
"Mama, aku berubah jadi kura-kura, lihat!!"
"Hm!!?"
Setelah pesta berakhir di siang hari, seluruh tamu undangan kembali pulang, termasuk keluargaku.
(Alice sudah bisa menggunakan wujud spirit di dalam cincinnya dengan baik.) —Aku mengagumi kehebatan putri bungsu kami ketika dia dan yang lainnya berangkat pergi.
Aku tidak ikut pulang dengan mereka karena masih memiliki urusan. William, Ignis, Luminous, dan keempat anggota elite juga masih menemaniku dalam urusan ini.
Keempat Elite ini terdiri dari Javier naga es, Batros naga bumi, Eleanor naga laut, dan Hibiya naga laut.
***
"Sebelah sini..."
Sekarang, setelah bertemu dengan Zen si Petualang Adamantine peringkat tiga teratas, kami bersembilan dituntun oleh Roy si Vampire menuju ke tempat persembunyian bangsa Vampire. Dan...
"Ohhh."
Semua berekspresi sama, terkagum dengan kondisi kota Vampire tersebut. Tempat ini penuh dengan cahaya meskipun ini di bawah tanah. Seluruh bangunan terlihat tua namun masih kokoh dan berurutan. Infrastruktur yang rapih dan mempuni, terlihat seperti kota di jaman yang maju.
"Semua bangunan pasti sudah berumur ratusan tahun."
"Tepat sekali, kota ini memang direvitalisasi dan mengalami perubahan signifikan pada lima ratus tahun lalu. Mari ikuti saya menuju ke kastil penguasa."
Kami dituntun kembali ke dalam perjalanan menuju ke tempat singgah penguasa untuk bertemu.
Sambil berjalan, aku melihat di ujung kota terdapat terowongan dengan rel kereta. Karena lokasinya cukup jauh, aku tidak bisa memastikannya dengan benar, namun tampaknya itu merupakan daerah pertambangan untuk mendapatkan bijih logam demi pembangunan di kota ini.
Tapi tidak hanya bangunannya, kami juga menemukan Vampire. Itu sudah pasti. Mereka berpenampilan seperti masyarakat biasa, jarang sekali ada yang mengenakan jubah seperti di film-film terkenal. Itu merubah gagasanku terhadap Vampire.
Selain itu, kota ini tidak terlalu besar dan masyarakatnya sangat sedikit, seperti kota tua yang sudah ditinggalkan. Bila dibandingkan dengan kota naga, kota ini mungkin hanya seperempat dari total keseluruhan.
Tidak ada usaha perdagangan, semua kebutuhan dijalankan oleh penguasa. Contohnya kebutuhan darah, aku mendengar kalau mereka memiliki desa di permukaan untuk memelihara pangan (manusia) tersebut. Aku tidak perlu tahu lebih jauh tentang apa yang akan mereka lakukan terhadap panganan itu, karena meskipun aku tahu dan memiliki pemikiran untuk melarang mereka melanjutkan hal tersebut, apa yang akan terjadi dengan keberadaan mereka nanti? Itu selalu menjadi pertanyaan.
Oleh karena itu, datangnya aku ke sini untuk berbicara dengan penguasa mereka dan mencari jalan terbaik demi kedua belah pihak. Aku sendiri tidak suka melihat manusia dijadikan pangan begitu saja oleh mereka, rasanya sangat tidak nyaman.
Setibanya di kastil mereka, kami disambut oleh banyak sekali Vampire dengan busana aristokrat. Sungguh penampilan yang berbudaya, mungkin mereka merupakan Vampire kelas atas.
"Tuan Albert, silahkan Anda masuk ke dalam."
Kami tidak berhenti dan terus berjalan melewati pintu, roy menyuruh kami masuk tetapi dia berhenti di pintu. Mungkin vampire sekelas roy masih tidak diizinkan memasuki kastil secara sembarangan. Sesampainya di dalam, kami bertemu dengan lima Vampire yang terlihat cukup kuat. Empat di kelas [SS] dan satu di single [S]. Yang terlemah masih terlihat sangat muda.
"Selamat datang di wilayah kami, para tamu sekalian, terutama kepada Tuan Albert Testalia dan Tuan William Testalia, kami turut senang atas kehadiran kalian berdua di sini. Aku mendengar Tuan William merupakan ras sebangsa kami, oleh karena itu aku menanti kedatangan kalian ke sini untuk bisa berbincang dengan kalian. Perkenalkan, aku adalah penguasa bangsa vampire, Wilhelm vlad Curtala."
Pria berwajah pucat dengan tubuh tinggi mengaku sebagai penguasa tempat ini. Kalau tidak salah, Wilhelm merupakan salah satu Vampire Agung Tua di laporan yang aku terima.
"Namaku Albert, ini William, dan dia Ignis. Aku juga selalu menantikan pertemuan ini, sayangnya aku selalu disibukkan dengan urusan pembangunan kota, maaf. Selain itu, aku ke sini membawa seseorang dari bangsa Merfolk, namanya..."
"Namaku Zen Costa."
Aku memperkenalkan Zen kepada mereka. Zen bukanlah bagian dari kelompok kami, aku mengajaknya ke sini untuk berbicara tentang pekerjaan. Jadi... Lebih baik menunjukkannya sejak awal karena mereka pasti hanya mengetahui kedatangan keluargaku.
"Oh, ini suatu hal yang mengejutkan. Aku tidak menyangka ras Merfolk mau datang ke tempat ini."
"Apakah itu buruk?"
"Tidak, aku sudah tahu kalau Merfolk tinggal jauh di tengah lautan dan mengasingkan diri seperti kami. Jarang sekali melihat mereka mau datang ke daratan."
Ternyata Wilhelm sudah tahu banyak hal tentang ras Merfolk. Ini cukup masuk akal jika dia bisa tahu banyak tentang dunia karena dia sudah hidup cukup lama, mungkin umurnya sudah melebihi usia Tristan dan mendekat atau satu generasi yang sama dengan Hestia.
Benar juga, apakah Hestia tahu keberadaan para vampire ini? Sampai sekarang, aku masih tutup mulut tentang keberadaan bangsa vampire ini, itu sebabnya aku tidak bertanya pada siapapun. Aku khawatir bila bangsa ini diketahui oleh orang-orang seperti Tristan, para penghisap darah ini akan terkena teror oleh mereka.
Seperti suku Huldra dan Naga — aku tidak ingin keberadaan Vampire menghilang dari dunia ini, itu juga berlaku untuk Merfolk. Setelah kunjungan ini, aku pasti akan berkunjung juga ke bangsa Merfolk.
***
"Ah, ada lingkaran sihir teleportasi paksa bersembunyi."
__ADS_1
Setelah sambutan, kami dipersilahkan duduk di salah satu ruangan kastil. Tempatnya cukup dingin dengan interior klasik jaman dulu. Secara pribadi aku sangat menyukainya, ini seperti kunjungan ke museum bersejarah. Tapi untuk menerima tamu, tempat ini terlihat sangat biasa.
"Apa sofa ini bisa menahan berat badanku?"
"K-kurasa bisa, tapi lebih baik kecilkan saja ukuran tubuhmu, Ignis."
"Baiklah."
Ada masalah dengan berat badan Ignis, kami tidak bisa merusak barang-barang mereka hanya karena sedikit kecerobohan.
Terdapat satu meja dan dua sofa panjang di satu ruangan ini. Salah satu sofa sudah pasti untuk kami dan yang lainnya untuk si pemilik kastil. Karena tidak ada tempat yang tersisa, para naga dan Zen harus mau berdiri.
Berbicara tentang keempat naga ini, tubuh Batros juga sama besarnya seperti Ignis. Atau bahkan lebih gemuk seperti sipir penjara Erhard. Batros memiliki fisik yang kuat seperti berlian, dalam peringkat anggota, dia berada di peringkat tiga. Peringkat dua diduduki oleh Javier, peringkat empat oleh Eleanor, dan peringkat enam oleh Hibiya. Singkatnya, keempat penjaga sekarang merupakan peringkat teratas anggota Elite Kepolisian.
"Hmm, tampaknya kedatangan kita tidak terlalu diharapkan oleh mereka."
William memberikan pendapatnya.
"Apakah begitu? Bukankah Wilhelm mengatakan sangat menanti kedatangan kita?"
"Ya, tapi mata mereka seperti berkata lain. Kurasa, Anda harus membuat mereka mengerti perbedaan kekuatan kita."
"Me-Membuat mereka mengerti? Mungkin aku tidak bisa melakukannya, bagaimana kalau aku menyerahkan tugas ini kepadamu, William?"
"Kufufu, baiklah, serahkan padaku."
Ternyata mereka tidak sebaik seperti apa yang aku kira? Karena William juga vampire, mungkin dia bisa mengerti niat-niat tersembunyi dari mata para vampire itu. Aku adalah manusia, aku hanya bisa menilai mereka sebagai makhluk berwajah pucat.
"Maaf membuat kalian menunggu."
Wilhelm dan empat vampire sebelumnya memasuki ruangan. Mereka juga menyediakan minuman berwarna merah untuk kami. Aku hanya berharap kalau itu bukan darah manusia.
"Tidak masalah. Ngomong-ngomong, ada satu hal yang ingin aku tanyakan sebelum tuanku berbicara dengan kalian."
"Oh, apa itu?"
"Selama ini, bagaimana rasanya hidup di bawah tanah sambil bersembunyi dari para petualang? Apakah itu menyulitkan kalian?"
"..."
"Benar juga, bagaimana tanggapanmu sebagai petualang, Zen? Tentang masalah keberadaan mereka?"
"Eh, aku? M-Menurut ketentuan guild, semua iblis yang merugikan manusia harus dimusnahkan. Di jaman dulu, ras vampire suka membunuh manusia dan guild selalu menekankan untuk membunuh mereka. Tapi sekarang aku tidak tahu karena kami semua mengira ras vampire sudah punah."
"Kufufu, jadi kau berpikir kalau kami adalah iblis?"
"Eh? Tidak! Itu adalah ucapan guild, mereka menggolongkan vampire sebagai bangsa iblis."
William menunjukkan taringnya dan mengingatkan Zen kalau dia juga ras vampire. Seketika Zen tersentak, karena ucapannya mungkin menyinggung William.
"Sebenarnya itu tidak salah, tetapi juga tidak benar. Vampire adalah vampire dan iblis adalah iblis, kami dua ras yang berbeda namun memiliki atribut yang sama. Jika ingin membandingkan, ras Vampire Seperti Elf, Dwarf, atau Gnome — kami adalah makhluk pribumi. Sedangkan ras iblis seperti peri dan malaikat, mereka merupakan makhluk spiritual. Jadi, meskipun keberadaan kami merugikan manusia, apa menurutmu kami tidak diizinkan hidup di dunia?"
"Itu..."
William memberikan edukasi, dan kata-katanya sedikit menyentuh perasaanku. Vampire bukan iblis, mereka adalah makhluk pribumi. Tapi keberadaan mereka merugikan manusia, jadi mereka disamakan dengan iblis dan harus ditiadakan.
Namun, itu terdengar tidak benar. Kenapa mereka harus musnah, padahal mereka sama-sama makhluk pribumi. Jika ini di duniaku sebelumnya, keberadaan mereka mungkin memang harus dimusnahkan karena vampire mempunyai kemampuan spiritual. Tapi berbeda dengan di sini. Di dunia ini ada sihir, jadi seharusnya ada cara untuk mempertahankan keberadaan mereka tanpa merugikan pihak siapapun.
Tidak, tidak. Justru kalimatku di atas terlihat egois. Di dunia asalku, keberadaan manusia menggeser habitat alami binatang, mereka sangat mendominasi. Jadi kenapa di sini juga harus memihak kepada manusia? Seharusnya tidak ada alasan untuk melakukan itu karena ada berbagai macam ras di dunia sihir ini yang memiliki intelektual, kan?
(Elf, Dwarf, dan Gnome adalah sub-fairy. Sedangkan vampire, Dark Elf, dan Ogre adalah sub-demon. Lalu bagaimana dengan seraphim/malaikat? Ras mana yang mendekati atau menuruni mereka?)
"Ini perbincangan yang menarik! Jadi menurut Anda sendiri bagaimana, Tuan William?"
"Aku? Tentu saja semua tergantung Tuanku. MEREKA YANG TIDAK TAAT KEPADA TUANKU PANTAS MATI! TIDAK PEDULI APAPUN RAS MEREKA."
"!!"
William mengintimidasi pihak lain, dia terlihat menikmati perannya. Para vampire itu terkejut dan mengambil sikap bertahan seperti takut kami melakukan tindakan.
__ADS_1
"Apa maksudmu mengatakan itu?"
"Wilhelm, kurasa mereka tidak bisa dipercaya!"
"Benar, kita memang tidak bisa bekerja sama dengan mereka."
"Wilhelm, berikan perintah!"
Mereka heboh sendiri. Ini salah William karena sudah menekan mereka dengan ancaman verbal dan aura.
"Ck."
Wilhelm seperti merapal sesuatu setelah mendecakkan lidahnya dan tiba-tiba kami semua dipindahkan ke aula dengan patung besar menggunakan teleportasi paksa.
"Ah."
"Tuan Albert, Anda baik-baik saja?"
"Dasar sekelompok bajingan, mereka benar-benar berani memindahkan kita dengan paksa."
"Ya ampun."
Karena dipindahkan secara paksa oleh pihak lain, kami mendapatkan masalah ketika mendarat di aula ini. Aku bahkan terjatuh karena posisiku sebelumnya sedang duduk di sofa, untungnya ada Ignis yang membantuku berdiri.
(Aku heran kenapa William dan Ignis tidak terjatuh juga padahal kami betiga sama-sama dalam posisi duduk. Ini memalukan.)
"Kami mendengar Anda bisa menghidupkan kembali tentara manusia yang telah mati, ditambah lagi Anda bisa menghidupkan mereka semuanya secara bersamaan. Bagaimana Anda bisa melakukannya?"
Di sisi lain, Wilhelm dan rekan-rekan vampirnya berdiri tidak jauh dari kami dan memberikan pertanyaan. Haruskah aku menjawab pertanyaan itu?
"Tuan Albert, izinkan saya membunuh mereka semua!"
Dari sebelahku, William terlihat marah dan menawarkan hal yang tidak aku inginkan.
"Jangan! Aku masih menginginkan mereka."
"B-Baiklah."
William mengurungkan niatnya dan mencoba untuk tenang. Sekarang, bagaimana aku menghadapi mereka?
"Kalian bertanya kenapa aku bisa menghidupkan mereka? Itu sederhana. Sebenarnya menghidupkan seseorang memerlukan energi yang cukup besar, tapi aku mempunyai trik untuk mengatasinya dengan membuatkan tubuh baru untuk mereka. Dan secara teori, aku tidak membunuh para tentara itu sepenuhnya. Aku hanya menghancurkan tubuh mereka dan menyimpan jiwa mereka untuk dipindahkan kembali ke tubuh lain."
Yah, kurang lebih seperti itu. Aku berkata jujur untuk mengikuti permainan mereka. Sejak awal kami sudah tahu kalau mereka akan memindahkan kami, itu sebabnya kami tidak terlalu panik.
"Mustahil. Meskipun cara seperti itu terlihat meyakinkan, tapi bagaimana caramu mengumpulkan jiwa-jiwa mereka?"
"Err, dengan alat?"
"Huh, pembohong. Tapi sekarang aku mengerti kalau kalian tidak sehebat seperti apa yang kami duga."
Oh, rupanya mereka masih ragu dengan kekuatan kami karena menurut mereka, aku bisa menghidupkan kembali makhluk yang telah mati.
«Jahat sekali Master menyebutku sebuah alat.»
«Eh, kamu tersinggung? Aku hanya mengatakan omong kosong untuk mengelabui mereka. Tolong jangan diambil hati...»
«Hmph.»
Semakin ke sini, tempramen gadis ini semakin buruk.
"Tuan Albert, sepertinya mereka berniat untuk menyerang kita."
"Sungguh? Ya ampun, ini sedikit merepotkan tapi cukup menarik."
"Haha, Anda benar. Bagaimana jika kita menugaskan Javier dan yang lainnya untuk menghadapi mereka?"
"Hmm, aku sedikit ragu. Tapi baiklah. Sejak awal tugas mereka memang untuk melindungi kita."
"..."
__ADS_1
Rasanya aku bisa mengerti kenapa mereka memilih memusuhi kami daripada menjalin pertemanan. Alasannya karena mereka sudah terbiasa dimusuhi oleh seluruh umat di dataran ini dan tidak dapat mempercayai siapapun.
Tapi tenang saja, aku berjanji akan membantu kalian hidup tenang di dunia ini tanpa perlu khawatir. Aku akan melindungi mereka selayaknya aku melindungi para naga, tapi dengan caraku sendiri.