Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Penyelesaian #2.


__ADS_3

Beberapa saat sebelum ledakan terjadi.


Didalam tenda utama, Kaisar Frederick dan Roy sedang dalam keadaan diam memikirkan tentang keanehan Golem musuh.


Meski sudah dicek beberapa kali oleh tim pengumpulan intelijen, kelima Golem tersebut masih tercatat sebagai makhluk peringkat S.


Namun hati mereka masih tidak tenang memikirkan betapa anehnya Golem tersebut.


"Apa aku harus mengeceknya sendiri?"


Penasihat Kaisar, Roy, berbicara begitu akrab dengan Kaisar Frederick.


Status mereka berbeda bila di hadapan bangsawan Kekaisaran, namun mereka berdua sama-sama berasal dari bangsa Vampire. Karena di dalam tenda sudah tidak ada orang, mereka berbicara seperti biasa sebagai sesama bangsa Vampire yang mendominasi Kekaisaran.


Selama ribuan tahun, Kekaisaran Dortos sudah dikendalikan oleh bangsa Vampire. Dan setiap beberapa dekade, Vampire dari bangsawan kelas atas selalu bergantian untuk memainkan peran sebagai "Kaisar" dan "Penasihat Kaisar" untuk menjaga wilayah Vampire dari dunia manusia.


Wilayah Vampire berada tepat di bawah tanah Ibu Kota Kekaisaran Dortos, dan pintu untuk mengakses ke tempat itu hanya berada di istana Kekaisaran.


Vampire tidak boleh sampai terkena sinar matahari, atau mereka akan mati. Namun beberapa bangsawan Vampire dengan status tinggi dapat hidup di bawah sinar matahari seperti Frederick dan Roy dengan keterampilan khusus.


Jika tidak seperti itu, mereka tidak akan pernah mau ikut ke medan perang.


Tujuan mereka sekarang sangat mulia bagi bangsa Vampire, yaitu merebut wilayah Kerajaan Herunia sekaligus mengambil alih kursi Kekaisaran Karamia.


Yah, berperang menggunakan manusia hanya seperti permainan biasa bagi mereka untuk menghilangkan kebosanan. Dan kali ini, permainannya cukup menarik karena banyak manusia yang dapat dimanipulasi sesuka hati.


Selain untuk mendapatkan wilayah, Frederick dan Roy ingin meningkatkan kekuatan dengan menyerap Kerajaan Herunia sekaligus Kekaisaran Karamia.


Dengan begitu, mereka akan mendapatkan pion dalam jumlah besar untuk mempertahankan wilayah asli mereka yang berada di bawah tanah Ibu Kota, serta mendapatkan pasokan makanan (darah) tiada habisnya.


"Hmm, aku baru saja menyadari satu hal."


Frederick berbicara.


"Apa itu?"


"Jika Golem itu datang bersama dengan para naga, bukankah itu artinya Golem itu berasal dari negeri naga?"


"Kau baru sadar akan hal itu sekarang?"


"Tidak, Tidak. Maksudku, tidak hanya Golem. Tetapi produk penjualan baru seperti ramuan, alat sihir, dan obat-obatan — itu semua pasti berasal dari sana, kan?"


Jadi Frederick memikirkan hal itu, dan membuat Roy ikut tersadar.


Semua barang jualan itu benar-benar berasal dari teknologi yang sama sekali berbeda dengan produk teknologi konvensional dunia ini. Mereka menciptakan hal baru terlalu banyak.


Menurut informasi pedagang, distributor semua produk itu berasal dari Kerajaan Herunia. Jadi semua orang berfikir bahwa Kerajaan Herunia secara tiba-tiba telah menciptakan era baru dengan kristal sihir.


Mereka terkenal sangat kaya akan kristal sihir dan dapat menjualnya dengan jumlah tetap. Menjual alat bertenaga sihir sekaligus energinya, mereka mendapatkan banyak keuntungan.


Namun jumlah itu terlalu banyak untuk ditangani oleh satu kerajaan saja. Untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai negara, jumlah yang banyak sangat diperlukan.


Oleh karena itu, banyak yang mengira bahwa mereka harus bekerja sama dengan asosiasi petualang untuk mendapatkan sejumlah besar kristal sihir.


Tapi setelah diselidiki, hasilnya tidak seperti spekulasi, mereka tidak bekerja sama dengan asosiasi petualang. Dan menjadi pertanyaan besar dari mana mereka telah mendapatkan pasokan kristal sihir.


Sekarang, Frederick dan Roy baru saja menyadari kalau semua itu berasal dari negeri naga. Jika asumsi ini benar, maka tidak aneh mereka bisa mendapatkan kristal sihir dalam jumlah besar. Bagaimanapun, naga dapat menghasilkan batu seperti itu seolah-olah membuang kotoran.


Dan itu juga bisa menjelaskan kenapa mereka bisa menciptakan Golem sebegitu mengesankannya.


*VOOOOM*


Disaat mereka sedang memikirkan hal itu, tiba-tiba gelombang fluktuasi Mana dalam jumlah besar bisa mereka rasakan dari arah Kerajaan Herunia.


Mereka terkejut, dan mengarahkan pandangan mereka ke arah datangnya gelombang.


"I-Ini... Terlalu besar!"


Frederick melebarkan matanya setelah dapat mendeteksi esensi sihir dengan persepsi.


Dia terkejut dengan konsentrasi sihir yang tiba-tiba meningkat hingga mencapai jutaan poin dari lima titik lokasi berbeda.


"Sangat gila! Apakah itu berasal dari Golem?"


Roy bertanya dengan keterkejutan. Mereka bisa merasakan sejumlah Mana dengan persepsi sihir, namun tidak bisa melihat sosok itu karena berada di dalam tenda.


"Mereka mengepung pasukan kita. Mungkinkah...?"


Tiba-tiba Frederick dapat kesimpulan kalau musuh ingin menggunakan sihir skala besar dan ingin memusnahkan pasukan.


Roy juga menyadari hal ini, namun mereka berdua tidak memiliki waktu karena musuh sudah melancarkan sihir ledakan nuklir.


Tenda mereka tersapu gelombang, mereka berusaha sebaik mungkin untuk menahan gelombang tersebut, dan dengan cepat merapal sihir teleportasi untuk melarikan diri. Karena mereka tahu mereka tidak akan berhasil selamat jika mereka tidak melarikan diri pada detik itu juga.


Kemudian mereka tiba di salah satu ruangan besar Istana Kekaisaran. Pakaian mahal mereka sobek-sobek di beberapa tempat karena telat menggunakan sihir penghalang ketika ledakan terjadi. Bahkan mahkota di kepala Frederick sudah menghilang entah ke mana.

__ADS_1


Beruntung, di ruangan itu tidak terdapat orang selain mereka. Jika ada, mereka harus membunuhnya agar identitas mereka masih dapat dirahasiakan.


Peran "Kaisar" dan "Penasihat Kaisar" harus dimainkan dengan karakter manusia biasa tanpa kekuatan. Kalau mereka ketahuan telah menggunakan sihir teleportasi, itu artinya mereka akan dikenal sebagai orang yang berbeda.


"Peran kita sudah berakhir. Sekarang Kaisar Frederick dan Penasihat Roy telah mati. Kita harus melaporkan hal ini kepada Lord Wilhelm."


Frederic menyatakan dengan terengah-engah.


Roy mengerti dan ikut mengangguk. Peran mereka sudah berakhir dan mereka akan melaporkan hasil perang ke penguasa bangsa Vampire secepatnya.


Namun mereka tidak sadar kalau terdapat seseorang sedang mengawasi mereka dari dalam kegelapan.


Mereka menuju ke salah satu ruangan sederhana. Tempatnya sedikit gelap karena kurangnya pencahayaan, walaupun ini masih siang hari.


Kemudian mereka membuka pintu berat yang terbuat dari batu dengan mantra, kemudian masuk ke dalam sana — yang mana ruangan itu sangat gelap karena tidak ada pencahayaan sedikitpun.


Setelah memasuki ruangan gelap itu tanpa menggunakan pencahayaan sama sekali dan menyusuri lorong berliku-liku, akhirnya mereka menemukan satu ruangan besar penuh dengan cahaya.


Seseorang di dalam kegelapan sudah bisa merasakan kehadiran banyak makhluk beraktivitas setelah sampai di sana, dan memutuskan untuk melaksanakan tugas terakhirnya.


Frederick dan Roy tidak sadar akan kehadiran sesosok itu, mereka berjalan dengan santai menuju tempat yang ingin mereka kunjungi.


Tanpa sepengetahuan mereka, bayangan mereka membesar, menyatu, dan membentuk sebuah bayangan hitam melingkar.


Mereka merasa aneh, tetapi sudah terlambat untuk dapat mengetahui keanehan itu karena terserap oleh bayangan melingkar di bawah kaki mereka.


Kesadaran mereka masih ada, terasa seperti tenggelam ke dalam kegelapan dan tidak bisa berbicara. Pandangan mereka secara perlahan kabur dan berakhir tidak sadarkan diri, tenggelam ke dasar kegelapan.


*****


Sambil menendang musuhnya, Carla mengamati situasi di sekelilingnya.


(Seperti yang diharapkan, Kaisar dan Penasihatnya sudah kabur, ya.)


Itu sesuai dengan rencana tuannya, Ignis. Karena Ignis sudah memberikan perintah untuk membiarkan pemimpin musuh melarikan diri.


Sebenarnya Carla tahu kekuatan pemimpin musuh lebih besar daripada kelompok yang sedang berada di depannya. Itu sebabnya dia terbawa suasana dan berakhir menendang seseorang karena kesal tidak dapat melawan dua orang kuat tersebut.


Meski musuh di depannya sudah bisa terbilang kuat dan memiliki peringkat yang sama dengan Carla, yaitu peringkat [Epic]. Namun jumlah esensi Mana Carla masih berada jauh di atas mereka berempat.


Ditambah lagi, Carla memiliki perlindungan surgawi dari dua Divine Monster. Mereka tidak akan memberikan pertarungan yang menarik bagi Carla jika dia mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Harapan Carla adalah mereka memiliki kemampuan unik atau semacamnya untuk dapat menandingi Carla. Karena mereka adalah makhluk dari dunia lain sama seperti Tuan Besarnya, mereka mungkin memiliki keunggulan tertentu.


Namun Carla merasa ragu, apakah mereka dapat disamakan dengan Tuan Besarnya? Mereka bahkan langsung emosian ketika Carla memprovokasi. Sama sekali tidak memiliki aura ketenangan dan super authority seperti Tuan Besarnya.


"Akan kubunuh kau!!"


"Dasar wanita sialan! Kau harus mati!!"


Pihak lain sangat marah ketika Carla menendang rekan mereka. Dan langsung melancarkan berbagai macam serangan ke arahnya.


(A~Ah, mereka tidak bagus sama sekali.)


Carla menghela nafas dengan berat melihat mereka begitu mudahnya dipancing.


Rudy melancarkan serangan dari tebasan pedangnya dan menghasilkan bilah api, Ilyas menggunakan busur dan menembakkan sejumlah panah elementer, Bando menggunakan perisai dan melepaskan gelombang kejut, sedangkan Letta memberikan buff untuk memperkuat serangan rekannya.


Semua itu serangan dari para petarung peringkat [Epic], walaupun Carla bisa memperkuat kulitnya dengan mantra, tapi sepertinya masih tidak bagus menerima sejumlah serangan itu secara langsung.


Carla mengerti itu dan lebih memilih menghindar. Ada opsi untuk menggunakan skill [Dragon Skin], tapi tidak digunakan karena lawan kali ini tidak memberikan ancaman.


*BOOM*


Lokasi di mana Carla berdiri hancur karena rentetan serangan dari mereka.


"Apa kita membunuhnya?"


Rudy bertanya, dan sangat ingin sekali menolong Karin yang berada di tengah lokasi pertarungan antara mereka dengan Carla.


Asap mengepul di lokasi Carla, dan hawa keberadaannya sudah tidak bisa dirasakan oleh Rudy dan rekannya.


"Pertama, kau duluan, ya?"


Suara feminim tiba-tiba muncul dari belakang Letta.


Letta merinding setelah mendengar itu, kengerian menjalar ke seluruh punggungnya. Namun sebelum dia bisa berbalik atau melarikan diri...


*BOOM*


Punggung bagian atas Letta telah ditendang oleh Carla dari atas hingga Letta terbanting dengan keras ke tanah dan tidak sadarkan diri.


Sekali lagi, Carla menempatkan kakinya di atas tubuh rekan kelompok Rudy sambil memegang kedua pinggangnya, penuh dengan superioritas.


Meski telah ditendang dengan keras oleh Carla, Letta hanya mendapatkan sedikit kerusakan pada tubuhnya. Begitu juga dengan Karin.

__ADS_1


Carla mengerti menahan diri, dan melakukan hal seperti itu hanya untuk memprovokasi rekan mereka yang lain.


Dia bisa langsung membunuhnya, namun Ignis meminta untuk tidak melakukan itu dan membawa mereka ke penjara hidup-hidup untuk diinterogasi. Atau mungkin dimanfaatkan, Carla tidak terlalu mengerti dan hanya menuruti perintah.


"Arghh, brengsek! Aku benar-benar tidak akan memaafkanmu!!"


Rudy berteriak, dilanjutkan dengan keuda pria yang lainnya.


Lalu mereka mendatangi Carla dengan kemarahan membara telah menguasai hati mereka bertiga.


"Manusia begitu menyedihkan, sigh."


Carla bergumam kepada dirinya sendiri.


Dia lupa kalau Tuan Besarnya, Albert, juga merupakan seorang manusia. Atau lebih tepatnya, Carla tidak percaya kalau Tuan Besarnya merupakan manusia.


(Beliau lebih mirip dewa daripada manusia.)


Jadi, Carla mendogma dirinya sendiri dan meyakini Albert sebagai dewa baru bagi bangsa naga.


Menghadapi datangnya sisa kelompok musuh, pertama Carla menghampiri Rudy, bergerak dengan kecepatan suara. Meninggalkan berkas kilat biru serta gemuruh halilintar, dan memukul perut Rudy dengan tenaga yang terkontrol.


*Shuu*


Rudy terpental jauh, benar-benar tidak memiliki reaksi untuk bertahan atau menghindar karena Carla terlalu cepat.


Pergerakan Carla tidak berhenti sampai di sana. Dia berniat ingin mengakhiri pertarungan membosankan ini dengan cepat dan kembali ke tanah airnya yang indah.


Beranjak dari lokasi, Carla bergerak kembali menuju ke arah Ilyas.


Ilyas sudah mempersiapkan panahnya untuk menembak target, namun target selalu bisa bergerak dengan cepat sehingga membuat penglihatan Ilyas sedikit kabur tentang targetnya.


Dari lokasi Letta, target tiba-tiba menghilang dan muncul kembali sambil memukul Rudy. Ketika Ilyas sudah bisa melihat target dan siap menembak, dia kehilangan target kembali dan langsung menyadari bahwa target sudah berada di depannya.


Ilyas panik, dan langsung melepaskan panahnya dari busur tanpa memikirkan jarak diantara dia dan Carla.


Sejak awal panah itu mengandung energi dan dapat meledak. Tapi Ilyas sudah tidak peduli tentang itu, dia menghiraukan kenyataan bahwa ledakannya dapat mengenai dirinya sendiri dan hanya berharap agar panahnya dapat mengenai target.


Jaraknya sangat dekat, sekitar satu setengah meter. Itu seharusnya dapat langsung mengenai target, bahkan jika tidak diarahkan dengan cukup akurat.


Namun tidak seperti apa yang dia duga. Tiba-tiba dia sudah menemukan dirinya telah melayang di udara. Terhempas ke belakang, dan baru sadar setelah melihat dengan sekilas, Carla sudah mengarahkan kakinya.


Dengan kata lain, dia sudah ditendang oleh Carla namun baru sadar ketika sudah terhempas.


Ah, cantiknya... —Tanggapan jujur Ilyas ketika melihat senyuman indah Carla, dan kemudian kesadarannya menghilang.


Carla menendang Ilyas, cukup kencang di bagian perut. Dan mengarahkan tubuh Ilyas ke arah Bando.


"Ilyas!"


Bando langsung menangkap Ilyas yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tendangan Carla cukup keras, hingga membuat Bando mundur beberapa langkah karena terdorong.


Bando adalah orang terakhir yang masih sadar di medan pertempuran ini. Rekannya yang lain sudah tumbang, baik itu karena ditendang atau dipukul.


Dari yang awalnya marah, sekarang Bando menjadi ketakutan setelah melihat Carla begitu kuat.


Pergerakannya juga sangat cepat dan tidak dapat dilihat dengan persepsi Bando.


Sekarang Bando jatuh ke dalam situasi sulit.


Bando kuat, namun tidak terlalu bisa menghasilkan damage besar seperti Rudy, Karin, atau Ilyas.


Sekarang musuh sudah mulai mendekatinya. Rambut biru panjangnya diterpa oleh angin, wajahnya menatap lurus ke arah Bando dengan tatapan predator.


Tatapan itu seolah-olah menusuk Bando, memberikan rasa sakit pada mentalnya hingga Bando tidak mampu untuk bergerak lagi.


"Menyerahlah."


Carla berbicara.


"Eh?"


"Menyerah dan ikut dengan kami dalam diam."


"Apa kau ingin menahanku?"


"Ya, kau dan seluruh rekan-rekanmu."


Mendengar hal itu, Bando akhirnya menyadari bahwa seluruh rekannya hanya jatuh ke keadaan tidak sadarkan diri. Tidak benar-benar mati.


Diliputi dengan emosi telah membuat Bando tidak bisa berfikir secara rasional.


Setelah melihat teman-temannya masih hidup, Bando mulai menenangkan hatinya agar dapat berfikir dengan jernih.


Meskipun sudah sangat terlambat untuk melakukan itu sekarang.

__ADS_1


"Baiklah, aku menyerah."


Dan memilih menyerahkan diri.


__ADS_2