KING D

KING D
Sipil Berpendapat


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Tak bisa menghindar. Orang-orang dari kubu pemerintah tampak tegang saat King D menunjukkan sisi lain darinya.


"Tuan Presiden! Jangan memulai konflik di mana kedamaian sudah mulai tercipta!" seru Agung sebagai wakilnya.


"Hem ... ucapanmu benar juga, Wakil Presiden. Oleh karena itu, aku akan membuat peraturan baru yang menjadi undang-undang dan berlaku di seluruh dunia!" seru King D lantang. Praktis, ucapan King D membuat semua orang tertegun. Irina dengan sigap mendatangi sang suami di mana kini ia menjabat sebagai Sekretaris Presiden Dunia.


"Catat ini, Nyonya Tolya. Lalu akan kita diskusikan dengan pejabat terkait," ujarnya mantap di mana dalam kepemimpinan King D, memang belum ditentukan pasal-pasal berikut undang-undang dalam Era Evolusi.


"Yes, Sir," jawab Irina tetap bersikap profesional meski dengan gaun pengantin. Demi menghormati mendiang William, King D memilih menyebut nama keluarga Tolya bukan menggunakan namanya pada Irina. "GIGA, catat ini," ujar Irina.


"GIGA melakukan perekaman," jawab sistem tersebut di mana seluruh pergerakan di Black Castle terpantau olehnya dan diawasi Jordan di Markas Bali. Semua orang berwajah tegang.


"Jika menginginkan perdamaian, maka kita harus bisa saling percaya. Namun, mendengar hal yang tak kuduga ini dari salah satu pejabat tinggi negara, kurasa akan ada undang-undang baru mengenai senjata," terangnya.


"Apa maksud Anda, Tuan Presiden?" tanya pejabat tinggi dari negara Thailand.


"Seluruh senjata yang dimiliki oleh tiap negara akan diamankan dan disimpan dalam ruangan khusus. Kita tak lagi berperang. Kita sudah memutuskan untuk berdamai dan meninggalkan perselisihan di masa lalu. Untuk mempercayai dan mewujudkan hal itu, aku mengusulkan, penyitaan kepada seluruh jenis senjata baik senjata api, senjata tajam, senjata penjebak, bom, nuklir, dan segala jenis turunannya yang akan disimpan dalam bunker khusus."


Sontak, ucapan King D membuat mulut orang-orang dari tiap negara itu langsung bergerak mengutarakan pendapat. Suara gaduh mulai memenuhi ruangan tersebut dengan beberapa penolakan dan berbagai alasan. Irina tersenyum tipis karena tak menyangka jika King D berani untuk mencetuskan hal tersebut.


"Bagaimana dengan para mafia sendiri?" tanya salah satu pejabat dari Jepang.


"Kami juga akan melakukan hal yang sama. Kami hanya akan mengaktifkan GIGA dan CamGun," jawab King D tenang yang kali ini, membuat para mafia ikut berbisik.


Irina menatap mata suaminya tajam dan King D mengangguk pelan seolah berkata, "Percaya padaku." Irina menjawabnya dengan senyum tipis di wajah.


"Oke, tenang-tenang! Kita akan membicarakan hal ini lebih lanjut saat rapat nanti. Kita harus menghargai segala bentuk usulan dari Tuan Presiden demi kemaslahatan hidup orang banyak," ujar Agung berusaha menjadi penengah.


"Kalau kalian mau perang, harusnya sejak para monster masih ada. Giliran para monster udah mampus aja pada protes. Cemen," gerutu Obama, tapi ucapannya didengar oleh para pemimpin negara karena menggunakan earphone translator.

__ADS_1


PLAK!!


"Wadoh! Opo sih?" pekik Obama karena kepalanya dipukul kuat, tetapi setelah melihat yang melakukannya calon ayah mertua, pria itu hanya bisa menunjukkan sederetan gigi kuning tak lagi protes. Semua orang menahan senyum.


Saat suasana terlihat tegang, Dayana tiba-tiba mengangkat tangan. King D mempersilakan gadis itu untuk bicara dengan mic portabel terselip di kerah bajunya. Semua orang tampak serius mendengarkan.


"Kami percaya dengan kalian. Oleh karena itu, Sandara Liu menciptakan tabung untuk orang-orang pemerintah. Jangan sia-siakan pengorbanan teman-teman kami yang telah mati, orang-orang tak berdosa. Bahkan, jumlah populasi kita yang tersisa sangatlah sedikit. Ini sangat mengenaskan. Sangat miris jika aku melihat sejarah jika nenekku Vesper saja bisa menghimpun pasukan Black Armys mencapai 8000 orang," ujarnya yang membuat orang-orang pemerintah berwajah masam merasa tersindir.


"Langsung intinya saja!" seru salah satu pejabat tampak tak senang jika nama Vesper disebut.


King D melirik pria itu dan membuat pejabat tersebut memalingkan wajah seketika. Dayana masih terlihat sabar.


"Semua orang yang tersisa di Bumi wajib untuk mengutarakan usulan demi Era baru dan akan menjadi undang-undang sebagai acuan tatanan pemerintahan dunia. Satu orang cukup mengemukakan satu. Setelahnya, kami percayakan pada pemimpin bijak yang dipercaya untuk memutuskan mengenai poin penting apa saja yang bisa diterapkan. Sehingga, semua negara dalam naungan pemerintahan baru memiliki satu regulasi pasti, diakui, dan diterapkan di seluruh wilayah," ucapnya mantap.


"Ya, ya kami setuju. Kami juga berhak untuk menuliskan apa yang dirasakan demi perubahan. Aku tak mau dalam kesempatan langka ini harus mengikuti aturan lama pemerintah yang menjebak kehidupanku. Aku percaya, King D akan memberikan dampak positif bagi kehidupan!" ujar salah satu orang berpakaian putih dari Kota Hantu.


Semua orang yang memenuhi Black Castle baik di dalam atau di luar ruangan mengangguk sepakat. GIGA menyiarkan secara live pertemuan itu agar semua orang bisa melihatnya meski berada di lokasi yang berbeda.


“Kenapa kau begitu terburu-buru, Tuan Kim? Bukankah kita sudah sepakat untuk melakukannya usai pesta. Kami berubah karena keadaan yang memaksa. Jika tidak, mungkin selamanya kalian akan tidur di tabung, atau saat bangun langsung menjadi santapan para monster yang selalu lapar itu,” tutur King D tenang meski wujud predatornya masih bertahan. Tuan Kim menelan ludah dengan wajah pucat. “Mereka akan kembali ke bentuk semula dan harus menjalani proses inkubasi agar kembali normal seperti sedia kala. Hanya saja, Match, kedua tangannya hilang. Kuminta pada para dokter untuk melakukan perawatan khusus padanya dan berikan alternatif tangan pengganti agar ia tetap bisa bekerja dengan baik,” terang King D.


“Kami bisa mengusahakannya,” jawab salah satu wanita yang berprofesi sebagai ahli bedah di China pada masanya. Match mengangguk tanda ia percaya pada wanita itu beserta timnya.


“Aku akan memulai era baru tanpa kebohongan. Oleh karena itu, akan kupasang alat detektor kebohongan di seluruh kantor yang ada di dunia agar kita semua terbiasa jujur tanpa tipu daya. Dengan begitu, tingkat korupsi dapat ditekan meski aku yakin orang-orang picik tetap mencari celah untuk memakan uang rakyat. Yang kuinginkan adalah kita bisa saling percaya satu sama lain meskipun dari latar belakang yang berbeda dan bertolak belakang,” terangnya.


Semua orang tampak terkejut, tapi mengangguk sependapat. Mereka juga merasa jika selama ini telah memupuk kebohongan dan menimbulkan banyak kekacauan di dunia. Orang-orang itu mulai sadar jika kejujuran sangat dibutuhkan dalam membangun dunia yang baru. Para pemimpin negara saling memandang lalu berdiskusi singkat mengenai permintaan para sipil yang menginginkan untuk berpendapat demi undang-undang baru. Para manusia itu tampak serius meski King D sudah tahu apa yang mereka perdebatkan. Tak lama, mereka mengangguk setuju.


“Oke! Namun, akan membutuhkan waktu lama jika harus mengumpulkan semua orang meskipun hanya 5000 jiwa,” terang pemimpin negara asal Filipina.


"5.731 tepatnya," sanggah King D. Pria asal Filipina itu tertunduk dengan anggukan pelan. “Jangan khawatir. GIGA bisa melakukannya,” jawab King D santai lalu melirik Irina.


Wanita cantik itu tersenyum dan mengangguk. Para mafia yang sudah terbiasa dengan sistem GIGA mulai berkumpul dan berdiri di koridor di mana Dayana berdiri paling depan dengan Irina ada di hadapan.

__ADS_1


“GIGA, lakukan tugasmu,” titah Irina.


“Penyimpanan database baru. File rekaman dari Dayana Lubava. Rekaman dimulai,” ucap GIGA.


Dayana tiba-tiba menggerakkan bibir tanpa suara. Orang-orang yang tak paham khususnya pejabat pemerintah dan sipil dari Kota Hantu hanya melongo. Tak terkecuali dengan para sipil lainnya saat melihat gadis cantik itu seperti mengatakan sesuatu dan komputer pintar itu merekamnya.


“Data diproses,” ucap GIGA. “Data disimpan. Terima kasih, Dayana. Pendapatmu akan sangat berguna demi masa depan Bumi.”


“A-apa yang dia katakan?” tanya pejabat tinggi asal China bingung.


“Hanya aku dan orang-orang berkemampuan khusus yang tahu. Jadi, bersiaplah. Kalian akan melakukan hal serupa dan jangan takut diketahui orang lain karena GIGA bisa membaca gerakan bibir layaknya kita bicara dengan suara,” ujar King D tenang lalu mohon diri karena para sipil lainnya mulai berkumpul.


"Serahkan pada kami," ucap One dan diangguki King D.


Sang Presiden Dunia merangkul pinggang istri cantiknya menjauh dari kerumunan. Ia tahu, hal ini akan memakan waktu lama. Padahal, jamuan masih dilangsungkan. Akan tetapi, orang-orang itu seolah tak peduli jika makanan-makanan lezat tersebut akan dingin akibat menunggu pendapat tiap orang direkam demi kemajuan dunia dalam kepemimpinan baru.


“Jadi, kau sekarang istriku,” ujar King D yang membuat Irina tersipu malu.


“Masih banyak tamu, D,” jawabnya saat sang suami memutar tuas pintu lalu mendorongnya.


Langkah kaki Irina masuk begitu saja tanpa paksaan saat King D mengajaknya masuk. Irina tampak takjub ketika melihat kamar yang akan digunakannya untuk beristirahat telah disulap sedemikian cantik hingga membuatnya terperangah.


“D, ini bagus se⸺ aw!” teriak Irina karena tiba-tiba saja sang suami menerkamnya hingga ia hampir terbentur di karpet berbulu pada lantai yang dipijak.


Mata Irina melotot tak bisa menutupi keterkejutannya. Terlebih, ia sudah lama tak sedekat ini dengan sang kekasih. Wajah rupawan King D berada tepat di depan matanya. Sklera dan lensa mata dengan warna-warni unik itu seakan pudar lalu berubah menjadi warna mata aslinya saat Irina memandanginya lekat. King D memegangi pinggang Irina kuat dengan menopangnya menggunakan satu tangan kiri dan tangan lainnya memegangi punggungnya agar tak menghantam lantai.


“Aku sangat mencintaimu. Apakah kau juga?” tanyanya lembut dan masih bertahan dengan posisi membungkuk itu.


“Pertanyaanmu sangat kuno dan klasik. Tentu saja aku me⸺ emph!” keluhnya saat bibir itu tertahan oleh sentuhan manis penuh hasrat dari sang suami.


***

__ADS_1


Selanjutnya ... terserah Anda, kwkwkw. Trims sudah menunggu. Lele padamu💋


__ADS_2