KING D

KING D
Menjadi Pelindung*


__ADS_3


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Tiba-tiba saja, tayangan CD dari pihak Hope padam. Q dan lainnya terkejut karena mereka tak tahu bagaimana kelanjutan nasib dari tim Barracuda.


"Bagaimana sekarang?" tanya Yuki cemas memikirkan nasib orang-orang dalam jajaran.


"Sial. Aku tak bisa mengoperasikan GIGA. Namun, aku juga penasaran. Apakah benar Hope akan membunuh satu orang dalam tabung jika aku berusaha meretas sistem GIGA?" tanya Q yang membuat wajah semua orang tegang seketika. "Bagaimana? Siap menerima risiko?" imbuhnya seraya melihat wajah orang-orang yang menatapnya saksama.


"Ini sangat berbahaya, tapi ... aku juga penasaran," sahut Daniel yang membuat mafia lainnya semakin serius menyikapi hal ini.


"Ia akan membunuh satu orang yang bernyawa. Kita bahkan tak tahu siapa yang akan dibunuhnya. Bagaimana jika orang itu memiliki peran penting dalam jajaran dan kestabilan pemulihan Bumi nantinya?" tanya Sakura cemas.


"Bisa saja Hope hanya menggertak. Kita harus tahu tentang hal itu. Mungkin terdengar kejam, tapi ... kurasa mengorbankan satu orang untuk mencari tahu, tak masalah," sahut Doug yang membuat beberapa orang melongo.


Tentu saja, keputusan sulit dibuat. Black Castle kini memegang peranan penting karena tak bisa menghubungi markas lain sebab jaringan mereka sudah dikuasai pria yang diyakini adalah Hope.


Sedang di tempat pria bertopeng berada.


Junior dijadikan budak dan alat oleh saudaranya sendiri, Sengkuni. Junior terpaksa melakukan seperti yang diinginkan putera Raden tersebut karena tak ingin Irina dan lainnya terluka. Bahkan, Junior dipasangkan gelang pemenggal di dua tangan dan kakinya. Junior semakin ketakutan mengingat hanya Sengkuni yang bisa melepaskan belenggu itu.


"Kerja bagus, Adikku yang jelek. Kau memang sangat berguna. Selama ini aku kesulitan mencarimu, tapi ... kau sekarang ada di sini membantuku. Baiklah, karena keadaan sudah terkendali, tidurlah. Makan yang enak, karena setelah ini, tugas berat akan merenggut waktu tidurmu," ucap Sengkuni dengan wajah tengil.


Junior hanya bisa tertunduk saat anak buah Sengkuni yang memiliki tangan batu menjadi penjaga bocah malang itu. Kamar Junior berupa sel sehingga pergerakannya terlihat. Beruntung, jeruji besi itu tak dialiri listrik. Hanya saja, makanan enak yang dijanjikan oleh Sengkuni hanyalah lisan belaka. Junior diberikan air putih dan roti tawar sebagai makanannya. Junior hanya bisa pasrah menerima takdirnya di tangan Sengkuni.


"Tuan. Bagaimana dengan para pelaut itu?" tanya salah seorang pria bertopeng dan berseragam putih menghadap Sengkuni.


"Heh, lepaskan peliharaan kita. Toh sebentar lagi pagi. Biarkan mereka sarapan lebih awal," jawabnya santai seraya menikmati steak ikan salmon.


"Laksanakan," jawabnya lalu pergi meninggalkan ruangan tempat Sengkuni mengawasi dan mengomandoi seluruh aksinya. Junior hanya bisa diam di kejauhan tak bisa melakukan apa pun.


Di tempat Jason dan tim Barracuda berada.


Putera Boleslav tersebut tak bisa menutupi kekecewaan dalam dirinya. Ia merasa bersalah karena lalai dan membuat Number 8 tewas. Number 10 dan lainnya merapat. Mereka mencoba memberikan pengertian pada lelaki itu.


"Semua orang pasti akan mati, Jason. Hanya saja cara matinya tak pernah ada yang tahu. Seperti ayahmu, ibumu, dan lainnya. Mungkin memang terlihat sangat menyakitkan, tapi itulah takdir Tuhan," terang Number 7 memberikan nasihat.


"Number 8 sudah siap dengan konsekuensi tiap ia menjalankan misi, termasuk kami. Oleh karena itu, jika kau sungguh menyesal dan ingin menebus dosa, bantu kami menyelesaikan konflik ini dan menghajar Hope. Oke?" ucap Number 9 menyarankan.


Jason akhirnya bisa meredakan air mata. Saat para mafia senior merasa lega karena Jason bisa menguatkan mentalnya lagi, tiba-tiba saja lelaki itu langsung menoleh dan sisi predatornya muncul seketika.


"Ka-kau tak apa, Ja-Jason?" tanya Number 4 terlihat ngeri dengan perubahan lelaki itu.


"Grrr," erangnya dengan kuku tajam dan mata kuning menyala seperti siap menghadapi sesuatu.

__ADS_1


"Perasaanku mengatakan ada hal buruk akan terjadi, Kawan-kawan. Siapkan persenjataan!" teriak Number 10 mengomandoi anggotanya.


Seketika, seluruh anggota tim Barracuda yang masih sanggup bertahan segera menyiapkan diri dengan senapan laras panjang yang didapat dari dalam skoci penyelamat. Mata mereka menajam melihat ke arah lautan di mana orang-orang itu masih berada di benda terapung tersebut.


"Arah jam 3! Ada sekumpulan ikan hiu mengarah ke kita, tapi gerak-gerik mereka tak lazim! Waspada!" seru Number 3 yang muncul dari palka atas kapal selam mini saat ia memilih untuk menenggelamkan armadanya tersebut.


"Hope sialan! Dia masih bernafsu membunuh kita! Jangan kabulkan mimpinya!" seru Number 6 geram yang langsung membidik ke arah sekumpulan sirip hiu.


Saat tiga kapal selam mini kembali menyelam untuk melakukan perlawanan dari dalam air, tiba-tiba saja, "Goorrr!"


"Oh, shitt!" pekik Number 7 saat melihat ikan hiu tersebut bisa melompat dan terlihat tak lazim karena berbentuk seperti monster.


"Harghh!" balas Jason yang tiba-tiba berenang lalu melompat ke permukaan seperti siap beradu dengan ikan hiu bermata merah tersebut.


"Jason di pihak kita! Semuanya, habisi hiu aneh itu!" seru Number 10 dengan sigap membidik kumpulan hiu yang ternyata bisa melompat dan menunjukkan gigi tajamnya.


"Hargghhh!" teriak anggota tim Barracuda saat melepaskan tembakan.


DODODODOR!


Fajar yang muncul disambut dengan kebisingan suara tembakan dan teriakan para Barracuda saat harus melawan ikan hiu dengan bentuk tak lazim.


"Mereka diberikan serum monster! Banyak ikan-ikan mati di sekitar!" teriak Number 3 saat melihat banyaknya bangkai ikan yang terapung di permukaan.


"Hope gila! Dia benar-benar harus dimusnahkan!" teriak Number 4 geram dan kini tak segan melukai seekor ikan hiu dengan menembakinya.


"Jason! Kau kenapa?" tanya Number 7 seraya mendekat dengan kapal selam.


"Agh, darahnya! Darah ikan hiu itu beracun! Ingat, darah monster bisa membunuh makhluk hidup," erangnya seraya memegangi dada.


Mata para Barracuda melebar. Mereka baru sadar akan dampak darah monster jika sampai terserap tubuh. Mereka bingung saat akan membunuh hiu-hiu itu karena darah mereka akan mencemari lautan.


"Jason! Naik ke atas atau kau akan mati!" pinta Number 10 dari atas skoci.


"Aku, aku tak apa. Aku hanya merasa kesakitan saat darah itu tertelan olehku. Sepertinya hanya aku yang bisa bertahan dari darah ikan-ikan monster ini," ucapnya dengan wajah berkerut menahan sakit.


"Jangan sok jadi jagoan! Kita sudah kehilangan Number 8! Kami tak mau kehilanganmu!" pekik Number 6 panik.


Namun, Jason malah tersenyum tipis. "Selama ini, kalian selalu melindungiku. Aku sengaja dijauhkan dari kehidupan mafia agar tak terlibat. Hanya saja, aku sekarang sudah dewasa. Keputusan hidup ada di tanganku. Sudah saatnya aku melindungi yang tua," ucapnya dengan setengah tubuh terlihat di permukaan.


Para anggota Barracuda terdiam.


"Awas saja jika kau mati. Aku tak sudi menguburkan mayatmu!" pekik Number 7 kesal, tapi Jason malah tersenyum.


"Jangan segan untuk membunuh mereka. Saat mereka mati, serahkan itu padaku. Kutahu yang harus dilakukan," ucapnya mantap.

__ADS_1


Number 10 dan lainnya mengangguk paham. Mereka akhirnya tak segan untuk membunuh para hiu monster buas itu. Kali ini, Barracuda terlihat lebih siap dalam bertempur. Jason terlihat berenang mendekati sebuah perahu dari skoci yang mengapung dekat kapal terbakar. Jason menarik perahu itu dengan sebuah tali menjuntai seperti akan melakukan sesuatu.


"Hargghhh! Mati kalian semua!" teriak Number 10 marah dengan menembaki seekor ikan hiu saat melompat dan siap melahapnya.


DODODODOR!!


"Goorrr!"


"Darahnya! Awas darahnya, 10!" pekik Number 9 saat melihat perut ikan hiu tersebut tertembak.


Hiu yang terkena luka tembakan siap menyemburkan darah hitam ke tubuh 10. Praktis mata 10 terbelalak lebar.


"Heahhh!" seru Jason saat dirinya kali ini menjadi perisai untuk salah satu anggota Barracuda.


Tubuh Jason terkena cipratan darah hitam itu. Number 10 dan 9 tertegun saat lelaki ikan itu tercebur ke air, tapi tak muncul lagi.


"Jason! Jason!" panggil Number 10 panik seraya melihat sekitar.


Namun tiba-tiba, "Hah! Hah!"


"Oh! Dia selamat! Dia bisa menahan racun darah monster!" pekik Number 9 lega. Praktis, senyum Number 10 merekah.


"Jangan beri ampun pada hiu-hiu gila itu! Bunuh mereka semua!" seru Number 10 lantang.


"Yeah, rasakan!" teriak Number 4 bersemangat saat menembaki hiu-hiu yang akan menyerangnya secara berkelompok.


Darah hitam mulai menyeruak di lautan. Jason terlihat kesakitan saat terkena darah hitam itu karena mencemari air, tapi ternyata darah monster tak membunuhnya. Kemampuan dari serum yang kini sudah menyatu dengan tubuhnya ternyata mampu membuatnya kebal meski masih merasakan sakit. Serum Mitologi ikut bertarung melindungi tubuh induknya dari ancaman serum Monster.


"Hah, hah, bagus, Paman! Jangan beri ampun pada mereka!" teriak Jason saat dirinya menarik ekor seekor hiu yang telah mati tertembak peluru.


Mata anggota tim Barracuda tertuju pada Jason saat pria itu melemparkan bangkai tersebut ke atas perahu dan menumpuknya. Kening Number 10 dan lainnya berkerut. Para senior itu saling memandang seperti ingin menyamakan isi pikiran.


"Oh, aku tahu apa yang kaurencanakan! Hebat, Jason!" puji Number 7 memberikan jempol usai menumbangkan hiu-hiu monster.


"Aku rasa tak ada lagi jebakan Hope di sekitar perairan ini. Aku sudah melihat ranjau air yang dipasang. Seharusnya, kalian bisa melewatinya dengan berenang. Aku bisa menuntun kalian. Bagaimana?" tawar Jason usai mengumpulkan seluruh bangkai hiu ke dalam perahu hingga penuh.


"Baiklah, kami siap. Meski kami sudah tua, tapi masih sanggup berenang. Ayo!" ajak Number 3 dan diangguki mafia senior lainnya.


Jason terlihat puas. Ia menarik perahu skoci itu menuju ke wilayah ranjau untuk memasuki kawasan Victor yang kini dikuasai oleh Hope. Sebuah skoci tertutup yang ditumpangi oleh Number 10, 9, dan 4 melaju mengikuti perahu berisi bangkai ikan hiu. Sedang tiga kapal selam yang dioperasikan oleh Number 7, 3, dan 6 mengikuti tim di depan dari bawah permukaan.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


Masih bonus dari tips melimpah dari jeng Momo😍Makasih ya💋 Dan karena lele masih rempong dengan bejibunnya kegiatan, King D tamatnya molor di bulan depan. Kwkwkw entah ini petaka atau bahagia, intinya fokus aja selesein toh tar tamat juga. Makasih sudah sabar menunggu. Lele padamu❤️


__ADS_2