
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Praktis, anggota Red Ribbon yang masih bertahan ikut dibuat panik. Aero-CD yang dikendarai oleh Polisi Lee jatuh dengan keras menghantam tanah hingga benda terbang itu menjadi kepingan. King D yang masih disibukkan dengan menghalau serangan jarum ledak Umbrella berusaha keras agar benda itu tak menewaskan para seniornya.
"Lee! Lee!" panggil anggota Red Ribbon lainnya yang dengan sigap mendaratkan drone pengangkut manusia bersenjata itu untuk memastikan keadaan polisi asal Korea Selatan tersebut.
Namun, "Lee!" teriak Sumanto dengan mata melotot lebar saat melihat polisi malang itu tergeletak dalam rintihan kesakitan di antara mayat para monster.
Para pria tua itu bergegas mendatanginya, tapi tak berani menyentuh karena tubuh Lee sudah dilumuri darah hitam beracun dari bangkai monster.
"Jangan mati, Lee," ucap Gatot sedih dan hanya bisa berdiri memandanginya.
"King D ... ingatkan orang itu dengan janjinya. Janji untuk menyelamatkan keluargaku, hempf ... hempf," ucapnya yang diakhiri dengan napas memburu dan tubuh mulai mengejang karena dampak racun telah masuk ke tubuhnya. Para anggota Red Ribbon dibuat ketakutan karena melihat kematian di depan mata secara nyata.
"Akan kami tagih ke D, jangan khawatir!" ucap Bonar menahan air mata.
"Ingkar ... hempf, hempf, katakan padanya aku akan menunggunya di neraka. Akan kulemparkan dia kembali ke Bumi untuk menepati janji, ohok!" ucap Lee menunjuk dengan tubuh mulai tersentak dan busa menyembur dari mulutnya.
"Lee! Lee!" teriak Tukiman histeris karena tak bisa menolong.
Bola mata pria itu mulai naik ke atas hingga putih seluruhnya. Tubuhnya yang mengejang mendadak diam, tapi menjadi kaku. Buih dari busa putih keluar dari celah bibirnya sebagai pertanda jika nyawa pria Korea itu sudah melayang.
"Argh! Sengkuni!" teriak Nyoman marah besar hingga wajahnya memerah.
Bangkai monster yang digunakan King D untuk menghalau serangan jarum peledak Umbrella sampai habis tak bersisa. Napas pria itu tersengal demi melindungi anggota Red Ribbon yang kini berkumpul. Hingga tiba-tiba, tak ada lagi serangan dari kediaman Victor. King D yang heran dengan sigap menajamkan matanya ke arah mansion putih tersebut, tapi malah pembicaraan penuh duka yang ia dengar. Praktis, kepalanya menoleh karena fokusnya teralih.
"Polisi Lee tewas?" tanya King D seraya berjalan mendekat dengan wajah tegang.
Para senior mafia itu mengangguk. King D terlihat shock dan mencoba untuk mengendalikan amarahnya.
"Lee menagih janjimu untuk menyelamatkan keluarganya, D. Bunuh Sengkuni. Cuma itu satu-satunya cara supaya arwah Lee tenang berikut orang-orang dalam jajaran kita yang sudah meninggal dengan cara mengenaskan," tegas Wayan, dan diangguki kawan-kawan seperjuangannya.
King D menundukkan wajah terlihat tertekan akan sesuatu. Ia lalu melihat ke arah mansion Victor yang sebenarnya tak jauh lagi untuk ia datangi. King D melihat sekitar di mana bangkai para monster yang telah tewas tergeletak di segala penjuru. Darah hitam sudah mengkontaminasi wilayah hijau itu dan mengubahnya menjadi kering.
__ADS_1
"Haruskah ku membunuhnya? Bagaimanapun ... dia masih kerabat dari keluargaku. Dia anak dari Bibi Sandara," ucapnya lirih terlihat ragu.
Saat anggota Red Ribbon sedang mengumpulkan batu untuk menutup jasad Lee karena tak bisa dikuburkan karena tak memiliki alat menggali, tiba-tiba ....
"Misil!" teriak King D lantang ketika sebuah misil meluncur dari kediaman Victor. Praktis, mata para anggota Red Ribbon melebar seketika. "Paman! Harrghh!" teriak King D karena para senior itu malah terpaku saat melihat kedatangan misil tersebut ke arah mereka.
King D dengan sigap melompat, dan hal itu mengejutkan para senior karena putra Lysa tersebut menangkap lalu memeluk benda yang sedang meluncur dengan pesat bagaikan guling.
"King D!" teriak Toras dengan mata melotot karena King D berhasil membelokkan laju bidikan misil tersebut, tapi membuat dirinya ikut terdorong hingga keluar dari wilayah peperangan.
Wajah para senior tegang saat melihat King D bagaikan terbang di udara. Namun kemudian, sosoknya tak terlihat, dan tiba-tiba ....
BLUARRR!!
"King D!" teriak Ucup karena ledakan besar terjadi.
Misil tersebut menabrak sebuah bangunan di balik hutan dan meruntuhkannya.
"King D!" panggil Made yang langsung berlari ke arah drone lalu menerbangkannya.
"King D! D!" panggil Uda terlihat begitu mencemaskan kondisi putra Lysa tersebut.
Tanpa mereka ketahui, King D selamat usai berhasil merusak misil itu dengan mencoba menggunakan kuku tajamnya. Siapa sangka, usahanya berhasil, tapi menyebabkan misil tersebut memercikkan api. King D yang tak menduga hal itu terperosok dan jatuh dengan cepat menghantam atap sebuah rumah dan jatuh di dalamnya. King D yang tak sadarkan diri, ternyata membuat sosoknya menghilang. Dirinya yang tak terlihat, mengakibatkan anggota Red Ribbon tak bisa menemukannya. Saat Red Ribbon sedang berpencar, lagi-lagi ....
KLANG! BUZZ!!
"Gas! Gas!" pekik Toras saat melihat seseorang melemparkan kaleng berisi gas berwarna putih ke kumpulan kawan-kawannya.
Praktis, para pria tua itu tertegun dan tak siap. Satu per satu mereka roboh dan tak sadarkan diri. Sedang Toras yang berada di atas langit mengendarai Aero-CD mencari pelaku yang bersembunyi di balik bangunan. Ketika ia siap membidik seorang bertopeng, tiba-tiba ....
CLEB!!
"Agg!"
__ADS_1
NGENGG!! SRAKK!!
Toras yang sedang menerbangkan drone pingsan seketika dan membuatnya kehilangan kendali. Drone yang dikendarai Toras menabrak sebuah pohon usai dirinya terkena peluru bius yang ditembakkan dan mengenai leher.
"Bawa mereka semua," ucap pria bertopeng putih memerintahkan anak buahnya untuk menangkap para anggota Red Ribbon yang sedang mencari King D.
Para senior mafia tersebut diikat dari atas hingga bawah layaknya kepompong. Mereka yang tak sadarkan diri karena terkena panah bius dikumpulkan. Anak buah Sengkuni memasukkan orang-orang itu ke dalam truk dan membawa mereka ke suatu tempat.
Hal buruk juga terjadi pada Trio Jawa usai memakamkan jasad Polisi Lee. Mereka dikepung oleh belasan CD yang terbang mengitari dengan moncong senjata diarahkan. Mereka ditangkap dalam keadaan sadar tak seperti anggota Red Ribbon lainnya.
"Dasar cemen! Tak sumpahin matimu dikeroyok monster!" pekik Gatot geram dengan mata melotot ke arah kamera drone.
"Dasar anak durhaka! Tak sumpahin mayatmu dilepeh sama kuburan! Belatung aja najis makan bangkaimu!" sahut Sumanto tak kalah emosinya.
"Tak sumpahin gak ada yang bakal sedih dengan kematianmu, malah mereka bersuka cita! Dasar bocah laknat!" teriak Tukiman dengan dua tangan terangkat ke atas.
"Hehehe, mereka sangat lucu. Jarang sekali aku menerima pujian seperti itu. Hem, baiknya ... kubalas kebaikan mereka dengan cara seperti apa ya?" ucap Sengkuni seraya menggosok dagunya dengan jari tangan kanannya. "Ah, aku tahu. Hehehe," kekehnya dengan seringai saat membayangkan penyiksaan yang terlintas di kepalanya.
Anggota Red Ribbon ditangkap. Sayangnya, anak buah Sengkuni melupakan Toras yang tak sadarkan diri karena tersangkut di pohon dan masih duduk di drone. Para senior mafia dijadikan kepompong seperti Han dan lainnya. Mereka dikumpulkan menjadi satu di ruangan besar dan digantung pada langit-langit sebuah hanggar.
"Mas Han! Wah, kita reuni! Apes ya kita," ucap Ucup yang malah terlihat gembira karena bertemu orang-orang dalam jajarannya, padahal keadaan mereka tidak menguntungkan.
Han tersenyum tipis karena merasa orang-orang mantan anak buah Sutejo itu tak terlihat takut meski kini menjadi sandera dari Sengkuni. Hanggar tersebut dijaga ketat di semua sisi meski CamGun mengawasi pergerakan mereka.
"Ada kabar terbaru?" tanya Han santai yang hanya terlihat kepalanya saja.
"Tenang saja. Kita akan selamat. King D akan membebaskan kita. Tadi, kami sekelompok dengannya, tapi setelahnya, dia menghilang. Mungkin sengaja supaya tidak ditangkap si Kunkun," sahut Bonar berbisik.
Praktis, senyum para mafia itu merekah. Namun, kondisi Irina yang mengkhawatirkan, membuat orang-orang itu cemas. Beruntung, kemampuan Junior tak dihisap oleh Sengkuni. Bocah berkulit pucat itu meniupkan udara dingin dari mulutnya ke kepala Irina saat ia berayun. Ia berhasil mendekat meski hanya sekejap. Orang-orang terharu melihat Junior tampak begitu menyayangi Irina karena terus melakukan hal itu berulang-ulang seperti tak terlihat lelah.
"Yang buruk rupa baik hatinya, yang ganteng kelakukannya malah kaya setan. Dunia memang sudah edan," ucap Nyoman, dan diangguki oleh orang-orang yang memahami ucapannya.
***
__ADS_1
hadeh baru sempet up. si embul rewel uyy mungkin abis imunisasi jadi manjah sm emaknya. trims sudah sabar menunggu. lele padamu 💋