KING D

KING D
Markas Demon Kids?*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Seperti yang dikatakan Dayana. Semua tim dari seluruh markas aktif berbondong-bondong menuju ke Australia. Sisanya, tetap bertahan di markas yang berhasil direbut dari anak buah Sengkuni. Namun, Yuki yang pernah menginformasikan jika tabung-tabung di mansion Giamoco Amerika akan dievakuasi oleh timnya kala itu, membuat One dan Verda terpikirkan suatu tempat.


"Kau ingat tempat yang pernah Gibson katakan kala itu? Saat kita memergokinya menyelinap diam-diam dan kabur dari Camp Militer? Dia mengaku pergi ke Desa Hantu bersama anggota Demon Kids lainnya. Dia mengatakan itu basecamp mereka. Namun, kita tak percaya dengan ucapannya. Mungkin, tempat itu memang ada," ujar Verda menatap suaminya lekat.


"Bisakah kau katakan di mana itu? Aku akan mencoba mencarinya melalui satelit Marlena. Aku berhasil terhubung dengan markas Oman dan Lysa memberikan aksesnya padaku," pinta Q.


"Aku tak yakin. Coba saja cari Desa Hantu. Mungkin kau akan menemukan petunjuk. Yang jelas, Gibson mengatakan tempat itu sudah tertutup tanaman hijau dan ditinggalkan. Namun, mereka membuat sebuah markas di sana. Hanya saja, tepatnya di sebelah mana, kami ... tak tahu. Kami masa bodoh ketika dia mengungkapkannya," imbuh One merasa bersalah karena tak mempercayai anaknya.


"Kalian sungguh orang tua yang buruk," sindir Q yang membuat kening Verda dan One berkerut seketika. "Oh! Ada! Tempat itu sungguh ada!" pekik Q yang mengejutkan dua orang tua Gibson.



Q mengirimkan gambar dari lokasi itu yang berada di Houtouwan, Shengsi, Zhoushan, Zhejiang, China. Praktis, hal tersebut mengejutkan bagi orang-orang yang terhubung dengan komunikasi tersebut.


"Kami akan menyelidikinya," usul One, dan diangguki Verda.


"Kami akan menjaga Grey House. Selain itu, pembersihan bangkai monster juga belum selesai," terang Clack. Click sependapat dan bersedia mendampingi kawannya.


"Baiklah, terus hubungi kami," pinta Sierra.


Saat fajar menyingsing, One dan Verda pergi menggunakan helikopter untuk mencari lokasi yang sudah dipetakan oleh Q. Verda mengemudikan benda berbaling-baling besar itu menuju ke Desa Hantu, seperti yang pernah dikatakan Gibson sebelumnya.


"Aku menyesal tak percaya ucapan anak kita saat ia bercerita tentang petualangan di Planet Mitologi, serum pengubah dan juga markas Demon Kids," ucap One berwajah sendu dengan pandangan keluar jendela.


"Tak usah kau, aku pun demikian," sahut Verda dengan wajah memelas.


Dua orang itu terlihat waspada dengan sekeliling. Sensor pemindai keberadaan monster tak tertangkap oleh detektor. Mereka berasumsi jika para monster di wilayah itu telah lenyap karena Sengkuni sudah menangkap mereka semua untuk dikumpulkan dan digunakan sebagai tentara penyerang markas 13 Demon Heads.


Helikopter terus terbang dan akhirnya tiba di wilayah yang dipetakan. One dan Verda memutari wilayah hijau dengan banyak bangunan terbengkalai dan sudah tertutup oleh tumbuhan liar. Dulunya, tempat itu adalah kawasan pemukiman para nelayan. Verda mencoba mencari lokasi untuk mendaratkan helikopter, tapi tak menemukannya.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus mendarat sedikit lebih jauh dari wilayah ini. Bagaimana?" tanya Verda, dan One mengangguk siap.


Verda mendaratkan helikopter dekat sebuah dermaga. Tak terlihat bekas peperangan dan bangkai monster di sana. Dua orang itu dibuat kagum akan kawasan tersebut. Asri, tenang, dan sejuk seperti tak tersentuh oleh manusia. Keduanya berjalan cukup jauh agar bisa tiba di kawasan pemukiman para nelayan yang sudah ditinggalkan itu.


"Wow," kagum Verda sampai kepalanya mendongak ke atas ketika mendaki jalan setapak dengan senapan laras panjang dalam genggaman.


One mengangguk membenarkan dengan mata waspada memindai sekitar. Namun, cukup lama mereka berkeliling dan tak menemukan apa pun seperti petunjuk yang dikatakan Yu Jie kepada Yuki kala itu.



"Bagaimana?" tanya Verda menatap suaminya lekat yang menggunakan teropong khusus pemindai panas tubuh manusia.


One menggeleng seraya terus berjalan perlahan menyusuri jalanan setapak untuk menemukan lokasi rahasia yang diyakini markas Demon Kids berada.


Sedang di tempat King D. Australia.


Putra Javier tersebut mengikuti pergerakan para tikus yang menuntunnya ke suatu tempat menjauh dari mansion Victor. Hewan-hewan pengerat itu membawa King D melewati beberapa tempat menghindari wilayah yang sudah diberi jebakan oleh anak buah Sengkuni. King D menggunakan kemampuan mata silver saat ia berlari melintasi beberapa wilayah dan terlihat ranjau yang ditanam.


"Oh! Aku harus memperingatkan lainnya tentang wilayah ini," ucapnya yang langsung menghentikan langkah.


Para tikus dengan setia menunggu King D yang sedang mengamankan jalur bagi timnya. Saat pria itu sibuk memberikan tanda, tiba-tiba terlihat sebuah helikopter melintas. King D dengan sigap membuat dirinya tak tampak layaknya bunglon yang melakukan kamuflase. King D merapat ke sebuah dinding bangunan seraya menajamkan mata. Kombinasi mata silver dan merah menyatu. Seketika, matanya melebar saat ia melihat sosok manusia monster di dalam benda terbang itu yang tak lain adalah Sengkuni.


"Kenapa dia menjadi mengerikan seperti itu? Lalu ... mau ke mana dia?" tanya King D curiga karena Sengkuni seperti pergi ke suatu tempat.


Namun, King D menyadari sesuatu. Putra Lysa segera bergerak di mana para tikus ikut bersembunyi saat Sengkuni muncul. Saat King D menyelinap di sebuah bangunan, tiba-tiba saja, BLUARR!!


"Arghh!" rintihnya dengan tubuh terpental ketika dinding bangunan di dekatnya berada meledak begitu saja dan membuat puing-puing berhamburan.


King D jatuh terlentang dengan keras di atas lantai sebuah bangunan. Serangan mendadak tersebut mengakibatkan para tikus ketakutan. Mereka kabur menyelamatkan diri seperti menyadari bahaya mengancam.


"Hem, sudah kuduga. Itu kau, King D," ucap Sengkuni yang muncul dari balik lubang ledakan dengan sebelah mata berwarna merah menyala.

__ADS_1


Putra Lysa segera bangkit. Beruntung, King D tak terluka parah. Akan tetapi, hal itu membuat dirinya kembali terlihat. King D membuka mata dan menatap Sengkuni tajam. Sengkuni berkerut kening saat menyadari sesuatu.


"Matamu ... kenapa bisa menjadi seperti itu?" tanyanya curiga. King D tersenyum miring.


"Kau menginginkannya? Ambilah, seperti waktu itu," tantang King D.


Sengkuni menyeringai. "Harghhh!"


King D tertegun. Ia bisa merasakan sebuah kekuatan yang mengerikan dari aura yang dipancarkan tubuh Sengkuni meskipun hanya dari raungannya. Rambut landaknya mencuat dengan sendirinya seperti bisa menyadari adanya bahaya. King D bersiap di mana ia bisa merasakan jika putra Raden itu tak akan berhenti sampai ia tewas.


"Semua kekuatan Mitologi akan menjadi milikku!" teriaknya lantang dengan wujud mengerikan hasil campuran kekuatan yang telah dihisap. "Harghhh!"


Sengkuni berlari menunjukkan wajah buasnya, siap untuk mencabik King D. Pria dengan mata hitam menyelimuti sklera, menyambut serangan itu dengan kuku tajam yang keluar dari jemari tangannya.


"Heaaa!"


SHOOT! SHOOT!


Mata Sengkuni melebar saat ia melihat rambut jarum King D tiba-tiba melesat cepat ke arahnya. Sengkuni menghentikan langkah dan menggunakan dua tangannya yang memiliki lapisan seperti batu sebagai perisai membentuk huruf X.


TANG! TANG!


"Heh, kau tak bisa—"


DUAKK!!


"Ugh!" rintih Sengkuni saat King D tiba-tiba meluncurkan tendangan kaki kanan yang berlapis sepatu magnet ke wajah hingga pemuda itu terhuyung ke samping hampir jatuh.


King D tak memberikan celah pada lawannya agar tak melakukan serangan balik jika menunggunya. Saat pria bermata hitam itu siap meluncurkan cakaran dari kuku tajamnya, tiba-tiba ....


***

__ADS_1


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_2