
Dalam pengamatan lebih lanjut, Hestia menemukan bahwa hewan tunggangan pihak lain adalah makhluk yang terkenal langka, yaitu Pixie Horse.
(Bagaimana bisa dia memilikinya?)
Hestia mulai bertanya-tanya.
Menurut Hestia, kuda itu seharusnya hanya terdapat di dunia roh. Mereka tidak akan bisa hidup di dunia manusia karena mereka adalah makhluk spiritual.
Sekarang seseorang di depannya telah membawa kuda spiritual ke dunia ini. Itu memang bukan hal yang tidak mungkin.
Jika seseorang memiliki kemampuan untuk menyimpan makhluk spiritual di dalam dimensi yang berbeda untuk menjaga keberadaan mereka, hal seperti memelihara makhluk itu menjadi mungkin.
Tapi, tentu saja mereka harus memiliki kemampuan atau alat yang bisa menciptakan sub-dimensi terpisah dari dimensi dunia ini.
Kurang lebih, Hestia sudah bisa memprediksi hal semacam ini. Jadi dia tidak terlalu terkejut.
Namun, untuk dapat menemukan kuda langka seperti itu, mereka harus datang ke dunia roh.
Kuda itu hanya muncul di dunia roh dan tidak dapat ditemukan di dunia spiritual lainnya.
Dengan kata lain, mereka pasti pernah datang ke dunia roh.
Hal seperti itu sudah pasti tidak mungkin terjadi karena gerbang menuju ke dunia roh hanya terdapat di kediaman milik Hestia. Sejauh ini, dia tidak ingat pernah mendapatkan tamu beastman muda seperti itu.
Atau, kemungkinan lainnya adalah mereka telah mendapatkan warisan (kuda peri) dari jaman kuno. Karena di jaman dulu, cukup banyak para pahlawan yang memelihara kuda tersebut.
Hestia sudah hidup selama ribuan tahun. Sudah pasti dia mengetahui kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu.
Namun, untuk bisa mendapatkan warisan atau artefak dari jaman dulu, masih menjadi kemungkinan yang terlalu kecil karena kuda di dalam artefak pasti sudah bosan dan mati.
Hestia berfikir terlalu banyak. Dia menyerah mencari tahu sendiri dan memilih untuk bertanya langsung ke pihak yang bersangkutan.
Beastman muda, Leon, mendekati Hestia dan menghentikan kudanya tepat di depan Hestia.
"Saya telah dikirim ke sini oleh Tuan untuk menanyakan tentang urusan kalian datang ke tanah kami. Apa kalian memiliki sesuatu untuk dikatakan?"
Leon berbicara dengan santai.
Leon sudah mengetahui identitas pihak lain dari Albert, mereka cukup berpengaruh. Tapi masih tidak menggunakan bahasa yang formal karena pihak lain bukan tamu yang diundang.
Jika pihak lain datang ke tanah naga hanya untuk tujuan melancong, hal seperti etika bisa membuat Leon menjadi bodoh. Tapi hal itu sepertinya tidak akan terjadi karena mereka tidak mungkin menjadi pelancong biasa.
Setelah Leon bertanya dengan nada sembrono, kedua pengawal Hestia, Bizura dan Wizura, memegang senjata mereka masing-masing dan menajamkan mata mereka ke arah Leon karena sudah bersikap tidak sopan.
Kemudian Hestia mengangkat satu tangannya untuk menghentikan mereka.
Hestia tidak mengetahui kekuatan pihak lain. Jadi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dia memilih untuk memaafkan sikap Leon.
Terlepas dari itu, Hestia datang ke tanah naga bukan untuk mencari lawan.
"Aku akan langsung mengatakannya kepadamu. Sebenarnya aku ingin mencari keberadaan Luminous dan juga ingin melihat aktivitas komunitas kalian. Apa itu diperbolehkan?"
"Hanya itu?"
"Tentu tidak. Jika bisa, aku ingin bertemu dengan pemimpin kalian."
"Hmm, Tuan Albert juga ingin bertemu dengan kalian. Jadi, silahkan ikuti aku."
Dengan santai, Leon memandu Hestia dan pengawalnya ke kastil.
Hestia mengikuti Leon dari belakang, berkendara dengan kecepatan normal.
Leon memang terlihat sangat santai, namun tentu saja dia tidak menurunkan penjagaannya.
Leon dan Hestia, sudah berada di puncak peringkat. Selama mereka belum memutuskan siapa yang terkuat di antara mereka melalui pertarungan langsung, Leon tidak akan membiarkan penjagaannya longgar.
Sebelum mendekati Hestia, Leon bahkan sudah memeriksa area di sekitarnya dengan skill.
Meski begitu, bahkan jika Leon menurunkan penjagaannya, dia masih tetap percaya bahwa tuan tercintanya, Albert, akan selalu melindunginya.
Bagaimanapun, tuannya memang selalu mengawasi para bawahannya dengan teliti. Dia merupakan orang yang sangat Leon puja.
Namun Leon tidak ingin merepotkan tuannya untuk menjaganya. Itu sebabnya dia memasang penjagaan terhadap dirinya sendiri.
Melanjutkan perjalanan. Ketika mereka sudah mencapai kota--...
Oh, ngomong-ngomong, nama resmi kota tersebut adalah "Kota Lia". Albert tidak memiliki ide yang bagus untuk menamai kotanya, jadi dia hanya berakhir menggunakan akhiran dari nama keluarganya.
Tapi, "Lia dari Testalia" merupakan nama yang bagus dan terdengar seperti nama besar dari suatu klan atau organisasi. Dan juga, para petinggi dan penduduknya menyukai nama itu. Jadi itu tidak menimbulkan masalah.
Kesampingkan itu. Hestia dan yang lainnya mencapai kota Lia dan melihat kondisi kota serta penduduknya.
Kota itu dibangun dalam waktu kurang lebih satu tahun. Namun hasilnya sangat mengesankan.
__ADS_1
Bangunan, sarana, dan prasarana di sana terlihat sangat bagus. Hanya dalam sekali lihat, Hestia sudah bisa memahami bahwa mereka menggunakan teknologi terbaru untuk menciptakan itu semua.
Kemudian dia melihat patung naga berwarna kuning keemasan yang dibuat dari Orihalcum.
(Bukankah itu... Luminous?)
Hestia memeringkan kepalanya sambil berfikir seperti itu.
Jika mereka mengetahui keberadaan Luminous, itu artinya Luminous kemungkinan masih ada sampai di generasi ini.
Hestia sangat yakin dengan itu karena patung tersebut dibuat sangat identik dengan penampilan Luminous.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dan menuju ke kastil tinggi.
Karena kastil itu tinggi, Hestia sudah melihatnya dari kejauhan dan sudah menduga mereka akan diantar ke sana.
Hestia memang kagum dengan ketinggiannya. Namun Hestia juga memiliki kastil dan bahkan lebih lebar daripada kastil ini. Jadi dia tidak terlalu terkejut.
Jika dibandingkan, keunggulan kastil Hestia lebih lebar dan keunggulan kastil ini lebih tinggi. Mereka memiliki kelebihannya masing-masing.
Setelah tiba di depan pintu, Hestia tiba-tiba melebarkan matanya.
"Ini... Bukankah ini aura dunia roh!?"
Kuda peri, budaya kota yang maju, kastil tinggi — itu semua tidak membuat Hestia terkejut. Namun untuk bisa merasakan aura dunia roh di tempat seperti itu, membuat Hestia sangat terkejut dan tidak bisa menyembunyikan perasaannya.
*****
Hestia dan rombongannya diantar ke ruang resepsi, ruangan luas yang berada di lantai satu. Tempat untuk menampung tamu atau untuk dijadikan sebagai tempat perjamuan besar.
Namun kali ini, tamu kami hanya ada tiga. Dan tampaknya, dua orang hanya menjadi pengawal.
Jadi kami merapihkan ruang resepsi, menggunakan satu set meja dan bangku untuk menjamu mereka.
Kurasa, tidak perlu untuk membawa semua bawahanku ke ruang resepsi hanya untuk menyambut Hestia.
Aku hanya perlu membawa Merlin, Freya, Luminous, dan Rin sebagai pengikut.
Merlin dan Freya merupakan istriku, Luminous adalah perwakilan dari penduduk naga, dan Rin akan menjadi pelayan kami.
Selama setahun ini, Rin sudah belajar banyak tentang apapun yang diperlukan untuk menjadi sekretaris.
Karena dia sudah memutuskan untuk menjadi bawahanku, dia belajar dengan sangat giat untuk menjadi bawahan yang layak.
Rin sangat pintar dan cerdas. Mudah memahami sesuatu dengan cepat dan bisa beradaptasi dengan baik.
Dia benar-benar sangat berguna, tidak sia-sia aku menghidupkan dia kembali.
Namun untuk ingatannya. Aku masih belum mengetahui tentang perkembangan itu karena dia tidak pernah membahasnya.
Mungkin dia memiliki sejarah kelam, Bagaimanapun dia pernah mati sekali. Jadi meskipun aku masih khawatir, aku tetap memilih diam.
Melanjutkan acara. Leon membukakan pintu ruang resepsi dan mempersilahkan rombongan Hestia untuk masuk. Lalu Leon sedikit membungkuk dan meninggalkan ruangan sambil menutup pintunya kembali.
Di sana, aku melihat wanita cantik dengan mahkota sedang menatapku dengan... Waspada?
(Eh, ada apa dengan wanita ini?)
Aku merasa, dia melihatku dengan tatapan penuh kewaspadaan.
Aku bertanya-tanya apa aku telah berbuat kesalahan? Tapi mungkin saja dia mengira bahwa kami bukan kelompok yang mudah dihadapi, jadi dia bersikap seperti itu?
Aku tidak tahu. Tidak ada waktu untuk memikirkan itu sekarang.
Sebelum Hestia datang, aku dan kedua istriku duduk mengelilingi meja bundar kecil. Dan setelah dia datang, aku berdiri, menyambut dia dan menyuruh mereka untuk duduk.
Seperti yang diduga, hanya perempuan dengan mahkota yang berani duduk. Dan dua lainnya hanya berdiri di belakang perempuan — yang seharusnya menjadi — Hestia itu.
Kemudian pelayan — yang telah disiapkan di dekat pintu — segera menuju ke meja kami, menuangkan teh untuk perempuan dengan mahkota, dua cangkir teh untuk pengawalnya, dan meninggalkan kami dalam diam. Dia terlihat sangat lihai.
"Err, ehem. Mungkin tidak perlu ada formalitas rumit. Dan, agar lebih mudah untuk berbicara, kami akan memperkenalkan diri..."
Aku memperkenalkan diriku, Merlin, Freya, Luminous, dan Rin.
Seharusnya, tamu yang tidak diundang, harus memperkenalkan diri mereka terlebih dahulu. Akan tetapi aku sudah mengetahui identitas mereka dan aku adalah pemilik dari kastil ini. Jadi aku harus mengawali pembicaraan selayaknya tuan rumah.
Tapi sebelum aku bisa memperkenalkan Rin, Hestia menatap Luminous dengan mata terbuka lebar.
"Kamu Luminous?"
Karena terkejut, Hestia memotong pembicaraan.
Dan aku melihat Merlin sangat tidak senang dengan sikap itu. Menilai dari sifatnya, aku memegang tangannya agar dia tidak memukul Hestia dengan halberd.
__ADS_1
Aku tidak tahu apakah Hestia terlalu terkejut sampai melupakan aku atau dia memang tidak pernah memandang aku, tapi kalau Merlin sampai marah dan memukul Hestia, semuanya akan jadi rumit.
"Kufufu, benar, aku adalah Luminous, Luminous Garetta. Sekarang aku sudah menjadi ajudan dari Tuan Albert yang Agung."
Dia sangat bangga. Membusungkan dadanya dan mendengus.
Kupikir, jabatan itu memang terdengar cukup keren. Hanya saja, aku sedikit risih disebut sebagai makhluk Agung.
Mendengar itu, Hestia menatap aku sekali lagi, dengan wajah rumit.
"A-Ada apa?"
Di saat-saat seperti ini, aku masih sempat-sempatnya berkata dengan gugup.
Mau bagaimana lagi, lawan bicaraku adalah wanita cantik berpakaian bagus dengan mahkota. Dia sangat berkharisma.
"Maafkan aku. Aku sudah benar-benar dikejutkan terlalu banyak. Aku akan memperkenalkan diri, namaku adalah Hestia Erafira, Ratu Roh dari utara. Dan mereka adalah pengawal setiaku, Wizura dan Bizura. Ngomong-ngomong, kedatangan kami ke sini adalah untuk mencari keberadaan Luminous dan... Ingin bertanya banyak hal kepadamu. Apa itu tidak masalah?"
Melupakan keterkejutannya, Hestia mengubah wajahnya ke penampilan yang berwibawa. Sangat memancarkan pesonanya sebagai Ratu Roh.
"Kami tidak masalah. Kami memiliki banyak (banyak sekali) waktu luang untuk berbicara. Apa Anda ingin membicarakan Luminous lebih dulu?"
"Ya, aku ingin mendengar itu juga. Bagaimana Luminous bisa memiliki tubuh manusia dan bisa hidup dengan nyaman di dunia ini, aku ingin mengetahui itu semua jika Anda bersedia menjelaskannya."
Mengetahui kami akan memiliki pembicaraan yang panjang, aku menyuruh Rin untuk menyiapkan kue.
Dengan gaya seseorang yang memiliki prestise, aku memberikan isyarat kepada Rin. Lalu Rin mendekatkan kupingnya ke arahku untuk mendengar perintahnya.
Hal ini dilakukan dengan sangat baik. Kami memang bisa berkomunikasi dengan telepati, namun agar pihak lain tidak tersinggung, kami menunjukkan adanya komunikasi di depan matanya.
Terdengar sangat sepele, tapi nyatanya hal seperti itu memang bisa menyebabkan hal-hal menjadi masalah.
Jika kami melakukan telepati, pihak lain akan berfikir kami telah menyembunyikan sesuatu darinya. Dan itu akan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Bersama dengan pelayan di dekat pintu, Rin pergi untuk mengambil kue, dan aku melanjutkan pembicaraan.
"Hmm, dari mana aku harus menjelaskannya...? Pada saat itu, bisa dikatakan Luminous sedang sekarat. Lalu aku hanya merekonstruksi jiwanya dan memberikan dia tubuh. Yah, hal itu memang tidak terduga karena pertemuan kami hanya kebetulan."
Aku menjelaskan dan mengakhirinya dengan senyuman, sangat santai.
Tapi berkebalikan dengan sifat kasual itu, ketiga perempuan menatap aku dalam diam.
Mau tidak mau, aku mengatakan "Eh?" karena memiliki suasana yang berbeda sendiri.
Tidak, sebenarnya masih ada Merlin, dia menatap aku dengan senyuman juga. Membuat rasa keanehan aku sedikit berkurang.
"Aku tidak akan menganggap bahwa Anda sedang bercanda, tapi apakah Anda benar-benar melakukan itu?"
Dengan wajah kebingungan, Hestia bertanya sekali lagi untuk memverifikasi.
"Ya, itu benar. Memangnya memulihkan jiwa dengan sihir tidak bisa dilakukan? Aku menemukan Luminous dalam keadaan sekarat karena terlalu lama tinggal di dunia ini tanpa menggunakan wadah material. Itu sebabnya jiwa Luminous berdifusi ke mana-mana."
Aku menyesap teh untuk menenangkan pikirkan setelah selesai menjelaskan.
Kemudian Hestia mengangguk beberapa kali, mungkin sudah mendapat pemahaman.
"Hmm, sekeras apapun aku memandang Anda, Anda benar-benar terlihat tidak berbohong. Aku hanya sedikit penasaran dengan bagaimana cara Anda melakukannya dan dari mana Anda mendapatkan tubuh untuknya."
"Kalau itu, tentu saja aku tidak bisa mengatakannya."
"Tentunya. Aku memahami itu."
Hestia mengerti dan mulai menyesap tehnya.
Itu adalah teh terbaik yang bisa kami temukan. Kuharap dia menyukainya.
Tidak lama kemudian, Rin dan pelayan wanita membawakan sejumlah cemilan ke atas meja.
Bersamaan dengan satu set piring kecil, cangkir, dll untuk menyajikan teh, sejumlah kecil kudapan, kue, dan sandwich dihidangkan.
Hal seperti ini seharusnya dilakukan sebelum Hestia datang. Namun kami tidak terlalu mengetahui sifat aslinya seperti apa.
Jika dia datang dengan serampangan, aku sangat malas menyajikan hal-hal tea set kepada orang seperti itu.
Setelah kami mengetahui bahwa dia cukup bersahabat, kami bisa menyajikan hal ini.
"Hmm? Ini sangat enak."
Hestia mengambil satu kue rasa coklat kacang dan mengutarakan komentar yang positif.
Kami memang jarang sekali menerima tamu, namun kami selalu berusaha menyiapkan makanan seperti ini.
Ditambah lagi, koki dapur selalu berupaya untuk meningkatkan rasa dan tekstur dari kue buatannya. Dengan bimbingan dari Ignis, koki itu entah bagaimana sudah sangat ahli membuat kue.
__ADS_1
Melihat Hestia cukup menyukainya, aku merasa sangat senang.