
Musuh memiliki kemampuan untuk meregenerasi bagian tubuhnya sendiri yang sudah hancur. Bisa dikatakan itu adalah skill level tinggi karena mereka hampir abadi. Namun...
"Apakah hanya itu saja yang mereka miliki?"
Mary menyadari ada yang aneh dari aura mereka.
Itu terlihat merah membara, seperti seseorang yang sedang dilanda amarah. Tetapi pergerakan mereka terlihat cukup normal dan bertarung seperti biasa meskipun kekuatan mereka meningkat dari waktu ke waktu.
"Sebenarnya ada apa dengan mereka, Saber? Kamu tahu sesuatu?"
"Menurut informasi yang Niks berikan, mereka merupakan organisasi rahasia yang bekerja di bawah Liojr untuk memberantas oknum penentang faksi keluarga kerajaan. Tapi, hanya itu saja. Niks sendiri mengatakan kalau mereka tidak terlalu menonjol."
"Kalau tidak ada musuh yang bisa memaksa mereka untuk menggunakan seluruh kemampuannya, maka tentu saja hanya kita yang bisa melihatnya seperti ini."
Tidak ada alasan bagi seseorang menunjukkan kemampuan terbaiknya kepada orang-orang, kecuali jika mereka ingin pamer. Tapi musuh adalah organisasi khusus yang tentunya menjaga kerahasiaan baik itu di kekuatan maupun keanggotaannya.
Itu menjawab kenapa kekuatan penuh mereka tidak tercatat oleh Niks. Namun, ini bukanlah masalah.
Memang sering terjadi, hal yang tidak terduga di dalam peperangan. Semua orang bisa memahami hal ini.
"Apakah mereka kerasukan oleh roh?"
"Kerasukan atau tidak, pedangku ini seharusnya bisa membunuh mereka."
Pedang dan perisai tingkat Mythical-class Saber adalah pemberian dari Albert. Itu bisa memotong roh maupun iblis.
Sebenarnya, item sihir khusus yang tingkatannya di atas senjata biasa juga sudah bisa untuk memotong roh, selama item tersebut dialirkan dengan energy Mana.
Jadi tidak ada alasan kenapa senjata tingkat atas milik Saber tidak bisa untuk membunuh musuh. Kecuali jika mereka, musuh, menggunakan semacam trik.
"Begitu, ya... Boneka."
"Hm?"
"Aku tahu, mereka pasti hanyalah boneka! Mereka memiliki banyak aura, tapi mereka tidak memiliki emosi. Kalau bukan boneka, lalu apa?"
"Begitu rupanya... Lalu kita harus bagaimana, Nyonya?"
"Kamu ini..."
Saber selama setahun ini berlatih di pegunungan dengan monster dan spirit tingkat atas. Namun dia tidak pernah bertarung melawan boneka, jadi pelatihannya selama setahun ini tidak cocok dengan pertempuran ini.
Itu membuat dia kebingungan sekarang dan merasa seperti dia tidak berguna sama sekali.
"Temukan saja sesuatu seperti penghubung antara tubuh mereka dan jiwanya, itu adalah alasan kenapa mereka bisa bergerak."
"Baiklah."
Sama seperti golem, mereka membutuhkan energy untuk menggerakkannya.
Setelah mencari tahu trik lawan, mereka berusaha sekuat tenaga untuk mencari kelemahannya.
Mereka mulai beradaptasi dengan musuh yang belum dikenal.
"Liojr, aku tidak tahu kalau pasukan rahasia kita sangat kuat seperti ini!"
"Yang Mulia tenang saja. Saya akan mengusir para penyusup ini secepatnya."
Di sisi lain, Raja Kerajaan Suci, Pitagoui – menunjukkan wajah tercengangnya terhadap pasukan rahasia yang dibuat sendiri oleh kanselirnya.
"Tapi, kenapa mereka sangat kuat? Mereka bahkan tidak mati ketika tubuh mereka terpotong menjadi beberapa bagian."
Michelle tidak mengerti sihir seperti apa yang orang-orang itu gunakan.
Bisa menyembuhkan sedikit luka dengan sihir saja sudah terbilang hebat, apalagi sihir yang sedang mereka gunakan sekarang. Itu pasti mengkonsumsi banyak energy untuk menggunakannya. —Michelle memikirkan banyak hal.
Michelle adalah saint dari kuil suci, bisa dibilang dia adalah orang terhebat dalam hal penyembuhan luka dan penyakit. Dan karena dia sangat ahli dibidang penyembuhan, dia bisa yakin kalau apa yang sedang pasukan sekutunya lakukan pasti adalah sihir tingkat tinggi.
"Kamu tidak perlu tahu. Mereka adalah pasukan rahasia kerajaan, aku tidak bisa memberitahukan informasi penting seperti itu kepadamu."
Liojr menanggapi pertanyaan Michelle. Sikapnya berubah menjadi dingin ketika sedang berbicara dengan orang selain raja. Itu membuat Michelle tersinggung, dan ada perasaan sedikit kesal di dalam hatinya.
Seolah-olah Michelle bukanlah orang penting bagi kerajaan.
"Fiuhh... Akhirnya selesai."
__ADS_1
"Apa!?"
Sambil menancapkan kuku tajamnya ke salah satu mayat pasukan rahasia untuk memecahkan batu yang tertanam di dalam sana, Mary menghela nafas lega karena pekerjaan telah selesai.
Sementara itu Liojr terkejut melihat pasukannya sendiri, yang sudah dia bentuk selama puluhan tahun, sekarang sudah menjadi tumpukan sampah.
"Hah? Kenapa kalian semua terkejut seperti itu? Ini hanya mainan kecil, tidak mungkin mereka bisa membunuh kami."
Tidak hanya Liojr, Raja dan orang yang ada di dekatnya juga cukup terkejut melihat Mary dan Saber bisa mengatasi unit khusus mereka.
"Tapi kalian cukup kejam juga, ya. Menggunakan manusia sebagai boneka pertahanan kalian. Fufu, kalau Tuan Albert tahu akan hal ini, beliau pasti tidak akan pernah mengampuni kalian."
Mary meledek mereka. Sebenarnya, Mary dan Albert tidak ada bedanya dengan mereka. Menggunakan makhluk hidup untuk alat perang. Tapi, Mary sama sekali tidak sadar akan hal itu.
Dia adalah vampire sejati, manusia dan hewan hanyalah sumber protein baginya.
"Apa yang kau maksud dengan boneka?"
Borisov, sang kepala kesatria istana, atau juga bisa dikenal sebagai instruktur kesatria keluarga kerajaan, bertanya mewakilkan semua orang yang tidak tahu maksud ucapan Mary.
"Eh, kenapa kau berbicara seolah-olah kau tidak tahu? Orang-orang ini telah dirubah menjadi boneka dengan sihir yang keji. Oleh karena itu mereka tidak merasakan sakit maupun takut, mereka hanyalah boneka yang dibuat untuk bertarung. Apa kau masih ingin bilang kalau kau tidak tahu? Bukankah mereka itu pasukan kalian?"
Mary mencoba menekan Borisov. Sebenarnya dia sudah tahu kalau semua boneka itu buatan Liojr, orang yang dicurigai Niks sebagai iblis. Tapi, di sini dia bermain-main untuk memunculkan rasa kecurigaan di hati semua orang terhadap Liojr.
Itu semua supaya mereka bisa berasumsi sendiri. Bahwa kanselir yang mereka percayai bukanlah orang baik.
"A-Apakah itu benar, Liojr?"
Seolah-olah tidak percaya dengan ucapan Mary, Pitagoui mencari kepastiaan dari Liojr.
"Ja-Jangan percaya perkataan musuh kita, Yang Mulia. Mereka hanya sedang membuat perseteruan diantara kita. Pasukan rahasiaku bukanlah boneka! Mereka benar-benar manusia!"
Liojr mencari alasan. Dia terlihat agak panik, itu membuat raja dan yang lainnya mulai memiliki kecurigaan terhadapnya.
"Hmph! Kalau mereka memang masih manusia, kenapa mereka tidak bisa merasakan sakit? Kenapa mereka tidak berbicara maupun berekspresi? Dan yang paling penting, jiwa mereka sudah tidak ada. Jiwa mereka sudah diganti dengan roh iblis! Alasan mereka tidak bisa mati ketika dipotong, itu karena sejak awal mereka sudah bukan manusia. Tubuh mereka sudah mati, dan dimanipulasi oleh roh iblis!"
"Diam kau! Memangnya kau tahu apa tentang pasukan yang telah aku bentuk sendiri! Mereka itu adalah orang-orang tangguh yang sudah terlatih. Mereka tidak akan takut maupun gentar karena mereka sudah melalui pelatihan khusus yang begitu keras!"
Mereka berargumentasi. Dan masing-masing memiliki argumen yang cukup bagus untuk diri mereka sendiri.
Sejujurnya, raja dan yang lainnya sudah melihat kengerian pasukan rahasianya Liojr. Mereka memang benar-benar bertarung seperti iblis yang tidak takut akan kematian.
Jika orang-orang itu dilatih begitu keras sampai emosi di dalam hati mereka menghilang, itu dapat memberikan alasan yang cukup untuk tingkah laku menyimpang mereka.
Meskipun begitu.
"Ya ampun, kalian ini bodoh atau bagaimana sih? Menyebalkan sekali!"
Mary tidak bisa tidak mengeluh melihat orang-orang yang sedang berada di hadapannya.
dia pikir dengan cara membuat mereka berinisiatif untuk berasumsi, bisa menyadarkan mereka dari penipuan Liojr. Namun, bahkan setelah melihat semua buktinya, mereka masih mempercayai kebohongannya.
Itu jelas membuat Mary sangat jengkel.
"Sudahlah, terserah kalian. Pemerintah yang bodoh tidak boleh dibiarkan mengatur sebuah negara. Dan karena bawahannya juga bodoh, maka aku akan menahan kalian semua."
Mary kesal, tidak tahan melihat musuh yang sangat menjengkelkan. Dia memutuskan untuk menahan semua orang, kecuali Liojr.
Liojr tidak boleh dibiarkan hidup. Niks menemukan bukti kalau dia sudah melakukan hal jahat yang tidak termaafkan. Salah satunya adalah pasukan boneka tersebut.
"Memangnya kami akan membiarkanmu menahan kami? Semua orang, serang mereka! Jangan biarkan mereka pergi dari tempat ini!"
Liojr Mengutus sejumlah orang-orangnya lagi. Dan datang sejumlah makhluk dengan berbagai macam bentuk dari seluruh sisi ruangan.
Mereka makhluk humanoid, namun memiliki sesuatu yang seharusnya tidak dimiliki manusia. Seperti tentakel hitam dan sebagainya yang bukan bagian dari tubuh manusia tapi mereka memilikinya.
Mary dan Saber cukup terkejut melihat mereka. Bukan karena mereka yang muncul secara tiba-tiba ataupun karena mereka mengepungnya, tetapi karena bentuk mereka yang aneh.
Sejak awal, Mary dan Saber sudah mengetahui keberadaan mereka dengan persepsi sihir.
Dan tidak seperti melawan boneka yang pergerakannya monoton, kali ini lawan lebih agresif dan dapat bertindak lebih lincah.
"Mereka terlihat berbeda, tapi apakah mungkin mereka juga manusia buatannya?"
"Aku tidak tahu kalau ada makhluk seperti ini di dunia. Aku yakin mereka semua adalah hasil eksperimennya."
__ADS_1
Mary agak mempertanyakan identitas mereka. Dan Saber mengutarakan pendapatnya.
Musuh sudah membuat manusia menjadi boneka tanpa emosi sedikitpun, jadi meskipun kali ini lawannya agak aneh, itu tidak membuat perbedaan kalau Liojr adalah dalang dibalik keanehan bentuk mereka.
Dia pasti orang yang bertanggung jawab merubah manusia menjadi monster seperti itu.
Dia tidak bisa dimaafkan.
"Nyonya, aku akan mulai serius dari sini!"
"Baiklah. Kamu bereskan semuanya."
Melihat Saber sudah mau merubah sikapnya, Mary mundur dari pertarungan.
Sebenarnya Mary sudah bosan melawan musuh, itu adalah kesempatan bagus baginya menyerahkan semua pekerjaan kepada Saber.
Namun sialnya, semua pertarungan itu membuat dia haus. Dia ingin minum darah.
Terlintas di kepalanya ingatan kenikmatan dari darah Albert, itu pasti akan sangat menyegarkan bila diminum sekarang. Namun dia tidak bisa meminta hal itu lagi setelah dia tahu kalau Merlin bukanlah orang yang bisa dia langkahi.
Sejujurnya, Mary berpikir kalau Albert itu mudah sekali dirayu, dan Mary sama sekali tidak berniat mendengarkan perkataannya tentang dia yang tidak boleh meminum darahnya lagi. Tapi setelah melihat Merlin, semua rencana untuk merayu Albert yang ada di waktu itu lenyap begitu saja.
Dia tidak bisa meminum darahnya lagi, dan mau tidak mau dia harus menepati janjinya.
Jika ada yang bertanya tentang apakah Mary bahagia atau tidak tinggal di rumah itu dan menjadi tunangan seseorang... Jawabannya Mary masih tidak tahu.
Tinggal di dalam keluarga Albert memberikan perasaan yang begitu rumit. Ditambah lagi, dia baru saja bangkit dari kematian. Itu membuat Mary masih mempertanyakan arti kehidupanya sendiri.
"Sigh, dunia ini begitu damai. Sekalinya ada masalah seperti saat ini, orang-orang ini langsung bisa membereskannya. Apakah keluarga ini utusan Tuhan untuk kesejahteraan dunia ini? Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan kedepannya...?"
Sambil melihat pembantaian yang dilakukan oleh Saber terhadap seluruh pasukan musuh, Mary merenungkan masa depannya.
Kalau perang sudah benar-benar menghilang dari dunia ini, maka kemampuan bertarungnya akan menjadi sesuatu yang tidak berguna.
Meskipun masih menjadi pertanyaan apakah kondisi seperti itu bisa terbentuk atau tidak, tapi Mary yakin konflik yang ada di permukaan bisa terhapuskan jika keluarga mereka menginginkannya.
"Menjadi guru mungkin bukan pilihan yang buruk, ya kan? Aku yakin, keluarga ini tidak menoleransi adanya pengangguran di anggotanya..."
Mary sudah menentukan karirnya di masa depan.
Mungkin dia terlalu cepat mengambil kesimpulan, tapi tidak ada salahnya memikirkan rencana untuk nasib di masa mendatang.
"Ini..."
Musuh tidak bisa berkata apa-apa. Mereka terkejut melihat Saber meratakan pasukan rahasia mereka dalam waktu singkat dengan teknik berpedangnya.
Mereka tidak tahu kalau Saber sebenarnya adalah beast legendaris.
Makhluk setingkat ini bisa menghancurkan suatu negara, dan hanya pahlawan seperti Tristan yang bisa mengalahkan Beast setingkat ini.
Mereka mungkin bertanya-tanya kenapa Saber yang terlihat lemah di awal namun sekarang malah bisa bertarung seperti dewa.
Tapi tidak ada yang tahu bahwa mereka sebenarnya menahan diri untuk memahami situasi dengan cara mengamati setiap perubahan peristiwa dan setiap informasi yang belum didapatkan oleh mereka.
Sekarang hal-hal tersebut sudah dikonfirmasi. Tidak ada musuh yang kuat lagi di jarak mereka, dan yang lebih penting... Tidak ada orang dari pihak ketiga yang menguping pembicaraan mereka.
Itu membuat Saber bisa yakin untuk mengeluarkan kekuatan penuhnya di sini.
Selain itu, beberapa orang mungkin (atau pasti) akan kabur setelah melihat Saber menunjukkan superioritasnya. Oleh karena itu, mereka harus secara cermat mengamati setiap musuh yang bersembunyi di sekitar mereka. Jangan sampai ada pengamat lain yang berhasil mendapatkan informasi tentang mereka, dan melarikan diri begitu saja setelah mendapatnya.
Hanya untuk mengamuk saja persyaratannya begitu rumit. Tapi mereka lebih tidak suka menoleransi adanya tikus-tikus kecil yang berhasil lolos dari penglihatan mereka.
"Cih, brengsek!!"
Liojr menggumamkan kata-kata kasar, sambil berbalik, mencoba melarikan diri dari lokasi tersebut.
"Kau pikir bisa lari dari kami?"
"Kghh!"
Namun tentu saja Mary tidak bisa membiarkan itu terjadi. Dia mencegat pintu keluar lain yang ingin dilalui Liojr.
Liojr mau tidak mau panik dan keringat dingin pun muncul di dahinya.
Setelah mengevaluasi kekuatan Saber yang bisa menghabisi pasukannya dengan mudah, dia berhasil memperkirakan kekuatannya. Dan itu bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.
__ADS_1
Ditambah lagi, lawannya tidak hanya satu. Namun Mary masih ada dengan kemampuannya yang masih menjadi misteri baginya.
Sejak awal, Mary bertarung hanya mengandalkan cakar iblisnya. Sehingga teknik dan sihir yang dia meiliki masih menjadi sebuah misteri bagi Liojr.