
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Di sisi lain. Kota Hantu, China.
Rencana dari King D yang disebarluaskan oleh Jordan ke tiap markas aktif, membuat para mafia itu dilanda kebingungan untuk membuat keputusan. Apakah mereka akan mengikuti saran dari King D atau tidak?
"Bagaimana sekarang? Jika kita berubah, aku khawatir tak bisa mengendalikannya," tanya Victor cemas.
"Awalnya memang cukup mengguncang baik mental atau pun pikiran. Namun, setelah terbiasa, insting dan naluri serum monster Mitologi di dalam tubuh, bisa berkolaborasi dengan baik. Yang terpenting, jangan terlalu memikirkannya. Jujur, saat mengalami perubahan, aku seperti mendengar ada suara-suara di pikiranku. Awalnya, kupikir aku gila, tapi setelah kucoba dalami dalam kondisi tenang, suara-suara itu ternyata dari DNA mahkluk Mitologi yang sedang beradaptasi dengan tubuh kita. Mereka memiliki kemampuan unik seperti bisa mendeteksi adanya bahaya. Mereka yang memberitahu apa yang harus kulakukan agar tak tewas saat berhadapan dengan musuh, dan sejenisnya," ujar Jason mantap dari pengalaman.
"Begitukah? Seperti ... ada bisikan di kepala yang menuntun kita untuk melakukan sesuatu? Bagaimana jika bisikan itu berupa hal buruk? Bukannya menolong malah akan mencelakai," tanya James cemas.
"Untuk itulah mental dan pikiran kita harus kuat. Mereka menumpang pada tubuh kita. Namun, kitalah pemiliknya. Kita harus menekankan pada DNA serum Mitologi jika kitalah bosnya," tegas Jason.
"Wah, aku baru tahu hal itu," sahut Seif dan diangguki semua orang.
"Baiklah, kalau begitu. Kita harus cepat karena gunung berapi di Spanyol sudah siap untuk meletus," sahut Goran tampak tergesa.
"Eiji, kau tahu di mana serum-serum itu disembunyikan?" tanya Agent X, dan pria berwajah Asia itu tersenyum sebagai jawaban.
Di Bandar Udara Internasional Mactan, Cebu, Filipina.
King D yang dipercaya untuk menjadi pemimpin tim, terlihat sedikit tertekan. Namun, karena para mafia percaya dan mendukung dirinya karena kelak akan menjadi Presiden Dunia, pemikiran King D mulai berubah. Ia tak ingin mengecewakan orang-orang yang menaruh harapan besar padanya. Ucapan King D direkam oleh Dayana yang nantinya akan dikirimkan kepada Jordan. Setelahnya, akan dilanjutkan ke Kota Hantu di China.
"Oke. Menurut penjelasan dari Dayana, beberapa dari kita tak berubah fisik secara ekstrim karena mengalami proses inkubasi dalam tabung yang hampir sempurna. Sepertiku, Dayana, Melody, Irina, Eva, dan lainnya. Sedangkan yang memiliki wujud tak lazim layaknya monster, hal itu disebabkan karena proses inkubasi tak sesuai. Jadi, setelah aku diskusikan dengan Dayana, Rayya dan Roxxane, kami sudah memiliki keputusan," tegasnya.
"Apa pun keputusanmu pastilah sudah yang terbaik untuk kita semua, D," sahut Cassie di mana ia dan tim Jonathan sudah kembali dari Red Mansion seperti permintaan. King D mengangguk.
"Aku sudah membagi orang-orang kita ke beberapa tempat. Tujuan akhir kita semua adalah Spanyol, Gunung La Palma. Saat gunung itu meletus dan sungai lava mulai terbentuk, drum-drum berisi bangkai monster akan kita masukkan ke sana, bukan kawah gunung berapi," tegasnya. Semua orang mengangguk paham.
__ADS_1
"Lalu ... bagaimana mengirim kami ke sana? Para monster berkeliaran di beberapa negara," tanya Romeo.
King D tersenyum. "Kita semua akan terbang bersama dengan pesawat kargo. Para mafia yang sudah memutuskan untuk memiliki kemampuan unik akan aku terjunkan di negara-negara yang masih dikuasai oleh para monster saat melintas. Selanjutnya, Paman Jonathan, Bibi Cassie, Paman Arjuna dan Bibi Naomi akan melakukan penjemputan untuk mengangkut drum-drum berisi limbah monster untuk dibawa ke Spanyol begitupula dengan kalian. Waktu di tempat itu untuk membereskan para monster hanya tiga hari," terangnya.
"Wah, kita harus kerja cepat, tapi ... aku siap, Tuan Presiden," jawab Javier mantap.
"Calon," sahut Arjuna dengan wajah jutek. Javier melirik Arjuna sadis, tapi putra Han tersebut memasang wajah datar.
"Kalian tak mau disuntik?" tanya Zurna menunjuk.
"Nathan gak siap jadi jelek," jawab Jonathan mantap. "Nathan juga gak mau Ayang Cassie ikutan buruk rupa seperti mereka," jawab Jonathan seraya menunjuk Obama.
"Woo, nunjuk lho. Otong ini gak berubah yo, masih bentuk manusia orisinil. Emang Match, eh?" jawabnya kesal, tapi kemudian bungkam saat pria dengan tangan Yeti-nya melirik Obama tajam. "Maap, Om. Keceplosan," imbuh Obama pucat. Semua orang menahan senyum.
"Baiklah. Setelah disuntik, selama masa inkubasi, kalian akan ditidurkan kurang lebih dua jam. Tabung kalian akan diterjunkan menggunakan parasut. Saat itulah, kalian akan bangkit menjadi manusia setengah makhluk Mitologi. Jadi ... jangan khawatir jika kalian ingin mengamuk setelahnya sampai bisa mengendalikan diri. Ada para monster yang siap menjadi sasaran kebuasan kalian," ujar King D yang membuat para mafia itu terkekeh.
"Bersiaplah," ucap Rayya yang telah siap dengan serum makhluk Mitologi untuk disuntikkan.
"Ayo, kita juga harus segera berangkat," ucap Jonathan yang siap untuk terbang menuju Manila bersama timnya.
"Hati-hati. Kami akan terus mengirimkan informasi kepada kalian dan menunggu kepulangan untuk proses penetralan," ujar Roxxane.
Arjuna, Naomi, Jonathan dan Cassie mengangguk paham. Jonathan segera duduk di bangku pilot. Helikopter Jonathan terbang meninggalkan Cebu menuju ke Manila untuk pembasmian para monster yang tersisa sesuai informasi dari Jordan.
"Oh, tim King D sudah bergerak. Kita juga harus bergegas," ujar Polo yang sudah siap untuk disuntik.
Eiji dan Monica segera melakukan prosedur penyuntikan seperti yang dilakukan oleh tim King D dengan menidurkan orang-orang tersebut agar inkubasi tak membuat mereka memiliki fisik layaknya monster. Pesawat kargo lepas landas di tempat pacuan yang sudah dipersiapkan oleh Sandara dengan kamuflase rerumputan menutupi area itu. One dan Verda dengan sigap menerbangkan pesawat besar itu berisi tabung-tabung manusia yang akan menjadi manusia berkemampuan makhluk Mitologi.
"Semoga ... rencana King D berhasil," ujar Monica penuh harap saat melihat pesawat kargo tersebut terbang meninggalkan Kota Hantu.
__ADS_1
"Kita juga harus segera memperbaiki sistem GIGA. Hubungi Q, dan minta ia mengembalikan komunikasi kita. Sengkuni sudah mati, kita bisa mengoperasikan GIGA secara menyeluruh," pinta Eiji dan Monica mengangguk paham.
Tim One pergi menuju ke benua Afrika di mana masih banyak para monster yang berkeliaran di tempat tersebut. Para monster itu selama ini tak terdeteksi karena berpencar di beberapa wilayah. Sedang para mafia lainnya yang tak mengalami perubahan unik, diminta untuk membantu mengumpulkan drum-drum berikut pembersihan bangkai monster yang kemudian diangkut menuju Spanyol nantinya. Para mafia yang menjaga markas mulai meninggalkan tempat bernaung itu kecuali anak-anak di Kastil Borka.
"Kami akan baik-baik saja. Pergilah, dan selesaikan tugas kita yang tertunda," ujar Mitha mantab.
"Kau memang anak yang pemberani, Mitha. Kami bangga padamu. Kau cocok menjadi mafia," puji Viona Red Skull, tapi gadis itu menggeleng tampak tak tertarik.
"Kami pergi dulu. Sampai jumpa. Jaga adik-adikmu dan kami akan kembali untuk menjemput kalian," ujar Edward yang menyusul ke Kastil Borka bersama kawan-kawannya usai mendapatkan kabar dari Jordan.
"Bye! Hati-hati!" seru anak-anak seraya melambaikan tangan.
Helikopter kargo terbang meninggalkan Kastil Borka di mana nantinya mereka akan berpindah pesawat kargo yang berada di Bandar Udara Khrabrovo, Kaliningrad, Rusia. Dari sana, mereka akan melakukan pembasmian dan pembersihan di wilayah Russia. Semua tim nantinya akan berkumpul di Spanyol untuk melenyapkan bangkai monster selama-lamanya.
Di tempat Jordan berada, Bali, Indonesia.
Ia yang melihat jika proses pelenyapan para monster harus segera diselesaikan, membuatnya membangkitkan tabung-tabung khusus dari jarak jauh.
"Mereka membutuhkan kalian, jadi ... bantulah," ucap Jordan saat menekan tombol pembangkitan satu per satu hingga tak ada lagi yang tersisa.
KLIK!
"Prosedur pembangkitan jarak jauh dilakukan. Tabung Sun diaktifkan. Tabung Martin diaktifkan. Tabung Buffalo diaktifkan. Tabung Durriyah diaktifkan. Pembangkitan tabung khusus selesai."
"Selamat bertugas," ucap Jordan tersenyum miring.
***
tengkiyuw tipsnya mak benπ lele padamu π yg lain jgn lupa serahkan seluruh harta kalian yaπ
__ADS_1