KING D

KING D
Para Sukarelawan Manusia Super


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Satu per satu, mafia dalam jajaran datang dan berkumpul di Black Castle. Tempat yang biasanya sepi karena wabah monster menyerang Bumi sejak tahun 2050, mulai terlihat ramai. Jonathan, Cassie dan Sierra selaku tuan rumah, menyambut kedatangan para tamu mafia dalam jajaran dengan jamuan istimewa.


"Senang bertemu denganmu, Paman Maksim, Paman Souta, dan Sig," ucap Neil seraya menjabat tiga orang itu bergantian.


"Aku sungguh penasaran dengan kemampuan unikmu, Neil. Sepertinya, aku harus dekat-dekat denganmu mengingat kau adalah obat mujarab penyembuh luka," jawab Maksim dengan senyum lebar. Neil hanya tersenyum dengan anggukan kepala.


Sedang Pedro dan Anggie yang kini bergabung dengan para mafia dibuat takjub. Keduanya tak menyangka jika masih ada sekumpulan orang-orang kuat dan memiliki pengaruh besar dalam perekonomian dunia yang hidup walaupun mereka adalah mafia.


Jason, Daniel, Zaid dan Yena juga telah tiba dengan pesawat terbang. Berkumpulnya para mafia senior membuat kumpulan penjahat itu yakin jika mampu melawan Hope dan mengakhiri tragedi. Q dan anak buahnya juga meninggalkan Greenland untuk memperkuat pertahanan di Black Castle.


Bruno, Robin, dan dua anggota Red Skull kekasih mereka juga meninggalkan Giamoco Island. Raden ditemani Sarnai, Chen dan Amy Red Skull ikut berkumpul di kastil hitam tersebut. Raden berharap jika benar Sengkuni adalah Hope, ia masih diberikan waktu untuk menyadarkan puteranya. Sedang sisanya, masih bertahan di markas masing-masing.


Saat Black Castle sedang ramai oleh orang-orang yang menikmati jamuan, tiba-tiba saja panggilan masuk. Para mafia senior bergegas menuju ke pusat kendali termasuk para penjaga di markas lainnya.


Rohan, menghubungi seluruh markas dalam jajaran untuk memberitahukan kabar jika King D telah ditemukan. Tentu saja hal itu membuat semua orang lega, tapi mengingat King D dalam bahaya, lagi-lagi kecemasan mengerubungi hati mereka.


"King D bisa lolos dari cengkeraman Hope. Dia pasti memiliki banyak informasi mengenai pergerakan pria itu. Kita harus menyelamatkannya!" tegas Daniel.


"Aku sudah mengirimkan Shamsa dan tim ke Cape Verde. Namun sepertinya, akan memakan waktu lama. Belum jika mereka harus transit untuk pengisian bahan bakar. Semoga kita tak terjebak dalam rencana licik Hope mengingat ia mantan orang dalam jajaran kita dulu. Aku yakin itu," imbuh Rohan.


"Mau bagaimana lagi. Misi kita untuk membangkitkan beberapa orang mengalami kendala karena keterbatasan orang. Selain itu, jarak antar markas juga sangat jauh. Kita telah sepakat untuk tak membangkitkan semuanya untuk menjaga kestabilan jumlah populasi manusia yang berhasil diamankan dalam tabung," sahut Arthur.


"Lalu ... bagaimana para sukarelawan yang siap menjadi manusia super dari sisa serum sebagai pasukan bantuan? Apakah mereka sudah berkumpul?" tanya Goran memastikan.


"Ya, mereka—"


TET! TET! TET!


"Apa yang terjadi?" tanya Jonathan panik karena suara alarm terdengar di Black Castle.


"Jonathan! Terjadi perubahan serum di luar kendali. Match mengamuk!" seru Cassie yang muncul dari pintu pusat kendali.


"Apa!" pekik Jonathan dan orang-orang dalam ruangan serempak.


Segera, Jonathan berlari menuju ke ruang penyuntikan serum bersama timnya. Namun segera, langkah mereka terhenti saat melihat Match meraung kencang bagaikan monster di koridor. Orang-orang itu dibuat panik dengan jantung berdebar kencang.

__ADS_1


"Harghh! Hempf, hempf!"


"Diam, jangan bergerak," bisik Jonathan, dan semua orang langsung mematung.


Match yang kehilangan dua tangannya kini sudah tidak lagi. Namun, dua tangan baru itu memiliki bentuk yang aneh. Mulai dari lengan atas sampai ke jemari ditumbuhi bulu warna putih yang lebat. Tangannya berukuran besar dan panjang sampai menyentuh kaki yang membuatnya mirip seperti gorila. Dua buah taring mencuat seperti Fara dan memiliki mata merah menyala. Orang-orang bergidik ngeri melihat perubahan mendebarkan dari salah satu algojo Amanda tersebut.


"Goarrr!" raungnya dengan kepala mendongak ke atas dari sebuah dinding yang dijebol karena tak bisa menahan reaksi dari serum yang disuntikkan.


"Di-dia kabur!" pekik Sierra menunjuk Match yang berlari kencang dengan dua tangan ia jadikan seperti kaki.


Jonathan dan lainnya tertegun. Mereka bergegas mengejar Match yang pergi meninggalkan Black Castle. Pria itu masuk ke dalam hutan dan tiba-tiba saja menghilang entah menuju ke mana.


"Jangan biarkan Match pergi! Dia aset kita! Akan sangat berbahaya jika Hope mendapatkannya! Kejar dengan helikopter dan bawa dia kembali!" titah Jonathan.


"Kami saja!" sahut Marco dan diangguki Polo.


Jonathan mengangguk dan mengizinkan saudara kembar itu untuk menangkap Match. Bruno, Robin, dan Chen ikut membantu. Mereka yang sudah melihat dari video rekaman mengenai kekejaman Mix and Match saat masa kejayaannya dulu dibuat waspada. Mereka membawa gas halusinasi cukup banyak berikut peluru bius sebagai alternatif untuk menenangkan pria yang sedang hilang arah itu.


"Hati-hati," ucap Fara saat mengantar kepergian Marco dan Polo.


"Otong!" panggil Jonathan saat memasuki lubang dinding hasil perbuatan Match.


"Kalian tak apa?" tanya Venelope panik.


"Uhuk! Ada yang ngamuk," jawab Obama seperti orang teler dengan tubuh dipenuhi debu dan puing bangunan.


"Zurna. Kau tak apa?" tanya Sierra cemas seraya membangunkan isteri James tersebut.


"Ya. Hanya saja, bagaimana ini? Match sepertinya tak bisa mengendalikan diri," jawab Zurna seraya bangun perlahan di mana dirinya tergeletak di lantai karena tak siap dengan serangan tersebut.


"Dia berubah jadi apa?" tanya Yusuke ikut cemas.


"Dari yang kulihat, sepertinya itu campuran antara darah Yeti dan Drakula. Namun, entahlah. Mungkin ada kemampuan lain," jawab Neil santai.


"Yeti? Drakula? Gila! Sandara ingin menjadikan manusia seperti monster?" pekik Lucy sampai melotot.


Neil mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu dengan wajah polos. Para senior bertolak pinggang terlihat pusing memikirkan hal ini. Sedang orang-orang yang telah disuntikkan serum mulai menunjukkan perubahan. Mereka dimasukkan dalam ruangan kaca khusus anti getaran dan anti peluru. Namun, tampaknya dinding transparan itu tak bisa menahan mereka usai mendapatkan kemampuan tak lazim.

__ADS_1


"Oh, my, God!" pekik Agent S dengan mata melotot saat melihat perubahan pada mafia lainnya usai disuntik serum.


"Semuanya! Menyingkir!" seru Jason panik.


Benar saja, PRANG!!


"AAAA!" teriak Loria histeris begitupula beberapa orang lainnya.


Kaca-kaca dinding yang mengurung para mafia dengan kemampuan unik itu pecah karena tak bisa menahan kekuatan besar dari manusia yang dikurungnya. Sakura dan lainnya bergegas bersembunyi untuk melindungi diri karena khawatir jika perubahan tersebut malah menyakiti mereka nantinya.


Alarm masih menyala dengan lampu merah berkedip di ruangan tersebut, tanda jika Black Castle mengalami serangan atau dibobol dari dalam meskipun hal tersebut dilakukan oleh orang-orang dalam jajaran. Jonathan mengintip dari balik meja untuk memastikan lima orang tersebut bukan ancaman.


"Woah!" serunya kagum dan langsung berdiri.


Para mafia yang melihat Jonathan berani berdiri ikut menampakkan diri dari tempat persembunyian. Orang-orang itu ikut dibuat kagum. Kali ini, wujud mereka tak sama seperti manusia normal karena terdapat perubahan dalam bentuk tubuh. Lima orang itu tampak seperti marah karena napas mereka memburu.


"Hei, kalian tak apa?" tanya Jonathan seraya mendekat perlahan dengan dua tangan terjulur ke depan.


"Hah, hah, Jonathan?" jawab salah satu bodyguard-nya dengan napas tersengal.


"Ya. Kau mengenaliku, Clack. Bagaimana? Apa yang kaurasakan?" tanya Jonathan penasaran karena perubahan bentuk tubuh Clack tak lazim.


"A-aku ... oh, shitt! Aku memiliki ekor!" pekiknya ketika melihat ujung dari sebuah ekor bergerak dari samping kaki kanannya dan malah membuka kelopaknya tepat di hadapan Clack.


"Wow! Wow! Hati-hati!" pekik Nero panik dan langsung mundur.


"Lihatlah! Kulitnya jadi berwarna merah kebiruan seperti kadal," ujar Yuki seraya menunjuk dengan mata melotot.


Clack yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek sepaha, membuat bentuk tubuhnya terlihat jelas. Clack panik dengan perubahan wujudnya dan tiba-tiba ....


"Woah! Dia di mana? Di-dia menghilang!" pekik Zaid dengan mata melotot. Praktis, semua orang dalam ruangan itu tertegun seketika.


***



wah ada yg kasih tips 😍 tengkiyuw yulnia❤️ lele padamu 💋

__ADS_1


__ADS_2