KING D

KING D
1 Miliar


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Black Castle, Inggris.


TET! TET! TET!


"Jangan diam saja! Mereka bisa menjebol kastil ini!" pekik Sierra marah karena para monster mencoba merusak atap Black Castle saat pesawat kargo yang melintas di langit kediaman Benedict itu menjatuhkan muatan.


"Kau kira kami tidur sedari tadi, ha?" jawab Agent S kesal seraya terus menembakkan granat mini dari senapan pelontar granat di menara sisi Utara Black Castle.


Siapa sangka, GIGA yang dinilai Sengkuni bisa mengendalikan seluruh markas aktif, ternyata mampu diblokir oleh Q saat ia nekat untuk memutus jaringan dengan komputer pintar yang terkoneksi dengan satelit Theresia. Kini, Black Castle berdiri sendiri menggunakan sistem komunikasi lama sebelum GIGA diterapkan dalam jaringan para mafia 13 Demon Heads. Q berusaha menghubungi markas aktif lainnya dengan meretas sistem GIGA. Sengkuni sepertinya lupa jika GIGA dikembangkan oleh Amanda, Q dan Monica setelah ibu dari si kembar diberikan akses sepenuhnya oleh Mr. Vigo, Mix and Match. Kini, Q bebas berselancar untuk menyelamatkan kawan-kawannya.


"Oh! Aku tersambung dengan semua markas! Sepertinya pemancar fatamorgana dinonaktifkan atau mungkin rusak. Firasatku, serangan monster juga terjadi di tempat mereka," ujar Q sembari menunggu tampilan layar dari pusat kendali markas-markas tersebut.


"Lakukan yang harus kaulakukan! Kami sibuk!" pekik Yusuke dari sambungan radio, tapi membuat wajah Q berubah masam seketika.


"Tak adakah yang menghargai kejeniusanku? Menyebalkan! Oh, aku merindukanmu, Mandy," sahut Q cemberut.


Seketika, PIP! PIP! PIP!


"Q!" teriak Bayu The Kamvret saat wajahnya muncul di layar lalu melambaikan tangan. Q yang canggung balas melambai dengan senyum paksa. "Kok bisa masuk ke sini? Kamu pinter weh," puji Bayu yang membuat Q langsung tersenyum seraya menekan earphone translator miliknya. "Ngobrolnya nanti. Kita mau pergi ke Australia. Temen-temen disandera sama si Sengkuni sentoloyo," ujarnya. Q melebarkan mata seketika.


"Q! Apakah itu kau?" tanya seseorang di seberang yang membuat pria berkacamata itu mengalihkan pandangan ke layar lainnya.


"Ya, ini aku," jawabnya dengan anggukan terlihat gugup.


"Jika kau bisa masuk ke jaringan ini, bisakah kau menyusup ke kediaman Victor? Aku ingin tahu keadaan kawan-kawan kita yang dikirimkan ke sana. Grey House aman. Kami terbantu dengan kedatangan Click and Clack. Namun, aku mencemaskan keadaan markas lainnya. Cepat selidiki," pinta Verda terlihat berantakan sampai rambutnya tergerai di mana biasanya ia kuncir kuda.


"Oh, oke, oke," jawab Q jadi bingung saat layar dari tiap markas aktif dan wajah-wajah muncul. Kini, pandangan Q beralih ke layar di atas Verda. Q mencoba berkomunikasi dengan markas itu.


"Kau ...," tunjuk wanita itu dengan mata menyipit.


Q malah memejamkan mata meski telunjuknya mengarah ke layar seperti mencoba mengingat-ingat sosok itu.


"Kau Iskra!" pekik Q, dan wanita itu mengangguk.


"Gawat Q. Drake dan Number 2 tewas! Monster menyerang markas ini. Kini tersisa aku, Tuan Malek, Nyonya Mallika, Etra dan Talora," ucapnya terlihat sedih. Q terdiam seketika.


"Drake dan Number 2 tewas? Karena monster?" tanyanya lirih. Iskra mengangguk dengan pandangan tertunduk.


Q balas mengangguk lalu menginformasikan hal itu kepada markas lainnya di mana ia hanya bisa melakukan komunikasi per markas, tak bisa serentak seperti biasanya karena kurangnya daya. Praktis, markas aktif yang mengetahui hal tersebut dibuat terguncang karena kematian senior mereka. Kesedihan langsung menyelimuti hati para mafia itu.


"Kabar buruk juga terjadi di sini. Dakota tewas," sahut Safa dengan wajah sembab.


Q menutup mulutnya dan mengangguk pelan di mana ia paham dengan kondisi menyedihkan dalam jajarannya. Q terus melakukan komunikasi secara bergantian untuk mengetahui keadaan kawan-kawannya. Hingga akhirnya, semua data telah ia peroleh kecuali Black Stone dan Kediaman Herlambang di Yogyakarta yang tak bisa dihubungi.


"Kau cari tahu keadaan di Australia. Kami akan mencoba mendatangi Black Stone untuk memastikan keadaan tim Jonathan," ujar Naomi yang tiba-tiba menyahut. Q langsung melotot.

__ADS_1


"Ka-kau sudah bangkit? Kau di Italia?" tanya Q sampai tergagap.


"Kami yang paling dekat untuk mencari tahu keadaan di Turkey. Aku akan mengirimkan The Kamvret ke sana. Maaf, aku dan Arjuna harus tetap ke Australia," jawab Naomi yang diangguki oleh Q.


"Oke, oke. Aku mengerti. Terima kasih. Aku akan merangkum semua laporan kalian. Keadaan di Black Castle juga tak bagus. Para monster mengepung kami!" teriak Q frustasi kemudian.


Naomi sampai terkejut dan mematung untuk sepersekian detik lalu mengangguk.


"Oke. Good luck. Jangan menambah daftar riwayat kematian dalam jajaran kita. Bye," jawabnya lalu pergi dari hadapan layar.


Q melongo di mana ia tak menyangka jika Naomi sekarang berubah dan terlihat sedikit menjengkelkan seperti Jordan. Tak lama, Arjuna muncul di layar dan melambaikan tangan dengan senyuman. Q balas melambai dengan kaku.


BLUARRR!


"Waa!" teriak Q langsung memegangi kepala ketika merasakan getaran hebat hingga membuat beberapa layar di depannya padam, tapi kemudian menyala lagi. "Kerjakan dengan benar! Aku sedang menghimpun informasi di sini!" teriaknya marah.


"Kita tukar posisi! Tukang protes!" sahut Lucy marah dan membuat Q komat-kamit tanpa berucap.


Di luar Black Castle.


"Dalam hitungan ketiga!" teriak Sierra yang menjadi pemimpin pasukan sore itu.


Semua mafia yang bertugas di posisi terlihat siap seraya memegang sebuah remote dengan tombol merah di tengahnya.


"Satu, dua, tiga!"


"GOARRR!"


Q kembali tertegun saat lampu di pusat komando tiba-tiba berkedip seperti kekurangan daya. Generator di kastil itu menjadi satu-satunya energi untuk mengoperasikan listrik bagi CamGun, pusat kendali, pusat komando dan juga beberapa lampu di wilayah penting. Q menoleh ke sisi kanan di mana CamGun masih melakukan tugasnya dengan baik karena dijaga oleh Zaid, Yena, dan Doug sebagai petugas pengisi ulang amunisi. Mereka menggunakan motor trail di dalam kastil untuk mempercepat proses pergantian dari satu pos ke pos lain akibat kurangnya orang yang bertugas. Besarnya wilayah Black Castle membuat orang-orang itu kerepotan untuk melindunginya.


"Yeah! Ide bagus, Sierra!" seru Venelope yang membuat senyum keturunan Flame tersebut terpancar.


Sierra sudah menyiapkan pertahanan berupa dinding penyengat yang dialiri listrik. Saat para monster yang menyerang dari daratan mencoba untuk melompati pagar yang kokoh itu, kabel-kabel yang sudah terpasang pada dinding, dengan sigap menghantarkan listrik bertegangan tinggi ke pagar besi. Para monster berjatuhan usai hangus terbakar. Black Castle juga dikelilingi oleh minyak yang sudah tersulut api.


Kobaran api yang tinggi, membuat beberapa monster kesulitan melintas karena panas dan membuat tubuh mereka terbakar. Black Castle terlihat bagaikan kastil penjagalan. Wilayah terluar dari bangunan megah yang didominasi warna hitam itu memiliki pelindung berlapis di halamannya tiap 10 meter. Ranjau-ranjau ditanam dan berhasil meledakkan beberapa monster yang berusaha melintasi pekarangan.


Galian yang ditutup dengan rumput palsu juga berhasil menjebak para monster dan membuat mereka mati tertusuk karena terdapat besi tajam di bawahnya. Satu per satu, para monster mulai tumbang. Namun, Sierra belum puas ketika matanya mengincar tiga pesawat kargo yang masih gencar menjatuhkan muatan berupa monster.


"Siapapun yang bisa menjatuhkan pesawat itu kuberikan satu miliar!" teriaknya marah.


"Aku!" sahut Sakura lantang yang berjaga di salah satu menara.


"Silakan, Nyonya," ucap Sierra tersenyum miring.


Sakura mengganti senjatanya dengan Mini Domino. Q yang ikut melihat dari pantauan CamGun terdekat dengan posisi Sakura berada mengabaikan markas-markas aktif yang harus ia pantau. Sakura menaikkan salah satu kakinya dan ditekuk sebagai penopang senjata yang cukup besar itu. Mata Sierra dan Q terfokus pada Sakura ketika moncong senjata Mini Domino seperti mengejar pergerakan pesawat tersebut.


"Apa daya lontarnya bisa sampai sejauh itu?" tanya Q penasaran.

__ADS_1


"Ingat yang terjadi dengan kastil Ivan? Domino saat itu bisa meluncur hingga jarak 500 meter dan peledaknya menempel dengan kuat pada lapisan besi. Seharusnya, Mini Domino juga bisa melakukannya," sahut Doug dari sambungan radio. Q mengangguk pelan di tempatnya berada dengan wajah lugu.


Seketika, KLIK! SWOSH! DUK! DUK! DUK!


"Wah! Kena!" pekik Q tertegun saat melihat tempurung-tempurung itu menempel pada dinding pesawat.


Senyum Sakura terpancar, dan tak lama, BLUARRR!!


"Yeah! Satu miliar!" teriak Sakura lantang.


"Wah. Dia tertular virus Vesper. Untung Alex sudah tiada," gumam Doug.


"Aku mendengarnya! Brengsekk!" teriak Sakura marah. Doug langsung terdiam.


"Jika dua pesawat, aku mendapatkan dua miliar bukan?" sahut Daniel tiba-tiba bersuara.


"Tentu saja," jawab Sierra dengan senyuman dari tempatnya mengawasi.


"Serakah sekali," gerutu Zaid, tapi tak digubris oleh tangan kanan kepercayaan keluarga Boleslav itu.


Daniel memilih menggunakan JERA untuk menjatuhkan pesawat. Dua pesawat kembali melakukan manuver menuju ke salah satu menara seperti ingin menghantamnya dengan menjatuhkan kerangkeng berisi monster.


"Daniel! Cepatlah!" teriak Agent S gusar karena ia bisa melihat tempatnya dibidik. Namun, Daniel hanya tersenyum meski mata dan tangannya siap untuk melesatkan tombak peledak itu. "Daniel!" teriak S lantang ketika bisa melihat palka belakang pesawat yang telah terbuka sebuah kerangkeng berisi para monster bergerak dan siap diterjunkan.


Daniel tersenyum miring. KLIK! SWOSH! JLEB!


Senyum Agent S terpancar saat melihat tombak JERA tepat sasaran mengenai bagian belakang pesawat kargo. Daniel tak menunggu benda itu meledak karena ia kini mengincar pesawat kedua yang masih berada jauh dan sedang berputar kembali ke Black Castle. Saat Daniel siap untuk menembak, tiba-tiba ....


SWOOSH!!


"Siapa itu?" tanyanya langsung menurunkan senjata ketika melihat sebuah misil meluncur dari halaman Black Castle ke arah pesawat kedua incarannya.


BLUARR!! DWUARR!!


"GOARRR!"


"Hahahaha! Bagus, Sayang! Satu miliar!" teriak Yena gembira.


"Hei!" sahut Daniel kesal karena jatahnya diserobot Zaid yang nekat keluar dari kastil dan malah menembak jatuh pesawat musuh dari halaman Black Castle menggunakan RPG.


Zaid kembali masuk ke dalam kastil menggunakan motor disertai senyum kemenangan. Sierra tak menyangka, rencananya dengan memberikan hadiah, mempercepat proses pemusnahan para monster yang menyerang kastil suaminya itu.


"Oke, segera selesaikan. Kita harus cepat dan segera menyusul ke Australia," tegasnya.


"Yes, Mam!" jawab semua orang serempak.


***

__ADS_1


pegel uy. semoga hari ini bisa 2 eps ya❤️ ditunggu sedekah poin, koin, vocer, rate bintang 5, komen dan like tiap epsnya ya😁 jangan lupa kasih like juga disemua eps novel yang lele dubbing. tengkiyuw💋


__ADS_2