KING D

KING D
Dinetralkan Kembali


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


King D dan lainnya yang melakukan misi pemberantasan para monster sekaligus pembersihan bangkai-bangkai monster, membuat mereka tiba di laboratorium Jeremy saat malam menjelang. Beruntung, mereka dikenali sistem sehingga tak perlu berurusan dengan CamGun. Perasaan lega juga menghampiri hati semua orang karena Rayya dan Roxxane ikut menyambut kedatangan.


"Kalian sudah bangun?" tanya Zurna seraya berjalan dengan wajah gembira karena bertemu dua teman seperjuangan dalam anggota SYLPH.


"Ya. Kawan-kawan kalian juga sudah datang. Hanya saja, mereka sedang menuju ke Red Mansion setelah kami mendapatkan instruksi misi dari Jordan," jawab Rayya usai menjabat tangan Zurna dengan mantap.


"Heh, orang itu. Selalu saja penuh kejutan," sahut Arjuna seraya memalingkan wajah.


Naomi memilih diam enggan berkomentar atau akan terjadi perang besar. Bagaimanapun, Arjuna masih cemburu jika Naomi berdekatan dengan mantan suaminya itu meski hanya saling melempar senyum.


"Jadi ... kalian sudah melakukan protokol pemusnahan dan pembersihan?" tanya Roxxane melihat para mafia di depannya.


"Begitulah. Kami harus memindahkan drum-drum berisi bangkai yang sudah penuh ke drum kosong. Apa kalian memiliki cadangan?" tanya King D usai menjabat dua istri Jeremy.


"Ya. Masuklah. Kita akan melakukannya di dalam," jawab Rayya.


King D dan lainnya memasukkan truk mereka ke garasi basement klinik tersebut. Terlihat, ada banyak drum-drum seperti sudah disediakan oleh penjaga laboratorium untuk menyimpan bangkai monster. Sarnai dan Han ikut menyambut saat beberapa dari mereka masuk ke dalam lab untuk beristirahat sebelum melanjutkan proses pemindahan bangkai monster ke drum baru.


"Mana lainnya?" tanya Lysa bingung usai berpelukan dengan Han.


"Mereka melakukan pembersihan di sana. Rayya dan Roxxane  menyarankan jika ingin tinggal agar di rumah itu saja. Tempat ini akan difokuskan untuk penampungan dari limbah bangkai monster dan juga proses penyembuhan," jawab Sarnai.


"Penyembuhan?" tanya Irina bingung saat mereka dipersilakan duduk di kamar khusus layaknya ruang tamu.


Sarnai menunjuk Dayana, dan gadis cantik itu kini ditatap semua orang.


"Ono rahasia opo meneh, Dek Pacar?" tanya Obama menatap kekasihnya lekat.


Han, Sarnai, Rayya dan Roxxane langsung berkerut kening ketika Obama memanggil Dayana seperti seorang kekasih.


"Kalian ...," tanya Han seraya menunjuk.

__ADS_1


"Dayana jadi pacar Otong, Mbah!" jawab pria gundul itu semangat.


Praktis, Han langsung melotot seraya memegangi dadanya. Tentu saja, reaksi Han membuat semua orang panik. Arjuna dengan sigap mendatangi sang ayah dan memegangi tubuhnya karena ingin roboh ke belakang.


"Lebay loh. Gak usah sok jantungan, Mbah. Udah takdir ini. Tuhan tau jodoh yang terbaik buat Otong. Gak usah jeles," ucapnya sebal, padahal Han sampai seperti orang sesak napas saat mendengar berita tersebut.


"Pindahkan Han ke ruang perawatan segera!" seru Sarnai ikut panik.


Naomi menemani ayah mertuanya untuk segera melakukan pemeriksaan lanjutan karena tubuh Han menegang.


"Ihh, Mas Pacar jangan bicara seperti itu. Kakek Han sungguh terkejut," sahut Dayana yang membuat mata semua orang kembali melebar.


"Mas Pacar? Ya Tuhan. Mimpi burukku belum berakhir sampai di sini ternyata," keluh Souta langsung memejamkan mata tampak tertekan. Sedang mafia lainnya terkekeh.


"Untung saja calon menantuku tak seaneh dia. Aku beruntung Irina akan menikah denganmu, D. Hanya kau yang paling waras diantara yang lain," ujar William seraya merangkul lengan putra Javier tersebut. Javier mengangguk bangga. Irina dan Lysa hanya saling melirik dengan senyuman.


"Woo, dibandingin sama King D loh. Uasem," keluh Obama, tapi ia juga tak bisa melawan fakta tersebut. Dayana tersenyum tipis.


"Oke, oke, cukup. Aku ingin dengar tentang penjelasan Diana. Dan kau, jelmaan Eko. Diam. Jangan bicara. Satu kata yang keluar dari mulutmu akan menghancurkan konsentrasi semua orang," tegas Zurna melotot.


"Oke. Jadi ... apakah kalian tahu, alasan kenapa Gusti atau yang kalian panggil Sengkuni membutuhkanku untuk membuka tabung Oma Vesper dan Opa Kai?" tanya Dayana yang membuat semua orang menyipitkan mata dengan gelengan. "Itu karena ... percobaan terakhir ibu," sambungnya.


"Apa maksudmu? Jangan membuat teka-teki," keluh Romeo tampak kesal, ditambah luka yang diderita belum pulih sepenuhnya.


Dayana kembali tersenyum. "Sepertinya Gusti tahu tentang eksperimen terakhir dari ibu. Ia tahu di mana ibu menyembunyikannya. Alasan dia yang mengatakan merindukan Oma dan Opa adalah palsu. Itu karena ...."


"Karena apa?" tanya Javier ikut penasaran.


"Itu karena, serum terakhir yang dibuatnya dikhususkan untuk orang-orang berkemampuan unik. Itu adalah serum yang dikembangkan dari salah satu serum para Demon Kids ketika dibawa pulang dari Planet Mitologi. Serum yang Tina dapatkan kala itu. Serum yang bisa mengembalikan para manusia berkemampuan khusus menjadi manusia normal kembali. Semua kemampuan itu akan lenyap usai disuntikkan ke tubuh orang tersebut."


Praktis, apa yang diungkapkan oleh Dayana membuat mata semua orang melebar.


"Jadi ... aku bisa sembuh? Aku bisa menjadi manusia normal lagi tanpa sisik dan sebagainya?" tanya Romeo dengan senyum terkembang sampai berdiri dari kursi. Dayana mengangguk.

__ADS_1


"Oh, sungguh? Ah, aku sangat lega mendengarnya. Kukira aku akan menjadi seperti ini seumur hidup," ucap Hugo senang hingga terlihat seperti akan menangis.


"Lalu ... apa hubungannya dengan jasad mama dan Papa Kai?" tanya Lysa bingung.


"Suntikan-suntikan berisi serum itu disimpan dalam jasad mereka."


Kembali, mata semua orang melotot. Para mafia tersebut tak menyangka jika Sandara akan senekat itu. Mereka yang tahu jika organ dalam Vesper telah dikosongkan, malah digunakan Sandara untuk menyimpan serum. Seketika, wajah para mafia itu berubah masam.


"Aku tahu jika kalian marah dengan cara berpikirnya. Namun, hanya itu satu-satunya cara untuk menyembunyikan serum berharga tersebut. Sebelum ibu ditidurkan, ia memintaku agar semua serum disembunyikan dalam tubuh oma dan opa. Aku menerima amanat itu dan pergi ke tempat jasad mereka disimpan. Aku ... minta maaf," ucap Dayana sedih.


"Kenapa harus dalam jasad? Tak adakah tempat lain?" tanya Rayya terlihat kesal.


"Mm, ibu percaya. Meskipun oma sudah tiada, tapi ia masih mampu menjaga sebuah rahasia. Aku juga sempat bingung dengan hal ini, rasanya ... ibu seperti berhalusinasi atau ... percaya dengan hal-hal gaib. Ia pernah mengigau saat mulai sakit akibat tak beristirahat demi eksperimen pembuatan serum penyembuh itu. Ia mengatakan dengan lirih, 'Aku titipkan padamu, Ma.' Ya begitulah," jawab Dayana terlihat seperti bingung akan sesuatu.


"Sampai kebawa mimpi loh. Kangen kali ya Bibi Sandara sama Oma. Ya wajar sih, dulu dia juga durhakim sama emaknya. Eh, maap, Dek Pacar. Mas Pacar keceplosan," sahut Obama yang kemudian menutup mulutnya dengan wajah tegang.


"Hem. Aku tahu hal itu. Kisah empat anak Vesper yang durhaka pada ibunya bahkan ingin membunuhnya hanya karena kekuasaan dan ingin membuktikan diri jika lebih hebat dari sang ibu serta saudara-saudari lainnya," ucap Dayana dengan pandangan tertunduk.


Lysa yang berada di sana langsung menundukkan wajah. Semua orang melirik wanita cantik itu yang tampak tertampar akan kenangan masa lalunya karena ternyata masih diingat semua orang.


"Karma?" sahut Roxxane santai.


"Mungkin," timpal Javier. "Namun, karena kesalahan itulah kita berhenti menjadi orang dungu dan picik. Harus ada kesalahan besar agar kita tersadar. Meskipun berimbas pada diri sendiri yang diingat oleh orang-orang jika dulunya kita orang hina."


"Ya, itu benar," sahut William. "Aku tahu posisi itu."


Suasana hening untuk sesaat ketika orang-orang itu teringat akan dosa-dosa di masa lalu sebelum ditidurkan.


"Oleh karena itu, penebusan dosa? Seperti yang biasa kita lakukan atas kesalahan sulit untuk dilupakan," ucap Dayana.


Orang-orang mengangguk setuju dan terlihat kembali tegar untuk memperbaiki diri.


***

__ADS_1



Halow gaes. Mau info aja. Lele mau coba ikutan lomba lagi cuma ini genrenya fantasi. Setelah lele pikir2, nanti tokohnya akan lele comot dari anggota jajaran 13 Demon Heads aja. Kan ada banyak tuh, cuma ini nanti MC alias tokoh utamanya. Siapakah dia? Tunggu aja novelnya saat terbit nanti ketika King D dan Jono otw on going. Mohon dukungannya ya. Tengkiyuw lele padamu.


__ADS_2