjalan di depan dan satu resimen berada di belakang.


Pasukan besar berjumlah 245.000 prajurit dengan persenjataan lengkap ini menyusuri padang rumput dan mengarah ke kota benteng wilayah Charles.


Mengetahui pihak lawan memiliki Golem dan bersekutu dengan naga, Kaisar Frederick menyatakan untuk menyerang benteng musuh dengan seluruh kekuatannya.


Supaya pasukan dapat menyelesaikan pertarungan dengan cepat dan mengambil alih benteng musuh untuk dijadikan benteng sendiri.


Terus berkemah sangat tidak bagus akan pertahanan mereka jika terjadi serangan mendadak saat malam hari. Ditambah lagi, pasukan masih membutuhkan makanan. Ketika merebut benteng musuh, mereka juga akan mendapatkan persediaan makanan milik musuh.


Dengan kata lain, ketika mereka sudah merebut benteng, mereka akan mendapatkan kenyamanan lebih.


Di sisi lain, di atas tembok pertahanan benteng kota. Carla sebagai kapten tim mempunyai senyum yang cerah setelah melihat pasukan Kekaisaran Dortos begitu banyak ketika mereka sudah keluar dan bisa dilihat sepenuhnya.


Charles melihat Carla dengan wajah rumit. Musuh tidak mendengarkan peringatan Reona dan tetap mengarahkan pasukannya ke sini. Lalu bukannya khawatir, Carla justru memiliki senyuman yang membuat dia terlihat semakin cantik di mata Charles.


Dia mengenakan seragam aneh berwarna biru dengan rok pendek yang berkibar diterpa angin. Rambut biru, tanduk emas, dan mata kuning keemasan dengan garis vertikal memancarkan haus darah sang predator.


Melihat penampilan tersebut, Charles memiliki raut wajah kelelahan, mengetahui sekutu dan lawan sejak awal memang lebih menginginkan pertarungan daripada berdamai.


"Ku~fufufu, cukup keras kepala. Tapi... Meski kepalanya keras, itu tidak ada isinya."


Sambil melihat pasukan kekaisaran, Carla berbicara sendiri dengan keras.


"Sudah waktunya, Ketua!"


"Oh, kita harus menanggapi ini dengan baik!"


"A-Aku tidak terlalu bagus dalam pertarungan, jadi aku akan mendukung kalian dari dibelakang."


"Apa yang kau katakan, Reona. Masing-masing dari kita akan mendapatkan satu lawan."


"Hee...!"


Mereka cukup meriah.


Setelah melihat itu, Charles mengerti kalau mereka sebenarnya sudah menantikan pertempuran ini.


Dan entah kenapa, Charles merasa sedikit tenang melihat mereka begitu percaya diri. Mungkin menyerahkan peperangan ini kepada mereka tidak akan menjadi masalah.


Meski begitu, pasukan Kerajaan masih harus bersiaga di depan benteng kalau-kalau skenario terburuk terjadi.


Dua puluh menit kemudian, tiga resimen pasukan Kekaisaran sudah mencapai setengah jalan menuju ke benteng kota.


Sedangkan 55 ribu Pasukan Gabungan Kerajaan sudah berbaris di depan benteng kota dengan persenjataan lengkap.


Melihat begitu banyaknya pasukan Kekaisaran, semua Pasukan Kerajaan Herunia memiliki ketakutan di hati mereka. Namun ketakutan itu masih bisa mereka tahan karena kepercayaan terhadap Sekutu.


"Mungkin di sekitar sana sudah cukup. Baiklah, Helios! Habisi mereka semua!!"


Mengarahkan tangannya ke depan, Carla memberi perintah dengan semangat.


Di udara, masing-masing pasang mata kelima Helios menyala dengan cahaya biru terang setelah Carla memberi perintah.


Kemudian mereka dengan kecepatan tinggi menghampiri pasukan Kekaisaran, hanya sekitar beberapa detik — bergerak melebihi kecepatan suara. Lalu mereka mengelilingi pasukan Kekaisaran.


Menyadari keberadaan Golem di atas mereka...


"Semuanya, bersiap untuk bertarung! Ambil posisi seperti kalian sedang menghadapi monster!"


Masing-masing jenderal di beberapa pasukan Kekaisaran memberi perintah — yang kurang lebih — sama seperti itu.


Mereka sudah mendapatkan informasi bahwa kekuatan Golem tidak jauh berbeda dengan naga biasa, dan cukup tenang untuk menanggapi situasi.


Untuk Helios, perintahnya adalah musnahkan musuh seluruhnya, tidak ada kata pengecualian atau pengampunan. Dengan begitu, kelima Helios mulai menampakkan laras panjang dari kedua bahu mereka, dan melakukan kompresi sejumlah besar energi pada satu titik di ujung laras.


*Shuuuut*


Sejumlah energi super besar terkompresi, telah diluncurkan dan menciptakan suara seperti pelepasan emisi senjata sinar leser dari kedua laras masing-masing kelima Helios.


*BOOM*


*BOOM*


*BOOM*


*BOOM*


*BOOM*


Ledakan besar terjadi di lima titik lokasi. Menghancurkan pasukan Kekaisaran hingga tidak meninggalkan sisa, semua hangus terbakar karena terkena pelepasan energi terkompresi yang menghasilkan ledakan bersuhu puluhan ribu derajat.

__ADS_1


Entah itu pakaian atau perlengkapan, semua hangus terbakar tanpa terkecuali hanya dalam hitungan menit.


Gelombang kejut yang dihasilkan menyisir seluruh wilayah hingga belasan kilometer dari lokasi ledakan.


Pasukan gabungan Kerajaan Herunia sudah diberikan perintah untuk membuat penghalang skala besar dengan sihir. Sebagai hasilnya mereka masih selamat menghadapi gelombang kejut yang menyisir.


Namun setelah selesai menghadapi kejutan gelombang angin, mereka dapat melihat dengan jelas lokasi pasukan Kekaisaran Dortos berdiri sebelumnya dipenuhi dengan kobaran api raksasa.


Awalnya mereka diam terpaku karena masih merasakan terjangan gelombang angin, kemudian seluruh badan mereka mulai bergetar dan lemas melihat fenomena keganasan Helios.


Tidak sedikit prajurit telah menjatuhkan senjata sekaligus tubuh mereka mengetahui pasukan musuh benar-benar dihancurkan hanya dalam sekali serang.


Pembantaian! —Hanya itu, kata yang ada di dalam kepala mereka sekarang. Tubuh mereka tidak bisa berhenti bergetar melihat pasukan musuh terbakar hangus.


Bahkan aroma 245.000 tubuh prajurit musuh yang terbakar, merasuki hidung mereka, menimbulkan rasa mual berlebihan, dan berakhir dengan memuntahkan makanan di dalam perut yang belum sempat diselesaikan oleh sistem pencernaan.


Di atas tembok benteng, kedua tangan Charles memegang sisi tembok dengan gemetar. Dia tidak mampu lagi berdiri dengan tegap jika tidak memegang sesuatu sebagai penyangga.


Menyaksikan begitu banyaknya prajurit Kekaisaran dimusnahkan hanya dalam seper sekian detik, membuat dia tidak bisa berfikir untuk beberapa menit karena terus terpesona dengan kobaran api yang menjulang tinggi.


Setelah menyadari bahwa dirinya sudah terpesona terlalu lama, Charles baru mengingat kalau gelombang kejut ledakan terlalu besar dan mulai mengkhawatirkan kondisi perumahan penduduk kota.


Dia dengan cepat mengalihkan pandangannya untuk melihat ke dalam kota, dan menemukan bahwa kota masih dalam keadaan baik-baik saja. Hanya sedikit rumah tua mengalami kerontokan karena getaran ledakan.


Namun hal itu tidak menjadi masalah selama Kerajaan Herunia dapat mempertahankan kota ini agar tidak jatuh ke tangan musuh.


Hampir semua orang sudah diungsikan ke kota lain, dan hanya menyisakan sejumlah orang yang ingin berperang atau ikut membantu para prajurit mendapatkan kebutuhan.


Selain mengamati kota, Charles mengalihkan pandangannya, mencari keberadaan lima naga yang telah membawa Helios untuk meminta penjelasan.


Sihir kehancuran yang sangat mengerikan seperti itu, seharusnya mereka menyampaikan hal ini kepada Charles.


Namun kelima naga itu sudah tidak ada di tempat.


(Sudah pergi, ya.)


Charles memahami kalau dia terlalu fokus dengan ledakan dan tidak menyadari bahwa kelompok itu sudah pergi menuju camp lawan untuk mengurus sisa-sisa Kekaisaran.


*****


Sebelum ledakan terjadi, Rudy dan para pelancong dari dunia lain — Bando, Karin, Ilyas, dan Letta — mendapatkan info bahwa Golem musuh sudah mendekati pasukan Kekaisaran.


"Oh, sudah waktunya, ya. Baiklah semuanya, ayo kita musnahkan mereka!"


Mereka bersemangat dan segera menuju ke luar tenda. Namun kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi.


Mereka langsung bisa melihat, kelima Golem sedang melayang di udara mengeluarkan cahaya dan menghantam pasukan.


Ketika ledakan terjadi, Bando sebagai orang yang ahli dalam sihir pertahanan sempat mengambil langkah inisiatif dan melindungi teman-temannya dari gelombang kejut ledakan tersebut menggunakan sihir penghalang.


Beruntung mereka sedang dalam jarak yang cukup jauh dari lokasi ledakan tersebut, mereka hanya terkena gelombang panas dan masih bisa mempertahankan posisi karena sihir penghalang Bando.


Namun tenda-tenda dan sejumlah orang bagian tim logistik tidak dapat menahan gelombang dan berakhir terbawa sapuan gelombang.


Meski mereka prajurit, namun tubuh mereka tidak dilatih secara khusus karena mereka hanya bekerja di bagian persediaan makanan. Oleh karena itu, mereka yang tersapu oleh gelombang sudah dipastikan tidak selamat.


"A-Apa yang baru saja terjadi?"


Letta bertanya dengan heran. Dia masih belum mengerti dari mana ledakan itu berasal.


"Golemnya... Kelima Golem itu yang telah menyebabkan ledakan tersebut."


Kemudian Rudy menjawab pertanyaan Letta.


Rudy masih mengingat cahaya lurus dari arah Golem menghantam pasukan Kekaisaran.


"Bagaimana mungkin..."


Mendengar hal ini membuat Letta terjatuh karena lemas kaki, tenaga tiba-tiba menghilang begitu saja dan tidak bisa mempertahankan posisi berdiri.


Mereka bermaksud untuk melawan kelima Golem itu, namun setelah melihat kekuatan Golemnya, mereka tidak lagi memiliki niat untuk bertarung.


Kekuatan itu, sudah berada di atas mereka semua. Mereka sudah tidak sejajar dalam hal jumlah energi.


"H-Hei, bukankah mereka mengatakan kalau Golem itu hanya berada di peringkat S? Tapi kenapa mereka memiliki kemampuan untuk menciptakan ledakan sebesar itu?"


Ilyas bertanya dengan ragu.


Kekuatan masing-masing dari kelompok ini sudah berada di atas peringkat S, atau yang biasanya disebut peringkat [Adamantine].


Namun, bahkan dengan seluruh kekuatan mereka, mereka tidak yakin bisa menciptakan ledakan besar seperti Golem tersebut.


Itu sangat mustahil untuk dilakukan manusia.

__ADS_1


"Ck, ini bukan waktunya untuk berdiam diri. Cepat lakukan sihir teleportasi dan pergi dari sini. Lihat, tenda utama untuk Kaisar bahkan sudah hancur diterpa angin. Orang itu pasti sudah mati sekarang."


Bando berfikir cepat. Dia sudah menggunakan hampir seluruh tenaganya hanya untuk menahan gelombang kejut ledakan.


Jadi, dia paling rasionalitas sekarang karena sudah mengerti kekuatan pihak lawan begitu menakutkan.


"Benar, aku akan menyiapkan sihir teleportasi. Kita akan melarikan diri dari sini!"


Karin mengerti maksud Bando dan mulai merapalkan sihir teleportasi party.


Namun sekali lagi, kenyataan tidak sesuai dengan keinginan mereka.


*Bzzzt*


Kilatan cahaya berwarna biru muda melintas membentuk garis dengan pergerakan kecepatan cahaya, dan menghantam Karin yang sedang merapal mantra.


*Ka-Boom*


Disusul dengan suara petir dan gemuruh guntur, tubuh Karin dihantam ke tanah dengan kaki oleh seorang wanita berambut biru. Dan, seketika menghentikan perapalan mantra karena tidak sadarkan diri.


"Ingin kabur, ya...? Apa kalian sudah lupa dengan peringatan kami?"


Dengan posisi kaki kanan masih menginjak Karin, wanita berambut biru berbicara.


Rambut birunya berkibar dengan indah tertiup angin, kedua tangan memegang pinggang, dan tatapan lurus dengan senyuman penuh percaya diri mengarah ke keempat orang sisa kelompok.


Sosok cantik yang terkenal dengan julukan "Naga Genius" — telah hadir untuk menghentikan pelarian sisa Kekaisaran.


Memiliki prestasi paling banyak di "Empat Belas Member Elite" kepolisian, Carla merupakan salah satu naga tercepat nomor dua setelah Luminous. Kecepatannya sudah berada di atas Azure.


Pergerakan sebelumnya masih dalam kecepatan biasa. Sebenarnya dia masih bisa bergerak lebih cepat lagi.


Mengetahui Carla memiliki kecepatan luar biasa, pada saat itu Luminous dan Levi memberikan karunia sebagai bentuk apresiasi.


Oleh karena itu, Carla sekarang memiliki dua lambang pada tubuhnya dari dua makhluk Divine Monster, Hydra dan Leviathan.


Baik itu kecepatan maupun atribut, Carla dapat mengontrolnya sesuka hati berkat karunia tersebut.


Ditambah dengan kepribadiannya yang keras, Ignis berniat untuk menempatkan Carla sebagai Kapten dari kelompok "Empat Belas Member Elite" setelah perang ini selesai.


Rudy, Bando, Ilyas, dan Letta menatap Karin sedang diinjak oleh musuh.


"Me-Menyingkir dari Karin!!"


Tidak sempat untuk memeriksa nyawa Karin, hati Rudy sudah terbakar amarah karena teman seperjuangannya telah diinjak oleh orang asing.


Pedang yang selama ini Rudy pegang, sekarang genggamannya semakin keras dan dia mulai mengancungkan pedang itu ke arah Carla.


Tiga orang lainnya mendengar Rudy berteriak dan mengambil posisi untuk siap bertarung. Mereka tidak melupakan ketakutan akan kekuatan Golem, tetapi jika mereka tidak bertarung sekarang, mereka akan mati.


Oleh karena itu, lebih baik bertarung dengan kekuatan yang ada untuk dapat bertahan hidup hingga perang ini usai.


"Hee, kalian tidak suka jika aku menginjak teman kalian? Kalau begitu, ambil ini jika kalian berani..."


*Bang*


Carla menendang tubuh Karin dengan pelan, dan menggeser tubuhnya sedikit maju ke depan untuk memperlihatkan wajah pingsan Karin.


Sikapnya sangat jelek, padahal Ignis sudah memperingati untuk tidak melakukan hal seperti itu di medan pertempuran.


Namun Carla tampaknya keasikan dengan perannya dan melupakan perkataan Ignis.


Dari layar monitor di observatorium, Albert dan Ignis melihat Carla. Lalu Ignis meminta maaf kepada Albert karena sikap seperti itu sangat tidak cocok untuk menjadi bawahan Albert yang mana memiliki status pahlawan.


Tapi, apa yang dikatakan Albert tidak sesuai dengan perkiraan Ignis.


"Biarkan saja seperti itu. Di medan pertempuran, mengganggu emosi musuh juga merupakan strategi. Selain itu, ini bisa dijadikan contoh agar musuh kita di masa mendatang tidak meremehkan ras naga lagi."


Jadi Albert menjelaskan dan menyuruh Ignis untuk memaafkan sikap Carla.


Ignis mengerti dengan strategi semacam itu tapi tidak mengira kalau Albert akan memiliki visi yang jauh ke depan untuk ras naga.


(Seperti yang diharapkan dari tuanku, sangat brilian!)


Ignis memuja Albert di dalam hatinya.


Namun apa yang tidak diketahui oleh Ignis adalah Albert tidak ingin Carla terkena hukuman oleh Ignis. Jadi Albert mencari alasan yang bagus agar Carla terhindar dari hukumanya.


Menendang manusia seperti sampah, tentu saja membuat perasaan Albert tidak nyaman. Tapi lebih tidak nyaman lagi untuk batin Albert jika Carla dihukum hanya karena menendang lawannya.


Menurut Albert, itu benar-benar tidak masuk akal. Meski Ignis berniat untuk melindungi status Albert sebagai Pahlawan, itu masih tidak benar apabila Carla harus terkena hukuman.


Dan yang paling penting lagi, Albert benar-benar tidak peduli dengan pihak musuh dan tidak pernah mementingkan statusnya sebagai Pahlawan. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menghukum Carla karena menendang musuh.

__ADS_1


Jika Albert tidak ada, musuh akan melakukan hal yang sama seperti Carla, yaitu menendang penduduk Kerajaan Herunia.


__ADS_2