
Tiga hari kemudian, aku telah mendapatkan pesan dari Niks bahwa salah satu kekuatan musuh akan bergerak hari ini.
Pesan itu juga telah disampaikan kepada Ignis, selaku penanggung jawab kekuatan pasukan kami.
Yah, meskipun kami sebut pasukan, itu hanyalah sekelompok polisi dan golem. Bukan kelompok yang secara khusus menangani peperangan seperti tentara.
Meski begitu, kekuatan mereka lebih baik daripada prajurit militer negara manapun.
Aku sangat senang melihatnya karena mereka bisa menjadi kekuatan kami ketika dibutuhkan, padahal mereka polisi.
Jika untuk militer, aku sudah membuat banyak Homunculus dan berniat akan menjadikan Homunculus itu sebagai pasukan tentara pertahanan kami.
Namun budidaya mereka belum sepenuhnya selesai. Atau harus kukatakan, kurasa mereka hanya membutuhkan beberapa hari lagi sampai mereka memiliki tubuh dewasa yang mapan.
Tubuh mereka sekarang sudah terbentuk, seukuran remaja bertubuh tinggi. Namun aku masih ingin memperkuat tubuh mereka agar menjadi tubuh dewasa dengan sedikit otot.
Oleh karena itu, kami — atau lebih tepatnya Ignis — hanya akan mengirim sejumlah polisi naga dan Golem Endrin pergi ke medan perang.
Oh, berbicara tentang Golem. Endrin selaku penanggung jawab penelitian modifikasi Golem Darkness, telah merilis versi Golem yang lebih keren daripada hasil coret-coretanku.
Berbeda dengan Darkness, itu adalah Golem berwarna putih meta dengan sejumlah strip emas Orihalcum melapisi beberapa bagian tubuhnya. Itu sangat keren dan memiliki estetika tinggi.
Aku juga memujinya karena dia bisa membuat Golem itu menjadi begitu mewah.
Namun tidak hanya sebatas kemewahan, kekuatan mereka juga sudah ditingkatkan berkat item persegi panjang berwarna biru yang telah kami dapatkan dari tubuh Golem di Dungeon Levi.
Benar, itu adalah item untuk menarik dan menghimpun energi dalam jumlah yang sangat besar.
"O-Oh, i-i-i-ini benda yang sangat menakjubkan!!"
Aku ingat, seperti itulah reaksi Endrin ketika pertama kali melihat core persegi panjangnya.
Nah, aku mengusulkan untuk mengganti core Darkness dengan core persegi tersebut, dan melepaskan Permata Pixie yang berada di punggung Golem Modifikasi karena itu sudah tidak lagi berguna.
Setelah selesai, blok di belakang punggung Golem Modifikasi dilepas dan digantikan dengan sepasang sayap besar.
Em, sebenarnya Golem Darkness bisa melakukan sihir terbang, dan sayap tentu saja tidak terlalu dibutuhkan.
Hanya saja, aku tetap menginginkan "sayap" agar mereka terlihat keren, hanya itu.
Meski begitu, itu menjadi Golem putih dengan cahaya keemasan.
Sayapnya besar, dan itu bukan hanya sekedar batang besi biasa. Itu terbuat dari Orihalcum. Terlebih lagi, mereka beroperasi dengan energi sihir, bentuknya bukan lempengan melainkan sejumlah potongan-potongan baja berukuran kecil seolah-olah bulu yang beroperasi dengan sihir satelit.
Jadi itu bukan bentuk sayap tunggal permanen, melainkan sejumlah potongan baja yang saling menempel dan bisa bergerak leluasa seperti sayap sungguhan.
Sebagai tim pengembang Golem Modifikasi, kami sangat senang bisa menghasilkan Golem yang begitu berkesan.
Dan karena Golem itu dibuat begitu spesial, kami menamainya dengan "HELIOS", yang artinya adalah matahari.
Apa matahari sesepesial itu? —Aku tidak tahu. Aku sendiri sedang mabuk ketika menyebutkan nama itu, dan kami hanya mengakhirinya dengan itu.
Yah, faktor utamanya karena kami ingin kebalikan atau antonim dari kata Darkness. Jadi Helios mungkin akan cocok dengan itu.
Kembali ke masalah perang.
Ignis sudah mengirim sepuluh dari "Empat Belas Member Elite" kepolisian naga dan sepuluh Golem Helios ke Kerajaan Herunia untuk membantu mereka bertahan dari serangan musuh.
"Kamu benar hanya mengirim sepuluh orang untuk menangani mereka?"
Aku bertanya, sangat khawatir.
Posisi kami saat ini sedang berada di observatorium, tempat Niks dan anggotanya bekerja.
Aku memahami Niks tidak terlalu ingin bertemu dengan banyak orang. Itu sebabnya, aku hanya membawa Ignis dan kedua istriku.
Ignis bertanggung jawab sebagai pemegang komando tertinggi, jadi dia harus berada di sini. Sedangkan kedua istriku penasaran dengan perang manusia.
Ngomong-ngomong, wewenang Ignis dalam urusan kepolisian dan militer lebih tinggi daripada aku.
Kenapa? Tentu saja itu karena aku tidak jago mengatur strategi pertempuran, dan Ignis lebih memiliki wawasan di bidang itu.
Jadi, aku menunjuk Ignis sebagai pemegang seluruh komando kepolisian dan militer negara, sesuai dengan jabatannya sebagai panglima tertinggi.
Ignis sempat menolak karena berdasarkan usulan itu, suaraku akan berada di bawah Ignis dan itu membuat Ignis berada di atasku.
Sebenarnya memang itulah tujuanku, menaruh dia di atas segala urusan militer. Dan suaraku akan menjadi yang nomor dua.
Agar Ignis mengerti, aku menjelaskan kalau ini demi menghindari miss komunikasi. Ketika datang ke situasi darurat, hal-hal seperti benturan komando pasti akan terjadi.
Oleh karena itu, aku ingin komando Ignis menjadi prioritas tertinggi agar pasukan tidak salah dalam melaksanakan perintah.
__ADS_1
Nah itu sebenarnya hanya untuk Ignis mengerti. Namun alasan terbesar kenapa aku memberikan tanggung jawab seperti itu adalah karena aku malas mengatur pasukan.
Benar, aku melimpahkan seluruh pekerjaan kepada Ignis. Sifatku cukup buruk, aku memang sangat malas mengurus hal seperti itu.
Aku tidak tahu apakah Ignis menyadari hal itu atau tidak, tetapi dia terlihat sangat bahagia. Dia senang karena suaranya bisa lebih tinggi daripada aku di lapangan.
"Tenang saja, Tuan Albert. Seperti rencana awal, kita hanya akan menggunakan kemampuan Helios. Aku yakin lima Helios sudah cukup untuk mengatasi masing-masing agresi militer musuh."
Ignis menyuruhku agar tetap tenang. Namun bagaimanapun itu terlihat, aku masih saja khawatir dengan sepuluh naga kami.
Tidak seperti Golem Helios, mereka tidak memiliki pertahanan dari baja pixie.
Jadi, kupikir jumlah mereka terlalu sedikit untuk mempertahankan keamanan mereka sendiri. Ditambah lagi, mereka akan dibagi menjadi dua kelompok.
Satu kelompok berisi lima naga dan lima Helios. Niatnya, kelima naga itu hanya akan menjadi pengawas kinerja Helios dan sekaligus sebagai jaminan ketika datang musuh yang menghalangi pekerjaan Helios.
Maksudku, di pihak musuh, masih terdapat beberapa orang kuat yang dapat mengganggu jalannya operasi Helios. Meskipun mereka tampaknya tidak cukup mampu untuk menghancurkan Helios, tetapi ada kemungkinan mereka bisa mencegah atau bahkan bisa mencuri Helios kami.
Lagipula, sekuat apapun Helios, mereka tetap saja Golem dengan kecerdasan buatan. Mereka tidak terlalu pintar untuk memahami apa yang akan dilakukan oleh musuhnya.
Nah, untuk mengatasi itu, kami mengutus sejumlah orang untuk mencegah skenario terburuk pencurian Helios.
Namun aku tidak menyangka kalau Ignis hanya mengirim lima orang untuk itu.
Yah, aku juga paham kalau Ignis pasti sudah mempertimbangkan hal ini dengan baik, itu sebabnya dia hanya mengirim sepuluh dari "Empat Belas Member Elite" kepolisian.
Kami juga sudah mengidentifikasi kekuatan lawan, dan... Ya seperti itu. Tidak ada lawan dengan kekuatan melebihi spiritual peringkat [Legendaris], hanya sejumlah orang dengan peringkat [Epic].
Oh, berbicara tentang kekuatan. Niks telah menemukan hal mengejutkan tentang kebenaran Kekaisaran Dortos.
Sebenarnya Kaisar saat ini, Frederick Ralp Dortos, dan penasihatnya Roy Lasunta adalah Vampire.
Berbeda dengan William, mereka bukan berasal dari keturunan pertama. Artinya mereka bukan "True Vampire", mereka hanya Vampire biasa dengan darah campuran.
Ini benar-benar hal yang sangat mengejutkan untukku. Ternyata, di dunia ini juga terdapat Vampire, dan mereka telah mendominasi Kekaisaran Dortos selama ribuan tahun.
Bahkan Freya juga ikut terkejut mendengar kalau ternyata masih ada Vampire di dunia ini.
Kami belum menemukan lokasi markas mereka, tetapi Niks sedang mencari dan melacak keberadaan mereka.
Cermin Map kami memang bisa mendeteksi esensi Mana, tetapi jika markas mereka tertutupi dengan penghalang, Cermin Map tidak bisa menembusnya.
Dari arah sebelah kiriku, Freya bertanya dengan cemas.
Aku heran kenapa dia harus memasang wajah seperti itu, tapi aku memegang tangannya supaya dia dapat tenang.
Aku juga ingin menjawabnya dengan "Aku ingin memusnahkan mereka semua." seperti itu, karena mereka sudah mengganggu kesenanganku. Tetapi jawaban itu terlihat tidak bagus karena yang bertanya adalah Freya.
"Dengar, mereka adalah para pengusik dan mereka telah dihakimi bersalah karena menunjukan sifat agresi. Jadi, aku akan mengajari mereka bahwa berperang itu sangat tidak baik."
Aku hanya mengatakan maksudnya, tidak menjawab pertanyaan Freya dengan benar.
"Katakan, apa yang ingin kamu lakukan terhadap mereka?"
Dan seperti yang diharapkan dari Freya, cukup keras kepala ketika datang ke suatu hal yang tidak benar.
Kami saling menatap dan saling memegang tangan satu sama lain. Mata biru kristalnya menatap lurus ke arahku, tidak bergeming sedikitpun.
Tampaknya, mencari alasan untuk mengatasi pertanyaan Freya tidak akan baik untuk aku lakukan.
"Aku ingin memusnahkan mereka."
Jadi, aku mengatakan rencananya dengan jelas.
Terlepas dari kemarahanku terhadap mereka, aku ingin mereka mengetahui bahwa berperang akan menjadi suatu hal yang percuma.
Dengan menghancurkan sejumlah besar kekuatan militer mereka, diharapkan agar di masa mendatang, mereka tidak akan memiliki pemikiran untuk berperang lagi karena itu hanya akan menghasilkan kerugian.
Kebetulan jumlah prajurit mereka cukup banyak. Dan kami akan memusnahkan mereka semua, tanpa menyisakan satu pun mayat.
Mungkin, beberapa orang seperti Raja, bisa kami kecualikan. Mereka adalah pemimpin negara, selama mereka masih hidup, negara mereka tidak akan hancur. Lagipula, aku juga tidak ingin menghancurkan negara mereka.
Ada beberapa pemikiran seperti menjadikan dia sebagai boneka kami untuk mendominasi penduduk mereka.
Itu merupakan keuntungan. Kami bisa mengatur mereka dari balik layar tanpa sepengetahuan dunia.
Mendengar aku ingin memusnahkan semua pasukan membuat Freya terkejut. Matanya terbelalak dan menutup mulutnya dengan tangan.
Yah, kurasa dia masih berfikir bahwa aku ini adalah pahlawan. Tapi jujur saja aku tidak peduli dengan status itu.
Prioritas utamaku adalah menjaga keselamatan keluargaku sendiri.
__ADS_1
Jika menunjukan kekuatan dapat mencegah orang bodoh mengusik keluargaku, maka aku akan melakukannya dengan serius.
Bukankah melakukan hal itu hanya akan menambah lebih banyak musuh?
Oh, ayolah. Terlepas dari memusnahkan lawan kali ini atau tidak, setelah kami menunjukkan kekuatan kami, mereka pasti akan mengarahkan matanya kepada kami.
Jadi, ini bukan seperti musuh tidak akan muncul setelah kami menunjukkan kekuatan. Hanya saja, aku ingin agar mereka mengevaluasi pemikiran ketika ingin berurusan dengan kami.
Dengan menunjukkan kehebatan dan kekuatan Golem kami, mereka pasti akan berfikir dua kali untuk mencari gara-gara dengan kami.
"K-Kenapa? Kenapa kamu Ingin memusnahkan mereka?"
Freya bertanya, terlihat sangat ingin tahu alasannya.
"Karena mereka telah mengganggu kesenangan kita, kan?"
Aku menjawabnya dengan santai. Namun berkebalikan dengan sikapku, Freya mencengkram tanganku dan memberikan tatapan yang tajam.
"Aku akan memukulmu jika kamu memusnahkan mereka hanya dengan alasan seperti itu!"
Freya benar-benar sinis, dan tentunya dia sangat marah.
Oh, sial. Padahal aku sudah memiliki pemikiran untuk menjaga kata-kataku.
Aku sudah sering terkena amarah Freya, tetapi ini adalah pertama kalinya aku melihat Freya marah sampai mencengkram tanganku dengan keras.
Sigh, seharusnya aku tidak perlu bercanda di situasi seperti ini. Aku sangat menyesal sekarang, aku akan mengukir kejadian ini di dalam ingatanku supaya hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi.
Nah, haruskah aku meminta maaf di sini? Sepertinya, aku akan dipukul jika mengatakan hal itu.
Jadi, aku bersikap biasa dan memegang tangan Freya dengan kencang.
"Itu memang benar. Aku kesal karena mereka telah mengganggu kita. Apa aku tidak boleh merasa kesal?"
"Albert, jangan main-main denganku, aku bertanya dengan serius!"
"Kamu pikir, aku orangnya suka bermain-main di situasi seperti ini?"
"Kamu, benar-benar, ya. Aku akan memukulmu dengan sungguh-sungguh!"
Semakin ke sini, Freya semakin marah. Bahkan dia sudah mengeluarkan auranya hanya untuk bersiap memukulku.
Sungguh, sepertinya dia sangat mengerti kalau ingin membuatku sakit, dia harus mengeluarkan tenaga ekstra.
Selain itu, aku heran kenapa aku malah mencoba membuat dia semakin marah.
Apa ini yang disebut dengan "mengedepankan keegoisan"?
Aku kesal dengan musuh makanya aku mengatakan hal itu kepada Freya dan tidak berusaha untuk mencari alasan lain.
Dan hasilnya seperti ini, kami bertengkar karena mereka.
Serius, ini semakin membuatku ingin memusnahkan mereka karena telah mengganggu hubungan baik aku dengan Freya.
"Kak Merlin, kamu ingin ke mana?"
Tiba-tiba, suara Ignis memasuki jaringan pendengaran aku dan Freya.
Ditambah lagi, dia terdengar sangat panik dan itu telah membuat aku dan Freya mengesampingkan urusan kami dan melihat keberadaan Merlin.
"Semua ini karena kesalahan mereka. Jika saja mereka tidak berperang, Albert dan Freya tidak akan bertengkar seperti ini. Aku akan memusnahkan mereka semua, sekaligus menghancurkan negara mereka."
(Oi, Oi, dia telah mengatakan sesuatu yang sangat mengerikan!!)
Setelah mengatakan itu, Merlin mengeluarkan Halberdnya dan benar-benar bersiap untuk pergi.
Dengan cepat, aku dan Freya mencegahnya.
Aku memang ingin memusnahkan mereka semua, tetapi tidak perlu sampai Merlin untuk turun tangan.
Ditambah lagi, dia juga ingin menghancurkan negara mereka, itu tidak akan menjadi hal bagus dan akan merugikan lebih banyak orang.
Jadi kami berusaha menenangkannya. Pertama, menyuruhnya untuk duduk di tengah-tengah kami dan membuat dia agar lebih rileks dengan pijitan dan rayuan.
Freya memijit tubuh Merlin, sedangkan aku menuangkan teh untuknya. Semua dilakukan dengan pelayanan ekstra hati-hati dan penuh perhatian.
Sebenarnya, sangat sulit menenangkan Merlin menggunakan sesuatu untuk memikat hatinya karena Merlin tidak terlalu memiliki banyak ketertarikan.
Ditambah lagi, ketika dia sudah fokus dengan satu hal, dia tidak akan semudah itu untuk mengurungkan niatnya.
Yah, mempunyai istri cantik memang memiliki banyak resiko. Aku sudah memahami hal ini dan sudah mulai terbiasa dengan tingkah laku mereka berdua.
__ADS_1