Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Huh?


__ADS_3

"H-Hah!? Lelucon macam apa itu? Tidak hanya membunuh petugas istana, tetapi kamu juga menuduhku menjadi pemimpin sebenarnya kelompok perompak itu? Jangan Bercanda!!"


Penguasa negeri Nikkou, Shinji Soichiro, marah dan berdiri dari tempat duduknya. Pengawal di sebelahnya juga memasang kuda-kuda dan siap untuk mengeluarkan tsurugi dari sarungnya.


"Jangan membuat Tuanku terlihat seperti penjahat, Manusia. Kubunuh kau!


"!!"


Titania marah menggantikanku. Reaksi yang bagus, aku menyukainya, Titania.


"Titania, kembali. Kita ke sini bukan untuk mencari musuh. Dan juga, untuk Tuan Penguasa, Anda harus tenang di saat-saat seperti ini. Kenapa Anda tidak kembali duduk dan kita mulai bicarakan ini baik-baik? Kalau Anda tidak merasa bersalah, Anda tidak perlu panik."


"Ck, sial. Aku tidak panik, aku hanya, tidak suka kalian menuduhku dengan sembarangan. Kalian tidak memiliki bukti."


Dia masih berusaha menyangkalnya? Tapi Ini sudah masuk ke dalam perhitungan. Kalau begitu, langkah selanjutnya adalah mengekstrak ingatan dari tersangkanya.


"Mau bagaimana lagi, suamiku sebelumnya melarangku menggunakan kemampuan ini, tapi sekarang sepertinya sudah diperbolehkan. [Kehendak Ilahi: Resurrection]."


Aku mencoba untuk membangkitkan petugas istana itu. Untuk mengekstrak ingatan seseorang, jiwa diperlukan untuk mendapatkan ingatan lengkap semasa hidupnya.


"Titania, lakukan pekerjaanmu sekarang."


"Dimengerti."


Titania menggunakan kehebatannya dalam mengurus alam bawah sadar seseorang, kemampuan kebanggaan keluarganya.


"Apa yang sedang kalian lakukan? Selain itu, kalian tidak bisa seenaknya membunuh orang kami. Kalian harus bertanggung jawab!"


"Sigh, Anda berkata kalau kami tidak memiliki bukti. Sekarang kami hanya mencoba mengambil ingatan semasa hidup petugas ini demi menguatkan tuduhanku. Hatiku terluka tahu ketika Anda mengatakan saya adalah tukang tuduh."


"Apa!?"


Mereka terkejut mendengar ucapanku, kemudian kekhawatiran sesungguhnya mulai jelas terlihat di wajah si penguasa.


"Anda tidak hanya mencoba menyembunyikan mereka, tapi juga membantu mereka dalam mengumpulkan informasi. Ketika aku datang ke sini naik sebuah kapal, aku menyuruh bawahanku untuk membeli tiketnya menggunakan informasi palsu. Petugas istana ini memberikan informasi palsu itu kepada organisasi Tengkorak Merah dan setelahnya kalian mencoba menangkap kami. Fufu, ini sangat lucu karena kalian mudah sekali terpancing."


Kami bisa menggunakan sihir teleportasi. Menggunakan Cermin Map di ruang control, kami bisa pergi ke mana pun kami mau selama itu masih di ruang lingkup dunia ini. Menaiki kapal dan menggunakan pakaian mewah, itu hanyalah skema untuk menarik ular keluar.


"Tuanku, proses penyalinan ingatan sudah selesai dilakukan."


"Berikan padaku. Mari kita lihat informasi seperti apa yang dia miliki..."


"..."


Setelah Titania mengirim ingatan pria itu padaku, aku menemukan banyak sekali informasi tentang penculikan anggota keluarga kerajaan. Dan semua rekaman ingatan itu, aku tampilkan ke hadapan si penguasa dan pengawalnya.


"Ku-fufu, jahatnya. Tidak hanya menculik manusia biasa, tetapi juga sampai kelas keluarga kerajaan. Hebatnya organisasi Tengkorak Merah. Ah, Anda terlihat sehat di ingatan pria ini, Tuan Penguasa."


Aku bermain-main sedikit dengan ingatan petugas itu dan menemukan si penguasa sedang berpesta, hebatnya.


"Kau menginginkan apa, cepat sebutkan."


Si penguasa memiliki raut wajah kesal, dia menunjukkan wajah aslinya akhirnya. Tampaknya dia sudah tidak bisa mengelak lagi.


"Hanya dua keinginan tadi, tentunya."


"Baiklah."


Dia menerimanya dengan mudah, dan tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya. Sikapnya sangat aneh karena berubah terlalu banyak setelah melihat aku memiliki bukti.


"Anda ingin ke mana?"


"Aku akan membuat surat izin untuk kalian."


"Biar aku ingatkan, Titania sangatlah kuat. Ditambah lagi, jika bukti ini sampai ke tangan Tristan dan para korban kalian, kuyakin tidak ada tempat untuk kalian hidup di dunia ini, kecuali jika kalian berani mengandalkan keberuntungan untuk pergi ke tanah iblis."


"Kamu sangat percaya diri. Bagaimana jika kami bisa mengalahkan kalian dan menghilangkan bukti itu?"


"Ku-fufufu, coba saja kalau berani. Padahal aku sudah mau repot-repot datang ke sini dari jauh hanya untuk berbicara denganmu. Tapi kamu malah..."


Tunggu, tanpa aku sadari, tujuanku telah berubah dari mendapatkan izin menyebarkan keyakinan, menjadi mendakwa pria ini atas kejahatannya.


Huh, ini bukanlah pekerjaanku untuk mengurus masalah orang lain. Suami, aku harus menuju ke sisi suamiku. Setelah tahu di sini ada festival, Freya pasti memanggilnya ke sini.


"Ruang harta kami adalah tempat sakral, kecuali keluarga penguasa, orang lain dilarang untuk masuk. Jika sesuatu yang kau inginkan bisa aku penuhi, katakan saja di sini, aku akan memberikannya padamu."


Si penguasa itu duduk kembali, wajahnya kembali normal seperti biasa. Kurasa dia menganggap aku ingin bekerja sama dengannya. Tapi sayangnya, aku tidak suka berurusan dengan hal semenjijikan itu.


"Aku sendiri tidak tahu isi ruang harta kalian itu apa. Aku hanya mendengar rumor kalau di negeri ini terdapat teknik atau sihir kuno."


"Teknik dan sihir dari jaman leluhur kami memang kami simpan dengan baik di sini, itu sebabnya ruang harta merupakan tempat paling sakral di negeri ini. Jika orang luar seperti kalian secara sembarangan memasuki tempat tersebut, kemungkinan besar kalian akan terkena kutukan."


Dia berkata dengan serius, tidak ada tanda-tanda kebohongan.


"Kalau begitu, biarkan aku masuk ke dalam sana, sendirian."


"... Aku mengerti."


(Ok, aku bersiap dulu.)


"Baiklah, cepat ke sini sebelum terlambat."


Di salah satu kamar istana. Aku, Eliza, Kaguya, dan anak-anak sedang menikmati sedikit kudapan gratis yang disediakan oleh maid istana ini.

__ADS_1


Namanya kue manju, kue dengan berbagai bentuk dan warna. Makanan ini enak dan cukup populer bagi anak-anak.


Selain itu, baru saja aku menghubungi Albert dan menyuruhnya ke sini. Dia masih memiliki urusan dan akan segera tiba dengan kereta.


Sementara itu, tempat ini sungguh nyaman, jika aku tidak hamil, aku mungkin akan duduk bersama mereka di atas tatami. Sekarang aku duduk di bangku tempat bersandar, sambil menikmati perawatan Eren.


Eren mengurusku, menuangkan minuman dan membawakan makanan. Sesekali dia khawatir dengan perutku, tampak sangat penasaran dengan kehidupan baru ini.


Tidak lama kemudian, Titania datang ke kamar ini sendirian, tidak bersama dengan Merlin.


"Kamu meninggalkan Merlin sendirian?"


"Eh? Iya, Nyonya sedang bernegosiasi dengan pemerintah tempat ini."


"Kenapa? Bukankah kamu tahu kalau Merlin orangnya tidak pandai menahan emosi? Kamu seharusnya mendampingi dia terus!"


"Uh, memang seharusnya begitu, tapi Nyonya sedang berusaha mendapatkan apa yang dia mau di sini. Aku yakin beliau tidak akan memarahi mereka."


Titania terlihat ragu. Dia berusaha meyakinkan dirinya sendiri dengan menaruh seluruh kepercayaannya kepada Merlin.


Aku tahu menyerahkan seluruh kepercayaan kepada majikan merupakan sikap teladan bagi seorang bawahan, tapi yang kita bahas kali ini adalah Merlin. Dia tidak mungkin bisa menahan emosi ketika seseorang mengusik keluarganya, bahkan jika itu hanya candaan.


"Bodoh, sebenarnya sudah berapa lama kamu mengabdikan dirimu untuk beliau. Bagaimana jika mereka mengatakan hal buruk tentang Tuan Albert? Beliau pasti mengesampingkan tujuannya dan akan bertindak mengikuti emosinya. Ini hal yang selalu Tuan Albert katakan pada kita, kan?"


Kaguya menceramahi Titania, dan sepertinya itu membuka ingatan Titania. Dia segera berbalik dan melangkah untuk kembali ke sisi Merlin, namun seseorang menghalangi jalannya.


"Ah!"


Pria berbadan besar berdiri di depan pintu dan tidak membiarkan Titania melewatinya.


"Siapa? Menyingkirkan dari jalanku."


"Hoho, itu tidak bisa, Nona."


"Kenapa?"


"Tuan kami memerintahkan kami untuk menjaga kalian. Kami tidak akan membiarkan kalian melangkah keluar dari kamar ini sampai beliau memberi perintah lain."


Kami sepertinya sedang berada dalam masalah. Atau, mereka yang sedang ingin mencari masalah? Apapun itu, Titania pasti marah jika jalannya terhalangi. Ah, dia bahkan sudah mengeluarkan dual knifenya


"Titania, kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Biarkan Merlin mengurus masalahnya."


"Tapi..."


"Kamu percaya pada Merlin, kan? Maka dia pasti bisa melakukannya dengan baik."


Mungkin. —Tapi aku tidak bisa mengatakan keraguan itu kepadanya. Biarkan dia percaya pada Merlin, itu akan meningkatkan kesetiaannya terhadap Merlin kalau Merlin bisa melewati negosiasi tanpa jalan kekerasan.


"Hm? Ayah sepertinya sudah tiba."


"Huh?" ×3


Merlin dan Shinji sedang berjalan di lorong menuju ke ruang harta.


"Sesuai kesepakatan, kau akan diam tentang masalah Tengkorak Merah setelah aku memberikan salah satu harta kami, kan?"


"Tentu saja, aku ini orangnya selalu menepati janji."


"Hmph, maka baiklah."


"..."


Merlin terus mengikuti Shinji sampai dia menemukan persimpangan. Sebelumnya Merlin sudah mendapatkan ingatan dari salah satu petugas istana, tentu saja dari sana dia juga mendapatkan informasi tentang seluk-beluk seluruh denah bangunan istana ini.


Namun, ketika mereka berbelok ke arah yang berlawanan dari ruang harta di persimpangan, Merlin sudah mengetahui kalau Shinji menuntunya ke tempat lain.


Dan Merlin tidak bisa mengeluhkannya. Bukannya tidak bisa, dia hanya tidak mau. Karena pihak lain sudah berniat untuk tidak mengikuti kesepakatan, maka Merlin hanya bisa mengikuti kemauannya.


Percuma saja berhenti di tengah jalan dan mengeluhkannya. Lebih baik mendapatkan bukti terlebih dulu kalau Shinji tidak ingin mengikuti kesepakatan dan menghancurkannya setelah itu.


"Apakah ini tempat sakral yang kamu sebutkan sebelumnya?"


"Kukuku, bodohnya."


Setibanya di ruangan gelap, Merlin bertanya pada Shinji. Namun pertanyaan tidak ditanggapi, yang membuat Merlin sedikit jengkel karena sejak awal Merlin sudah tahu. Dia bertanya hanya untuk basa-basi.


Kemudian penerangan ruangan dinyalakan dan memperlihatkan jimat kertas dengan aksara tidak dikenal menempel di hampir seluruh dinding.


"Apa ini...?"


Merlin melihat ke sekeliling ruangan dan menemukan kalau tenaga di tubuhnya perlahan mulai berkurang.


Bisa dikatakan kalau energi di tubuh Merlin terkekang oleh sesuatu dan membuat sistem operasional tubuhnya sedikit menurun.


"Hmm, aku selalu memperhatikan, tubuh indah dan proporsional ini sangat jarang sekali ditemukan. Payudra dan bokong yang besar tapi tubuhnya masih tetap langsing seperti sebuah patung yang diukir untuk keindahannya. Ahhh, akhirnya aku bisa menikmati tubuh ini di sini, hahaha."


Shinji sangat mesum. Dia mulai melepaskan pakaiannya dan memperlihatkan putranya yang...


"Pfft."


"Hah, ada apa?"


"Engga, kau sudah bertingkah seperti orang keren, tapi kenyataannya... Ku-fufu, lucu. Sangat lucu."

__ADS_1


Merlin menemukan putra Shinji berukuran sangat kecil, jika dibandingkan dengan punya Albert.


Tanpa perlu bertanya lebih lanjut, Shinji sudah tahu kenapa Merlin tertawa dan mendapatkan wajah malu.


"Sekarang kau masih bisa tertawa, tapi lihat siapa yang akan tertawa di akhir. Aku akan membuatmu menyesal karena telah menertawakan ku. Benar, kau bilang kau sudah punya suami, kan? Haha, aku akan memperkosamu di sini, dan kalian pasti akan berpisah—"


Sementara itu, Albert tiba di depan gerbang istana dan menunggu untuk diperbolehkan masuk.


"Istriku berada di dalam, apa aku masih tidak diperbolehkan untuk masuk?"


"Maaf, Tuan. Bukannya tidak boleh, tapi kami belum mendapatkan izin dari Yang Mulia. Tolong Anda kembali lagi besok."


"Ehh~ lalu bagaimana dengan istri dan anak-anakku di dalam?"


"Err, saya sendiri juga tidak mengerti, Tuan. Kapten kami sedang menghubungi mereka untuk Anda."


"Kalau begitu aku akan menunggu di sini."


"Sigh, baiklah--"


"Eh?" ×2


Tidak ada janji temu, semua terjadi karena kebetulan. Meski begitu, petugas istana tidak memperbolehkan Albert untuk masuk. Dan kemudian ledakan terjadi di belakang istana, ledakan besar yang menghancurkan bangunan bagian belakang istana.


(Jangan-Jangan ledakan itu terjadi karena... Engga, Engga, Engga. Tenang, aku pasti hanya paranoid. Ya, Itu pasti ulah orang lain.)


Albert tidak tahu apa-apa tentang ledakan itu karena dia baru datang, tapi firasatnya mengatakan kalau itu adalah ulah salah satu keluarganya. Meyakinkan dirinya sendiri dengan kebohongan supaya pikirannya tetap terjaga.


"Tuan, tolong tunggu di sini, saya ingin memastikan keadaan di dalam dulu."


"Y-Ya..."


Petugas itu pergi meninggalkan Albert. Karena Albert juga penasaran, dia meninggal keretanya di belakang.


"Ah."


Kemudian dia menemukan Merlin sedang melayang di udara. Energi negatif keluar dari tubuhnya, berfluktuasi membentuk teror bagi mereka yang tidak mengerti.


Di sisi lain Merlin, arah di mana Merlin tidak pernah memindahkan pandangan sedikitpun, terdapat sekumpulan penjaga sedang mengawal pria setengah telanjang.


Pria bernama Shinji masih hidup dan diberikan kain untuk menutupi tubuhnya.


Secara kasar, Albert bisa menebak apa yang terjadi. Tapi dia tidak boleh membuat keputusan dengan gegabah, dia masih ingin memastikan kebenarannya terlebih dulu.


Seperti biasa, hal pertama yang harus dia lakukan adalah menenangkan Merlin. Karena Merlin masih dalam wujud manusia, dia masih dalam keadaan sadar. Itu mempermudah Albert untuk menenangkannya. Mungkin faktor Merlin sedang menggunakan Homunculus membuatnya tidak dapat mengeluarkan kekuatan penuh secara langsung.


"Kamu baik-baik saja?"


"Em... M-Maafkan aku."


"Aku maafkan."


Albert memiliki banyak sekali pertanyaan di kepalanya, tapi masalah masih belum selesai...


"Mustahil... Bagaimana wanita itu bisa menggunakan sihir!! Ini tidak mungkin!"


Shinji berteriak tidak percaya. Itu adalah ruangan dengan mantra penghalang tingkat tinggi. Bahkan dia percaya kalau dewa tidak akan bisa menembusnya. Tapi itu dengan mudah dihancurkan oleh Merlin dan membuat keyakinannya runtuh seketika.


(Di dunia ini masih banyak hal yang tidak diketahui oleh manusia, Pak Mesum.)


Albert mulai menghampiri Shinji setelah melihat dia begitu ketakutan.


"Kau ingin melecehkan istriku?"


"Hiiik, tidak! Aku tidak memiliki keberanian untuk itu!"


"Hmm... Yah, terserahlah."


Albert mengampuninya begitu saja. Setelah itu, semua berakhir tanpa ada pihak yang meminta ganti rugi seperti semua masalah sebelumnya tidak pernah dianggap ada.


Alasan Albert tidak mengusut masalah itu lebih jauh karena itu semua pasti berhubungan dengan kegiatan kedua istrinya. Sejak awal Albert sudah bertanya-tanya kenapa kedua istrinya bisa sampai datang ke istana negara lain.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


Keesokan harinya, Merlin dan Freya menuju ke ruang control karena dipanggil oleh Niks. Merlin berpikir mungkin mereka semua ingin membahas kejadian semalam.


"Sigh, pada akhirnya kita tidak membawa apa-apa. Tapi aku bingung kenapa Albert tidak bertanya apapun tentang masalah kemarin."


"Fufufu, tenang saja. Dia sebenarnya bertanya padaku, tapi aku langsung menolak untuk memberi tahu. Aku bilang "Ini adalah urusan wanita!" Dan dia tidak pernah bertanya lagi setelah itu."


"Ehh~ apa itu baik-baik saja. Dia pasti sangat mengkhawatirkan kita."


"Tidak apa, Albert sangat mempercayai kita lebih dari apapun."


"..."


Setibanya di ruang control, Merlin dan Freya menemukan para Einherjar sudah berlutut di depan pintu, berjejer membentuk dua barisan ke bagian dalam. Kemudian di ujung barisan terdapat William, Ignis, dan Leon sedang sibuk memperhatikan sejumlah harta yang menumpuk di atas beberapa peti kemas. Itu adalah peti harta karun!


"Eh?"


"Yang Mulia Permaisuri, sesuai kehendak Anda, kami sudah memberantas seluruh organisasi Tengkorak Merah. Ini adalah harta karun yang kami temukan di sejumlah markas para bajak laut itu."


"Woah, sangat banyak. Merlin, kerja kerasmu kemarin ternyata tidak sia-sia, hehe."

__ADS_1


Merlin tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena di tumpukan harta itu terdapat item kelas atas, harta kelas dunia yang selama ini dia cari-cari. Ternyata tempat sakral itu benar-benar ada, tapi itu bukan di istana, melainkan di markas besar organisasi Tengkorak Merah. Dan sekuat apapun kutukan di tempat sakral itu, Niks punya kekebalan tinggi terhadap status negatif (kutukan) karena dia adalah mantan pahlawan sekaligus Roh [Legendary-Class].


__ADS_2