Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Sang Penjaga Gerbang.


__ADS_3

Kami semua mendekat ke bangkai Golem.


Tubuhnya sudah tidak terlihat utuh dan akan sulit untuk bergerak, jadi kami bisa mendekatinya dengan aman.


Kepala, kedua kaki, dan tangannya sudah meleleh.


Dalam game, Golem masih bisa merestorasi bagian tubuh yang hancur selama masih memiliki pasokan Mana di core mereka, mereka bisa bangkit berulang kali. Namun, Golem Es yang satu ini terlihat tidak memiliki sistem seperti itu.


Jumlah energi Mana di dalam tubuhnya masih terdapat setengah. Kurasa, semuanya sudah digunakan untuk menjaga pertahanan tubuhnya.


Untuk menghindari hal-hal tidak terduga, kami segera membedah tubuh Golem tersebut dan mencari keberadaan corenya. Mungkin saja dia memiliki waktu jeda untuk sistem restorasi.


Kemudian kami menemukan corenya.


Itu berbentuk balok persegi panjang, berwarna hijau seperti daun muda, panjangnya sekitar satu meter dengan lebar 30 cm. Cukup besar untuk seukuran core.


Tidak, apakah itu bisa disebut core lagi? Tidak seperti apa yang aku bayangkan, dia tidak bulat.


Yah, siapa yang peduli dengan bentuknya? Sekarang wajahku sedang tersenyum berseri-seri karena telah mendapatkan item cheat.


Aku mengucapkan terima kasih kepada mereka dan sangat memuji pertarungan hebat mereka.


Sebagai balasan, mereka tersenyum canggung dan hanya mengeluarkan kata-kata seperti "Itu bukan apa-apa, Tuan Albert" atau "Kufufu, itu hal mudah, Master tidak perlu membesarkannya" dan sejenisnya. Mereka cukup sederhana.


Ngomong-ngomong, karena Golem ini adalah benda mati, dia tidak menghasilkan kristal ajaib di sarangnya.


Setelah aku menyimpan core di dalam inventaris, kami melanjutkan perjalanan menuju lapisan ke 91-99.


Akan menjadi medan seperti apa di lapisan selanjutnya? Benar saja, itu adalah medan penuh dengan magma cair!!


Sangat mengerikan sekaligus mengagumkan.


Aku tidak tahu dengan pasti suhu di tempat ini sampai berapa derajat, namun sudah jelas, suhu di sini pasti sudah mencapai atau bahkan melebihi 10.000 derajat. Bahkan berlian paling keras akan meleleh di sini.


Kemudian aku dapat mendeteksi keberadaan makhluk hidup di dalam zat panas tersebut. Itu memang aneh, tapi tidak terlalu mengejutkan jika mereka adalah makhluk magis.


Selain itu, ini bukan seperti keberadaan makhluk hidup tidak bisa bertahan di suhu panas seperti itu. Pada kenyataannya, aku pernah mendengar terdapat mikroba hidup nyaman di tempat dengan suhu 3000 derajat.


Kesampingkan itu. Monster di sekitar sini merupakan makhluk sejenis hewan bersirip.


Apakah mereka ikan atau bukan masih menjadi pertanyaan. Kami tidak memiliki waktu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut seperti itu karena anggota lainnya sedang menunggu.


Selain itu, hari sudah hampir gelap. Kami tidak bisa terus berdiam diri di suatu tempat dan harus segera mencapai lapisan ke 99.


Sesampainya di sana, kami akan menggunakan Gerbang Transfer untuk menjemput mereka dan menghadapi lapisan ke 100 bersama-sama (kecuali anak-anak).


Mungkin aku harus menaruh anak-anak di dalam kastil sebelum masuk ke lapisan 100.


Semakin ke sini, lawan semakin kuat. Dan monster pada lantai seratus, kami masih belum mendapatkan informasi tentang itu karena lokasi lapisan ke 100 cukup terisolasi dan tidak bisa diakses oleh roh alam.


Beberapa menit telah berlalu, akhirnya kami bisa sampai ke lapisan 99.


Kondisi di tempat ini tidak terdapat magma, melainkan ruangan luas, bercahaya, dan banyak sekali pilar-pilar terkristal untuk menyangga langit-langit. Suasana benar-benar berbeda dan cukup mencekam.


Beruntung jalan setapak di sini cukup bercahaya untuk menerangi pejalan kaki. Cukup luas dan terdapat jurang di sisi kiri dan kanan jalan.


Kami seperti sedang berjalan di jembatan kristal putih, lebar, panjang, dan berlika-liku. Tanpa melakukan pemetaan di daerah ini, kesempatan untuk tersasar sangat tinggi.


Kami mendapatkan informasi dari Niks bahwa di sini hanya terdapat satu makhluk hidup. Namun, hanya itu saja. Kebanyakan roh alam tidak berani mendekat ke daerah ini karena sangat berbahaya.


Bagaimanapun juga, ini merupakan lapisan terdekat dari pusat dungeon. Di sini, pasti ada semacam penjaga gerbang atau semacamnya untuk menjadi pertahanan terakhir pusat dungeon.


Setelah berjalan cukup lama, kami sampai di tempat luas. Di ujung dari tempat luas ini terdapat pintu berukuran besar. Terbentuk dari kristal dan berwarna merah muda.


Meskipun gerbang tersebut terlihat sangat mengesankan, kami tidak fokus pada itu, melainkan monster yang terdapat di depan pintu gerbang.


Sudah dipastikan, dia pasti penjaga gerbang tersebut karena hanya dia satu-satunya monster di area ini.


Bentuk dari monster itu terlihat seperti humanoid dalam kondisi duduk dan menundukkan kepalanya. Mungkin sedang tidur?


Tubuhnya berwarna merah terkristal, penuh dengan mineral. Kurasa, dia sangat keras seperti Golem sebelumnya. Namun, kali ini bukan Golem.


Sudah sangat jelas, meskipun tubuhnya penuh kristal, dia adalah makhluk hidup dan masih bernafas.


Aku bisa menyamakan monster ini dengan saber. Atau lebih tepatnya, tubuh dari monster ini juga memiliki eksoskeleton yang terbentuk dari mineral berwarna merah.


Sungguh, sepertinya aku tidak asing dengan makhluk ini. Dia sangat terlihat akrab bagiku.


Namun, di saat aku melamunkan hal seperti itu, tiba-tiba lawan muncul di depan kami, mengarahkan tinjunya ke arahku dan meninju!!


*BANG*


William, Ignis, Leon, dan Luminous dengan sangat cepat muncul di depanku dan menghalangi serangan musuh. Menciptakan gelombang kejut akibat membentur penghalang ilahi William dan menyebar ke seluruh ruangan dengan getaran yang sangat intens.


*krak*


Terdapat retakan pada penghalang William dan membuat kami semua terkejut.


Bagaimanapun juga itu adalah penghalang keras dan memiliki sifat suci. Sulit untuk ditembus bila hanya menggunakan kekuatan energi biasa, kecuali jika dia memili--


*BOOM*


Mengetahui situasi semakin berbahaya akibat rusaknya penghalang, Ignis dan Luminous langsung memukul musuh dengan sekuat tenaga. Menyebabkan musuh terhempas, namun dengan cepat dia membenarkan posisi sebelum menabrak gerbang di belakangnya.


"Hah!"


Tanpa bisa menahan, aku langsung mengungkapkan keterkejutan ku.

__ADS_1


Bagaimana bisa pukulan dari dua makhluk seperti Ignis dan Luminous bisa diatasi? Apakah dia memiliki kemampuan untuk menetralisasi gaya kinetik?


Musuh kami kali ini adalah monster tidak dikenal. Humanoid bertubuh besar setinggi 7 meter dengan eksoskeleton kristal merah.


Memiliki postur tubuh aneh karena kedua kakinya kecil namun mempunyai tubuh dan tangan yang lebih besar. Dan juga, memiliki kepala kecil dengan raut wajah terkristal.


"Benar-benar sangat kuat. Aku akan mencoba membakarnya."


Ignis penasaran dengan kekuatan lawan.


Kemudian dia menciptakan nyala api — skill khusus yang dia miliki — di tangan kanannya.


"[WILL-O-THE-WIPS]!"


Nyala api itu berwarna hitam, menuju ke arah lawan dengan pergerakan lambat.


Musuh mungkin terheran karena gerakan dari nyala api itu sangat lambat. Dia menghindarinya dengan mudah ketika sampai ke arah tubuhnya.


Namun, dia tidak menyadari bahwa nyala api tersebut selalu mengincar target setelah Ignis mengeluarkannya.


Nyala api itu memutar haluan ketika sampai di belakang musuh dan langsung menyerang dari belakang tubuh musuh.


*BOOM*


Ledakan terjadi, mengakibatkan musuh terbakar secara keseluruhan dengan api berwarna hitam.


Monster itu terkejut dan memastikan seluruh tubuhnya sedang terbakar.


Menurut Hydra, skill tersebut menciptakan nyala api beserta roh api. Roh elemen api tersimpan di nyala api itu dan menavigasi arah tujuan nyala api tersebut. Ketika sampai ke tubuh target, nyala api itu akan membakar seluruh tubuh target sekaligus menggerogoti jiwa target hingga hancur.


Walaupun begitu, energi dari jiwa target tidak dikonsumsi oleh nyala api itu, dia hanya menghancurkan jiwa target.


Musuh terlihat terkejut pada awalnya, tetapi segera menyadari keberadaan roh dalam kemampuan tersebut dan menyedot roh dan api yang menyelimuti tubuhnya hingga tidak tersisa melalui mulutnya.


Kami dikejutkan kembali oleh pihak musuh.


Musuh kali ini benar-benar kuat dan memiliki kecerdasan. Kita tidak akan bisa melawannya dengan setengah hati seperti biasa.


"Aku akan mencoba dengan salah satu serangan terkuat."


Leon mengajukan diri. Serangan physical dari panah Leon mungkin kurang efektif karena lawan memiliki tubuh yang sangat keras.


Namun tidak ada salahnya untuk mencoba. Kami harus melemparkan banyak kemampuan untuk mencari kelemahan dari pihak lawan.


Strategi seperti ini selalu digunakan ketika datang ke situasi di mana seseorang tidak dapat menilai kekuatan lawan dengan pandangan sekilas.


Leon mulai menarik tali pada busur putihnya, memanifestasi panah dari energi, dan menciptakan nyala cahaya berwarna emas pada ujung panahnya.


"[GOLD STAR ARROW]!"


Leon berteriak.


Kemudian panah itu melesat, ratusan kali lebih cepat daripada kecepatan biasa dan langsung menabrak musuh.


*BANG*


Musuh menahannya dengan sihir penghalang miliknya, mengarahkan kedua tangan besarnya ke depan untuk mempertahankan sihirnya agar tidak hancur.


Panah Leon dan penghalang musuh saling bergesekan hingga menghasilkan sejumlah percikan api, menyebar ke area di sekitarnya.


*krak*


Penghalang itu mulai retak dan langsung hancur dengan suara *Boom*.


Panah Leon masih terus meluncur dan menyerang ke arah musuh.


Musuh hanya bisa menahan dengan eksoskeleton kristal merah di kedua tangannya.


Dorongan dari serangan mengakibatkan musuh terdorong ke belakang hingga salah satu kakinya menyentuh gerbang.


Menggunakan gerbang sebagai penyangga dan akhirnya dia bisa menahan serangan dari panah Leon.


Dia benar-benar kuat.


Ditambah lagi, panah Leon memang bisa memberikan kerusakan pada eksoskeleton di kedua tangan musuh, namun itu langsung disembuhkan olehnya dengan cepat.


Karena eksoskeleton itu merupakan bagian tubuhnya, dia pasti telah menggunakan kemampuan regenerasi.


"Menilai dari serangan Leon, kurasa kita harus menggunakan serangan physical dengan atribut."


"Ya, dia memiliki imune terhadap serangan physical biasa (attack power)."


"Hmm, benar-benar lawan yang tangguh."


"Serangan physical dengan atribut, ya."


William, Ignis, dan Leon dapat memahami kelemahan lawan, namun tidak untuk Luminous. Dia terlihat tidak bisa mengikuti pembicaraan.


Lawan seperti ini, sangat cocok untuk Merlin. Namun dia sedang tidak ada di sini.


Yah, bahkan meskipun dia ada di sini, aku tetap tidak akan memperbolehkan dia bertarung.


Ngomong-ngomong, Alice hanya melihat pertarungan mereka dengan antusias.


"Kamu tidak takut dengan monster, Alice?"


Aku bertanya, penasaran.

__ADS_1


"Kenapa harus takut?"


Alice menjawab dengan bingung.


Anak ini, aku sangat yakin bahwa dia akan menjadi makhluk yang hebat di masa depan.


Selagi aku takjub dengan jawabannya, Alice melanjutkan...


"Selain itu, ada Ayah di sini yang akan melindungi aku, kan?"


"I-itu tentu saja. Aku tidak akan membiarkan kamu terluka sedikit pun."


Ku... Anak ini, aku sangat menyukainya!


Tunggu, karena dia sangat percaya padaku, bukankah ini waktu yang tepat untuk menunjukkan kehebatan aku sebagai ayah?


"Baiklah, Luminous kau kembali ke bentuk aslimu dan kita akan menyerang dia dengan serangan gabungan."


"Baik, saya mengerti."


"Aku akan membantu dari atas seperti biasa."


"Hmm, sepertinya aku hanya bisa membantu kalian dari belakang."


William dan Luminous ingin berkolaborasi kembali, Leon akan menyerang dari atas, dan Ignis akan menjadi support untuk mengecoh pergerakan lawan.


Mereka sudah siap untuk pertarungan party.


Jika dibiarkan terus, mereka akan mendapatkan semua panggung dan mengalahkan musuh dengan mudah.


Aku tidak bisa membiarkan ini!


"Tunggu!!"


Aku berteriak, menahan mereka ketika mereka ingin menuju ke posisi mereka masing-masing.


"Ada apa, Tuan Albert?"


William bertanya mewakili semua orang.


"Biarkan aku melawan musuh ini. Kalian tunggu saja dan jaga Alice. Jangan sampai dia terluka."


"Tapi--"


William berkata, tapi sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, aku memotongnya.


«Tunggu saja di sini! Aku ingin sedikit tampil keren di depan putri ini. Kamu mengerti, kan?»


Aku berbicara melalui jaringan Hydra agar Alice tidak dapat mendengarnya.


William agak terkejut, namun dengan cepat tersadar kembali.


"Baiklah, kami mengerti. Kami akan menjaga putri Alice dengan segenap jiwa."


"Tapi, membiarkan Tuan Albert menyerang makhluk rendahan seperti itu..."


"Ya, itu agak..."


Ignis dan Leon terlihat tidak menyukai ide ini. Bagaimanapun juga, aku adalah pemimpin mereka, mereka lebih sudah bila aku tetap aman di belakang mereka.


Selain itu, aku berbicara tentang pertunjukan hanya kepada William. —Ignis, Leon, dan Luminous tidak mengetahui hal ini.


"Dasar bodoh! Apa kalian tidak mendengar perintah beliau? Tuan Albert, ingin menangani musuh ini sendirian karena musuh kali ini sangat kuat. Itu sebabnya kita harus bertahan dan membiarkan dia bertarung!"


William mengatakan hal yang tidak terduga.


Tunggu, mungkinkah dia ingin memperbesar efek dari sandiwara ini?


Ignis dan Leon terlihat sangat kebingungan dan melihat ke arahku. Masalahnya, musuh tidak sekuat apa yang dikatakan oleh William.


Setelah ditatap oleh mereka, aku hanya memberikan isyarat, mengarahkan kedua mataku ke arah Alice secara berulang.


Namun, mereka terlihat semakin bingung.


Sial, mereka tidak bisa tanggap dengan situasi.


Mereka melihat ke arah William lagi dan William memberikan isyarat yang sama, yaitu memainkan mata.


"Ohh, jadi seperti itu."


Ignis seperti tercerahkan, memeragakan pukul tangan seolah-olah telah memahami sesuatu. Kemudian dia melanjutkan...


"Aku rasa lawan kali ini memang sangat kuat. Kita harus bertahan di sini dan menyerahkan semuanya kepada Tuan Albert. Jika beliau ingin turun tangan, maka semuanya dapat teratasi dengan cepat. Hahaha."


Ignis tertawa lepas dan mempercayakan tugas ini kepadaku dengan keyakinan tinggi.


"Kamu benar, kita tidak perlu khawatir lagi dengan monster mengerikan itu. Kita akan aman karena adanya Tuan Albert. Hahaha. Kamu juga, Leon, biarkan Tuan Albert mengatasi monster itu."


William mendesak Leon.


Keadaannya Leon masih belum mengerti, namun dua suara sudah didapatkan. Jadi Leon tidak bisa mengeluh dan memperbolehkan aku untuk maju.


Adapun untuk Luminous...


"Saya kurang mengerti, tapi Tuan Albert memang sangat kuat. Mengalahkan monster jelek seperti itu semudah memotong kue. Kufufu."


Seperti itu, dia sepenuhnya percaya dengan kekuatanku karena aku sudah pernah membanting dia ke tanah.

__ADS_1


Yah, semuanya berjalan sesuai rencana. Sekarang bagaimana aku harus mengatasi monster itu?


__ADS_2