
"jadi, bagaimana menurut kamu, freya? Apa titania dapat diterima oleh para pegawai?"
Tergantung pada jawaban yang akan freya keluarkan, aku bisa tenang mempekerjakan titania tanpa masalah.
"dia titania viozele, bukan? Seorang bangsawan agung yang memerintah di dunia iblis, aku sudah mendengar namanya beberapa kali. Dia merupakan salah satu jenderal iblis yang pernah mengikuti perang besar pada 3000 tahun lalu."
Ti-tiga ribu? Apa freya tidak salah dalam menyebutkan itu?
Aku melihat wajah freya yang sedang serius menatap titania. Sepertinya, tidak ada kesalahan dalam perkataannya.
Aku juga harus menerima ini karena ini adalah kenyataan dunia lain.
Titania mulai mengangkat wajahnya dan melihat ke arah freya. Setelah memperhatikannya beberapa saat, titania kembali menundukkan kepalanya.
"nyonya merlin, tuan albert, boleh saya ikut berbicara?"
Titania meminta izin kepada aku dan merlin. Kami berdua saling memandang dan hanya mengangguk di sana sebagai jawaban.
"itu memang tidak salah, saya memang pernah memimpin pasukan iblis ketika perang itu terjadi. Namun, itu adalah kehendak raja iblis. Sebenarnya, saya tidak terlalu peduli dengan sengketa yang terjadi di dunia manusia."
Titania memperjelasnya.
Tapi, aku merasa dia hanya malas dalam bekerja dan secara terpaksa harus mengikuti perang tersebut karena perintah raja iblis.
Yah, aku tidak terlalu peduli dengan itu.
"karena kamu sudah memilih untuk bekerja bersama kami, itu artinya kamu mengkhianati raja iblis, bukan?"
"... Mungkin bagi pandangan mereka memang seperti itu. Tapi sejak awal, saya tidak pernah mengindahkan atau terlalu mengikuti raja iblis, saya hanya terpaksa."
"hmm, baiklah, aku mengerti."
Aku harus memikirkan ini dengan baik. Masalahnya, jika aku mempekerjakan titania, mungkin saja raja iblis — yang aku tidak kenal namanya — akan bersikap tidak senang terhadap kami.
Aku melihat ke arah freya yang sedang menatap titania dengan intens seperti sedang mempertimbangkan banyak hal.
Namun, pada saat itu, perutku sudah berteriak "kuru-kuru" keroncongan karena lapar.
Aku menyentuh perutku dan menghindari kontak mata dari siapapun karena malu.
"ya ampun, freya, kamu tidak bisa mempercepat jawaban kamu?"
Merlin mendesak freya dan freya hanya mengatakan "eh?" di sana.
"aku... Aku minta maaf."
Aku meminta maaf di tempat.
Ini sungguh sangat memalukan dan sangat tidak berwibawa. Terlebih, kita sedang merekrut seseorang di sini. Bagaimana jika dia mengira bahwa aku hanya pemimpin yang suka bermain-main, tidak kompeten, atau semacamnya?
Tapi, aku rasa aku memang orang yang seperti itu, aku hanya menghindari kenyataan bahwa aku hanyalah manusia biasa tanpa mengenal dunia ini dengan baik.
"sigh, baiklah, seseorang sedang kelaparan di sini, jadi aku akan memberi keputusan... Aku hanya ingin menanyakan tentang satu hal padamu, bagaimana kamu bisa membuat kami percaya kalau kamu tidak akan berkhianat nantinya?"
Freya sangat waspada terhadap titania, tetapi itu bagus. Aku juga ingin mengetahui hal ini.
"aku berniat untuk melakukan kontrak jiwa dengan nyonya merlin."
"apa? Kau sungguh ingin melakukan sampai sejauh itu?"
"benar, saya akan bersumpah setia pada nyonya merlin. Hidup dan mati saya hanya dipersembahkan untuknya."
Titania mengatakan itu dengan tulus, dan dia menundukkan kepalanya kembali sambil memegang dadanya ketika bersumpah.
Aku sudah meragukannya terlalu jauh, nyatanya, dia memang terlihat sangat mengagungkan merlin sejak merlin menampilkan sosok aslinya.
"kau tidak bersumpah untuk albert?"
Merlin angkat bicara, dan suaranya terdengar seperti dia tidak senang.
"sangat memalukan bagi kami para bangsawan iblis menundukkan kepala kami kepada manusia, tetapi jika itu keinginan anda, maka saya akan dengan senang hati menurutinya. Selain itu, tuan albert adalah suami anda, jadi saya sangat tidak keberatan dengan itu. Juga... Saya memiliki kepercayaan diri pada bentuk tubuh saya. Jika, anda berkehendak, saya bisa mempersembahkan tubuh saya."
"oi, tidak ada yang membahas kalimat terakhir itu!"
Aku menegaskan.
Jika diperhatikan kembali, tubuh titania memang terlihat lebih unggul dibandingkan merlin dan freya.
Tidak, tidak, kenapa aku malah memikirkan itu?
Aku mulai melihat ke arah freya yang sedang menatap aku dengan pandangan kecurigaan.
Jangan menatap aku seperti itu!
Aku membuang muka, padahal aku baru saja meliriknya.
Tindakan aku barusan, pasti sudah membuat freya semakin curiga. Tapi jujur saja, itu hanya refleks biasa dariku dan aku tentu saja tidak menyembunyikan motif apapun.
Untungnya, merlin masih bersikap biasa di sini-- tidak, tunggu... Merlin memang selalu bisa menahan diri di depan umum. Tetapi bagaimana jika dia akan marah nanti ketika kita sedang berduaan?
Ugh, baik, lupakan. Ini semua salah titania yang sudah mengatakan omong kosong, jadi kenapa aku harus pusing memikirkan itu.
"b-baiklah, freya, tolong katakan keputusan kamu."
__ADS_1
"yah, jika dia sudah ingin mempersembahkan jiwanya, maka aku tidak keberatan. Mungkin akan ada beberapa orang yang tidak senang atau takut dengannya, tetapi aku yang akan mengurus itu."
Fiuh, semua berjalan dengan baik.
Aku berterima kasih kepada freya dan mulai mengalihkan pandanganku ke arah titania.
"titania, ini akan menjadi pertanyaan terakhir untukmu. Aku ingin tahu alasan kenapa kamu ingin menjadi bawahan merlin?"
Secara kasar, aku mungkin sudah mengetahuinya. Namun, akan lebih bagus jika aku mengetahui motif sesungguhnya yang dia miliki.
"saya memiliki tiga alasan untuk itu. Yang pertama, nyonya merlin memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada saya, saya sangat mengaguminya. Kedua, meskipun nyonya merlin bukan raja iblis, tetapi anda memiliki title yang sama seperti raja iblis agung, jadi sudah menjadi suatu kewajiban bagi saya — sebagai keturunan raja iblis agung — mengabdikan diri saya kepada anda. Terakhir, dan yang paling utama..., s-saya telah jatuh..."
Kata-kata terakhir dari kalimat titania tidak terdengar karena suaranya terlalu kecil.
"boleh aku meminta kamu untuk mengulangi kalimat yang terakhir itu?"
"s-saya... Saya sudah jatuh cinta kepada nyonya merlin!"
...
...
...
Kami bertiga hanya berkedip di sana sambil memandang titania.
Apa itu barusan?
"maaf, aku sudah memiliki seorang suami."
Merlin tersadar lebih dulu dan langsung menolak cinta titania.
Pikiran aku masih belum terkoneksi dengan keadaan dan membuat aku menjadi bodoh selama beberapa detik.
Atau, apakah memang aku di sini yang salah?
"kenapa kamu bisa sampai jatuh cinta?"
Ini bukan seperti aku sedang penasaran tentang kisah cinta antara "cewek-cewek", namun aku butuh penjelasan yang lebih spesifik supaya bisa mengerti kenapa dia bisa menjadi seperti itu.
"i-itu karena nyonya merlin terlihat sangat menawan dan elegan. Ditambah, ketika dia sedang menyiksa saya, dia terlihat sangat keren. Saya, saya, tidak tahan dengan sikapnya yang sangat mempesona itu."
"aku mengerti, tapi tolong tahan air liurmu itu."
Titania terlihat sangat terangsang di sana. Dia juga memiliki pipi yang merah merona dan mata yang sangat bersinar.
Ada beberapa orang yang akan semakin bergairah ketika mereka sedang disiksa.
Aku sangat mengerti sikap itu karena itu sering muncul dalam manga atau anime.
"ok, aku sudah memutuskan untuk menerima titania sebagai ajudan merlin, apa itu tidak masalah, merlin?"
"tidak ada masalah sama sekali, aku akan mendidik dia dengan benar."
Dengan itu, titania mengucapkan terima kasih dan kami mendapat anggota baru yang harus diberitahukan kepada yang lain.
Setelah itu, kami berempat langsung pergi ke ruang makan karena aku sudah sangat lapar.
Ngomong-ngomong, kami sudah tidak makan di lantai pertama bersama para pelayan lagi karena kami memiliki ruang makan tersendiri di lantai dua, atau lebih tepatnya, itu digunakan hanya untuk keluargaku.
Aku membuka pintu, dan di dalam sudah terdapat banyak orang sedang duduk di meja makan persegi panjang bersama dengan makanan yang sudah disiapkan.
Mataku langsung terfokus ke arah atla yang sedang memegang sosis di atas piring, tetapi setelah menyadari kedatangan kami, dia menarik kembali tangannya dengan cepat.
Dia sangat lucu, tapi aku langsung merasa bersalah di sana karena sudah membuat mereka menunggu.
Ngomong-ngomong, mereka berdua sudah mengenakan gaun putih polos yang diberikan oleh merlin, aku tidak tahu merlin mendapatkan itu dari mana, tetapi itu lebih bagus daripada pakaian yang mereka kenakan sebelumnya.
Aku segera mengambil tempat duduk di ujung meja, di sana juga terdapat kaguya yang sedang berdiri menunggu kedatangan aku.
Secara berurutan: freya, eliza, leon, dan william berada di sebelah kiriku. Merlin berada di tengah antara atla dan eren yang berada di sebelah kananku, ditambah ignis di samping eren.
Eren sepertinya agak terganggu dengan tubuh ignis yang besar dan menggeser sedikit bangkunya dekat dengan merlin, karena sebelum kami datang, dia berada di samping atla.
Menurutku, hanya butuh sedikit waktu untuk mereka terbiasa dengan orang-orang di sini.
Berbicara tentang terbiasa, aku melihat titania yang tidak ikut duduk dan hanya memandang atla dan eren dengan heran.
Aku pikir, itu bukan karena dia tidak terbiasa dengan banyaknya orang, tetapi karena ada sesuatu dengan atla dan eren sampai dia bisa bersikap seperti itu.
"ada apa, titania?"
"u-uhm, boleh saya bertanya tentang kedua anak itu?"
"mereka berdua adalah anak-anak kami, apa ada masalah?"
"a-anak!?"
Titania terkejut dengan tidak wajar.
"jika kamu mengetahui sesuatu, tolong katakan saja dengan cepat karena kami ingin segera memulai makan."
"ah, m-maafkan saya, tuan, saya bisa mengatakannya selagi anda sekalian sedang makan."
__ADS_1
"kamu tidak ingin makan?"
"saya tidak masalah, saya akan berdiri di belakang nyonya."
Ketika ada seseorang yang tidak ikut makan, aku merasa sangat tidak enak. Tapi, aku mengerti kalau makhluk seperti iblis tidak terlalu membutuhkan makanan.
Ada juga kaguya yang sedang berdiri di sebelah kiriku.
"kamu juga tidak ikut makan, kaguya?"
"terima kasih atas perhatian anda tetapi saya sudah sarapan pagi tadi."
Semakin ke sini, dia semakin terlihat seperti kepala pelayan yang sangat kompeten.
Mungkin, permata yang aku berikan untuknya sebagai insentif sangat berpengaruh.
Kami memulai sarapan kami yang agak sedikit terlambat. Namun, hanya aku, atla, dan eren yang makan dengan sangat bersemangat karena di dorong oleh rasa lapar dan juga...
"ini sangat enak."
Itu hanyalah salad sayuran dengan saus tetapi rasanya sangat pas untuk lidahku.
Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan sayuran, itu sebabnya aku menaruh banyak saus di sana agar menutupi rasa pahitnya.
Atla hanya memakan sedikit salad, itu pun karena merlin yang menaruh salad di piringnya, dia lebih banyak mengambil sosis untuk sumber nutrisi.
Itu berlaku juga untuk freya, dan leon yang berada di sampingnya sedang memperhatikan.
Kami bertiga berada di kapal yang sama.
Namun, karena ini adalah makanan yang dibuat oleh merlin, aku dengan tegas hanya mengambil saladnya dan berusaha untuk tidak mengunyah sosis.
"sekarang, bisa kamu katakan apa yang kamu ketahui tentang atla dan eren, titania?"
"saya sedikit ragu untuk mengatakannya, tapi sebelum itu, apakah mereka benar-benar anak kalian?"
"yah, aku lupa untuk memberi tahumu kalau sebenarnya mereka berasal dari desa suku huldra, dan kami mengadopsi mereka atas nama kami."
"adopsi? Jadi mereka bukan anak biologis, kan?"
"iya."
"fiuh, itu artinya tebakan saya tidak salah tentang mereka... Saya akan mengatakannya sekarang, saya sangat mengenal bahwa mereka adalah roh alam yang disebut ifrit. Seperti raja iblis saat ini, ifrit terkenal memiliki kekuatan yang sangat besar dan sangat jarang sekali terlahir ke dunia iblis."
"raja iblis saat ini juga merupakan ifrit?"
"benar, raja iblis terdahulu juga banyak yang berasal dari ras ifrit dan mereka selalu terkenal dengan kekuatan mereka di setiap generasi. Jadi, tidak jarang jika iblis sangat mengagungkan ras ifrit ketika mereka terlahir ke dunia."
Singkatnya, mereka adalah ras yang istimewa, bukan?
«karena mereka terbentuk dari sekumpulan roh alam, mereka tidak memiliki orang tua.»
«apakah begitu?»
«ya, kejadian seperti ini memang sangat jarang terjadi, mereka terlahir dari molekul energi alam yang terakumulasi selama ribuan tahun hingga membentuk entitas spiritual secara utuh.»
Penjelasan yang rumit, jadi aku mengesampingkan itu.
Mereka tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.
Atla secara perlahan berhenti menggerakkan tangannya ketika mendengar itu.
"jadi kami tidak memiliki orang tua?"
Atla terlihat murung setelah mengetahui kenyataannya. Tapi sepertinya dia juga sudah mengetahui itu. Lagi pula, mereka memang terlihat berbeda dari warga desa lainnya.
"ini bagus."
Merlin berkata seperti orang yang tidak peka dengan suasana hingga atla mengatakan "eh?" karena bingung.
"itu artinya, kalian memang dilahirkan untuk kami, bukan? Tidak masalah apakah kalian memiliki orang tua kandung atau tidak, pada akhirnya aku yang akan menjadi ibu kalian."
Merlin mengatakan itu sambil memeluk mereka berdua.
Seperti memutar balikan kenyataan, mereka memang berakhir menjadi anak kami dan itu adalah kenyataan yang konkret untuk saat ini.
Eren sepertinya tidak terlalu peduli tentang itu karena dia hanya diam dan ketika merlin memeluknya dia terlihat sangat senang.
Sekarang, kami sudah tahu kalau atla dan eren tidak memiliki orang tua kandung, jadi kami bisa dengan tenang mengangkat mereka sebagai anak kami.
Aku mulai beralih ke arah kaguya.
Kaguya berada di sini bukan hanya untuk menonton kami sarapan tetapi karena ada hal yang ingin kami persiapkan.
"kaguya, apa kamu sudah mengumpulkan orang-orang yang sudah kita rencanakan?"
"tentu saja, setelah sarapan, mereka semua akan berkumpul di ruang audiens."
"kamu juga harus ikut hadir, ok?"
"s-soal itu, apa anda sungguh ingin saya mengikuti itu? Tentu saja, saya dengan senang hati menerimanya, tetapi saya masih merasa tidak enak."
Kaguya terlihat seperti orang yang rendah diri. Namun, ada alasan kenapa aku ingin menaruhnya dalam rencana.
__ADS_1
"aku ingin bertanya satu hal padamu. Apa kamu ingin menjadi peladen freya?"
Setelah mengatakan itu, tiba-tiba aku seperti melihat ada kilatan cahaya di mata kaguya, seolah-olah itu adalah sebuah pertanyaan yang paling serius untuknya. Atau mungkin itu hanya perasaan aku saja?