
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Tiba-tiba ....
"Arghh!" rintih King D saat tangan yang memegang granat tabung ditangkap oleh tangan batu Sengkuni.
Putra Javier berusaha untuk melepaskan cengkeraman itu dengan saling beradu kekuatan. Tangan King D yang masih terbebas menahan wajah Sengkuni karena pemuda itu ingin menghisap kekuatannya lagi, tapi kali ini, putra Javier tak mengizinkan.
"Kau pasti memiliki serum cadangan sehingga kekuatanmu kembali!" teriak Sengkuni garang seraya terus mendorong tubuhnya hingga langkah King D bergeser ke belakang.
"Agg! Aku tak butuh serum sepertimu!" teriak King D lantang.
Saat keduanya saling beradu, tiba-tiba, "AAAAA!"
"Irina!"
JLEB!! CRAT!!
"Agg, ohok!" rintih King D saat ia memalingkan wajah karena mendengar suara teriakan sang kekasih.
Benar saja, Irina diikat seperti Fara dan nasibnya sama dengan sang adik untuk diumpankan ke para monster yang kelaparan. King D yang terkejut kehilangan fokus. Sengkuni melihat celah untuk menjatuhkan lawan. Seketika, rambut jarum yang mencuat di kepala Sengkuni menusuk perut King D.
Praktis, jarum tajam itu membuat darah segar langsung tersembur dan menodai pakaian putih putra Lysa tersebut. King D menjatuhkan granat tabung dari genggaman. Beruntung belum diaktifkan. Ia jatuh berlutut menahan sakit seraya melihat puluhan rambut jarum menancap di perutnya.
"King D!" panggil Irina ketakutan. "Sengkuni! Hentikan!" teriak Irina dengan mata melotot saat melihat sang kekasih terluka dan darah segarnya membuat para monster semakin agresif karena memiliki sasaran baru, King D.
"Hehehe, kau lemah, King D. Dua kali kita bertemu dan kau masih sama. Tidak berguna."
DUAKK! BRUKK!
"Agh!"
Sengkuni menendang dada King D dengan satu kakinya dan membuat pria itu jatuh meringkuk di atas tanah. Sengkuni berjalan melenggang mendatangi kerangkeng tempat para monster dikurung. Napas Irina tersengal dengan tubuh sudah memerah karena dampak serum di tubuhnya yang membuat panas.
__ADS_1
"Awalnya aku ingin membuat King D menyaksikan orang-orang yang dikasihinya mati mengenaskan di depan mata. Namun, aku berubah pikiran. Saksikan, Irina. Kebuasan dari peliharaanku. Hahahaha!" tawa Sengkuni gembira saat ia mengangkat tangan kanan ke atas dan muncul sebuah drone besar berwarna hitam dengan baling-baling di tiap sisinya.
Mata Irina melebar ketika Sengkuni berdiri di atas drone besar berbaling-baling itu dengan sebuah pengendali berbentuk segitiga yang diambil dekat kakinya memijak. Sengkuni memanggil drone itu dengan pengendali jarak jauh yang terpasang di gesper sabuk celana. Drone itu membawanya terbang melayang meski terlihat tak begitu cepat. Sengkuni berdiri di atas drone mendatangi Irina dan melayang di sampingnya. Wanita cantik itu melirik tajam saat Sengkuni tersenyum miring dan menjentikkan jari menggunakan satu tangannya.
KLIK!! BRANG!!
"GOARRR!"
"King D!" teriak Irina histeris saat melihat para monster dikeluarkan dari kurungan yang menyekapnya oleh anak buah Sengkuni di helikopter.
Para monster kini berlari kencang mendatangi King D, siap untuk memangsa. Irina berusaha melepaskan tali di kaki yang membuat tubuhnya tergantung terbalik dengan kepala di bawah.
"Heh, berusaha menyelamatkannya? Kau pikir aku akan membiarkan hal itu terjadi. Tidak, Irina. Aku ingin King D mati," ucapnya serius.
Irina menatap wajah Sengkuni tajam yang masih melayang di udara dengan drone sebagai tumpangannya. Napas Irina menderu. Wajahnya memerah, tapi perlahan warna merah itu menjalar hingga ke seluruh tubuh. Praktis, kening Sengkuni berkerut. Ia bisa merasakan sesuatu dari aura yang dipancarkan oleh kekasih King D.
"Haaaaa!"
Seketika, sebuah gelombang besar seperti hempasan udara membuat semua makhluk di sekitar Irina tertegun. Para monster berhenti berlari. Mereka seperti bisa merasakan kemarahan Irina karena dalam tubuhnya memiliki sel monster akibat kejadian silam. Mata Sengkuni melebar saat melihat mata Irina berubah menjadi hijau kecoklatan dan membuat kulit di sekitar matanya mengeras seperti aligator. Sengkuni menjauh dengan segera.
King D terkejut saat melihat perubahan dalam diri sang kekasih. Tubuh Irina mendadak menjadi lentur layaknya seorang akrobatik. Kedua tangannya diikat di samping tubuh layaknya sikap tegak sempurna. Irina bisa menekuk tubuhnya seperti ingin mencium lutut dalam keadaan tergantung.
Wanita itu menggunakan taringnya untuk melepaskan ikatan di pergelangan kaki. Sengkuni tertegun dan semakin terbang menghindar dengan cepat. Irina yang berhasil terbebas langsung jatuh ke bawah dengan cepat. Beruntung, dirinya yang kini sedang dalam mode bertempur, membuatnya tak mengalami cidera karena berhasil mendarat dengan dua kakinya seperti orang berjongkok.
"Irina!" panggil King D seraya mencabut rambut jarum yang masih menancap di perut.
Wanita cantik yang kini memiliki wujud lain menatap King D tajam dari tempatnya berdiri. Pria itu mencoba untuk berdiri, tapi hal tersebut membuat para monster kembali fokus padanya. Monster-monster itu berlari mendekat dengan beringas, siap untuk memangsa. Praktis, mata King D melebar. Ia bergegas berlari menghindar seraya menekan perutnya yang terus mengeluarkan darah. Kemampuannya untuk memulihkan diri membutuhkan waktu. Pria itu berhenti berlari dan kini siap menghadapi terjangan serangan para monster dengan pedang Silent Sharrow.
"King D! Jangan!" teriak Irina seraya berlari kencang mendatangi sang kekasih yang masih terluka dan mengeluarkan darah. Benar saja, yang ditakutkan Irina terjadi. "King D!"
Darah hitam monster yang terciprat dari sabetan pedang laser membuat pakaian putih King D mulai terkena noda. Beruntung, lapisan jas luar tersebut seperti anti air sehingga darah beracun itu dengan cepat menetes turun dan jatuh ke tanah. King D melawan dengan satu tangan karena tangan lainnya menutup luka di perut agar tak terkena darah monster.
__ADS_1
"Hehehe. Jadi ... begitu ya? Baiklah. Apakah kalian berdua bisa menyelamatkan lainnya?" kekeh Sengkuni yang masih melayang di udara dengan drone sebagai kendaraannya. "Hem, lepaskan mereka," titah Sengkuni ke arah helikopter yang menggantung Irina.
Seketika, BREM! BREM!
"Emph!"
"Hah?" kejut Irina dan King D saat melihat sekumpulan mobil kecil muncul dari sebuah truk kontainer yang memasuki kawasan pertempuran.
Mobil-mobil yang hanya bisa dinaiki satu orang itu membawa sandera Sengkuni. Han dan lainnya gagal untuk meloloskan diri dengan cara dari Junior karena anak buah Sengkuni lebih dulu memergoki aksi mereka. Kini, orang-orang itu menjadi tumbal untuk mangsa para monster.
"Kakek Han!" teriak King D ketika melihat Han didudukkan pada bangku mobil tak memiliki penutup atau pelindung apa pun bagi penumpangnya seperti bumper car atau sering disebut bom bom car.
James dan lainnya diikat dengan mulut disumpal sehingga tak bisa melawan. Terlebih, kendaraan itu melaju dengan sendirinya dan bergerak lambat. Tentu saja, para monster dapat dengan mudah menyerang sekumpulan manusia hidup itu.
"Argh! Kau keterlaluan, Sengkuni!" teriak King D marah.
"Hehe, itu belum seberapa. Bagaimana dengan ini?" jawabnya dengan seringai seraya menjentikkan jari.
Seketika, BYUR!!
Mata Irina dan King D melebar saat melihat helikopter yang menggantung kekasih King D menumpahkan cairan merah ke kumpulan para mafia itu.
"Goarrr!"
"Itu darah! Irina!" teriak King D yang merasakan ancaman kematian semakin mendekati para mafia senior dan junior itu. Kini, ia membutuhkan bantuan Irina. Putri dari Sia mengangguk siap.
Praktis, Marco, Polo dan lainnya melotot seketika saat tubuh mereka sudah terlumuri darah hingga menjadi merah. Kini, para monster berbondong-bondong mendatangi mereka dan mengabaikan keberadaan King D serta Irina.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
nguantuk parah. smg g ada typo meresahkan dan mohon doanya smg si embul cepat sehat krn badannya panas uyy😩 kacian