
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Di tepi dermaga. Malam hari.
"Agh, sial! Kita tak bisa mengejarnya!" geram King D karena lelaki itu berhasil lolos dengan kendaraan tersebut.
Namun seketika, mata Marco, Fara dan King D menangkap pergerakan CD yang terbang mengejar jet ski tersebut.
"Yeah! Tangkap dia! Jangan biarkan lolos!" seru Marco lantang.
"Jangan bunuh, buat babak belur aja. Kita harus interogasi penyusup itu!" titah Obama saat Irina dan lainnya sudah siap di bangku untuk lepas landas.
"Yes, Sir!" jawab keempat lelaki pengendali CD yang kini membidik jet ski tersebut.
Orang itu melaju kencang motor air tersebut seperti tahu jika dirinya sedang dikejar. Seketika, DODODODODOR!!
Orang berpakaian hitam itu tampak terkejut saat peluru-peluru tajam mulai menghujaninya dari atas langit. Pengendara itu berusaha menghindari serangan mematikan itu, tapi ....
NGENGG!! BYURRR!!
Lelaki itu gagal melakukan manuver dan pada akhirnya tercebur ke dalam lautan. Obama terlihat puas dengan hasil bidikan empat lelaki anggota tim Marco-Polo.
Helikopter segera lepas landas dan menjemput Fara, Marco dan King D menggunakan tali. Namun, sepertinya kali ini, Irina dan Fara tak mengalami konflik.
Dua perempuan itu saling bertatapan tajam dalam diam, tapi seperti saling mencoba untuk memahami antara satu dan yang lainnya. Hingga pada akhirnya, Irina tersenyum.
"Kak Irina," panggil Fara dengan wajah sendu.
Irina merentangkan tangannya. Fara segera mendatangi calon iparnya itu dan bermanja-manja saat duduk di pangkuannya.
Obama dan lainnya lega karena dua perempuan itu tak bertikai karena pengaruh serum monster dalam tubuh.
"Menyerah, atau kau kami tembak!" seru King D.
Lelaki itu berdiri pada tangga tali yang tergantung di pintu helikopter dengan senapan bius mengarah pada tubuh orang tersebut.
Napas orang itu tersengal. Ia membuka penutup wajahnya lalu mengangkat kedua tangannya dengan gemeteran, meski terlihat berusaha untuk tetap terapung di lautan.
Ternyata, orang itu adalah laki-laki dan terlihat sudah berumur. Memiliki brewok dan kumis cukup tebal.
Kamera CD menyorot wajah lelaki itu yang membuat pengendara tersebut memejamkan mata dan memalingkan wajah karena lampu yang menyilaukan. Pria itu menyerah dan memilih tak melawan.
"D! Sensor pemindai database kenal sama orang itu!" seru Obama yang membuat kening King D berkerut seketika.
"Siapa?" tanya King D terkejut.
__ADS_1
"Yohanes! Dia kakaknya Lucy!" seru Obama yang membuat mata King D melebar seketika.
Pria yang dikenal dengan nama Yohanes masih mencoba untuk tetap terapung meski berulang kali kepalanya tenggelam.
King D dengan sigap menarik baju lelaki itu. Yohanes terkejut, tapi ia segera menggapai tangga tali karena pria dengan dua warna manik mata mengarahkannya.
"Panjatlah, cepat!" perintah King D.
Lelaki yang memiliki brewok itu menggeleng, tapi King D tak main-main dengan permintaannya. Ia menempelkan moncong senapannya ke dahi Yohanes hingga lelaki itu memejamkan mata.
Yohanes tampak terpojok, hingga akhirnya ia mengangguk. King D melihat sekitar dan mendapati sebuah koper terapung dekat jet ski.
BYUR!!
Orang-orang terkejut saat King D melompat ke dalam air dan berenang untuk mengambil koper yang dikenalinya.
Irina dan Fara yang mendengar nama Yohanes, segera membantu pria itu ketika tiba di pintu helikopter.
King D berhasil mengambil kopernya dan segera berenang kembali menuju tangga tali. Ia menaiki tangga tersebut sampai ke atas.
Helikopter terbang meninggalkan wilayah itu menyisiri lautan sembari mencari petunjuk jikalau ada kapal yang berlayar dan diduga menculik anak-anak.
Dengan sigap, Polo mengamankan koper tersebut dan membukanya untuk memeriksa isinya.
"Ya, aku tahu. Aku sudah mengawasi kalian dari kamera gedung. Maaf, aku terpaksa melakukannya agar dia tak mengubah orang-orang itu menjadi monster. Jadi ... kumohon. Berikan koper itu agar aku bisa menyelamatkan mereka," jawab Yohanes terlihat memelas.
"Yohanes. Apa kau tak mengenali kami?" tanya Jason menatap lelaki itu lekat.
Kening lelaki tua itu berkerut hingga akhirnya ia melihat sosok Obama muncul setelah tugas mengemudinya digantikan oleh Ritz.
"Oh! Eko?!" pekik lelaki itu, tapi Obama berkerut kening.
"Jelmaan," sahut Otong dengan wajah masam.
"Kau masih hidup? Bagaimana mungkin?" tanya Yohanes terkejut.
"Dia ... Obama Otong, putera dari Eko. Jika kau mengenali Eko, seharusnya kau mengenali kami, Paman. Aku Irina Tolya, puteri dari William Tolya dan Sia. Lalu ... ini Fara, puteri dari Tobias dan Lysa Herlambang. Lalu dia Jason, putera dari Antony Boleslav dan Amanda Theresia. Lalu lelaki di sana, dia putera dari Javier dan Lysa Herlambang," ucap Irina mengenalkan orang-orang tersebut seraya menunjuk mereka.
Praktis, mata Yohanes melebar. Ia membungkam mulutnya dengan tangan kanan dan terlihat seperti tak percaya.
"Ini sungguh kalian? Benarkah?!" pekiknya terkejut sampai dua tangannya bergetar.
"Ya. Kau ... kenapa kau berada di sini? Bukankah kau seharusnya ada di Meksiko?" tanya Irina heran karena ia ingat penempatan tabung Yohanes.
__ADS_1
"Ya, aku memang berada di Meksiko saat ditidurkan. Namun, saat aku bangun, aku berada di Qatar. Aku sendirian. Aku ditemukan oleh para nelayan yang selamat dari wabah monster di lautan dalam tabung. Mereka membukanya paksa. Ternyata, tabungku rusak. Sistem keamanan tabungku tak berfungsi. Saat bangun, aku juga seperti mengalami kerusakan organ, tapi ternyata bisa disembuhkan. Aku sempat mengalami lumpuh selama dua tahun hingga akhirnya bisa berjalan lagi. Aku ... sudah terbangun sejak 10 tahun yang lalu," ungkapnya.
Sontak, semua orang terkejut akan hal tersebut. Namun tiba-tiba, Yohanes menangis, tapi dengan cepat ia hapus air matanya.
"Ada apa, Paman? Kau kenapa?" tanya Fara yang membuat Yohanes sempat terkejut karena gadis yang duduk di depannya memiliki taring.
Yohanes menatap wajah semua orang yang kini menatapnya lekat. Ia terlihat seperti mengumpulkan kekuatannya untuk mengungkapkan sesuatu.
"Ada orang jahat di luar sana. Dia sangat kejam. Dia memiliki banyak sekali stok serum monster tanpa penawar. Ia menjadikanku budak. Ia memintaku mengumpulkan para manusia yang selamat dengan mengatakan akan menyelamatkan mereka dari wabah ini. Namun, dia berbohong. Dia ternyata memperalatku. Bahkan, dia tahu siapa aku, termasuk orang-orang yang dimasukkan dalam tabung yang berhasil ia sandera," ucap Yohanes yang membuat mata King D melebar.
"What? Apa yang kaukatakan barusan, Paman? Orang itu menyekap beberapa tabung?" tanya King D langsung melotot lebar.
"Dia tahu tentang 13 Demon Heads, The Circle, dan masa lalu kita. Orang itu berbahaya, tapi ... aku tak tahu siapa dia sebenarnya. Dia selalu mengenakan topeng dan memiliki tato. Suaranya juga disamarkan. Semua anak buahnya memanggilnya Hope. Katanya, dialah calon penyelamat para manusia saat dunia berada dalam kekuasaannya nanti. Namun bagiku, dialah penjahat sesungguhnya. Dia gila," tegas Yohanes terlihat begitu marah hingga napasnya memburu.
Mata semua orang kini terkunci pada wajah Yohanes yang terlihat begitu jujur mengungkapkan semua.
Diam-diam, Obama Otong merekam sekaligus mengaktifkan detektor kebohongan di kabin tersebut.
King D melirik kawan semasa kecilnya itu dan Obama mengangguk pelan dari tempatnya berdiri dalam diam. King D menarik napas dalam terlihat memikirkan sesuatu dengan serius.
"Paman. Kaubilang, dia menyekap orang-orang yang selamat. Apakah ... ada anak-anak?" tanya King D, dan Yohanes mengangguk. Sontak, semua orang kembali terkejut.
"Tak hanya anak-anak. Ada binatang juga. Hanya saja, mereka menempatkan orang-orang itu secara acak, tak ada yang tahu keberadaan pastinya," jawab Yohanes tampak gelisah. Tiba-tiba, ia menggenggam tangan King D erat terlihat penuh harap. "Kita harus selamatkan mereka, King D. Dialah penyebab wabah monster tak kunjung reda. Maaf, aku tak mengenali kalian sebelumnya. Mungkin ... karena pikiranku kacau. Aku tertekan setiap hari karena ancamannya. Aku sungguh minta maaf," ucap Yohanes terlihat seperti akan menangis.
"Sudahlah, Paman. Tanpa kau minta, kami akan menolong. Baiklah, tunjukkan pada kami di mana pria itu berada. Kami akan menghajarnya," tegas King D, tapi Yohanes menggeleng.
"Dia pasti sudah tahu jika aku tertangkap. Dia memasang detektor pada jet ski yang kukendarai tadi. Kini, benda itu sudah berada jauh dan dalam kondisi diam. Dia pasti curiga. Dan jika aku kembali, dia akan merubah orang-orang itu. Semua sudah terlambat sejak kau memintaku naik ke helikopter ini," jawab Yohanes tampak sedih.
"Kenapa kau bisa sangat yakin jika orang itu tak bisa ditemukan?" tanya King D heran.
Yohanes menatap King D tajam terlihat begitu serius.
"Ia berpergian menggunakan kapal selam ciptaan Ahmed yang usaha dagangnya dikelola oleh Eko. Selain itu, aku yakin jika dia juga memiliki pemancar fatamorgana. Miris bukan," jawab Yohanes yang membuat mulut Obama menganga lebar seketika
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Makasih tipsnya Soraya😍 Lele padamu😘
__ADS_1
Mau kasih tau aja kalau hari ini Papa Monster ulang tahun. Uhuy. Semoga selalu menjadi suami, ayah dan kepala rumah tangga yang dibanggakan. Amin❤️