Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Sebuah Kutukan.


__ADS_3

Anak cacat dan terkutuk. —Seperti itulah orang-orang di sekeliling ku memanggil.


Alasannya adalah karena aku memiliki warna rambut seputih salju dan mata aneh yang memiliki perbedaan pada warnanya, sebelah kanan mataku berwarna merah dan sebelah kiri berwarna biru.


Tapi tidak hanya itu, tubuhku juga menderita penyakit yang tidak seorangpun tahu jenis dan penyebabnya. Itu membuat aku menderita karena memiliki tubuh lemah dan tidak bisa beraktivitas selayaknya anak normal lainnya, aku hanya bisa berbaring di atas kasur setiap hari.


Namun suatu hari, beberapa bulan lalu, sepasang bangunan kuil dan rumah sakit baru didirikan di ibukota dan menjadi perbincangan banyak orang. Penyebabnya adalah rumor bahwa rumah sakit tersebut bisa menyembuhkan sejumlah penyakit tanpa menggunakan sihir.


Rumor itu sampai ke telinga ayahku, seorang kepala rumah tangga Duke yang menjadi bupati kerajaan Qzenth.


Mendengar rumor tersebut, ayahku memanggil dokter sekaligus pendeta kuil di sana untuk menyembuhkan penyakitku. Aku sedikit berharap untuk bisa sembuh.


"Maaf, kami tidak bisa menyembuhkan penyakit putri Anda karena kurangnya wawasan."


Namun setelah dokter itu datang dan memeriksaku, ternyata hasilnya sama saja.


"Begitu ya, dokter. Kalau begitu, apakah ini ada hubungannya dengan kutukan?"


Ayahku sudah terbiasa dengan kata-kata tersebut dan langsung mencari informasi lain.


"Kalau itu, aku sudah memastikan berulang kali bahwa anak Anda tidak terkena kutukan atau pun sihir."


Di sebelahnya, seorang pendeta kuil baru ikut berbicara.


"Oh, apa yang membuat Anda begitu yakin, Tuan Pendeta?"


"Ehem, di agama kami, kami percaya bahwa dewa bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dan begitu juga dengan kutukan, kami sangat percaya diri untuk menghilangkan atau mematahkannya. Oleh karena itu, saya berani menjamin kalau putri Anda sama sekali tidak terdapat kutukan apapun."


Ayahku berbicara dengan dokter dan pendeta kuilnya. Dan tampaknya mereka tidak bisa menyembuhkan ku, tapi setidaknya aku tahu kalau ini bukan sebuah kutukan.


"Kalau itu hanyalah penyakit, kenapa dokter tidak bisa menyembuhkannya?"


"Tuan Duke, ini memang kesalahan saya karena kurangnya wawasan. Jika saya belajar lebih banyak lagi tentang ilmu kedokteran, saya mungkin bisa menyembuhkan penyakit putri Anda."


Tuan dokter itu menundukkan kepalanya untuk meminta maaf padahal dia tidak bersalah sama sekali.


"Ayah, dia sudah memberi aku ramuan penyembuhan, jadi tidak apa-apa."


"Oh, Nak, kamu bisa berdiri?"


"Iya, berkat ramuan itu, aku memiliki sedikit kekuatan untuk berdiri."


Entah kenapa aku memiliki tenaga setelah dokter memberi aku sebuah ramuan, aku mencoba bangkit untuk memastikannya dan ayahku terlihat sangat terkejut.


"Kuil memberikan obat ini untuk memberikan kesehatan sementara kepada tuan putri."


"Kesehatan sementara?"


"Iya, ramuan ini sangat ampuh untuk menghilangkan penyakit, dan berkat ramuan ini penyakit di tubuh Anda sekarang sudah disembuhkan. Tapi saya menduga kalau Anda mengidap penyakit genetik, dimana penyakit ini akan selalu muncul bahkan setelah Anda menyembuhkannya berulang-kali."


Dokter mendiagnosa kalau penyakit di tubuhku akan selalu muncul, bahkan dengan ramuan dari kuil saja tidak bisa mempertahankan kesehatanku.


"Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan, dokter? Tidak bisakah saya mendapatkan potion dari kuil lagi?"


"Maaf, Tuan Duke, potion itu tidak bisa kami dapatkan dengan mudah. Atau sebenarnya, potion yang aku berikan, itu adalah ramuan punyaku sendiri, bukan barang dagangan. Tapi karena Anda adalah seorang Duke sekaligus Bupati di kerajaan ini, saya rela memberikannya."


"Benar, kami juga mendengar rumor dari orang-orang kalau katanya putri Anda terkena kutukan, dan kami ingin membuktikan kalau itu tidak benar."


Oh, hanya demi membuktikan kebenaran, orang-orang ini memberikan barang yang sangat berharga padaku.


"B-Begitu, ya. Tidak bisakah Anda memberi tahu saya bagaimana cara mendapatkan ramuan tersebut?"


"Ah, ini agak sulit karena tempat tinggal Lord Albert berada di daratan Tanah Naga. Aku secara beruntung mendapatkan ramuan dari utusannya karena menjadi kepala pendeta di kuil. Walaupun begitu, kami masih mendengar rumor kalau Lord Albert sering datang ke ibukota kerajaan Herunia untuk melakukan bisnis."


"Apa? Seorang dewa melakukan bisnis?"


"Tidak usah terkejut. Meski tidak biasa namun Anda pasti pernah mendengar tentang dewa pahlawan dan dewa peri, mereka berdua adalah keberadaan suci bagi umat mereka dan beliau sama seperti itu. Selain itu, kami mengetahui kalau dewa melakukan hal itu untuk membantu perekonomian masyarakat berkembang. Dia datang dengan ide-ide cemerlangnya dan membuat rakyat miskin mendapatkan pijakan mereka kembali di masyarakat. Bukankah itu sungguh tindakan mulia? Dia turun sendiri ke dunia untuk mengajarkan cara bertahan hidup dan membantu rakyat bangkit dari jurang kemiskinan!"


"I-Iya, itu sangat hebat."


Ayah direpotkan oleh sang kepala pendeta. Karena ayah sudah mendapatkan informasi darinya dan kelihatan kelelahan juga menanggapi khotbahnya, ayah berterimakasih dan mengirim mereka kembali.


Setelah itu ayah berusaha mencari keberadaan dewa ini untuk menyembuhkan penyakitku, namun tanpa diduga, dewa itu sendiri yang mengundang ayah ke pesta ulang tahun putrinya, putri dewa.


Itu sebabnya sekarang aku berada di sini, di istana Kekaisaran Dortos bersama ayah untuk memenuhi undangan dari dewa.


Yah, sebenarnya undangan itu ditunjukkan ke kerajaan kami, ayah ke sini dikirim sebagai perwakilan kerajaan.


"Tenang, Nak. Ayah pasti akan menyembuhkan mu."


"Yang menyembuhkan aku 'kan dewanya nanti."


"Ah, maksudku, ayah akan berusaha membuat kamu sembuh."

__ADS_1


Ayah terdengar aneh, meski begitu aku selalu mengandalkannya.


"Apakah ayah percaya kepada dewa?"


"Em, ayah sebenarnya tidak terlalu percaya dengan adanya keberadaan mereka. Tapi jika keberadaan seperti itu memang benar ada dan dapat menyembuhkan penyakitmu, ayah bersumpah akan menyembah dewa itu untuk selamanya."


Apakah kita bisa meragukan keberadaan mereka? Ayah benar-benar tidak takut terkena hukuman ilahi.


"Tapi... Entah kenapa ayah mulai mempercayainya sekarang."


"Kenapa?"


"Lihat sekeliling mu, semua orang di sini merupakan keluarga kerajaan atau bangsawan dari sejumlah negara di seluruh penjuru benua Terania ini dan negara sekitarnya seperti kerajaan kita. Ayah bahkan melihat orang-orang dari kerajaan saingan negeri kita di sini. Tapi kita semua tidak menunjukkan adanya niat bermusuhan melainkan antusiasme tinggi terhadap dewa yang sedang kita tunggu-tunggu. Itu seperti semua orang yang berkumpul di sini memiliki keyakinan yang sama."


"Apakah begitu?"


Ayah mulai lagi dengan kemampuannya untuk mengevaluasi dan mengamati keadaan orang-orang di sekitarnya.


Tapi meskipun demikian, aku masih sempat melihat ada seorang anak laki-laki berani memperlakukan para pelayan di sini dengan buruk hanya karena pelayan tersebut berasal dari ras Gnome.


*Terompet dibunyikan*


"Oh, tampaknya mereka sudah datang."


Suara terompet yang begitu lantang membuat semua orang terfokus ke gerbang istana. Kemudian kami melihat sekelompok penunggang kuda dengan tanduk di kepalanya.


"A-Apakah itu naga yang berubah menjadi manusia."


"Rumornya, satu manusia naga bisa mengalahkan petualang peringkat Adamantine."


"Sungguh? Kalau begitu, ada lebih dari dua puluh manusia naga ini bisa menandingi petualang Adamantine!?"


"Betapa kuatnya mereka, seperti yang diharapkan dari pengawal dewa."


Orang-orang mulai heboh dengan kedatangan kelompok itu. Aku juga salah satunya, aku terpesona melihat kakak perempuan yang bergerak di depan mengenakan pakaian keren dan menaiki kuda putih yang sangat indah.


"Ohhh!!"


Semua hadirin berseru setelah melihat beberapa orang keluar dari dalam kereta. Mereka semua tampak rupawan seperti yang ada dalam cerita-cerita legenda, itu membuat aku tidak bisa membedakan mana di antara mereka yang merupakan dewa. Atau mereka semua adalah dewa?


"Ya ampun, mereka benar-benar indah."


Oh, ayah bahkan terlihat begitu terpesona. Sangat jarang melihat ayah yang selalu tenang bisa bersikap seperti itu.


"Meskipun begitu, aku tidak menyangka dewa suka sekali membuat keturunan. Dia sudah punya tiga putri namun masih menghamili kedua istrinya."


Ayah bergumam melihat kedua perut wanita pendamping dewa itu sedang mengandung. Bukankah banyak keluarga kerajaan melakukan hal yang sama, mungkin dewa juga membutuhkan keturunan laki-laki, kan?


"Hei, Nak. Persiapkan dirimu, kita akan bertemu dengan mereka."


"Iya, Ayah."


Setelah dewa disambut oleh para tamu di sini, beliau memulai pestanya dan akhirnya kami bisa makan makanan yang tersedia.


Aku sangat iri ketika melihat ketiga anak dewa itu mendapatkan kue berukuran besar. Itu adalah kue terbesar yang pernah kulihat. Dan lagi...


"Ya ampun, apa itu sihir?"


Ayahku sangat terkejut melihat salah satu anak dewa bisa mengeluarkan sayap setelah dia mendapatkan hadiah dari ayahnya. Itu memang tidak terduga, tapi masih sesuai harapan kami mengingat mereka adalah keluarga dewa. Ini membuat keyakinan kami kepadanya mulai meningkat dan aku mulai berharap untuk bisa disembuhkan secara total oleh beliau.


"Ini sudah waktunya kita menyapa beliau."


"Em."


Akhirnya beliau menyelesaikan urusan pemberian hadiah dan mempersilahkan para tamu untuk menyapanya. Kami membentuk barisan panjang untuk mengantri dan posisi aku berada di antrian depan.


"Yang Mulia, boleh saya berteman dengan putri Anda?"


"Tidak boleh."


"Eh? Bukankah anak-anak lainnya Anda perbolehkan?"


"Memang hanya kamu yang tidak diperbolehkan. Pokoknya jangan pernah mendekati anak-anakku."


"K-Kenapa!?"


"Jangan bertanya lebih lanjut. Aku melihat, kamu baru saja menyakiti maid kami. Aku tidak ingin sikap burukmu mempengaruhi Atla dan yang lainnya."


Seorang anak yang pernah aku lihat menyakiti pelayan di sini terkena larangan oleh beliau. Itu sungguh aneh karena beliau seharusnya belum tiba di tempat ini pada saat kejadian, tapi bagaimana dia bisa mengatakan kalau dia melihatnya sendiri?


Ketika anak itu menyadari kesalahannya telah diketahui, dia mulai terlihat panik dan berkeringat. Lalu seorang pria pendampingnya meminta maaf menggantikan anak itu dan menyingkir dari antrian.


Tampaknya suasana dewa sedang bagus, dia tidak memarahi anak itu dan langsung memaafkannya. Aku hanya bisa berharap kalau itu adalah sikap sesungguhnya beliau karena sebentar lagi adalah giliran kami untuk menghadap.

__ADS_1


"Gils Loran Mouri dan Isabella Loran Mouri mengucapkan selamat atas ulang tahun ketiga putri Anda, Lord Albert."


Ayah menyapa dewa yang sedang duduk di sofa bersama anak-anaknya. Aku hanya mengikuti ayah memberi hormat, aku sangat gugup.


"Isabella, ya... Kamu anak yang manis, tapi kenapa kamu terlihat tidak menikmati pestanya? Apa makanan di sini tidak sesuai dengan seleramu?"


(Huh? Dewa baru saja bertanya padaku? Apa aku telah berbuat salah hanya karena aku diam saja?) —Kepalaku dipenuhi dengan banyak pertanyaan, itu membuat aku semakin gugup berhadapan dengan beliau. Selain itu, apakah dia memperhatikan kami semua?


"Lord Albert, putriku mengidap suatu penyakit yang membuat dia menjadi lemah. Dia tidak bisa bergerak terlalu sering."


"Ya ampun, kesian sekali padahal kamu sangat cantik."


"K-Karena itu, Lord Albert. Bisakah Anda menyembuhkan penyakit putri saya? Saya memohon kepada Anda!"


"Biar aku lihat dulu penyakitnya."


Ayah bersujud di hadapan beliau. Aku ingin melakukan hal yang sama tapi beliau sudah mau menuruti permintaan kami. Jadi...


"Hmm, penyakit dia tidak terlalu parah, atau bisa terbilang baru. Seharusnya ini masih bisa dihilangkan dengan ramuan tingkat rendah."


Seseorang bernama William menganalisa diriku setelah disuruh oleh Lord Albert.


"Tuan, putriku pernah diberi potion dari kepala pendeta kuil Anda. Ramuan itu menghilangkan seluruh penyakit di tubuh putriku namun dia berkata penyakit itu bisa muncul kembali."


"Oh, penyakit bawaan, ya. Begitu rupanya, pantas saja penyakit di tubuh putrimu seperti baru saja muncul, ternyata itu baru dihilangkan dengan potion. Tuan Albert, kupikir anak ini perlu diobati secara keseluruhan supaya penyakitnya benar-benar menghilang."


"Ah, jadi itu bukan kutukan sungguhan."


"Siapa bilang itu kutukan. Jika hanya sekedar kutukan, pendeta-pendeta kami pasti bisa menghilangkannya."


Ayah, bukannya dia sudah tahu kalau penyebab tubuhku lemah bukan karena sebuah kutukan? Ternyata dia masih tidak percaya ucapan kepala pendeta itu sampai sekarang.


"Penanganan secara keseluruhan. Maksudmu, pembaruan?"


"Iya, itu untuk mencegah datangnya penyakit lain. Lebih baik Anda merombak semuanya."


"Hmm, sihir [Kesuburan] Clara memang bisa menyempurnakan genetik makhluk hidup. Baiklah, kuharap ini bisa membuat kamu hidup bahagia, gadis kecil."


Setelah berdiskusi dengan pria bernama William, beliau memberi aku sihir. Itu terasa sangat aneh karena seluruh bagian tubuhku terasa sangat panas, tapi setelah itu aku sama sekali tidak merasakan apapun. Seperti tidak ada perbedaan dengan sebelumnya.


"Bagaimana perasaanmu sekarang?"


"Eh? Aku, baik-baik saja, kurasa."


"Itu bagus, pengobatannya selesai tanpa ada efek samping."


"Itu selesai? Aku seperti tidak merasakan adanya perbeda-- ah, tidak. Penglihatan dan pendengaranku seperti lebih baik dari sebelumnya."


"Itu tentu saja tidak ada perbedaan karena kamu belum lama ini telah menggunakan Potion kuil."


Lord Albert mempertanyakan kondisiku dan pria bernama William menjawab pertanyaanku. Ini semua sudah selesai, apa benar-benar semudah itu untuk menyembuhkan penyakitku?


"Hamba sangat berterimakasih atas kebaikan Anda karena sudah mau menyembuhkan penyakit putriku, Lord Albert. Mulai detik ini, saya bersumpah akan selalu setia menyembah Anda."


"Ga-Gapapa, kok. Aku senang bisa membantu menyembuhkan penyakit putrimu."


"Anda, sungguh murah hati, My Lord."


Ayah bersikap sangat berlebihan. Aku ingat kata-katanya barusan, ternyata dia benar-benar akan menyembah dewa ini.


"Kenapa? Sepertinya masih ada sesuatu yang mengganggumu?"


"Ah, tidak, Yang Mulia. Saya hanya tidak bisa mencerna percakapan karena semuanya terjadi begitu cepat. Padahal ini adalah penyakit turun temurun keluarga kami, dan semua orang berpikir kalau rambut putih dan mata anehku adalah sebuah kutukan. Aku hanya tidak menyangka kalau semuanya benar-benar sudah berakhir."


"Hmm, bagaimana aku harus menjelaskannya, aku dengar bangsawan sering melakukan pernikahan antar sesama saudara yang masih sedarah atau sekerabat hanya demi mempererat hubungan mereka. Namun sebenarnya itu tidak benar untuk dilakukan. Jika kamu ingin menikah, kuharap kamu bisa menghindari pernikahan seperti itu dan mencari pasangan dari luar garis keturunanmu, cari sesama orang sehat tentunya. Dan untuk rambut serta mata heterokromia mu, itu hanyalah kelainan genetik (kukira kelainan seperti ini hanya ada pada hewan, ternyata manusia di sini juga mengalaminya). Yah, intinya kamu baik-baik saja, malahan kamu dengan rambut dan mata itu terlihat sangat cantik. Ah, benar juga..."


Dia berbicara panjang. Jadi alasan kenapa keluarga kami memiliki penyakit yang sama dikarenakan kami selalu melakukan pernikahan politik? Eh, apa aku berpikir benar?


Selain itu, setelah dia menggumamkan sesuatu, dia seperti mulai mencari sesuatu dan mengeluarkan sebuah riasan rambut berbentuk burung berwarna biru setelahnya. Itu sangat indah karena kilauannya.


"Ini pertama kalinya aku melihat gadis manusia terlihat sangat cantik, jepit rambut ini sebagai bukti dariku bahwa kamu adalah anak manusia pertama tercantik yang pernah aku temui."


"Eh...?"


Aku baru saja mendapatkan sebuah jepit rambut dari seorang dewa.


"I-Ini sebuah berkah untuk kami. Terimakasih, Lord Albert!!"


"Tidak apa-apa, aku hanya berharap putrimu dan kamu mau memperlakukan keluargaku dengan baik ketika kami bermain ke wilayah kalian."


"Lord tenang saja, saya berjanji akan memperlakukan seluruh keluarga Anda seperti saya memperlakukan Anda."


Bersama dengan ayah, aku juga ikut berterimakasih di sana. Entah kenapa, setelah beliau memberi aku sebuah aksesoris, aku merasa sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2