KING D

KING D
Presiden Dunia


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Di tempat Jonathan dan timnya berada.


"Oh, itu ... mirip seperti yang di kapal kargo!" seru Neil menunjuk ke arah kapal kargo yang terapung di perairan Laut Banda, Indonesia.


"Kita mendarat ke sana!" seru Sig mantap.


Jonathan yang mempiloti helikopternya berkerut kening karena ragu dengan permintaan para pemuda itu.


"Percaya padaku, Papi!" seru Neil bersikeras. Jonathan mengerutkan bibirnya melihat kapal kargo yang memiliki landasan helipad itu.


"Kau lelet," sindir Cassie yang mengambil alih kemudi setelah Jonathan memberikan akses kepada isterinya menggantikan Obama Otong.


Jonathan memonyongkan bibir karena tak bisa berkutik di samping sang istri. Cassie mengambil alih dan mendaratkan helikopter tersebut di helipad yang tersedia. Bendera 13 Demon Heads berkibar dengan warna hitam di atas menara anjungan.


"Kami akan turun untuk memeriksa keadaan," ucap Nero mantap yang diangguki Neil dan Sig.


Jonathan mengangguk mengizinkan dan mengaktifkan sistem persenjataan untuk melindungi tiga pemuda yang mulai berani tak terlihat takut atau gugup akan sebuah serangan.


"Oh, ada surat!" pekik Sig yang langsung berlari mendekati sebuah kursi di geladak seperti sengaja di persiapkan.


Ada sebuah kertas yang direkatkan pada sandaran kursi dan terdapat tulisan berinisial 'Utusan 13 Demon Heads'. Mereka kini sudah tahu jika orang-orang itu adalah Dayana, Melody, dan Eva. Sig mengambil surat itu dan membacanya saksama.


"Papi! Di sini tertulis jika kita harus mengisi bahan bakar penuh lalu menuju ke laboratorium milik kakek Jeremy di Filipina!" seru Neil dari samping kursi temuannya itu.


Cassie dan Jonathan saling melirik dalam diam.


"Kenapa diam saja? Ambil sana dan isi penuh bahan bakar helikopter kita," titah Cassie yang membuat Jonathan mengedipkan mata.


"Aku? Kenapa aku?" tanyanya menolak. Cassie menyipitkan mata, dan Jonathan dengan sigap langsung berdiri lalu meninggalkan kecupan di dahi sang isteri. "Oke, tak masalah. Hanya beberapa jeriken saja. Aku kuat," jawabnya pamer seraya berjalan mundur menuju ke pintu helikopter.


Cassie tersenyum tipis sembari melihat sekitar dari kamera-kamera yang terpasang di seluruh badan helikopter. Jonathan berdiri di samping pintu helikopter yang terbuka dengan wajah garang.


"Hei, kalian! Isi penuh bahan bakar. Lalu bawa sisanya ke dalam helikopter. Cepat!" titahnya menunjuk tiga pemuda yang masih berada di samping kursi itu.

__ADS_1


"Siap!" jawab ketiganya serempak dan bergegas pergi ke arah kontainer sesuai petunjuk dalam surat.


"Beres, Ayang Cassie!" jawab Jonathan yang kembali masuk ke dalam helikopter dengan wajah genitnya. Cassie tak menjawab dan hanya tersenyum tipis.


Di tempat Sandara berada.


Jordan terlihat panik saat sang isteri dibopong oleh Match dalam wujud monster yang melindungi kelompok itu. Dayana dan Junior berjalan di depan begitu helikopter yang mengangkut mereka mendarat di helipad. Dayana meletakkan telapak tangannya pada papan pemindai yang dikamuflasekan sebagai kotak P3K sebuah apotek tanpa penjaga.


PIP!


"Selamat datang, Dayana Lubava, Junior, Jordan, Sandara dan ...," ucap sistem menggantung saat memindai Match. Semua orang tampak tegang ketika sinar warna hijau seperti mencari tahu siapa sosok berwujud monster itu. "Selamat datang, Match. Izin diberikan," sambung sistem yang membuat semua orang bernapas lega.


Sandara terlihat pucat ketika dibawa masuk ke sebuah gedung yang ternyata memiliki banyak pintu berlapis. Leher Sandara dibalut oleh kain tebal yang membeku karena Junior meniupkan udara es di sekitarnya, menjaga agar darah tersebut tak terus menyeruak. Selang oksigen portabel juga terpasang di lubang hidung Sandara berikut detektor jantung portabel untuk memastikan wanita tua itu masih bernyawa.


PIP!


Sebuah pintu otomatis terbuka yang membawa orang-orang itu menuju ke ruangan berdinding kaca. Jordan meletakkan telapak tangannya ke sebuah papan pemindai. Seketika, muncul sebuah tabung kosong dalam posisi berdiri dari balik dinding dengan banyak kabel dan selang terhubung.


"Bawa kemari, cepat!" pinta Jordan panik ketika sebuah tabung khusus seperti milik Irina Tolya mulai terisi cairan berwarna hijau hingga penuh.


"Hati-hati," pinta Dayana panik saat Match memasukkan Sandara secara perlahan ke dalam tabung hingga tubuhnya tenggelam.


KLEK! PIP!


Palka besi atas tertutup dan gelembung-gelembung kecil dari bagian bawah tabung mulai bergerak ke atas dalam jumlah banyak. Jordan, Dayana, Junior dan Match terlihat panik saat monitor di samping tabung sedang melakukan diagnosis.


PIP!


Mata orang-orang itu melebar saat sistem mulai menunjukkan hasil analisis atas kondisi tubuh Sandara.


"Hasil diagnosis. Kemungkinan bisa disembuhkan sebesar 40%. Terjadi kegagalan fungsi organ dalam dan kehilangan darah. Transfusi akan dilakukan. Estimasi selesai pengobatan secara bertahap untuk memulihkan fungsi organ yang rusak satu tahun. Prosedur mulai dilakukan," ucap sistem yang membuat Jordan langsung memejamkan mata.


"Hoh ... hoh ...," ucap Junior terlihat sedih saat ia menyentuh dinding tabung di mana sang ibu berada di dalam sana.


"Ibu akan baik-baik saja. Kau sudah menolongnya, Junior. 40% merupakan angka yang baik dari pada tak ada sama sekali," ucap Dayana menenangkan.

__ADS_1


Junior menangis dan menutup wajahnya dalam posisi berjongkok. Jordan hanya bisa berdiri di balik tabung di mana sang isteri memejamkan mata dengan tubuh melayang dalam cairan hijau penyembuh itu. Terlihat, cairan darah dari stokan mulai masuk melalui selang. Sandara terlihat pucat, dan kain yang telah dibekukan Junior melalui napas esnya masih melilit leher putri mendiang Kai tersebut.


"Cepat sembuh, Ibu. Kami menunggumu," ucap Dayana sedih seraya menggenggam erat tangan Junior yang berjongkok di sampingnya.


"Auuu ...."


Junior melolong sebagai pertanda kesedihannya akan kondisi sang ibu yang terluka parah akibat kegilaan Sengkuni karena ingin membunuhnya. Semua orang terlihat sedih, tapi mereka kini hanya bisa diam dan berharap agar Sandara segera sadar tanpa harus menunggu 1 tahun lamanya.


Di tempat King D berada. Keesokan harinya saat fajar menyingsing.


Terlihat, para mafia yang berlayar menggunakan kapal kargo sedang menyiapkan sarapan di geladak. Kontainer-kontainer yang tersusun rapi dijadikan sebuah kamar untuk mereka beristirahat. Benda-benda itu memang sengaja dipersiapkan oleh para Utusan 13 Demon Heads karena masuk dalam misi mereka. Para mafia itu lebih menyukai tidur di luar dari pada di dalam kapal karena merindukan masa-masa berkumpul seperti dulu.


"Kita ... di mana?" tanya King D saat berdiri di geladak dan melihat sekitar.


"Menemui Sandara," jawab Eva seraya berjalan mendekat dengan cangkir berisi kopi.


"Di mana tepatnya?" tanya King D penasaran dan menatap Eva lekat yang sedang menyeruput kopinya.


"Markas Vesper di Bali," jawabnya santai.


"Kita masih memiliki tugas yang belum diselesaikan. Namun, untuk memastikannya kita harus menemui Sandara. Hanya saja, melihat kondisi Sandara yang terluka parah, aku rasa Jordan atau Dayana akan mengambil alih," sahut Melody ikut merapat.


"Memang ... tugas apa itu? Apakah melibatkanku, Irina dan lainnya?" tanya King D menatap dua gadis itu bergantian.


"Ya. Sengkuni telah mati berikut anak buahnya. Hanya saja, monster masih berkeliaran dan bersembunyi. Sebelum proses pembangkitan menyeluruh kepada seluruh tabung, kita harus memastikan para monster sudah lenyap dari muka Bumi termasuk membersihkan wilayah yang terkontaminasi darahnya agar tak menjadi petaka di kemudian hari," jawab Eva mantap.


"Hem, aku mengerti. Walaupun aku sudah tak memiliki kemampuan unikku, tapi aku siap untuk ditugaskan," jawabnya mantap.


"Good. Kau memang harus melakukannya, D. Kau memiliki misi penting untuk masa depan yang sudah disepakati oleh banyak orang," sahut Melody yang membuat kening putra Javier berkerut.


"Wah, opo kui? Kok kayanya tugas maha berat dan dahsyat," tanya Obama menyahut dengan sebuah ubi rebus dalam genggaman.


"King D ditunjuk untuk menjadi Presiden Dunia," jawab Eva yang membuat mata King D melotot lebar termasuk para mafia yang mendengar di sekitar.


***

__ADS_1


semoga tiponya gak menyeramkan. amin. btw lele lagi galaw sama sistem mt gaes. jadi kalau nanti hasil diskusi sama pihak mt gak membuahkan win-win solution, lele terpaksa ngungsi ya. itu dulu info gak ngenakinnya dan selamat akhir pekan. lele padamu❤️


__ADS_2