Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Primordial Wind Dragons.


__ADS_3

"Miura!!" ××


Beberapa orang berteriak ketika Miura dibawa oleh ketiga wanita — Veronika, Raphael, dan Sophia.


Salah satu di antara mereka, Hastur, berlari ke arah Miura untuk menyelamatkannya.


"Hei, salah satu rekannya ke sini."


"Serahkan padaku!"


"Tunggu, aku belum bilang mau ikut dengan kalian!"


Menghiraukan Miura yang sedang cemas karena dirinya dibawa paksa, Sophia menghampiri Hastur untuk mencegahnya membawa Miura kembali.


"Minggir!"


"Siapa yang kau suruh?"


Teriakan Hastur yang dihiraukan oleh Sophia, lalu Sophia menghantamnya dengan perisai miliknya, "Bang!!" Hingga dia terhempas jauh ke arah lain.


Tampaknya Hastur tidak mengira bahwa dia akan terpental jauh akibat serangan tersebut.


"Serahkan orang ini padaku!"


"Baiklah kalau begitu, hati-hati!"


Selesai mengatakan hal yang dapat diandalkan seperti itu, Sophia pergi ke arah Hastur dan bertarung dengannya.


"Hei, kalian tidak ingin membantu rekan kalian yang lainnya?"


"Eh? Apa yang sedang kamu bicarakan?"


"Ya, maksudmu apa, Miura?"


Veronica dan Raphael memiringkan kepala mereka seperti benar-benar tidak mengerti dengan ucapan Miura.


"Habisnya, aku seharusnya bertarung di sini. Aku tidak akan diam saja meskipun kalian membawaku dengan sikap bersahabat seperti ini."


Miura mengutarakan penentangannya kepada mereka berdua, itu membuat mereka terdiam.


"Kamu, teman Nyonya Freya, kan?"


"Freya?"


"Ya, sebenarnya Nyonya Freya tidak ingin kami bertarung denganmu. Lalu, daripada terjadi salah paham, Tuan Albert memutuskan untuk menyuruh kita membawamu menjauh dari medan perang."


"A-Albert? Apa Albert itu yang baru saja memukul Tuan Nodens?"


"Benar."


"Apa Albert adalah kekasihnya Freya?"


"Iya."


"Apa- Apa Albert yang telah menghamili Freya?"


"Tentu saja! Hei, sebenarnya dari tadi ada apa denganmu? Pertanyaanmu sedikit melenceng."


"Ah, tidak. Maafkan aku."


Kesal dengan Miura yang tidak jelas, Veronika secara tegas mulai mempertanyakannya.


Pada dasarnya malaikat adalah makhluk berhati baik. Oleh karena itu Veronika dan Raphael bisa bersikap bersahabat dengan Miura. Dan Miura sendiri juga tidak terlihat jahat di mata mereka berdua.


"Selain itu..."


"Selain itu?"


"Hanya kita bertiga di sini yang seorang wizard. Jika kita ikut bertarung dengan mereka, kita pasti akan dikalahkan duluan."


"Apa! Hanya karena alasan itu, kalian tidak ikut bertarung?"


Miura benar-benar terkejut mengetahui alasannya Raphael. Tapi pada kenyataannya memang seperti itu, dan Miura mengerti. Dia langsung diam setelahnya. Dia juga melihat kalau jumlah musuh dengan jumlah di pihaknya itu sama, jadi dia berpikir tidak ada masalah kalau dia hanya berdiam diri di sana bersama Veronika dan Raphael.

__ADS_1


Selama dia sedang dibawa oleh musuh, dia bisa memiliki alibi kalau dia sedang menghadapi dua musuh. Tapi dengan menyembunyikan fakta kalau mereka tidak menggunakan kekerasan sama sekali.


***


**


*


Sementara itu, kelima pilar surga yang berada di pihak Nodens melihat pilar ke lima, Carol, sedang berdiri di sisi musuh. Sisi yang sama dengan keberadaan Titania si bangsawan iblis.


"Syarou (*Carol)!! Berani-beraninya kau berkhianat dan berpihak kepada iblis! Kau sudah tidak bisa dimaafkan."


"Kami sudah tidak akan menganggapmu sebagai tujuh pilar surga lagi. Kami harus segera menyingkirkanmu dari langit lapisan ke lima."


"Dan keluargamu juga termasuk."


Pilar ke-dua Jaeger, pilar ke-tiga Aldra, dan pilar ke-enam Agatha — menghakimi Carol di muka umum.


Tujuh Pilar Surga, atau juga bisa dikatakan sebagai penjaga di masing-masing tujuh lapisan khayangan, sebenarnya mengurutkan kekuatan dan otorisas sesuai dengan urutan mereka. Dengan kata lain, ketika tiga orang dari tiga pilar teratas menyatakan Carol dikeluarkan, itu berarti keputusan pengeluaran Carol telah dianggap valid dan sudah tidak bisa ditentang lagi.


Namun, hal seperti itu sebenarnya sudah tidak dipikirkan lagi oleh Carol. Mau dia dikeluarkan atau tidak, itu sudah tidak penting lagi.


"Tunggu. Aku ingin kalian mendengarkan penjelasanku dulu!"


Tapi, jika ada jalan untuk tidak bertarung, Carol lebih memilih opsi itu dan menghindari pertarungan sebisa mungkin. Karena kalau tidak, kekacauan yang besar akan terjadi jika mereka benar-benar bertarung. Carol paling mengerti hal ini karena dia sangat tahu kekuatan kedua belah pihak.


"Kau tidak bisa membuat alasan lagi, Syarou(*Carol)! Jelas-jelas kau membawa iblis itu bersamamu."


"Membawa iblis ke dunia ini, itu tindakan yang tidak termaafkan."


Sambil mengatakan hal tersebut, para pilar mulai mengeluarkan senjata [Mythical-Class] mereka masing-masing, mereka terlihat tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari Carol. Itu membuat Carol agak jengkel.


"Fufu, pilar surga semuanya sangat aneh."


Pendapat Titania terdengar seperti ejekan, dan dia tidak peduli sama sekali dengan Carol yang berada di sebelahnya. Kaguya ingin mengatakan sesuatu, tapi Titania sedang fokus menatap musuh dengan tangannya yang terpaku dipinggang. Dia terlihat seperti sedang bergaya, namun sebenarnya dia sudah siap untuk bertarung kapanpun melawan musuh.


"Tuan Carol. Tolong serahkan pilar kedua padaku!"


"Kamu Luminous, kan? Kamu serius ingin melawan Jaeger? Walaupun tidak sekuat Albert atau Nodens, dia masih yang terkuat diantara kita karena kemampuan senjatanya."


"Ya, aku juga sudah mendengar kalau ketujuh pilar dikaruniai senjata tingkat mistis untuk melindungi wilayahnya masing-masing. Tapi, tenang saja. Saya juga kuat!"


Dengan percaya diri mengencangkan otot tangannya, Luminous berupaya menghilang kekhawatiran Carol terhadapnya.


Carol tahu kalau Luminous adalah roh naga yang dipekerjakan oleh Albert sebagai pengawalnya. Jadi Carol berasumsi kalau tidak akan ada masalah menyerahkan musuh terkuat kedua kepadanya.


"Huh? Kalau begitu, aku ingin melawan pilar ketiga itu! Dia terlihat kuat dengan tombaknya."


"Hei."


Titania tiba-tiba memutuskan ingin melawan pilar ketiga, Aldra. Dan membuat Carol terkejut. Mereka seenaknya saja menentukan musuh berdasarkan penilaian terhadap penampilan dan angka urutannya saja, itu membuat Carol cemas. Tapi dia tidak bisa berkata banyak karena yang berbicara adalah si iblis Titania, dia seperti sudah memaklumi kalau iblis memang merepotkan.


"Ah. Boleh aku berurusan dengan pilar ke empat? Mumpung ada lawan yang bagus di depan mataku, aku ingin mengetes skill andalanku yang sudah aku asah selama ini."


Seperti tergerak dengan semangat Luminous dan Titania, Kaguya juga mulai memotivasi dirinya dengan alasan yang cukup dapat diterima bagi setiap peseni bela diri.


"Bahkan kamu juga... Ah, sudahlah. Lakukan semau kalian saja."


Akhirnya Carol menyerah. Dia bermaksud ingin menentukan lawan berdasarkan kecocokan mereka supaya persentase kemenangan dapat meningkat meskipun hanya sedikit. Namun Sikap mereka yang seenaknya membuat dia berpikir kalau itu akan percuma saja, dia sudah yakin kalau kata-katanya tidak akan didengar oleh mereka.


"Ah, kamu... Rin, kan? Kamu tidak ikut memperebutkan pilar sebagai lawan seperti mereka?"


Carol menemukan Rin di belakangnya. Rin merupakan Maid khusus Albert yang ditugaskan untuk membantu Albert. Dia juga seekor naga dan sangat cantik. Tapi tidak seperti Luminous, dia terlihat pendiam. Carol mengira kalau dia juga kuat karena posisi pekerjaannya yang sangat dekat dengan Albert, dimana seharusnya hanya orang sekaliber Luminous yang bisa ditempatkan di posisi tersebut.


"Berbeda dengan Luminous, aku tidak memiliki Divine Monster di tubuhku. Lalu aku juga bukan Apostles seperti Titania dan Kaguya. Jadi sebenarnya, aku adalah orang terlemah di sini, Tuan Carol. Tapi jika ditanya apa aku bisa menghadapi pilar keenam atau ketujuh, jawabannya tentu saja aku bisa. Karena bagaiamanapun, aku adalah Primordial Dragon Wind."


"Eh... Apa...?"


"Hm?"


Mungkin karena Rin berbicara terlalu cepat dan panjang, Carol tidak bisa mencerna kata-katanya dengan baik. Tapi sebagai makhluk spiritual Epic-class, secepat-cepatnya Rin berbicara seharusnya itu masih bisa ditangkap dengan baik oleh pendengarannya. Jadi Rin memiringkan kepalanya karena bingung juga.


"Itu, barusan, kamu mengatakan hal hebat diwaktu bersamaan. Eng... Dari mana aku harus bertanya, ya... Kita sedang membicarakanmu, tapi aku tidak bisa mengabaikan informasi yang kamu berikan itu... Jadi. Ah."

__ADS_1


"Tuan Carol, tenangkan dirimu. Apa yang aku katakan itu sebenarnya adalah informasi rahasia kami. Tapi sekarang ini kita sedang berperang, aku rasa sudah tidak mungkin untuk menyembunyikan hal itu lagi."


"Begitu ya. Rahasia kalian ternyata terlalu besar. Jika saja kalian mengatakan ini sejak awal, aku tidak akan cemas sepanjang waktu seperti ini."


"Ah! Maaf. Tuan Albert dan Nyonya Freya pasti lupa mengatakan informasi itu kepada Anda, jadi..."


"Tidak, tidak apa. Aku mengerti."


Mengetahui kecemasan berlebihannya tidak berguna, Carol merasa frustasi untuk beberapa waktu. Ditambah lagi, informasi itu terlalu mengejutkan untuknya, dia butuh waktu untuk memenangkan diri.


"Ah, benar juga. Kamu bilang, kamu adalah primordial dragon wind. Apa itu benar, bukankah naga spesies tersebut sudah lama menghilang (punah)?"


Carol tidak bisa mengatakan punah di depan naga itu sendiri, dia takut menyinggung Rin. Dan benar saja, Rin menunjukkan ekspresi muram sambil memalingkan wajahnya. Itu membuat Carol merasa bersalah.


"Ingatkan saya agak kabur tentang itu, jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan Anda. Maaf."


"Ti-Tidak. Aku seharusnya yang meminta maaf karena sudah bertanya tanpa pikir panjang. Maafkan aku."


Dengan Carol yang membuat kesalahan di sana, suasana menjadi canggung.


Primordial Dragon, merupakan naga jenis pertama yang hidup di jaman purba. Mereka tercatat sebagai monster dengan atau tanpa akal yang sangat kuat dan berkuasa di berbagai tempat. Tapi catatan literatur hanya mengatakan kalau mereka sudah punah, dan kepunahannya pun juga tidak dijelaskan. Jadi Carol hanya sedikit penasaran di bagian itu. Walaupun tercatat tidak memiliki akal untuk berbicara, namun kekuatan mereka tidak main-main dan seharusnya dengan kekuatan tersebut mereka bisa bertahan hidup hingga sekarang.


Carol tidak menyangka kalau Albert juga memiliki bawahan seperti Primordial Dragon. Berkat hal ini, rasa penasaran terhadap menantunya semakin dan semakin bertambah. Namun dia tahu kalau rahasia terbesarnya ada pada "keempat orang itu".


Bukannya diikutsertakan ke dalam perang besar ini untuk menambah kekuatan, "mereka" malah disuruh untuk menjaga rumah. Carol sangat tidak mengerti dengan pola pikir menantunya.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


Di sisi lain. Melihat Nodens bertarung dengan pemimpin musuh, Miura yang dibawa oleh musuh, Hastur yang bertarung dengan musuh, dan kelima pilar yang sudah bersiap untuk bertarung — para komandan pasukan, terutama Cthugha, menatap musuh dengan tatapan amarah dan kebencian.


Karena kepergian Hastur dan Miura, jenderal istana Aeghistars yang tersisa hanya empat orang. Cthugha sang jenderal api, Cthulhu sang jenderal es, jenderal Ostars dan jenderal Gideon. Dua jenderal besar dan dua jenderal biasa.


Mereka belum bergerak meskipun Tuan mereka, Nodens, sudah baku hantam dengan pemimpin musuh. Itu karena kelima pilar surga belum bergerak dan jumlah musuh lebih banyak.


Namun mereka tidak diam saja. Terutama Cthugha yang sudah tidak tahan ingin bertarung dengan Ghidora atau Julius untuk membalas perbuatan mereka sebelumnya. Dia mengirim sinyal ke seluruh pasukannya.


Mungkin sebelumnya dia kalah karena lengah, tapi yang membuat dia frustasi adalah dia tidak dibunuh oleh musuh dan dibiarkan hidup. Itu sangat membuatnya kesal karena itu terlihat seperti mereka tidak menganggap Cthugha sebagai keberadaan yang mengancam mereka. Padahal Cthugha adalah salah satu dari tiga jenderal besar istana Aeghistars.


Berkat itu, meskipun dia masih hidup. Dia menanggung malu karena tuan dan rekan sesama istananya sangat menganggap rendah dirinya.


Sekarang, dia sedang menunggu seluruh pasukan istana yang sudah dia panggil untuk mengepung musuh di halaman istana ini.


Istana ini memiliki 1 juta pasukan malaikat [Advance-Class] yang diperlengkapi dengan senjata [Holy Item].


Dengan jumlah sebanyak itu, musuh mereka pasti akan kesusahan. Bahkan mungkin bisa menguras energi mereka duluan sebelum melawan Cthugha dan yang lainnya.


Cthugha meyakinkan hal tersebut.


Meski begitu, dengan adanya kelima pilar di pihak mereka, seharusnya itu akan menjadi kemenangan yang mudah. Namun melihat kekuatan musuh begitu misterius, Cthugha dan yang lainnya agak meragukan hal tersebut.


Dan, jika ada orang di kelompok musuh yang harus mereka waspadai, itu harus menjadi pria bernama Luminous yang pernah berdiri di hadapan tuan mereka dengan Divine Armor-nya.


Mereka sudah tahu kalau di kelompok musuh terdapat dua Master Divine Monster, yang membuat kekuatan mereka lebih unggul. Oleh sebab itu para komandan pasukan tidak berani bergerak serampangan selama kelima pilar di pihak mereka belum bergerak untuk menyerang musuh.


Sebenarnya, Nodens belum menginformasikan kalau Luminous adalah Master Divine Monster Leviathan kepada kelima pilar. Mereka mungkin akan terkejut dengan faktanya, namun Cthugha dan yang lainnya tidak berani bilang melihat kondisi para pilar sudah sangat bersemangat ingin bertarung.


Tidak lama kemudian, 1 juta pasukan yang telah mereka tunggu-tunggu, akhirnya tiba di sini.


Mereka semua terbang, berdempetan membuat gerombolan. Setiap area yang mereka lewati menjadi gelap karena sinar matahari terhalang oleh mereka.


"O-Oi, jumlah itu..."


"Itu dia. Mereka sangat banyak!"


"Tenang, pertama kita tentukan dulu siapa yang akan mengurus mereka dengan batu gunting kertas."


"Jangan bercanda! Aku sudah bilang kalau aku ingin melawan bawahan Nodens yang di sana."


"Hei, sudah, sudah. Apa yang dikatakan Damara benar. Kita tentukan ini dengan batu gunting kertas. Tenang, Tuan Albert bisa menghidupkan kalian kembali kalau kalian mati."


"Apa!?" ××


Mereka, para Einherjar laki-laki, berdebat untuk menentukan siapa yang ingin melawan pasukan sebanyak itu. Jumlah mereka ada 5 orang, yang berarti jumlah mereka lebih satu orang dari pihak jenderal Aeghistars, Cthugha dan rekan-rekannya. Dengan kata lain, satu di antara mereka harus mengurus sejumlah pasukan tersebut selama yang lainnya bertarung dengan kelompok Cthugha.

__ADS_1


__ADS_2