
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
King D terkejut saat mengenali siapa orang dalam tabung tersebut. Namun, situasi yang tak menguntungkan, membuatnya kesulitan untuk membuka benda itu.
"Paman Jonathan! Berikan pengait untuk mengangkut tabung ini!" serunya lantang dari panggilan earphone.
DODODODOR!!
"Memang siapa dalam tabung itu, D?" tanya Jonathan seraya terus menembakkan senapan mesin ke arah para monster yang mencoba mendekati King D.
"Zurna! Isteri Paman James!" jawabnya lantang.
Praktis, mata Jonathan, Irina dan Obama Otong melebar. Mereka yang juga mengenali wanita itu segera menyiapkan diri untuk ikut menolong.
"Rusak aja tabungnya, D! Bukannya bisa dirusak pakai Silent Blue?" saran Obama.
"Oh, kau benar!" jawabnya langsung menarik pedang tajam itu dari sarung di pinggulnya.
SRING!
Mata Zurna melebar. Ia mengenali cahaya biru menyilaukan itu saat King D menyalakan sinar laser. Zurna terlihat seperti mencari posisi aman ketika King D mengarahkan ujung pedang itu ke bagian penutup tabung. Zurna memejamkan mata dan meringkuk ke bagian sisi kiri tabung agar tak terkena lelehan benda tersebut.
"King D! Awas!" seru Irina saat melihat dari kamera CD seorang monster berlari ke arahnya.
King D tetap fokus untuk melubangi bagian atas tabung. Namun, ia mendengar peringatan dari sang kekasih. King D memejamkan mata sejenak dan terlihat serius akan sesuatu. Irina dan lainnya panik karena King D malah diam saja seraya terus menusukkan ujung pedangnya ke penutup tabung.
"Harrghh!"
CRATT!!
"Hog! Ohok!" rintih monster tersebut saat King D tiba-tiba saja menjulurkan tangan kirinya ke samping, tepat ke arah datangnya orang sakit tersebut.
Mata silver-nya kembali menyala dengan kuku tajam menembus leher monster itu. Darahnya yang berwarna hitam menetes dari luka tusukan.
CRAT!! KRAK!! KRAK!!
Mata Irina melebar saat melihat King D menarik kuku tajamnya dan membuat monster itu jatuh ke samping. Kaki kiri King D dengan sigap menginjak kepala manusia itu berulang kali hingga tubuhnya mengejang, tak bisa bangun lagi.
"K-King D," ucap Irina sampai tergagap karena melihat kekasihnya berbuat keji.
Irina khawatir jika King D tak bisa disembuhkan mengingat kejadian lalu ketika pria itu dalam mode predator, akan sangat sulit kembali ke sifat manusianya.
"Irina! Fokus!" seru Jonathan karena CD yang diterbangkan Irina tak lagi mengeluarkan peluru.
__ADS_1
Saat Irina menyadari jika dirinya melamun, tiba-tiba saja ....
BRAKK!!
"Hah?" kejutnya ketika dua benda terbangnya diterkam oleh beberapa monster hingga jatuh dan rusak. Irina terpaksa merelakan dua benda itu dan bergegas menerbangkan CD yang lain untuk melindungi King D.
"D! Cepat selamatkan Zurna! Para monster ini menggila. Jumlah mereka tidak wajar!" seru Jonathan sampai harus mengisi ulang pelurunya karena para monster terus berdatangan.
Napas King D memburu. Ia terlihat berusaha mengendalikan kemampuan mata silver di mana hal itu paling sulit dilakukan karena merenggut sisi kemanusiaannya. Pedang Silent Blue masih ia genggam kuat dengan dua tangan dan terus bergerak mengikuti bentuk penutup tabung seperti kapsul itu.
"Cukup! Cukup! Kau akan membelahku! Hentikan! Hentikan!" teriak Zurna saat melihat ujung pedang itu hampir mengenai tubuhnya. Namun, King D yang masih berusaha untuk mengendalikan mata silver membuatnya kesulitan menentukan jati diri. "Arrghh!" teriak Zurna lantang.
Seketika, BRANGG!!
King D terperanjat. Matanya melihat ke arah penutup tabung yang tiba-tiba saja terlontar. Saat mata King D kembali tertunduk untuk melihat apa yang terjadi di dalam tabung, seketika, DUAKK!! BRUKK!! KLANG!!
"Hah, hah," engah Zurna yang akhirnya menggunakan dua kakinya untuk menendang penutup tabung yang sudah terbuka sebagian.
Zurna yang mengenali sosok King D meski awalnya ragu, akhirnya nekat untuk menendang wajah pria tampan itu dengan satu kaki saat ia berhasil bangun dari tabung. King D yang tak menyadari serangan itu jatuh terlentang di atas tanah dan pedang Silent Blue terlepas dari genggamannya.
"Harg, harg!" erang King D yang dengan sigap bangun, tapi dalam posisi merangkak. Mata Zurna melebar. Ia segera melompat keluar dari tabung dan melihat ke helikopter.
"Aku paling benci jika harus mempercayai hal yang dikatakan orang mustahil. Hanya saja, melihat dirimu yang sekarang, mau tidak mau aku harus percaya perkataan Nicolas. Dasar bocah gila, bagaimana bisa hal ini terjadi?" ucapnya geram dengan posisi seperti siap bertempur.
"Dia sudah tak waras, Jo!" balas Zurna berteriak seraya menunjuk King D.
"Bertahanlah! Kita masih bisa meredakan amukan King D dengan bius! Tangkap!" seru Jonathan seraya melemparkan sebuah pistol berisi obat tersebut.
Zurna segera menangkapnya, tapi saat ia akan menembak tubuh King D, matanya menangkap pergerakan besar di mana para monster bermunculan begitu saja. Sedang King D, terlihat makin buas dan seperti sudah dikuasai sepenuhnya oleh mata silver itu.
"Hehe, maaf, D. Bukannya licik, tapi ... kau akan lebih berguna dalam mode liar seperti itu. Jadi ... tuntaskan ya," ucap Zurna dengan seringai.
DUAK!
"HARGHH!" raung King D saat Zurna dengan sengaja menendang sebuah batu berukuran kepalan tangan orang dewasa ke tubuh pria bermata silver itu. King D mengamuk dan dengan sigap berlari ke arah Zurna siap menerkamnya.
"Tante Zurna!" seru Jonathan dengan mata melotot saat Zurna dengan sigap menarik gagang pedang Silent Blue yang jatuh tak jauh dari kakinya menggunakan ujung pistol bius.
Zurna merobek baju seorang monster yang berhasil King D lumpuhkan meski belum menewaskan. Ia lalu melilitkannya di tangan kiri dengan cepat.
"Harghh!" erang King D siap mencabik tubuh Zurna.
Namun, salah satu anggota SYLP itu dengan sigap merunduk setelah berhasil menggenggam pedang Silent Blue meski harus menahan sengatan listrik di tangannya.
__ADS_1
"Heyahh!"
KRASS!!
"Jonathan! Tarik aku cepat!" seru Zurna saat berhasil menebas tali pengait di pinggang King D dan melilitkan tali itu di tangan kirinya kuat.
"Oh! Cerdik sekali!" seru Jonathan yang akhirnya meninggalkan senapan mesinnya dan kini menarik tali demi menyelamatkan Zurna.
King D berusaha menangkap Zurna, tapi wanita cantik itu berhasil melayang di udara dan tak terjangkau kuku tajam putera Javier tersebut.
"Tante!" seru Jonathan saat menangkap tubuh Zurna dan mendudukkannya di lantai helikopter.
Napas Zurna tersengal. Ia yang hanya mengenakan celana pendek sepaha dan bra sport membuat tubuhnya tampak begitu atletis padahal sudah berumur.
"King D!" seru Irina panik karena kini pemimpin tim mereka didatangi oleh sekumpulan orang-orang sakit yang ingin membunuhnya.
"Biarkan saja. Aku ingin lihat kemampuan dari mata silver-nya. Oleh karena itu, ia sengaja kutinggalkan tak kusembuhkan," jawab Zurna santai seraya meletakkan pistol dan pedang Silent Blue di lantai helikopter.
"Woo, sengaja!" seru Obama ketika ikut bergabung dan membiarkan helikopter terbang melayang di atas kumpulan para monster yang tak bisa menjangkaunya.
Irina yang awalnya panik malah merasa sedikit lega usai mendengar pengakuan Zurna. Meski demikian, Irina tetap menembaki para monster agar King D tak kewalahan. Benar saja, King D dalam mode predator ternyata sangat mampu untuk melawan para monster yang sama beringas dengan dirinya. Zurna dengan santai mengamati ditemani Jonathan dan Obama Otong dari atas helikopter pada pintu samping yang terbuka. Wanita tangguh itu mengenakan seragam tempur Black Armys yang diberikan Obama untuk melindungi tubuhnya.
"Hei, jangan diam saja. Lihat dari mana datangnya para monster ini. Jangan bilang jika mereka sengaja dilepaskan oleh orang-orang bertopeng itu. Awas saja jika benar. Aku tak segan meledakkan mereka semua meski jumlah manusia semakin menipis," geram Zurna yang membuat mata Jonathan serta lainnya melebar.
"Maksudnya gimana? Jangan bilang kalo Tante udah ketemu sama Hope," tanya Obama menduga.
"Heh, jadi kalian sudah tahu ya jika musuh kita sekarang Hope? Baguslah. Aku senang karena bertemu kalian. Saatnya untuk menghajar keparatt itu. Dia membuat James-ku menjadi budaknya. Tak bisa dimaafkan," ucapnya geram seraya menguncir rambutnya seperti ekor kuda.
"Serius? Tante sudah bertemu Hope? Bahkan bertemu Om James?" tanya Jonathan langsung melotot. Zurna mengangguk, tapi ia sepertinya penasaran akan suatu hal. "Irina, jaga King D. Dan kau, jiplakan Eko, terbangkan helikopter ke sisi Barat. Aku melihat para monster terus datang dari sana," pinta Zurna seraya menunjuk ke arah Barat.
Obama tampak ragu, tapi pada akhirnya mengangguk saat Jonathan dan Irina sepakat dengan permintaan Zurna. King D yang masih bernafsu untuk bertempur mengalahkan para monster, tak peduli jika dirinya ditinggal oleh helikopter meski ia masih diawasi oleh Irina menggunakan CD yang terbang sedikit tinggi agar tak tertangkap tangan para monster seperti sebelumnya. Zurna berdiri di samping Obama pada kokpit ketika helikopter terbang menuju ke wilayah yang Zurna sebutkan.
"Itu dia! Itu pangkalan Hope! James sengaja melemparkan tabungku dari atas helikopter saat anak buah Hope sadar jika aku dibangkitkan olehnya!" seru Zurna menunjuk sebuah bangunan yang lebih mirip seperti Gereja di sebuah kepulauan bernama Faroe negara Skotlandia.
"Benarkah? Kukira markas Hope berada di Robicon Coorporation Islandia?" tanya Jonathan bingung.
"Mereka sudah pergi meninggalkan tempat itu. Hope sama seperti kita. DIa memiliki pangkalan yang masih berdekatan dengan markas para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle. Oleh karena itu, semua pergerakan kita terpantau oleh mereka. Hope sangat jeli. Aku yakin, dia bukan orang sembarangan. Buktinya, James dan Han berhasil ditangkap olehnya," jawab Zurna dengan mata menyipit, tapi membuat Jonathan, Irina dan Obama tertegun akan hal itu.
Tiba-tiba, TET! TET! TET!
"Misil!" seru Zurna saat melihat sebuah misil meluncur dari arah gereja yang menjadi sasaran mereka. Praktis, mata semua orang melotot karena tak siap dengan serangan tersebut.
***
__ADS_1
masih lemes uyy. selamat akhir pekan. jangan lupa serahkan seluruh harta kalian ke novel King D berupa like, komen, vote vocer, rate bintang 5, tips pon dan koin ya. kwkwkw edisi nglunjak biar semangat up!