Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Pemberian bagian dua.


__ADS_3

"jika kamu tidak berniat untuk memberikannya, maka tidak usah untuk berkata seperti itu."


Freya menyilangkan tangannya di bawah dadanya dan membuang muka.


Aku tidak tahu apakah dia marah atau tidak, tetapi akan sangat merepotkan jika dia marah sungguhan.


Aku meraih tangan kanannya dengan tangan kananku. Kedua punggung tangan kami bercahaya, dan lambang hydra muncul kembali di sana.


Saat ini, aku sedang melakukan transfer seluruh equipment npc freya yang berada di inventarisku ke dalam inventaris milik freya.


"hmm? Kenapa banyak sekali?"


Freya terkejut dengan banyaknya jumlah barang yang telah masuk ke dalam ruang penyimpanannya.


Aku sudah memasukkan senjata khusus milik freya, perlengkapan seperti armor dan aksesoris, serta skin yang aku beli untuk mendandani para npc.


Itu semua adalah milik freya di dalam game, jadi sudah pasti itu akan cocok untuknya. Bahkan jika itu tidak cocok, dia masih memiliki hak untuk menyimpannya.


Aku tidak suka menyimpan barang milik orang lain.


Sebenarnya, aku juga terkejut ketika mengetahui kalau lambang hydra juga bisa untuk mentransfer barang.


Hal seperti ini memang bisa dilakukan karena lambang itu sudah seperti jembatan untuk menghubungkan dimensi hydra dengan jiwa mereka. Itu sebabnya hydra bisa mengakses kemampuan mereka sesuka hati.


Itu sudah seperti aplikasi yang bisa mentransfer data, namun versi ini lebih fantasi.


"kamu bisa mencobanya nanti. Sekarang berbaris dengan merlin dan yang lainnya."


Sambil memegang tangannya yang halus, aku memberikan instruksi.


Freya memiliki wajah yang memerah, tapi dia mulai menggelengkan kepalanya seolah-olah ingin menetralkan pikiran.


Siapapun audiensi yang sudah melihat ini, sudah pasti mengerti tentang apa yang terjadi dan sudah menebak secara kasar tentang hubungan kami.


Aku merasa tidak nyaman, tapi aku pura-pura acuh dan mulai melihat freya yang menghampiri kedua putriku.


Ngomong-ngomong, kedua putriku sudah berada di sini sejak awal, dan sepertinya, mereka terlihat sangat antusias dengan upacaranya. Atau lebih tepatnya, mereka sudah menganggap ini sebagai sebuah tontonan.


Tapi, eren seperti merasa capek karena terus berdiri, jadi aku menyuruh merlin untuk menaruh mereka berdua di bangku singgasana karena hanya itu satu-satunya tempat duduk di ruangan ini.


Yah, memang cukup bermasalah membawa anak-anak ke dalam kegiatan seperti ini, tetapi ini bagus sebagai demonstrasi.


Secara tidak langsung, aku sudah memperlihatkan perbedaan kedudukan di antara mereka dan kedua putriku. Dengan begitu, semua audiensi yang mengerti harus lebih sopan lagi terhadap mereka berdua.


Baiklah, lanjut ke acara.


Aku mulai menghampiri tiga orang yang berada di barisan tengah — eliza, saber, dan alfred.


"terima kasih karena sudah mau membantu berburu. Berkat kalian, kami mendapatkan banyak nilai jiwa."


Sambil memegang pinggang agar tetap rileks, aku berterima kasih kepada mereka.


"sungguh kata yang sangat disayangkan untuk kami, kami sudah merasa senang bisa membantu anda."


"kami ada untuk memenuhi harapan anda."


"aku sudah bekerja keras, hehe."


Kecuali eliza, mereka semua bersikap merendah diri.


Aku ingin mengatakan "bukankah kamu menghabiskan waktu dengan tertidur?" seperti itu kepada eliza, tetapi aku berhenti karena dia sangat manis.


Dia memiliki rambut panjang platinum biru pucat dan mengenakan jubah perak yang membuat dia menjadi seperti ratu es dengan sikap dingin sungguhan. Tetapi, sikapnya sangat berkebalikan dengan penampilannya, dia sangat energik.


Selanjutnya, saber dengan eksoskeleton berwarna biru dongker metalik yang hampir menutupi seluruh tubuhnya seperti armor full plate. Aku tidak tahu kenapa dia memiliki eksoskeleton padahal dia seekor badak, tetapi ketika dia dalam wujud badaknya, kulitnya memang terlihat sangat keras.


Terakhir alfred, seorang pria yang terlihat sangat perfeksionis dengan jas dan otot. Dia sangat cocok jika dipekerjakan sebagai sekretaris atau ajudan karena pakaian dan postur tubuhnya.


"aku ingin memberi kalian hadiah, sekaligus untuk menambah pertahanan kalian masing-masing. Kalian tidak memiliki senjata, bukan?"


Sebelumnya, mereka adalah familiar tanpa memiliki bentuk manusia. Setelah pindah ke sini, mereka memiliki kemampuan untuk berubah menjadi humanoid, jadi seharusnya mereka tidak memiliki perlengkapan.


"benar, tapi kami tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan senjata anda yang berharga."


"umu."


Alfred mengemukakan fakta mereka.


Benar juga, jika mereka tidak memiliki kemampuan, pasti akan sulit bagi mereka untuk menjinakkan senjata kelas mistis.


"biarkan aku mencobanya."


Eliza mengajukan diri.


"aku memang ingin memberi kamu senjata, tapi aku tidak tahu senjata apa yang cocok untukmu, eliza."


"aku bisa menggunakan sihir karena sudah menerima ajaran dari kakak."


Kakak yang eliza maksud pasti mengarah ke merlin. Jadi aku melihat ke arah merlin.


"aku hanya mengajarkan beberapa tentang dasar-dasar sihir."


Itulah yang dijawab olehnya.

__ADS_1


Jika kita berbicara tentang sihir, maka senjata atau alat yang cocok untuk seorang wizard adalah staff.


Staff adalah alat satu-satunya yang digunakan untuk pemeran penyihir di dalam game. Tapi aku juga memiliki buku bernama "grimoire" yang digunakan oleh mantan npc.


Sekarang, npc itu sudah tidak ada dan buku itu juga sudah tidak memiliki pemilik. Tapi, apakah itu akan berguna? Bahkan aku tidak mengetahui isinya.


Karena aku penasaran, aku mengeluarkan buku itu dari inventaris.


Buku itu berwarna hitam, besar, dan berat. Ketika aku ingin membukanya, hydra menahanku.


«anda benar-benar ingin membuka buku itu?»


«eh? Memangnya ada apa?»


«ketika anda membuka buku itu, maka anda akan dianggap sebagai pemilik barunya. Saya memang belum menganalisisnya lebih jauh tetapi buku itu hanya menerima "pemegang pertama sebagai pemilik".»


«jadi, buku itu tidak membutuhkan alasan memilih pemilik yang kompeten?»


«kemungkinan.»


Apakah buku ini benar-benar akan berguna? Dia bahkan memperbolehkan siapapun menjadi pemiliknya.


"kamu mau menggunakan buku ini, eliza?"


"buku apa itu?"


"uh, aku juga tidak terlalu mengetahuinya, tetapi buku ini digunakan oleh wizard bernama nadia."


Benar, buku ini digunakan oleh npc nadia di dalam game.


Ngomong-ngomong, aku tidak bertemu dengan npc selain freya, tethra, dan endrin.


Seseorang yang kuat seperti titania, bahkan tidak ada di dalam game. Jadi apakah karakter game masih tetap ada di dunia ini selain ketiga orang itu? Atau, tiga orang itu sudah menjadi takdir kastil ini, dan karakter lainnya seperti nadia tidak ada di dunia ini?


Jika seperti itu, maka aku seperti sedang bermain seri terbaru dari game NW, hanya kastil dan npc terdekat aku yang tidak berubah.


"biarkan aku mencobanya, tuan."


Eliza masih tetap bersikeras ingin mencoba. Oleh karena itu, aku memberikan buku itu kepadanya, dan eliza mulai membuka buku itu secara serampangan tanpa adanya pendekatan diri seperti yang dilakukan oleh titania dan kaguya.


Buku itu terbuka, kemudian cahaya terang dengan sejumlah aksara aneh yang keluar dari dalam buku, mulai menyinari dan terserap ke wajah eliza. Ditambah lagi, semua halamannya berganti dengan sendirinya.


Eliza hanya menatap buku itu dengan mata terbelalak seolah-olah semua isi dari buku itu sedang ditransmisikan ke dalam kepala eliza secara instan.


Apa dia baik-baik saja?


Aku mulai waspada terhadap sesuatu.


Tidak lama kemudian, eliza menjatuhkan buku itu dan dia pingsan seketika.


"hei, eliza!?"


Aku mulai panik melihat eliza pingsan. Sedangkan buku itu mulai tertutup ketika dia terjatuh dan langsung menghilang, jadi aku tidak bisa melihat ke dalam isinya. Aku bahkan tidak tahu buku itu hilang ke mana.


Aku mulai mengecek kondisi eliza. Beruntung, tidak ada hal-hal aneh yang terjadi pada tubuhnya, dia hanya tidak sadarkan diri.


Semua orang memiliki wajah yang khawatir sama sepertiku. Pasalnya, eliza terkenal sebagai anak yang ceria, dan semua orang sudah mengenal eliza karena tingkah laku manisnya itu. Oleh karena itu, banyak orang yang sudah mulai akrab dan peduli dengannya.


Untuk menenangkan semua orang, aku mengatakan kalau dia hanya sekedar pingsan dan langsung menyuruh kaguya untuk membawa eliza ke kamarnya.


Kaguya membopong eliza dengan santai, mungkin karena levelnya sudah naik tinggi.


«apa eliza akan baik-baik saja, hydra?»


«dari analisis saya, sepertinya eliza mendapatkan banyak kebijaksanaan dari dalam buku itu.»


«kebijaksanaan? Memangnya, sihir juga bisa membuat orang jadi pintar?»


«anda sudah tahu jawabannya.»


«harusnya aku yang membuka buku itu, bukan? Aku membutuhkan lebih banyak otak di sini agar bisa memimpin kastil ini dengan benar.»


«anda ingin menjadi penyihir?»


«... Tidak juga.»


Jika aku menjadi penyihir, untuk apa aku mempunyai armor?


Baju armor dengan staff atau buku... Sangat tidak cocok.


"dia memang perempuan yang ceroboh, tolong tidak perlu untuk mengkhawatirkannya."


Alfred menenangkan diriku.


"o-oh, yah, baiklah, mari kita lanjutkan acara ini.


"baik."


Aku mulai mengeluarkan sepasang [gauntlets], itu adalah senjata sarung tangan lapis baja.


Sepasang gauntlets itu sangat berat karena besar dan berlapis baja sihir. Berwarna emas dan memiliki atribut power yang sangat cocok untuk alfred.


Dalam game, aku sering menggunakan senjata ini karena praktis dan lincah.

__ADS_1


Kelincahannya hampir sama dengan peran pengguna pisau atau biasa disebut [dual knife], salah satu tipe senjata itu sudah aku berikan kepada titania.


Kelebihannya, senjata [gauntlets] memberikan sedikit daya tahan pada penggunanya. Bahkan jika pemain ingin berhadapan langsung dengan monster, pemain masih memiliki pertahanan semu jika menggunakan senjata itu. Itu sangat cocok untuk seseorang yang memiliki gaya bertarung bebas.


"kamu terlihat keren jika menggunakan senjata ini, bagaimana menurut kamu?"


Sedikit pujian akan membuat seseorang besar kepala dan tentu saja untuk menarik minat, itu adalah gaya berjualan seorang sales pro.


Namun, alfred adalah orang yang perfeksionis, dia tidak mudah untuk dimanipulasi.


"bukankah ini senjata yang sering anda gunakan, tuan albert?"


"benar, tapi sekarang aku akan memberikan ini kepadamu, tolong jaga aku dan keluargaku dengan ini."


"ah, sungguh suatu kehormatan bisa menggunakan senjata anda. Saya akan berusaha untuk memenuhi harapan anda."


Sangat berlebihan, tapi tidak ada keraguan bahwa alfred benar-benar sangat menghormati aku.


Alfred mulai mengambil gauntlets itu dan mencoba mengenakannya. Itu terlihat sangat cocok untuknya.


Tanpa basa-basi, gauntlets itu menyala terang dan mulai berubah menjadi gauntlets berwarna hitam putih. Itu menjadi semakin serasi dengan pakaian alfred.


"ohh, hebat. Mungkin saja kamu memiliki bakat, alfred."


"ini... Saya merasakan kekuatan yang sangat besar dari senjata ini. Saya sangat berterima kasih atas karunia anda, tuan albert."


"tentu, tentu..."


Semua orang bertepuk tangan setelah melihat aksi alfred bisa dengan cepat diakui oleh senjatanya. Dia sangat hebat, bukan? Tidak, lagi pula, para familiar kami memang sudah hebat sejak awal dan mereka pasti setidaknya memiliki beberapa title karena pengalamannya dalam berperang di dalam game.


Sekarang aku mulai beralih ke saber.


Jika kita memikirkan kata "saber", bayangan pertama kali yang muncul adalah seseorang yang menggunakan pedang atau kesatria berpedang.


Sekarang, saber sudah memiliki eksoskeleton yang mirip dengan... Tunggu, bukankah eksoskeleton adalah cangkang luarnya? Artinya, dia sedang telanjang saat ini, kan?


...


...


...


Baik, karena itu lebih terlihat seperti armor maka tidak ada masalah dengan gaya penampilannya. Dibalik eksoskeleton terdapat semacam serabut otot berwarna hitam yang tidak terlihat seperti benda hidup melainkan seperti kabel sirkuit. Itu sebabnya, aku selalu menganggap kalau saber seperti mekanisme hidup, padahal itu semua adalah bagian dari tubuhnya. Sekali lagi, aku kagum dengan "dunia lain".


Baiklah, aku mulai mengeluarkan pedang sekaligus perisai.


Pedang itu memiliki bilah yang berwarna kuning dengan panjang sekitar 100 cm. Sedangkan untuk perisai tidak terlalu besar dan pas untuk dipegang dengan satu tangan, berbentuk lingkaran, dan berwarna perak.


Dalam game, peran pengguna pedang dengan perisai disebut sebagai [fighter], dan mereka sangat cocok sebagai tank di dalam party karena daya tahannya.


Freya juga memiliki peran yang sama, tetapi senjata yang dia miliki adalah senjata khusus npc.


"saber, kamu menggunakan ini? Menurutku, ini sangat cocok denganmu. Ditambah lagi, senjata ini memiliki atribut petir yang sama denganmu."


"saya tidak bisa meragukan penilaian anda, maka saya akan berusaha menggunakan senjata itu dengan baik."


Nada yang datar seperti biasa. Aku juga tidak tahu, apakah dia sedang senang atau tidak karena dia tidak memiliki raut wajah.


Seluruh kepalanya adalah esoskeleton seperti helm dengan mata majemuk seperti kaca film.


"kamu menyukainya, kan?"


Sambil memberikan perisai, aku bertanya.


Aku ingin mengetahui apa dia benar-benar menyukai ini? Aku merasa tidak enak jika dia tidak menyukainya.


"tenang saja, tuan albert, saya sangat menyukai ini. Sebenarnya, saya memiliki hobi berpedang ketika saya sedang dalam masa orientasi."


Masa orientasi? Itu pasti cerita ketika dia sedang berada di dalam scroll dan mendapatkan skill barunya. Dia pasti banyak belajar pada saat itu.


Tapi dia belajar berpedang menggunakan apa? Memanifestasikan pedang dari energi?


Saber mulai mengenakan perisainya di tangan kiri dan pedang di tangan kanan. Tidak perlu waktu lama, kejadian bercahaya terulang kembali.


Ini... Para mantan familiarku benar-benar memiliki bakat, bukan?


Lihat saja, mereka semua sangat cepat beradaptasi dengan senjata mereka.


Ukuran pedang itu menjadi lebih panjang dan warnanya berubah menjadi biru. Itu logam berwarna biru dengan atribut petir biru, sangat keren.


Sedangkan untuk perisainya berubah memanjang, panjangnya kurang lebih seukuran tubuhnya dan warnanya berubah menjadi hitam legam, terlihat sangat berat.


"kalian berdua, sebenarnya, apa yang kalian pikirkan hingga bisa secepat itu diakui oleh senjata?"


Aku bertanya pada alfred dan saber.


"saya hanya memiliki satu keinginan, yaitu untuk melindungi anda dan keluarga anda."


"umu, saya juga."


"b-begitu, ya."


Entah kenapa, aku menjadi merasa malu.

__ADS_1


Namun, ini adalah langkah yang bagus. Mereka bisa dengan cepat menggunakan senjata-senjata itu. Tinggal, bagaimana mereka akan menentukan gaya bertarung mereka.


__ADS_2