
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Orang-orang menatap Goran saksama.
"Utusan meminta kita mengambil alih markas yang sudah dikuasai oleh Hope. Aku setuju dengan hal ini. Markas yang dimiliki oleh para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads adalah warisan yang harus kita jaga. Aku tak peduli Hope orang kita atau bukan, tapi itu bukan haknya mengklaim yang bukan miliknya," tegas Goran.
"Jika demikian, bagaimana dengan kami yang memang ditugaskan sejak awal ke Australia?" tanya Neil bingung.
"Utusan sudah memikirkan hal itu. Tujuan selanjutnya, kita akan dipecah menjadi dua kelompok. Kelompok A akan pergi ke Australia dan kelompok B akan ke Indonesia merebut markas dalam jajaran 13 Demon Heads," tegas Hugo.
"Sungguh, aku tak menyangka kalian para mafia sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Sepertinya, penilaianku akan kelompok penjahat kejam mulai berubah," terang Chen yang membuat para mafia itu tersenyum tipis.
"Kami memang kejam, tapi hanya saat keadaan memaksa untuk melakukannya. Jika tidak, aku ingin menikmati waktu dengan memancing, berjemur di pantai ditemani gadis-gadis cantik, dan minum sampai teler. Hehe," kekeh Goran yang membuat para pendengarnya geleng-geleng kepala.
"Aku temani!" sahut Nero mantap, tapi langsung disenggol oleh dua temannya karena para senior sedang serius berdiskusi. Nero meringis malu.
"Lalu ... siapa yang akan mengemudikan kapal?" tanya Neil heran.
"Jangan khawatir. Utusan 13 Demon Heads mengatakan agar kapal tinggalkan saja. Jadi, kami memilih untuk tak ambil pusing. Kita akan terbang selama 6,5 jam sampai ke titik pendaratan berikutnya. Semoga yang diinformasikan oleh utusan itu benar. Jika tidak, aku tak segan menghajarnya jika sampai kuketahui siapa dirinya," geram Bruno yang membuat para mafia mengangguk dalam diam entah apa yang dipikirkan.
"Kemudian ... bagaimana dengan tabung yang disimpan di rumah jika kau di sini tak menjaga markas?" tanya Nero bingung mencemaskan nasib orang tuanya.
"Semua sudah kupindahkan ke Kastil Borka termasuk tabung milik ayah ibumu. Jangan khawatir, mereka aman," terangnya. Nero mengangguk pelan dengan pandangan tertunduk.
Segera, helikopter besar itu lepas landas meninggalkan kapal kargo ketika matahari sudah tak menampakkan dirinya. Benda terbang tersebut melaju tanpa lampu seperti yang disarankan oleh utusan 13 Demon Heads agar tak diketahui oleh pihak musuh. Rutenya pun telah diatur. Hugo dan lainnya semakin yakin, jika utusan itu akan membantu mereka menumpas musuh sebenarnya yang bernama Sengkuni.
Raden menyampaikan jika anaknya memang memiliki dendam pribadi dengan para mafia dalam jajaran meski alasannya tak diketahui. Mendengar hal tersebut, orang-orang dalam kubu 13 Demon Heads dan The Circle hanya bisa diam. Bagaimanapun, Sengkuni adalah putera dari Raden. Mereka bahkan tak yakin bisa melenyapkan dalang dibalik kekacauan ini karena ada seseorang yang mereka kenal. Para mafia itu dibuat bingung bagaimana menyelesaikan konflik berbau dendam dalam keluarga itu.
"Kau yakin bisa mengatasinya, Raden?" tanya Sarnai menatap pria yang duduk di sampingnya lekat.
__ADS_1
Raden mengangguk pelan dengan pakaian tertutup berupa jubah dan kerudung hitam. Ia mengenakan masker wajah dan hanya terlihat sepasang mata saja. Semua orang terdiam dan memilih untuk fokus pada titik selanjutnya di mana akhirnya Sig tahu, ke mana tujuan pendaratan yang ternyata masih berada di laut itu.
Perairan Pulau Sumatera. Larut malam.
Dalam kegelapan di lautan perbatasan antar negara, terlihat sebuah kapal kargo di perairan Indonesia itu. Mata para mafia menyipit saat benda terbang mereka mendarat usai Bruno dan Robin memastikan jika benda terapung tersebut adalah kapal seperti yang disebutkan oleh utusan. Terlihat bendera dengan logo 13 Demon Heads di sana.
"Tetap waspada," titah Pink Red Skull seraya menyiagakan senapan. Orang-orang itu mengangguk pelan.
Sig, Neil dan Nero ikut dipersenjatai. Mereka berpenampilan layaknya pasukan elit Black Armys level S karena mengenakan seragam tempur warna hitam berikut sepatu magnet pemberian Goran.
"Hati-hati," tegas Cathy Red Skull saat tiga mafia muda berjalan di depannya membentuk barisan secara berurutan.
Goran sebagai pemimpin tim maju lebih dahulu mendatangi bendera hitam tersebut. Saat orang-orang itu curiga karena tak ada orang di dalam sana, tiba-tiba muncul sosok yang berdiri gagah di atas kontainer besar tak jauh dari helipad. Mata para mafia langsung tertuju pada sosok berseragam putih itu karena seperti bersinar dalam kegelapan.
"Segera isi bahan bakar. Aku akan membawa tim B ke markas yang kini diambil alih oleh anak buah Hope. Bergegaslah," ucap sosok dengan suara perempuan.
"Kau siapa?" tanya Hugo dengan suara besarnya.
Praktis, mata orang-orang itu membulat penuh. Mereka tak tahu siapa sosok yang diyakini seorang wanita. Orang itu memakai seragam tempur Black Armys warna putih dan tak segan memberikan perintah.
"Apakah ... kau utusan 13 Demon Heads?" tanya Amber Red Skull memastikan.
Namun, sosok itu malah menghilang usai memberikan instruksinya. Para mafia yang sadar jika mereka harus segera bertindak, menyingkirkan ego untuk mencari tahu siapa sosok itu. Hanya saja, hal tersebut tak berlaku bagi Nero, Sig dan Neil. Mereka kabur diam-diam untuk mengejar sosok berpakaian serba putih dengan penutup wajah.
"Ayo, cepat-cepat," ajak Sig berbisik seraya berjalan merunduk mendekati kontainer tempat sosok tadi muncul.
Nero dan Neil segera menyusul. Mata mereka sibuk melihat ke atas karena mendengar suara langkah kaki yang berjalan di atap kontainer.
Saat di persimpangan jalan, tiba-tiba, "Waaa!"
__ADS_1
Ketiganya berteriak bersamaan saat sosok berpakaian putih muncul di hadapan dan menunjukkan warna mata merah muda. Sig, Neil dan Nero mundur tergesa sampai terpepet dinding kontainer.
"Apakah ... kau orang ketiga belas yang memiliki kemampuan khusus seperti kami?" tanya Sig memastikan.
Sosok bermata merah muda itu mengangguk pelan. Sig dan lainnya terkejut.
"Melody. Ingat saja nama itu, dan sepertinya usahaku untuk bersembunyi dari Sengkuni gagal. Mereka akan datang. Bersiaplah," jawabnya yang membuat Sig dan lainnya bingung.
Perempuan bernama Melody tiba-tiba melompat ke atas kontainer dan menghilang. Sig dan lainnya kembali terkejut karena sosok bermata merah muda itu cukup lincah. Saat mereka kebingungan, terdengar suara dari arah helikopter yang membuat Sig menoleh seketika.
"Orang itu sudah berada di landasan lagi. Cepat ke sana!" serunya.
Sig dan lainnya berlari menuju ke tempat tim lainnya berkumpul. Sosok berpakaian putih itu berdiri di hadapan para mafia seperti memberikan instruksi. Sig dan dua kawannya merapat.
"Perubahan rencana," terang perempuan itu. Para mafia menatap sosok bermata merah muda itu lekat. "Anak buah Hope akan segera kemari. Tim yang akan merebut markas segeralah terbang menuju kediaman Herlambang menggunakan helikopter. Sisanya, bersiap dengan serangan Hope," ujarnya yang membuat para mafia tegang seketika.
"Lalu ... bagaimana dengan tim A yang akan ke Australia? Mereka akan pergi menggunakan apa?" tanya Bruno cemas.
"Aku sudah mengaturnya. Cepatlah pergi. Maaf, aku tak bisa ikut serta. Ikuti saja arahan GPS, maka kalian akan aman," jawabnya seraya memberikan sebuah benda persegi panjang dengan layar sentuh seperti ponsel.
Bruno menerimanya dan terlihat sebuah rute yang harus mereka ikuti untuk sampai di markas tersebut.
"Tempat pengisian bahan bakar darurat sudah ditandai dalam GPS. Pastikan jangan sampai kehilangan benda itu. Lebih baik hancurkan jika sampai direbut musuh. Kalian mengerti?" tanyanya menatap tim yang akan pergi merebut markas. Orang-orang mengangguk.
Goran bersama tiga wanita Red Skull siap terbang untuk merebut markas ditemani oleh Bruno, Robin dan Chen menggunakan helikopter yang mereka kendarai dari Black Castle, Inggris. Sedang Raden, Sarnai, Neil, Nero, Sig, Hugo dan Melody akan pergi ke Australia. Saat benda berbaling-baling besar itu lepas landas, benar saja ....
"Sig! Ekormu berderik!" teriak Neil.
Praktis, mata para mafia yang masih berdiri di sekitar helipad melotot seketika.
__ADS_1
***
Eps bonus tips abis ya. Ditunggu sedekah koin lainnya 😆 Yang belom kirim komen soal 5 eps novel Neon Blink2 segera ya. Jangan lupa tulis di kolom komentar IG video novel tersebut. Ditunggu. Tengkiyuw 💋