KING D

KING D
Mata Lainnya*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Sedang di tempat King D berada.


Pesawat yang ditumpanginya mendapatkan serangan kejutan dari anak buah Hope ketika memasuki wilayah Australia. Benua itu telah dikuasai oleh putra Raden dengan pasukan bertopeng miliknya. King D dan orang-orangnya yang tak mengetahui hal itu kini dalam masalah besar karena kendaraan mereka dihujani persenjataan mematikan.


DODODODOR!!


"King D!" teriak Gibran panik saat melihat King D nekat keluar dari pesawat dan berjongkok di atas badan besi itu untuk menghalau misil-misil menggunakan laser Silent Gold yang tersedia dalam peti persenjataan di pesawat.


Suara ledakan terdengar bersahut-sahutan saat King D menembakkan peluru-peluru HIT yang kemudian menempel pada badan misil dan meledakkannya. Pesawat berguncang hebat karena gelombang ledakan. Hal itu menyebabkan Ivan dan Shamsa makin kerepotan mengendalikan benda terbang itu.


Anggota tim yang lain fokus melakukan serangan balasan ketika misil-misil meluncur dari daratan untuk menjatuhkan pesawat saat sedang melintasi kawasan gurun. Namun, persenjataan Vesper dan Boleslav Industries sangat jarang luput dari bidikan.


Benar saja, SWOSH!! JLEB! PIPIPIPI!


"King D! Tombak JERA!" pekik Gibran saat melihat tombak warna hitam itu menancap di bagian ekor pesawat.


Praktis, mata King D melebar. Ia segera menyarungkan pedang Silent Gold di punggung dan senapan HIT di samping pinggang.


"Hargh!" erangnya seraya berlari di atas atap pesawat dengan sepatu magnet melawan terjangan angin yang kuat.


Ivan dan Shamsa fokus mengemudi karena mereka harus menghindari serangan tembakan CD yang mengejar pesawat. Saat King D hampir tiba di ekor pesawat untuk melepaskan tombak JERA, seketika ....


BLUARRR!!!


"Arghh!"


"D!" panggil Irsyad panik ketika melihat pijakan King D hancur dan membuat lelaki itu terkena dampak gelombang ledakan.


Ekor pesawat rusak dan benda terbang itu mulai kehilangan kendali karena terbang dengan asap pekat disertai kobaran api.


"Kita akan mendarat darurat. Siapkan diri kalian!" titah Shamsa saat melihat alarm dalam pesawat berbunyi nyaring disertai lampu merah berkedip tanda kerusakan sistem.


Ivan mencoba menstabilkan laju pesawat agar tak menghantam bangunan dan membuat para penumpangnya tewas sebelum evakuasi.


"Cepat! Kami tak bisa menahannya lebih lama lagi!" teriak Shamsa bersiap melontarkan kursinya saat pesawat tak lagi bisa dikendalikan.


"King D belum mendapatkan parasut!" teriak Irsyad mencoba menolong King D yang bergelantungan pada bingkai pintu palka belakang pesawat agar tak jatuh dari ketinggian.


King D berusaha memanjat meski hal itu sangat sulit karena kakinya menapak udara. Ia berusaha menarik tubuhnya ke dalam pesawat dari pintu palka yang terbuka. Irsyad dan Gibran telah siap dengan tas parasut dikenakan.


"Argh! Agg," erang King D masih berusaha bertahan saat benda terbang itu mulai meluncur ke bawah dengan cepat.


"Tak ada waktu lagi! Kita akan bertemu di daratan. GPS pada tas parasut akan menuntun kita untuk bertemu," terang Ivan yang diterjemahkan oleh kalung di lehernya.


"Hah, ta-tapi King D ...," jawab Gibran bingung.


"Lemparkan tas itu! Masukkan granat tabung dan senjata peleleh logam. Cepat!" titah King D dengan setengah tubuh masih terlihat pada ujung pintu palka mempertahankan posisinya.


Gibran mengangguk mantap. Ia melakukan yang King D minta. Irsyad mengaitkan tas itu dengan tali ke bangku pesawat saat dilemparkan ke arah putra Javier. Saat King D berusaha meraih tasnya.


JLEB! PIPIPIPIPI ....

__ADS_1


"JERA!" pekik Irsyad saat melihat tombak hitam berhulu ledak itu kembali menancap di pintu palka belakang tempat King D bertahan.


Praktis, mata lelaki yang telah kehilangan sebagian kemampuan supernya terbelalak seketika.


"KING D!"


"Heyah!" serunya saat berhasil meraih tas yang terkait dengan tali menggunakan satu tangan.


BLUARRR!!


"AAAAA!"


"King D!" teriak Gibran melihat King D terhempas dari badan pesawat dan membuatnya terombang-ambing di udara.


Tas yang berhasil diraihnya terlepas dari genggaman. King D panik saat ia terbang bebas dan siap jatuh menghantam permukaan. Namun, ia melihat ada 4 parasut terlontar dari pesawat sebelum menabrak wilayah pemukiman. King D tahu jika Ivan, Shamsa, Gibran, dan Irsyad berhasil meninggalkan pesawat. Ia lega, sayang nyawanya kini terancam.


"Hah, hah, agh!" erangnya saat berusaha meraih tas ketika tubuhnya masih melayang di udara.


Saat King D berusaha menyelamatkan nyawanya, sekumpulan CD mendatanginya dengan moncong senapan terarah ke tubuh. Praktis, mata King D melebar. Namun, dengan sigap ....


SRINGG!! KRASS!!


King D menarik gagang pedang Silent Gold di punggung. Ia menyalakan laser dan menebas CD yang berjarak paling dekat dengannya. Para CD terus mengikuti pergerakan King D. Pria itu berusaha menjatuhkan benda terbang bersenjata itu dengan pedangnya. Sayang, kali ini pengendali CD tak membiarkan King D menghancurkan drone tersebut.


DODODODOR!!


"Arghh!" erang King D saat peluru-peluru tajam itu menembak bagian punggung.


CRAT!!


"Argh!" erang King D ketika peluru tajam itu berhasil melubangi kain pelapis dan bersarang di pahanya. Namun, hal itu memicu jiwa predatornya. "Hempf, hempf ...."


DOR!!


"HARGHHH!" raungnya dengan mata silver menyala.


Seketika, KRAKK!! BLUARRR!!


King D menangkap satu buah drone yang masuk dalam jangkauan tangannya. Ia meremukkan benda itu dengan dua tangan lalu dilemparkan ke drone yang lain. Praktis, dua drone meledak sekaligus akibat saling berbenturan. Hingga matanya melihat jarak jatuhnya semakin dekat. King D melihat sekitar di mana dua buah drone masih mengejar dan mendatanginya dengan cepat. King D mendapati tasnya telah jatuh lebih dulu ke sebuah pohon. King D yang telah mampu mengendalikan sisi predatornya, dengan sigap meruncingkan kuku tajam untuk melindungi diri.


"Harghh!!"


King D menangkap dua buah drone terakhir yang ia jadikan pegangan agar tak jatuh dengan keras ke permukaan. Pengendali CD terkejut dan berusaha membebaskan drone tersebut dari genggaman kuat tangan King D. Namun, beban tubuh pria bermata silver itu lebih berat yang membuat dua benda terbang itu ikut jatuh bersama penumpangnya ke bawah.


SRAK! SRAKK!! KRAKK! BRUKK!


"Argg, aggg," erangnya ketika tubuhnya jatuh di sebuah pohon berdaun lebat.


Namun, hal itu membuat dua buah CD ikut rusak dan tak lagi bisa terbang. Napas King D memburu dan segera bangkit mendatangi dua benda itu.


KRAKK!! KRAKK!!


King D menginjak dua benda itu bergantian dengan sepatu magnetnya. Hanya saja, hal itu diketahui oleh anak buah Hope jika King D gagal dibunuh dan kini berhasil selamat.

__ADS_1


"Buru dia dan habisi! King D tak boleh hidup atau rencana tuan Sengkuni akan gagal!" titah pria dengan tangan bertato saat melihat buruannya selamat.


"Laksanakan!" jawab para pria bertopeng serempak.


King terlihat fokus saat ia berlutut dengan satu kaki ditekuk tempat peluru bersarang. King D memejamkan matanya rapat seraya menahan pahanya yang berdarah itu dengan dua tangan.


"Hargghh!"


DUK!!


Peluru tersebut berhasil ia keluarkan dengan mengomandoi otot-otot di sekitar paha untuk mendorong benda itu keluar dari tubuhnya. Napasnya terengah, tapi kini rasa mengganjal dan nyeri itu bisa ia tahan karena kemampuannya untuk memulihkan diri dengan cepat. King D melihat sekitar dan mendapati tasnya tersangkut di atas sebuah dahan pohon besar. King D menarik napas dalam meski masih harus jalan tergopoh karena tubuhnya sedang memulihkan diri.


"Hargh!" erangnya saat menggunakan kemampuan dari kuku tajam untuk membantunya memanjat layaknya macan tutul sedang naik ke atas pohon.


King D memanjat dengan cepat dan berhasil meraih tasnya. Ia segera membuka tas dan mengecek isinya. Hingga tiba-tiba, King D mendengar ada suara samar di kejauhan seperti sekumpulan orang-orang berlari. Namun, fokus King D berubah ketika melihat seekor burung bertengger di dahan seperti tak menganggap keberadaannya sebagai ancaman. Seketika, mata King D berubah. Pria itu mengedip-ngedipkan mata saat merasa seperti bisa berkomunikasi dengan burung itu.



"Cari seorang wanita, pria dengan kalung besi di leher, dan dua orang laki-laki di mana mereka semua berpakaian sama denganku," ucapnya seraya menatap burung itu dengan mata berubah menjadi putih seluruhnya tak seperti Neil.


"Cuit ... cuit ... cuit!"


Burung itu seperti paham dengan permintaan King D. Ia segera terbang meninggalkan pohon. Sedang King D, semakin memanjat tinggi dan menutup diri memanfaatkan daun rindang agar tak diketahui musuh. Pria itu mengawasi sekumpulan pria bertopeng dengan persenjataan seperti mencarinya.


"Titik jatuhnya di sekitar sini! Cari! Tak peduli dia hidup atau mati. Jika masih hidup, bunuh saja. Tuan Sengkuni sudah tak membutuhkannya lagi," tegas seorang pria bertato mirip Hope yang mengomandoi.


"Laksanakan!" jawab anggota pasukan serempak.


King D terkejut. Namun, ia akhirnya tahu siapa yang menyerang pesawatnya dan tujuan terselubung putra Sandara Liu tersebut. King D melihat para pria bertopeng berpencar di sekeliling tempatnya berada hingga ke bawah pohon tempatnya bersembunyi.


SRAK!!


Mata King D melotot. Tas yang digendongnya tak sengaja menyenggol dahan sehingga pohon itu bergoyang. Praktis, mata orang-orang itu langsung tertuju ke atas. King D siap melawan dengan kemampuan predatornya, tapi ada yang aneh. Orang-orang itu seperti tak mengetahui keberadaannya karena kepala mereka menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencari bidikan. Kening King D berkerut.


"Hati-hati terkecoh. Cari tempat lain!" titah pria bertato melangkah pergi dari wilayah itu.


King D terheran-heran. Saat ia menundukkan wajah, matanya melebar seketika saat dua kakinya tak terlihat oleh dirinya sendiri termasuk tangan dan tubuhnya.


"Oh! Apa ini? Apakah ... aku memiliki kemampuan lain?" tanyanya heran karena tak menyangka hal tersebut.


King D segera turun dari pohon dan membuat sosoknya terlihat lagi. Ia membuka tas dan menemukan granat tabung dengan besi warna silver yang memantulkan sosoknya. Mata King D melotot saat melihat matanya berubah menjadi putih dan kulitnya menjadi pucat.


"Aku ... memiliki kemampuan lain. Woah, ini ... tak terduga, tapi bagus. Aku bisa memanfaatkannya. Tunggu aku, Irina," ucapnya senang dengan senyum terkembang.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Tengkiyuw tipsnya💋 Adeh lele kemarin meriang uyy, tapi alhamduilah hari ini udah mendingan walaupun minum obat sampai 3 kali. Jangan lupa vote vocernya keburu angus dan rate bintang 5 ya sebagai kenang-kenangan sebelum King D tamat. Lele padamu❤️

__ADS_1


__ADS_2