Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Upacara Penobatan.


__ADS_3

Ketiga dwarf meninggalkan ruangan dengan terburu-buru, mereka cukup aneh.


Untuk alasan kenapa aku memberikan poin kepada Marlof, itu karena aku menginginkan skill yang telah ia miliki dan latih. Yaitu skill [Craftsman].


Dia merupakan penempa handal yang bisa membuat atau merestorasi item kelas Legendaris, satu tingkat di bawah kelas mistis.


Itu sebabnya, aku ingin pria itu berkembang. Memiliki lebih banyak mana, mungkin bisa meningkatkan kinerjanya. Dan jika dia benar-benar bisa meningkatkan kemampuan itu, aku juga akan mendapatkan keuntungan.


Bagaimanapun juga, aku tidak akan pernah ragu memberikan poin kepada seseorang yang memiliki kemampuan bagus atau unik.


Selain itu, aku juga ingin memiliki skill menempa. Jika aku bisa menguasainya, maka aku bisa membuat senjata peringkat tinggi tanpa perlu bantuan orang lain.


Hm, ini terlihat aku telah mencuri skill milik Marlof, namun aku sudah memberikan satu juta poin padanya. Menurutku, ini adalah perdagangan yang adil.


Baiklah, melanjutkan kegiatan.


Setelah duduk nyaman di singgasana, aku berdiri dan menuju ke garis perbedaan ketinggian lantai.


"Pertama-tama, mari kita berikan item kepada para Einherjar."


Aku memulai upacara dengan serius.


Einherjar adalah divisi baru yang telah aku dirikan belum lama ini. Isinya adalah para roh peringkat [Legendaris].


Banyak sekali pertanyaan tentang Einherjar datang dari tanah suci dan sebagainya. Karena Einherjar ini muncul secara tiba-tiba, hal seperti itu sudah wajar terjadi.


Aku menjawab sejumlah pertanyaan itu dengan jujur kepada mereka. Aku mengatakan bahwa mereka adalah "Roh" yang telah aku panggil sendiri.


Mungkin karena sudah terbiasa, mereka menganggap bahwa itu merupakan hal yang wajar untuk aku lakukan. Terutama Tethra, dia sudah mengerti kalau aku sangat hebat, jadi dia tidak mempersoalkan hal seperti itu terlalu jauh.


Namun, apa yang membuat Tethra dan yang lainnya takjub adalah sejumlah sosok yang aku panggil.


Setelah aku mengatakan bahwa mereka merupakan "Roh Elemental", Tethra dan yang lainnya hanya menatap aku dengan takjub.


Hal-hal seperti...


"Roh Elemental...?"


"Ya ampun, Tuan Albert. Anda sangat mengagumkan."


"Aku, aku tidak mendengar apapun, sungguh."


"Haha, tidak kusangka bisa menemukan hal yang mengesankan di sini. Tidak, sejak awal Tuan Albert memang orang yang sangat mengesankan, tapi sampai bisa memanggil mereka... Haha, sepertinya aku membutuhkan lebih banyak tidur untuk menjaga kesehatanku."


Seperti itu, mereka memberikan reaksi aneh seperti terkejut dan tidak bisa mengolah informasi yang aku berikan, terkagum sampai merasa takut, melarikan diri dari kenyataan, dan tertawa seperti orang gila.


Reaksi mereka merupakan indikasi bahwa Roh Elemental bukanlah makhluk yang dianggap sembarangan.


Tapi semua itu mereka tahan, mempercayakan semuanya kepadaku untuk tetap menjaga rasionalitas mereka.


Aku cukup prihatin dengan kondisi mereka, tapi tidak ada hal yang bisa aku lakukan. Tidak, sejak awal, jika aku tidak memanggil para Einherjar, mereka tidak akan menjadi seperti itu. Jadi ini semua adalah salahku?


Kelima einherjar maju ke depanku sekaligus.


Untuk mempersingkat waktu acara, akan lebih baik, aku langsung memberikan mereka semua senjata secara bersamaan.


Selain itu, aku sangat yakin bahwa mereka bisa diterima oleh senjata kelas Mistis yang aku berikan.


"Kalian tidak akan mengubah senjata pesanan kalian, kan?"


Sebelum memberikan senjatanya, aku memastikan kembali beberapa hal.


Sebelum acara ini dimulai, aku sudah bertanya kepada mereka tentang senjata atau item yang mereka inginkan.


Pada awalnya, mereka mengatakan hal-hal seperti "Kami akan menerima pemberian apapun dari Tuan Albert.", "Benar, saya akan berusaha sebisa mungkin untuk memenuhi harapan Anda.", atau " Apapun yang Anda berikan pasti merupakan pilihan yang tepat untuk kami." seperti itu. Mereka semua akan senang mendapatkan pemberian apapun dariku.


Tapi hal itu sangat tidak nyaman untukku. Setidaknya aku ingin mendengar pendapat mereka tentang senjata yang ingin aku berikan. Bagaimanapun juga, mereka akan menjadi pengguna dari sejumlah senjata itu.


Setelah menanyai pendapat mereka, Hydra melakukan inversi atribut terhadap senjata atau item pesanan mereka.


Semua atribut yang tidak terlalu diperlukan, diubah ke atribut Spirit. Dengan atribut seperti itu, mereka bisa dengan bebas memanipulasi elemen yang akan mereka hasilkan dari senjata tersebut.


Mereka merupakan entitas Spiritual. Meminta bantuan kepada Roh elemen yang lebih kecil sangat mudah untuk mereka lakukan. Oleh karena itu, atribut tidak menjadi masalah untuk mereka.


"Tentu saja, Tuan Albert. Telah mendapatkan hadiah dari Anda, itu sudah merupakan sebuah berkah untuk kami."


"Benar, kami akan menjaganya dengan baik, semua pemberian dari Anda."


Veronika dan Raphael mewakili jawaban kelompok mereka, dan sisanya hanya mengangguk dengan senyuman cerah.


Kalau begitu, apa boleh buat.


Kemudian, aku mengeluarkan lima senjata dari dalam inventaris, terdiri dari busur, greatsword, perisai-pedang, dan dua staff.


Semua senjata itu memiliki warna silver prismatik pada bagian pentingnya, melayang di udara dan jatuh ke tangan mereka. Masing-masing mendapatkan satu senjata.


Julius mendapatkan busur dengan warna silver prismatik, Diego mendapatkan greatsword dengan warna hitam prismatik pada bagian bilahnya, Damara mendapatkan perisai berwarna kuning sekaligus pedang berwarna putih, Veronika mendapatkan staff dengan gagang berwarna biru dan kristal berwarna hitam di ujung staffnya, terakhir Raphael telah mendapatkan staff dengan gagang berwarna putih dan kristal ajaib hijau di ujung staffnya.

__ADS_1


Mereka telah mendapatkan senjata atau item mereka masing-masing.


Kemudian keajaiban terjadi. Semua benda itu mulai memancarkan cahaya.


Kupikir, sejumlah benda itu sedang melakukan sinkronisasi dengan tuan baru mereka dan mencocokkan bentuk sesuai dengan selera pemiliknya. Jadi itu adalah hal wajar.


Setelah semua, mereka menjadi senjata yang cantik dan indah. Penuh dengan polesan dan ukiran yang sangat mengesankan.


"""Kami sangat berterima kasih dengan hadiahnya, Tuanku."""


Dan mereka mengucapkan rasa syukur sambil berlutut.


"Em, tolong jaga dan layalani keluargaku terus."


"""Baik."""


Memasukkan senjata ke dalam ruang penyimpanan, mereka berjalan kembali ke barisan mereka.


"Semua berjalan dengan baik. Ok, selanjutnya adalah para pemimpin."


Aku mulai memanggil Azure, Kanis, dan Selena.


Ngomong-ngomong, mereka bertiga membawa orang (naga) kepercayaan mereka masing-masing sebagai saksi pemberian jabatan. Oleh karena itu, tempat ini jadi semakin ramai oleh mereka.


Dan juga, aku dapat melihat Barbara dan Abara di barisan mereka. Mengesampingkan Abara, Barbara pernah menolak tentang keberadaan kami. Tapi tampaknya dia sudah melupakan kejadian itu karena sekarang dia sedang dalam suasana hati yang baik.


Jika ada yang bertanya, kenapa aku harus memberikan Poin jiwaku yang berharga kepada para pemimpin ini. Jawabannya adalah karena mereka merupakan kaum naga, hanya itu.


Naga adalah ras petarung sejati. Mereka tidak akan mengakui pemimpin yang lebih lemah daripada mereka. Itu sebabnya aku memberikan poin jiwa kepada petinggi ini supaya kehendak mereka dapat dilaksanakan dengan baik oleh bawahan mereka.


Dengan begitu, kuharap, aku bisa mencegah terjadinya aksi pemberontakan yang tidak diperlukan.


Walaupun hal seperti itu tampaknya tidak akan pernah terjadi karena kehadiran aku dan Luminous, namun ada baiknya untuk berjaga-jaga.


Lagipula, beberapa di antara mereka akan dikirim ke divisi Ignis untuk menjalani pelatihan khusus. Seperti rencana awal, mereka akan dijadikan petugas keamanan (polisi) negeri ini.


"Sejak awal, kalian sudah menjadi pemimpin dari masing-masing suku. Namun sekarang, kalian akan bekerja sama untuk membimbing para naga menuju ke era baru, di mana ras kalian akan dihormati dan disegani oleh seluruh dunia. Kuharap, kalian bisa melakukan tugas ini dengan baik."


Menaruh kedua tanganku di pinggang, aku berpidato untuk mereka bertiga.


"Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi harapan Anda."


Mereka berlutut di hadapanku, dan Azure berbicara mewakili mereka bertiga.


Hm, mungkin akan lebih bagus jika aku memiliki curtana untuk melantik mereka. Tetapi aku tidak mengetahui jalan upacara menggunakan benda itu.


Jadi aku hanya memberikan Poin Jiwa kepada mereka dan seketika mereka tergeletak di tempat, tidak sadarkan diri.


Tidak perlu dipertanyakan lebih jauh, mereka pasti bisa melihat sejumlah energi besar telah memasuki tubuh pemimpin mereka.


Itu merupakan hadiah yang paling bermanfaat untuk tetap bertahan hidup di dunia ini.


"Yah, kita akan memasuki sesi terakhir. Setelah semuanya selesai dan bangun dari evolusi mereka, kita akan merayakan ini bersama-sama."


Mendengar kalimat ini, mereka semua bertepuk tangan dengan meriah.


Itu sudah pasti. Tidak ada orang yang tidak menginginkan hal menarik.


Aku menatap peserta terakhir. Dia adalah Olivia, si pendatang baru.


Olivia terlihat gugup akan sesuatu, akan tetapi dia berusaha untuk menekannya dan maju menghampiriku.


Wanita cantik dengan rambut pirang dan mata zamrud. Kelebihan wanita ini adalah wawasannya tentang informasi tumbuhan herbal dan penggunaan sihir Roh.


Meski begitu, dia tetap wanita yang baik. Dia berakhir menjadi "Lich" karena paksaan keadaan. Jadi aku memaklumi keterampilan ini.


"Apa kamu merasa nyaman tinggal di sini?"


Dengan senyuman, aku bertanya.


"I-Iya, saya merasa sangat berterima kasih kepada Anda karena mau memungut hamba yang tidak berguna seperti saya. Saya berjanji akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan Anda."


"..."


Mengatakan itu, Olivia berlutut.


Kurasa dia sangat merendah diri.


Tidak, tunggu. Ada yang aneh dengan kalimatnya. Kupikir, dia bukan tipe wanita yang akan mengatakan hal itu.


Aku melihat ke arah William yang berada di belakang singgasana. Di sana, dia tersenyum dan mengangguk puas.


Orang ini, dia pasti telah memberikan doktrin yang tidak-tidak kepada Olivia.


Kembali ke Olivia, aku menyuruhnya untuk berdiri agar lebih mudah untuk diajak berbicara.


"Berikan tanganmu."

__ADS_1


Aku membantunya. Kemudian Olivia mengulurkan tangan kanannya setelah sadar dari kebingungan.


Di sana, tidak ada denyut nadi, seperti yang diharapkan dari Undead. Lalu aku melepaskannya kembali.


"Apa kamu memiliki keinginan untuk kembali seperti makhluk hidup normal?"


Dengan santai, aku bertanya.


Aku memang memiliki niat untuk menghidupkan kembali sistem kerja tubuhnya dan mengintegrasi jiwanya. Namun jika dia tidak berniat untuk menjadi makhluk hidup normal, maka aku tidak akan memaksanya.


Aku hanya memberikan dia kesempatan untuk memiliki keturunan. Hal-hal seperti ini, wanita pasti sangat menginginkannya.


Entah kenapa, aku terlihat seperti orang tua yang peduli terhadap menantu.


"Aku, jika aku bisa kembali, tentu saja aku ingin kembali, Tuan Albert."


Dengan mata penuh harapan, Olivia menjawab pertanyaanku.


Dia merubah dirinya sendiri menjadi Undead, berharap untuk bertemu dengan keluarga dan kerabatnya yang telah menghilang. Sekarang dia sudah bertemu dengan mereka, namun orang tuanya sudah tidak ada.


Tentu saja, dia mengetahui hal ini. Itu sebabnya, dia masih hidup hingga sekarang. Menjadi Undead, dia menghabiskan waktu menyendiri di dalam hutan. Mempelajari apapun untuk mengatasi rasa bosannya.


Kurasa, dia tidak terlalu terpaut dengan emosinya dan tetap menjalani hidup seperti biasa untuk mencari makna hidupnya sendiri.


Nah, mungkin aku bisa membantu sedikit. Kuharap, dia merasa nyaman berada di sini.


"William!"


Tanpa perlu melihat ke belakang, aku memanggil William. Kemudian dia bergegas, menuju ke samping Olivia.


Kupikir mereka berdua cukup serasi. Aku mungkin bisa menyatukan mereka, tapi terlibat terlalu jauh dalam urusan orang lain tidak terlihat baik.


"Kalian berdua akan bekerja sama di Departemen Kesehatan. Aku tidak tahu apakah naga bisa sakit atau tidak, tapi kita masih memerlukan tenaga medis untuk menangani pasien yang sakit dengan biaya kecil."


Penduduk kita tidak hanya naga, ada beberapa ras Huldra dan Gnome juga tinggal di sini.


Jadi hal seperti "rumah sakit" mungkin diperlukan untuk mereka.


Karena ketika datang ke penyakit demam atau flu dan batuk, hal seperti ramuan penyembuhan terlalu mewah untuk dikeluarkan.


"Saya mengerti. Saya akan mengurus tugas ini dengan baik."


Em, sepertinya yang diharapkan dari William, sangat dapat diandalkan.


"Untuk Olivia. Aku akan memberikan hadiah padamu."


"Hadiah?"


Mengesampingkan keheranan Olivia, aku mulai mengaktifkan skill [Kehendak Ilahi] padanya.


Kemudian, tubuh Olivia mengeluarkan cahaya, sama seperti ketika aku membangkitkan Rin.


Adapun Rin, dia berada di belakangku, sedang menyaksikan kejadian ini dengan mata terfokus, sangat mengamati.


Setelah itu, Olivia mulai kehilangan keseimbangan, mungkin karena perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Dan William dengan cepat menangkap Olivia agar tidak terjatuh.


Aku sangat yakin, proses kebangkitan tubuhnya telah selesai. Dan alasan kenapa dia tidak stabil mungkin karena harus berdiri menggunakan otot.


Tubuh Undead adalah benda mati, itu sebabnya otot tidak bekerja. Tapi sekarang, semua itu sudah normal dan Olivia tidak perlu lagi menggunakan sihir untuk menggerakkan tubuhnya.


Untuk jaga-jaga, aku memberikan elixir kepadanya.


"Kamu baik-baik saja, kan?"


Aku bertanya, penasaran.


"I-Ini... Aku, apakah Anda menghidupkan tubuhku kembali?"


Sambil memeriksa detak jantungnya, Olivia bertanya. Dia mungkin sedang terkejut, namun tidak memiliki banyak tenaga untuk melakukan hal itu.


"Benar. Sekarang kamu bisa menghasilkan keturu-- ah, tidak, maksudku, kamu bisa mencicipi rasa makanan dengan indra biasa."


Aku telah mengatakan omong kosong.


Di sana, wajah Olivia terlihat memerah. Dan entah kenapa dia selalu memandang William.


"Tuan Albert, saya sangat berterima kasih."


"Tidak apa. Aku hanya akan mengharapkan hasil kerjamu. Tapi sebelum itu, sudah waktunya untuk memberi kamu status."


"Eh?"


Aku langsung memberikan satu juta poin untuknya, dan dia langsung tertidur.


Sebagai rekannya, William mengangkat Olivia, dilakukan seperti sedang menggendong putri, kemudian membawa wanita itu ke tempat yang lebih baik untuk beristirahat.


Nah, aku yakin, William tidak akan melakukan hal mesum kepada wanita yang sedang tertidur. Jadi aku bisa dengan aman menyuruh dia membawa Olivia.

__ADS_1


Yah, semua berakhir dengan lancar. Selagi mereka tertidur, kami melakukan persiapan untuk merayakan status baru mereka.


Kami juga memerlukan pakaian baru untuk anak-anak dan anggota baru. Oleh karena itu, untuk kedua kalinya, aku dan keluargaku akan pergi ke kota untuk berbelanja.


__ADS_2