KING D

KING D
Zurna Si Wanita Perkasa


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Obama Otong yang berhasil dibangunkan oleh Jonathan, bergegas mendatangi lokasi ke tempat Zurna berada. Isteri James tersebut mengatakan berhasil membangunkan orang-orang yang ditidurkan dalam tabung generasi kedua ciptaan Jeremy menggunakan jam tangan pemberian Obama saat itu. Helikopter terbang menuju ke wilayah tak jauh dari lokasi gedung yang meledak—Tórshavn, Faroe Islands.


"Oh! Mereka ini ...," kejut Jonathan saat melihat orang-orang dalam tabung memulai proses pembangkitan.


Beberapa dari mereka sudah mulai bergerak, tapi masih berbaring dalam tabung karena proses pemulihan membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan sebelum beradaptasi dengan sekitar.


"Kok Tante Zurna bisa keluarin semua tabung ini sendirian tepat waktu? Jumlahnya gak main-main ini," tanya Obama heran menatapnya lekat.


Zurna tersenyum miring seraya menunjukkan sebuah suntikan serum yang telah kosong. Praktis, mata Obama dan Jonathan melebar seketika.


"Ta-Tante pakai serum terlarang itu?" tanya Jonathan yang tak mengetahui jika hal tersebut ulah Obama Otong.


"Yah, mau bagaimana lagi. Aku penasaran dengan fungsinya dan keadaanku terdesak. Aku masih terperangkap di sebuah ruangan dengan banyak tabung temuan. Aku tahu jika bisa mati tertimbun reruntuhan. Naasnya, jika selamat, siapa yang akan menolongku? Jadi, sebelum aku menyusahkan kalian nantinya, lebih baik aku ambil risiko yang tak kuketahui dampaknya dengan menyuntikkan serum ini ke tubuhku," jawabnya tenang yang malah duduk di atas salah satu tabung.


"Tante jadi apaan? Gak keliatan bedanya," tanya Obama penasaran.


"Seperti katamu. Aku bagaikan Wonder Woman," jawabnya santai, tapi membuat kening Jonathan dan Obama berkerut.


Zurna lalu berdiri. Ia menarik napas dalam saat melihat beberapa tabung yang diletakkan secara asal di tanah kosong itu. Tiba-tiba saja, Zurna mengangkat sebuah tabung berisi manusia dengan dua tangan lalu memindahkannya. Wajah Obama dan Jonathan berkerut saat melihat Zurna menumpuk tiga tabung sekaligus lalu mengangkatnya begitu saja.


"Woah!" teriak Jonathan kagum bahkan Obama sampai membuka mulutnya lebar.


"Tak berat sama sekali," ucapnya seraya meletakkan tiga tabung itu perlahan dan mensejajarkannya. "Selain itu, tinjuku ternyata bisa menjebol dinding bahkan pintu besi. Aku yang terkurung saat itu nekat menghancurkan bangunan agar bisa mengeluarkan tabung-tabung ini. Beruntung, saat ledakan terjadi, aku masih bisa mengejar waktu untuk mengevakuasi semuanya," imbuh Zurna terlihat bangga di mana terhitung ada 20 tabung berisi manusia dalam jajaran 13 Demon Heads di sana.


Obama dan Jonathan spontan bertepuk tangan terlihat bangga. Zurna tersenyum dan membungkuk seperti seorang ratu sebagai ucapan terima kasih.


"Masalahnya, jika harus menunggu sampai 1 bulan mereka bangkit, akan sangat lama. Kalian mau ke mana?" tanya Zurna penasaran seraya bertolak pinggang.


"Black Castle, Inggris. Helikopterku tak akan muat jika harus mengangkut semua. Jumlahnya terlalu banyak," jawab Jonathan terlihat pusing.


"Oh, apa diangkut pakai kapal aja? Atau ... minta kelompok Agent S yang ada di Islandia buat angkut mereka sampai ke Inggris, Om Jon?" saran Obama.


"Ah, benar juga. Tante Zurna bilang kalau markas di Islandia udah ditinggalin. Ya ya, cepat telepon Agent S dan minta kemari. Sayang sekali, kita harus menunda penyelamatan King D dan lainnya. Namun, biar saja. Aku penasaran. Apakah Junior, King D dan Irina berhasil membebaskan diri atau malah mengalahkan Hope setelah mereka diculik," jawab Jonathan seraya mengangguk-anggukan kepala.

__ADS_1


"Ya, biarkan saja mereka berusaha. Terlebih, tiga orang itu memiliki kemampuan khusus. Seharusnya, Hope urusan mudah. Kita fokus saja pada kebangkitan orang-orang ini. Kita membutuhkan mereka untuk mengamankan markas-markas sebelum Hope mengambilnya dari kita," tegas Zurna.


Jonathan dan Obama mengangguk setuju atas saran dari senior mereka. Obama akhirnya menghubungi tim dari Agent S yang ditugaskan untuk menyelidiki Islandia. Ternyata, ucapan Zurna benar jika perusahaan Robicon Coorporation yang digunakan oleh Hope serta anak buahnya sebagai markas telah ditinggalkan. Namun, mendengar kabar jika ditemukan banyak tabung, membuat Agent S dan 4P bersemangat untuk segera menyusul ke Kepulauan Faroe demi membantu mengamankan temuan tersebut.


"Kita bermalam dulu saja di sini. Kabarkan kondisi kita ke seluruh markas. Aku merasa tubuhku sedikit demam usai menyuntikkan serum itu. Aku penasaran, jenis makhluk mitologi apa yang kini menguasai diriku. Bisa kurasakan kemampuannya hingga jantungku seperti berdetak lebih cepat dua kali dari sebelumnya," ucap Zurna seraya melihat tubuhnya yang masih normal dari jendela helikopter Jonathan.


"Entahlah, Tante. Nathan gak paham. Bagi Nathan, cerita anak-anak setan itu gak masuk akal," jawab Jonathan malas. Zurna hanya tersenyum tipis mendengar komentar tersebut.


"Otong masih belum bisa mengendalikan kemampuan loh. Bingung Otong," ucap lelaki gundul itu seraya melihat dua tangannya.


"Mumpung masih ada waktu. Cari tahu. Katakan padaku, apa kemampuanmu," tanya Zurna seraya berjalan mendekati helikopter seperti ingin mengambil sesuatu.


"Itulah, Tante. Otong juga bingung. Herannya, pas King D ngamuk kok Otong gak berubah ya. Kata orang-orang yang udah liat perubahan Otong, kemampuan Otong itu bisa gak dilihat oleh orang-orang berkemampuan khusus. Jadi, hanya bisa dilihat oleh manusia biasa. Otong dianggap kaya batu sama para monster jadi dilewatin gitu aja. Nah, terus pas Otong melakukan serangan, itu terjadi begitu saja. Otong kaya gak sadar gitu," jawabnya yang membuat Zurna mengedipkan mata.


"Maksudmu ... kemampuanmu muncul sendiri ketika bahaya datang?" tanya Zurna menebak. Obama Otong mengangguk cepat. "Akan tetapi ... kau tak sadar ketika kekuatan itu muncul?" Obama mengangguk membenarkan. "Kau dan kemampuan unikmu sama-sama aneh, Otong. Aku tak punya jawabannya," ucap Zurna kemudian yang membuat Obama langsung komat-kamit. Jonathan terkekeh.


Click and Clack yang mendapatkan informasi jika akan kedatangan tamu segera menyiapkan tempat di kastil megah peninggalan William Charles. Saat keduanya sedang mengosongkan ruangan untuk meletakkan tabung-tabung itu nantinya, tiba-tiba saja ....


TET! TET! TET!


"Terminator berbunyi di Black Castle. Apa yang terjadi?" tanya Pion Darwin di Markas Kastil Hashirama panik.


"Q! Tampilkan dari pantauan GIGA!" pinta Pion Dexter ikut merapat.


"Oke, akan aku siarkan!" jawab Q cepat dari Markas Greenland.


Seketika, tampilan dari pencitraan satelit diteruskan ke seluruh markas. Mata semua orang melebar. Sekumpulan manusia muncul dari wilayah terluar untuk mengepung Black Castle ke berbagai sisi bangunan hitam tersebut.


"Monster!" teriak Clack lantang ketika melihat dari seluruh tampilan CamGun di sudut-sudut bangunan jika para manusia yang terjangkit wabah monster melakukan serangan.


"Aktifkan sistem persenjataan otomatis!" seru Pion Darion menugaskan.


"Sistem persenjataan kami selalu aktif!" jawab Click mantap.


"Tutup semua pintu dan jendela Black Castle! Jangan biarkan satu pun monster memasuki rumahku!" perintah Jonathan sampai memegangi layar tablet dengan mata melotot karena serangan mengerikan tersebut.

__ADS_1


Click and Clack bergegas mengikuti perintah Jonathan. Mereka menutup semua pintu dan jendela Black Castle hingga dalam kastil menjadi gelap karena cahaya matahari tak diizinkan menyelinap masuk. Lampu-lampu sengaja tak dinyalakan oleh dua lelaki bertubuh besar itu untuk menghemat daya dan cadangan baterai. Saat Click and Clack dibuat sibuk akan serangan yang tiba-tiba saja terjadi, lagi-lagi hal tak terduga muncul.


BLUARR!!


"Apa yang terjadi?" tanya Jonathan memekik karena tiba-tiba saja sambungan ke Black Castle terputus.


"Jangan-jangan, para penyerang menghancurkan menara komunikasi!" sahut Zurna yang membuat Obama dan Jonathan melebarkan mata seketika.


"Argh! Pasti ulah Hope! Ia sudah merencanakan semuanya. Dia menculik King D, Junior dan Irina! Ia pasti sengaja membuat kita bertahan di tempat ini karena menemukan tabung-tabung berisi manusia dan tak bisa memindahkan karena jumlahnya yang banyak. Sial, sial, sial!" geram Jonathan seraya menendangi batu-batu di luar helikopter.


Obama dan Zurna saling memandang. Mereka terlihat bingung dengan hal ini. Sedang Click and Clack yang berada di Black Castle dibuat panik karena serangan terus berdatangan seperti berusaha untuk meruntuhkan pertahanan kastil hitam itu. Dua orang itu mengangguk pelan seperti siap akan sesuatu. Mereka berlari keluar dari pusat komando usai kastil itu kehilangan daya dan tak bisa mengoperasikan senjata otomatis di beberapa wilayah sebagai pelindung kastil.


"Hem, kerja bagus, James. Aku penasaran, bagaimana kastil itu bisa bertahan dengan serangan para monsterku usai kehilangan daya. Tampaknya Black Castle akan menjadi rumah baruku," ucap Hope yang duduk menikmati serangan dari para monster.


Anak buah Hope terus melakukan gempuran dengan merusak menara komunikasi, pemancar fatamorgana, dan panel surya tempat energi cadangan disimpan.


"Lepaskan rantai ini dan kau akan rasakan pukulanku," geram James dengan wajah sudah babak belur dan tubuh dibelenggu oleh rantai sehingga tak bisa berkutik.


"Nanti saja setelah semua urusan sudah selesai. Itulah akibatnya kau mencurangi aku dengan membangkitkan isterimu Zurna dan malah membuatnya bergabung dengan pasukan King D. Namun, keberuntungan itu tak lama. Lihatlah, King D, Junior, dan gadis bermata hijau itu bersamaku sekarang," jawab Hope santai.


"Gadis bermata hijau itu bernama Irina Tolya. Kau tampaknya tak seperti yang kuduga. Kau tak mengenal semua orang-orang dalam jajaran, terlebih para generasi baru para mafia 13 Demon Heads dan The Cirlce," kekeh Han yang ikut disiksa seperti James.


Tiba-tiba saja, Hope berdiri. Ia berjalan mendatangi dua senior dalam jajaran 13 Demon Heads dengan langkah gusar.


"Irina Tolya? Irina Tolya sudah tewas. Kau, jangan mengarang," ucapnya penuh penekanan. Wajah James dan Han berkerut.


"Jika Irina Tolya sudah tewas, lalu siapa gadis bermata hijau itu? Satu-satunya Irina Tolya dalam jajaran kami hanyalah dia. Puteri dari Sia dan William Tolya," tegas Han dengan wajah pucat.


Hope diam lalu berpaling begitu saja meninggalkan dua sanderanya keluar ruangan. James dan Han saling melirik dalam diam seraya menahan sakit di sekujur tubuh karena siksaan dari anak buah Hope yang tak segan memukul jika mereka membangkang.


***



lagi susah up nih. kehamilan lele udah masuk 9 bulan dan dr kmrin rempong urus orang sakit karena lele juga ikutan drop. ini malah ketambahan kudu cari tempat buat vaksin booster sebagai syarat melahirkan. semoga keburu buat ngebut tamat. amin❤️ jgn lupa vote vocer ya. tengkiyuw 💋

__ADS_1


__ADS_2