
Anak-anak merasa senang setelah diberikan senjata.
Aku tidak tahu kenapa, tapi kalimat di atas terlihat tidak benar.
Meski begitu, mereka tidak benar-benar diperbolehkan menyimpan sendiri senjata mereka.
Kami masih perlu memberikan mereka arahan agar mereka tidak menggunakan sejumlah senjata itu secara sembarangan.
Bagaimanapun juga, itu masihlah senjata kelas Mistis, kelas tertinggi yang aku miliki dan keberadaannya sangat berpengaruh bagi dunia ini. Kami masih memiliki kekhawatiran jika itu digunakan secara sembrono.
Selama mereka masih berada di domain kami, keamanan mereka masih terjamin.
Ngomong-ngomong, di sini hanya ada aku, Merlin, Freya, Eliza, Atla, Eren, dan Alice. Sisanya hanya ada kuda peri.
Kami duduk di tengah-tengah taman bunga, dengan Eliza yang masih sibuk mengakrabkan diri dengan kudanya.
Mereka berdua sama-sama monster dan bisa saling berbicara. Jadi aku yakin mereka dapat saling memahami.
Selain itu, kuda paling unggul atau yang paling memiliki daya tarik tinggi masihlah kuda milik Ignis. Karena dia sangat keren, kupikir akan bagus jika aku menyebutnya "Kaisar kuda crimson".
Kesampingkan itu, menilai dari banyaknya keluarga kami, aku merasa kalau tempat ini memang lumayan sepi.
William dan Ignis sibuk mengurus pekerjaan mereka.
Leon, Saber, dan Alfred memiliki waktu liburan, jadi aku tidak tahu mereka sedang apa.
Niks mengurus para anggota baru.
Julius dan para Einherjar yang lain sedang menjelajahi dunia roh untuk mencari monster. Makhluk itu nantinya akan menggantikan posisi bos area yang sudah kami bunuh, mengisi lapisan yang kosong di Dungeon ini.
Nah, untuk itu, aku memesan agar tidak mencari terlalu banyak monster karena hanya tersisa tiga slot kosong, yaitu lantai 10, 60, dan lantai 70.
Lantai 10 adalah area ruang bawah tanah, jadi itu harus menjadi monster yang suka hidup di tanah.
Lantai 60 adalah padang pasir dengan banyak kadal beracun, dan lantai 70 merupakan tempat di mana monster Death Dragon pernah tinggal.
Nah, aku heran kenapa di dunia roh elemental ini — atau juga sering disebut sebagai dunia peri — terdapat roh jahat.
Tidak, mungkin aku salah memahami sesuatu. Undead itu hanya terdapat di Dungeon ini, jadi aku harus bertanya kepada Levi — di mana dia telah mendapatkan sejumlah makhluk seperti itu.
Aku juga bertanya-tanya, apakah dia mengelilingi dunia untuk mencari monster bagus untuk ditempatkan di rumahnya (Dungeon)?
Kurasa, asumsi seperti ini lebih baik daripada menganggap Undead dapat muncul di dunia peri.
Ngomong-ngomong, Bos Undead itu sekarang sudah aku hidupkan, dan sedang berkeliling kastil dengan Luminous.
Ah, mungkin Leon juga bersama dengan mereka.
Undead itu bernama Rin. Karena Rin sudah dihidupkan kembali, sekarang dia bukan lagi Undead.
Terakhir Kaguya dan Titania. Kaguya sibuk mengurus berbagai macam keperluan untuk pesta. Untuk itu, sebagai rekannya, Titania ikut membantu.
Mereka cukup akrab. Kupikir, mereka akan menjadi saingan untuk membuktikan siapa hamba "yang" paling terbaik. Tapi untungnya itu tidak pernah terjadi.
Setelah ini, aku dan keluargaku akan pergi untuk berbelanja ke kota. Mencarikan pakaian yang bagus untuk Atla dan Eren karena mereka berdua sudah tumbuh besar dengan baik.
Untuk Alice, karena dia bisa menggunakan pakaian kedua kakaknya, kami hanya akan membeli beberapa aksesoris untuknya. Namun sebelum itu...
«Master, ada satu hal yang ingin aku sampaikan.»
Hydra menghubungi ku melalui telepati.
Di saat-saat seperti ini, entah kenapa aku memiliki firasat yang tidak nyaman.
Ini bukan firasat buruk, ini hanya keadaan yang tidak nyaman karena Hydra selalu menimbulkan kejadian-kejadian yang tidak terduga.
Ngomong-ngomong, lokasiku masih belum berubah. Kami masih berada di taman eden sambil menikmati teh dan cemilan.
«Katakan, apa itu?»
Sambil menyesap teh, aku melanjutkan pembicaraan.
«Yah, ini bukan masalah serius. Saya hanya baru mendapatkan kembali beberapa informasi spesial dari ingatan masa lalu.»
«Oh, apakah kamu ingin curhat? Kalau begitu, kamu bisa keluarkan itu dan menceritakan kisah kamu kepada kami. Kami pasti akan menjadi pendengar yang baik.»
«Bukan itu. Saya tidak seperti Master, saya tidak memiliki sejarah kelam.»
«Oi, aku tidak ingat pernah mengalami hal seperti itu.»
«Ya, saya juga tidak. Mari kita kesampingkan itu. Sebenarnya hal yang saya ingat, ini menyangkut tentang putri kecil Anda, Alice.»
«Hm? Ada apa dengannya?»
«saya ingat pernah mendengar monster dengan sebutan "Ibu dari segala monster". Dia adalah makhluk buas yang sangat berbahaya. Memiliki jumlah energi yang sangat banyak dan hampir bisa menyamai kekuatan kami para Divine Monster. Atau bisa dibilang, dia memang Divine Monster sesungguhnya.»
«Tunggu, kenapa kamu menceritakan hal yang begitu mengerikan? Apa monster yang kamu maksud itu benar-benar Alice kami?»
«Tidak salah lagi. Anak ini mungkin masih kecil untuk saat ini, namun ketika dia sudah dewasa, ukuran tubuh dan energinya akan jauh lebih besar lagi. Mungkin bisa menyamakan energi kepunyaan Luminous sebelum bergabung dengan Levi.»
Serius!?
Putriku, akan berkembang menjadi monster??
Tidak, dari awal dia memang monster. Tapi ini sungguh mengejutkan.
Sebelum bergabung dengan Levi, kepulihan energi Luminous sudah mencapai 7 juta poin. Tentu saja, ini jumlah yang sangat besar.
Dan Alice akan memiliki jumlah energi sebesar itu ketika dia dewasa?
Sungguh, apakah dunia ini mengerti keseimbangan kekuatan!?
«Tapi, butuh berapa lama dia berkembang sampai sejauh itu?»
Benar, mengingat Gargantua. Monster biasa dengan energi tiga juta sudah memiliki riwayat hidup selama ribuan tahun.
Itu, apakah aku masih hidup untuk bisa melihat Alice dewasa?
«Yah, Anda pasti bisa menduganya sendiri. Tapi bukankah lebih baik kita membesarkannya sekarang?»
«Hei, jangan pernah katakan itu lagi. Aku masih ingin dia terlihat kecil.»
«Bukan, maksud saya, kita hanya perlu memberi energi dalam jumlah besar untuknya.»
__ADS_1
«Untuk apa kita melakukan itu? Jumlah energi dia saat ini bahkan sudah cukup gila, menurutku.»
Sejak awal kami bertemu dengannya, jumlah energi Alice sudah mencapai satu juta poin.
Kurasa, bukan ide bagus jika kita menambahkan jumlah cadangan energinya.
«Bukankah ini untuk keamanan Alice sendiri? Sama seperti program perkembangan Atla dan Eren, kita harus memberikan sejumlah energi agar dia dapat menguasai berbagai macam kemampuannya sejak dini.»
«Tidak, Tidak, seharusnya jumlah satu juta poin sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pelatihannya, kan?»
«Ya ampun, Master bukan monster, jadi Anda pasti tidak akan mengerti. Sekarang saya akan memberi penjelasan. Tubuh monster dan manusia berbeda. Tidak seperti Atla dan Eren, Alice memiliki wujud asli sebagai monster rubah, dan sudah pasti cara bertarung yang dia miliki akan sangat berbeda dengan gaya bertarung manusia. Kita lihat Luminous sebagai contoh. Dia adalah naga, dan gaya bertarungnya adalah menyemburkan serangan dari mulutnya. Jika kita mempertimbangkan perspektif ini, Alice sebagai keturunan "Ibu dari segala monster" sudah pasti memiliki keahlian uniknya tersendiri.»
Asumsi Hydra adalah Alice pasti memiliki skill dari darah pendahulunya.
Jika dipikirkan dengan baik, kemungkinannya memang tidak rendah.
Sama halnya dengan William, Ignis, dan Leon — masing-masing dari mereka memiliki keahlian uniknya tersendiri yang berasal dari spesiesnya.
Merlin dan Freya juga sama. Masing-masing dari mereka memiliki skill [Valkyrie mode] di mana pemilik skill merupakan ras Archangel.
Bila aku mempertimbangkan ini, kurasa memberikan sejumlah energi kepada Alice memang tidak ada salahnya.
Selain itu, sebenarnya aku juga sedikit tertarik dengan ide ini.
Melihat anak sendiri dapat berkembang, merupakan hal yang didambakan semua orang tua.
Terlebih lagi, hal ini dapat menjamin tingkat keamanan Alice di masa mendatang. Orang tua mana pun pasti lebih bahagia melihat anak mereka aman dan sehat.
Benar juga, apakah ini hal yang baik untuk dilakukan?
"Freya, tolong bawa Alice ke sini."
Karena Freya sedang berada di sebelahku, aku menyuruhnya.
Freya hanya mengatakan "baik" dan langsung pergi untuk mengambil anak itu.
Tidak seperti ibu-ibu rumah tangga biasa, Freya lebih disiplin. Dia pasti memiliki pertanyaan dikepalanya, tapi dia lebih memilih menuruti perintahku dan akan bertanya setelah melaksanakan perintah.
Sedangkan Alice, dia sedang bermain dengan kakaknya di dekat para kuda peri.
Posisi kami tidak jauh, juga tidak dekat. Daripada memanggilnya dengan berteriak, kami lebih memilih mengambilnya.
Nah, kebiasaan ini juga memperlihatkan perbedaan budaya. Kami tidak suka berteriak karena itu perilaku yang kurang baik.
Karena terkadang aku sering menemui ibu rumah tangga biasa sering berteriak untuk memanggil anak mereka yang sedang bermain.
Sang anak yang sedang berenang-senang sudah pasti tidak ingin kesenangan berhenti begitu saja. Akhirnya, ibu itu merasa kesal karena anaknya tidak mengindahkan panggilannya.
Yah, pikiran kami memang tidak sampai sejauh itu. Tapi setidaknya, kami mengerti sifat anak-anak, dan lebih memilih untuk mengatasinya daripada memarahinya.
Mungkin ini merupakan salah satu faktor kenapa keluarga kami bisa sangat damai.
"Kamu ingin melakukan apa, Sayang?"
Merlin bertanya dengan wajah penasaran.
Dari kalimatnya, bukankah Merlin sudah mengira bahwa aku ingin melakukan sesuatu?
Yah, aku memang ingin melakukan sesuatu, tapi kenapa hanya memanggil putri sendiri, dia bisa memprediksi sampai sejauh itu?
"Aku akan menjelaskannya ketika Alice sudah datang."
Aku hanya menjawab itu. Beberapa menit kemudian, Freya datang dengan Alice.
"Ada apa, Ayah?"
Sudah menjadi hal wajar untuk Alice bertanya.
"Aku ingin memberi... Kekuatan. Apakah kamu menginginkannya?"
Sambil mengangkat Alice, aku bertanya.
Kemudian Freya menyela dari samping...
"Tunggu, bukankah Alice sudah memiliki banyak Mana? Kenapa harus ditambahkan lagi?"
Freya bertanya. Ini bukan karena tidak suka, tetapi dia hanya khawatir.
Sebelum aku mendengar penjelasan dari Hydra, aku juga sempat khawatir. Jadi kita memiliki pola pikir yang sama.
Sedangkan Alice, dia terlihat tidak mengerti sama sekali.
Untuk mempercepat, aku menjelaskan bahwa Alice merupakan makhluk legenda yang terkenal sangat kuat. Dan jika aku memberikan kekuatan tambahan, mungkin dia akan mendapatkan skill atau semacamnya.
Namun, setelah aku menjelaskan, Freya tampak sangat terkejut.
"Tidak, Tidak, tunggu sebentar. Dari mana kamu tahu kalau Alice merupakan keturunan monster legenda. Mendengar dari penjelasan kamu, bukankah itu akan mengarah ke "Ibu dari segala monster"?"
"Ah, jadi kamu sudah mengetahui itu?"
"Ughhh, aku hanya melupakan ini. Monster seperti itu sudah tidak pernah terlihat lagi di bumi. Kupikir mereka sudah punah. Tapi sekarang Alice merupakan keturunan mereka?"
Freya tampak sangat terkejut dan memiliki wajah yang bermasalah.
"Yah, itu tidak penting lagi. Sekarang, aku ingin melihat Alice dalam kekuatan penuhnya. Apa itu diperbolehkan?"
Aku meminta izin.
Kami adalah orang tua Alice, oleh karena itu, kami harus memiliki kesepakatan agar tidak terjadi pertengkaran.
Mendengar pertanyaanku, wajah Freya semakin bermasalah. Kemudian dia mengambil anak itu dari tanganku.
"Apa dia akan baik-baik saja?"
Freya bertanya.
Untuk menjawabnya, aku mendapati masalah. Bagaimanapun juga, kami belum pernah mencobanya, jadi aku tidak mengetahui hasilnya.
"Kurasa, itu tidak apa..."
"Kurasa? Apakah kamu ingin aku pukul?"
Ah, sial. Kenapa aku menjawabnya dengan ambigu seperti itu?
__ADS_1
"Maaf, biar aku ulangi. Aku yakin ini tidak apa untuk Alice. Aku ingin dia lebih mengenal kekuatannya dari sekarang. Selagi dia masih anak-anak, mengajari dia sekarang merupakan waktu yang tepat, bukan?"
Benar, saat ini Alice masih sangat aktif dan selalu bergerak. Mengajari berbagai macam hal di usia dia saat ini, merupakan tindakan yang paling tepat, kurasa.
Setelah mendengar rujukanku, Freya menatap Alice. Wajahnya penuh dengan keraguan.
Sedangkan Alice, dia hanya bingung menatap Freya.
Anak ini, ketika digendong, dia tidak pernah mengatakan hal apapun dan hanya memilih untuk diam. Tapi jika dilepas, anak itu akan aktif kembali dan melakukan hal apapun yang dia inginkan.
Aku heran kenapa dia memiliki sifat seperti itu, tapi aku menyukainya.
"Sigh, baiklah aku menyetujuinya. Tapi aku harus memegangnya selama proses pemberian."
"Tentu saja."
Jika diperhatikan, Freya dan Alice cukup mirip karena warna dan bentuk rambutnya sama.
Karena sudah mendapatkan persetujuan dari Freya dan Merlin, aku mulai memberikan satu juta poin kepada Alice.
Pertama aku ingin melihat bagaimana reaksinya setelah dia diberikan Nilai Jiwa.
"Hm! Aku merasa sangat kuat!!"
Tidak, sejak awal kamu emang sudah kuat. Kamu hanya tidak memiliki kata yang bagus untuk menggambarkan perasaan ketika mendapatkan energi.
Tapi ini bagus. Dia tidak tertidur, itu artinya dia masih bisa mendapatkan lebih banyak energi.
Namun...
"Eh, apa ini?"
Freya merasakan adanya keanehan.
Dia mulai memeriksa bokong Alice dan mendapatkan sebuah ekor.
Di sana, Alice mengeluarkan ekornya, berwarna oranye dan berbulu sangat lebat.
"Hmm? Sayang, aku melihat energi darimu mengalir ke ekor."
Merlin mengkonfirmasi keanehan kedua.
Ada apa dengan anak ini? Dia memiliki tubuh yang aneh.
"Ayah, lagi!"
Alice menuntut. Wajahnya terlihat sangat senang dan ekornya menggeliat ke sana ke mari.
Sungguh anak yang tangguh, mirip seperti ibunya.
Sesuai keinginannya, aku memberi satu juta poin ke dua, satu juta poin ke tiga, ke empat, ke lima, enam, tujuh, delapan, dan satu juta poin lagi ke sembilan kalinya.
Oi, oi, bukankah ini kyu-- tidak, Rubah Ekor Sembilan?
Aku terkejut. Di sini hanya aku yang takjub terlalu berlebihan karena hanya aku yang mengerti arti nama dari "Rubah Ekor Sembilan".
Masing-masing satu juta Nilai Jiwa telah tersalurkan dan menciptakan ekor lainnya. Ditambah dengan energi murni miliknya, Alice sudah memiliki sepuluh juta poin jiwa.
Mengesankan!!
"Kamu baik-baik saja?"
Sambil mencium Alice, Freya bertanya.
"Um!!"
Alice merasa sangat senang dan sembilan ekornya bergoyang ke sana ke mari.
"Sepertinya, aku harus menyuruh Titania untuk membuatkan pakaian khusus."
Sambil melihat Alice dengan senyuman, Merlin bergumam.
Ya, kita perlu baju untuk Alice karena sekarang dia tidak bisa mengenakan celana.
Saat ini, dia mengenakan gaun. Dan gaun itu terangkat karena ekornya sangat banyak dan berbulu.
Ngomong-ngomong, aku mendapatkan pesan dari Endrin. Dia menyebutkan bahwa aku memiliki tamu dari Kerajaan Herunia.
Kupikir, itu akan menjadi utusan Marcus, tapi yang mencariku kali ini adalah pedagang Martin.
Mendengar bahwa Kisman sudah kembali ke kerajaan, Martin langsung mendatangi istana kerajaan dan meminta seseorang untuk menghubungiku melalui bola kristal.
Dia benar-benar sangat berani. Namun keluarga kerajaan juga aneh karena mereka memperbolehkan Martin mengirim pesan melalui benda itu.
Dengan cepat, aku melacak lokasinya. Karena dia sudah memiliki lambang Hydra, proses pencarian dapat dilakukan dengan cepat.
Saat ini, kami sedang bahagia karena Alice memiliki peningkatan. Oleh karena itu, aku menyuruh seseorang untuk menjemputnya menggunakan gerbang transfer karena aku tidak mau meninggalkan Alice.
Kami bertemu di ruang kerjaku. Sambil menggendong Alice, aku duduk di bangku.
"Yo, sudah lama, ya?"
"Haha, saya terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai melupakan waktu."
Kami melakukan basa-basi.
Setelah itu, Martin memberikan laporan hasil penjualannya.
Seperti yang diharapkan, ramuan itu laku keras. Namun dia menyebutkan bahwa ramuan yang dikirim ke serikat pedagang sudah terjual habis.
"Secepat itu?"
"Haha, ini sudah sesuai perkiraan saya. Ramuan Anda benar-benar sangat mujarab. Banyak keluarga aristokrat membeli ramuan Anda dalam jumlah besar. Ini uang hasil penjualan ramuannya..."
Sambil mengatakan itu, Martin menyuruh kedua pengawalnya untuk membawakan satu peti besar berisi emas ke depanku.
Oh, itu sangat banyak. Tapi...
"Tidak perlu ditaruh di sini, sebenarnya..."
Kemudian aku mengatakan bahwa aku ingin menggunakan uang itu untuk membantu Martin mengembangkan perusahaan miliknya. Singkatnya aku berinvestasi.
Aku juga mengatakan banyak hal tentang rencana. Dia mendengar rencanaku dengan baik dan langsung mengerti.
__ADS_1
Setelah itu, aku memasok ramuan lagi untuknya dan dia kembali sambil membawa emas itu.
Tujuan dia mencariku, sebenarnya hanya untuk laporan dan ingin meminta alat komunikasi. Jadi aku meminta Endrin untuk mengurus semuanya.