KING D

KING D
Kemampuan Unik Loria


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Setibanya di gedung farmasi Elios, Kim Loria terlihat biasa saja ketika mengenakan seragam tempur Black Armys pemberian Bayu usai membersihkan diri. Tak lama, rombongan dari tim Daniel tiba dengan kendaraan berisi bahan bakar penuh dalam jeriken. Daniel segera menugaskan Marco dan Polo untuk memindahkan bahan bakar yang dipilah sesuai jenis ke dalam truk barang tertutup di basement penyimpanan kendaraan milik perusahaan.


"Segera susul kami ke atas begitu kalian selesai," pinta Jason, dan si kembar mengangguk paham.


Fara dan Nero diminta untuk bisa berteman akrab dengan Loria. Mereka diberikan misi khusus untuk mencari tahu kekuatan tersembunyi darinya bersama Jason. Daniel menilai, jika orang-orang yang memiliki kemampuan khusus dan sengaja diciptakan oleh Sandara pasti memiliki tujuan usai mendengar pengakuan Bayu dan Hadi soal serum-serum unik itu.


"Aku akan ke pusat kendali bersama Bayu dan Hadi untuk memastikan langkah selanjutnya," tegasnya saat akan berpisah di koridor.


"Siap, Paman!" ujar Fara dengan hormat.


Nero mengikuti gerak-gerik Fara. Jason tersenyum menanggapi perintah itu. Daniel berpisah dengan tim Jason di koridor untuk melakukan tugas masing-masing.


"Loria! Lapar tidak? Makan yuk," ajak Fara dengan bahasa Indonesia.


"Ayuk!" sahutnya yang ternyata juga bisa menggunakan bahasa serupa.


Nero merasa dirinya tertinggal jauh karena pernah menolak belajar bahasa itu sebelumnya ketika diajari oleh sang ayah.


"Hah, kenapa ucapan pepatah selalu benar? Penyesalan selalu datang terlambat. Untung saja ada alat translator. Jika tidak, aku sungguh tak mengerti yang mereka ucapkan," keluhnya saat melihat Fara mudah akrab dengan Loria.


Dua gadis itu bergandengan tangan menuju ke kantin di mana tim dari Jason sudah menikmati makan malam terlebih dahulu.


Di kantin gedung Farmasi Elios, Italia.


"Apa? Jadi ... kau sudah bangun sebelumnya? Lalu bertemu dengan pasukan pria bertopeng? Kemudian kau masuk kembali untuk mengamankan diri, tapi malah diculik? Dasar gila!" seru Fara dengan mata membulat penuh.


"Hem!" jawab Loria dengan anggukan mantap. Mata biru Loria layaknya keturunan Flame yang legendaris. Nero dan Jason diam menyimak dua gadis yang tampak cocok saat mengobrol. "Aku bangun di tempat yang tak kukenal. Saat sedang mencari tahu, malah bertemu para pria jahat itu. Aku langsung berlari untuk menyelamatkan diri. Namun, aku malah tersekap di gedung entah berada di mana. Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk kembali ke tabung. Namun, saat aku masuk, ternyata orang-orang itu sudah memasukkan semacam gas bius. Aku pingsan, dan saat bangun, tabungku tak bisa dibuka," jawabnya semangat dengan spaghetti sebagai menu makan malamnya.


"Hope sepertinya mengincar orang-orang yang disimpan dalam tabung. Namun, apa tujuannya, kita tak tahu," ungkap Jason.


"Ah, soal itu. Ketika aku terkepung sebelum memutuskan kembali ke tabung, salah seorang dari pria bertopeng bertanya. 'Siapa namamu?' Dia bertanya hingga berulang kali. Akhirnya kujawab dengan jujur. Lalu dia bilang seperti ini, 'Dia bukan Dayana Lubava. Singkirkan!'. Kata-kata singkirkan membuatku panik. Oleh karena itu, aku kabur. Saat itu, aku tak tahu jika memiliki kemampuan aneh ini. Tiba-tiba saja muncul dan aku panik. Untung saja tabungku bisa dibuka. Jika tidak, mungkin aku sudah mati tertutup lendir," ucapnya seraya melihat telapak tangannya yang sudah kembali normal.


"Dia tak sadar jika memiliki kemampuan, Paman," ucap Nero, dan Jason mengangguk paham.


"Kalau boleh tahu, apakah kalian sama sepertiku? Aku merasa kita seperti memiliki hubungan aneh. Maksudnya ... seperti ... satu ras? Apa ya sebutannya?" ucap Loria yang malah membiarkan spaghetti-nya dingin karena asyik bercerita.

__ADS_1


"Mungkin. Aku, Nero, Fara, Marco, Polo, dan saudaramu Sig memiliki kemampuan unik. Begitupula dengan King D, Irina, Obama, Junior, lalu ada pria bernama Hugo. Sepertinya, ada beberapa orang yang memiliki kemampuan khusus meski aku sendiri tak yakin apa tujuan dari Sandara dan Jordan memberikannya pada kita," jawab Jason, dan Loria mengangguk dengan wajah lugunya.


"Sebaiknya kau segera makan spaghetti itu. Kau akan membuatnya menjadi gandum lagi," ucap Nero yang malah membuat Loria tertawa. Gadis itu akhirnya menikmati mi tersebut dengan lahap.


"Baiklah. Kalian tetap di sini. Aku akan menginformasikan pada Daniel tentang temuan Loria," ucap pria itu. Jason lalu beranjak dari kursi meja makan. "Segeralah istirahat. Besok atau mungkin dua hari lagi, kita akan pergi meninggalkan Italia menuju ke Perancis. Kau akan ikut dengan kami, Loria," tegas Jason, dan gadis cantik itu mengangguk paham seraya mengunyah.


Pusat Kendali Markas dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle.


"Oh! Jadi sudah diketahui siapa saja 13 orang yang mendapat kemampuan tak lazim hasil rekayasa genetik Sandara Jordan?" tanya Rohan dari pusat komando di Oman.


"Ya. Hanya saja, informasi terakhir tentang Dayana Lubava membuatku yakin, jika Hope melakukan penculikan tabung dengan manusia di dalamnya karena mencari sosok anak Sandara Sun tersebut," terang Jason usai mendengar pengakuan dari Loria.


"Apa yang dia rencanakan dengan bangkitnya Diana? Apa yang bisa gadis itu lakukan?" tanya Yohanes bingung.


"Junior. Apa kau tahu sesuatu?" tanya Irina, tapi bocah berkulit pucat itu menggeleng tidak tahu.


Saat semua orang tampak bingung dengan hal ini, King D mengemukakan pendapatnya.


"Ingat yang disampaikan Junior yang mengatakan jika Sengkuni hanya bisa ditaklukkan oleh Junior dan Diana? Mungkinkah ... ini ada hubungannya dengan hal itu? Sampai sekarang, keberadaan Sengkuni tak diketahui. Anggap saja Hope adalah Sengkuni. Dia merasa terancam dengan keberadaan Junior dan Diana, oleh karena itu, ia ingin menyingkirkan mereka berdua."


"Kejam sekali," sahut Seif, dan semua orang ikut tegang dibuatnya.


King D dan lainnya terkejut. Anggota Marco-Polo yang dipercaya menjaga kastil Krasnoyarsk hanya bisa diam.


"Lalu ... apa pendapatmu, Raden?" tanya Daniel serius.


"Jika itu benar dia, biarkan aku bicara padanya. Bagaimanapun, aku tetap ayahnya. Ia harus tahu jika yang dilakukannya adalah salah. Selagi masih ada waktu. Aku akan bertahan selama yang kubisa. Namun, cepatlah. Tangkap dia," pinta Raden yang terlihat makin melemah dari hari ke hari.


"Kami mengerti. Akan kami usahakan," jawab Q serius.


Raden mengangguk pelan dan dibawa pergi meninggalkan pusat komando oleh Sarnai dengan kursi roda elektrik. Semua orang yang tersambung kembali membahas hal ini lebih terperinci.


"Baiklah kalau begitu. Fokus kita sekarang, selain mengaktifkan dan mengamankan seluruh markas dalam jajaran The Circle dan 13 Demon Heads, melakukan pembangkitan level 1 secara menyeluruh, kita juga akan melakukan pencarian Dayana Lubava. Aku tak tahu apa yang direncanakan Hope, tapi jika sampai Diana ditemukan olehnya, itu bisa menjadi hal buruk bagi kita. Oleh karena itu, penangkapan Hope kini ikut menjadi salah satu misi penting kita," tegas King D, dan semua mafia yang terhubung dalam komunikasi menyatakan siap.


"Jangan lupakan tentang pencarian tabung-tabung yang hilang termasuk 9 tabung yang seharusnya bersama Raden kala itu," timpal Jason. King D dan lainnya mengangguk paham.


Akhirnya, tim King D dan juga Jason, bersiap untuk meninggalkan wilayah tempat mereka bernaung sementara. Tim Jason akan terbang ke Perancis untuk menyelidiki kediaman Flame karena markas tersebut tak bisa dihubungi. Sedang tim King D akan pergi ke Inggris untuk membangkitkan beberapa orang yang tak bisa dilakukan oleh GIGA DARA, IGOR, ataupun SIA. Jonathan akan menggunakan akses khususnya untuk membuka tabung-tabung terpilih dibantu oleh King D, Irina, dan Obama Otong nantinya.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Loria ikut dalam tim bentukan Jason ke Perancis. Beruntung, bahan bakar yang berhasil mereka rampas dari anak buah Hope, bisa menjadi cadangan selama penerbangan. Hadi dan Bayu meyakinkan jika mereka akan baik-baik saja selama di sana. Pesawat diperiksa secara terperinci oleh anggota tim Jason jika benda itu siap untuk diterbangkan tanpa ditemukannya pelacak, penyadap, atau bom.


"Bagaimana?" tanya Daniel yang sudah siap di bangku pilot.


"Sejauh ini aman. Bahan bakar pesawat memang sempat dikosongkan, tapi sudah diisi penuh Marco dan Polo. Anak buah Hope sialan, mereka sengaja membuat kita terjebak di tempat ini," gerutu Nero di kabin.


Saat semua orang bersiap usai memastikan sekitar aman, Fara mendapati Loria seperti melakukan sesuatu karena mata kuningnya menyala. Kening Fara berkerut ketika Loria berjongkok di landasan pesawat seraya menyentuh aspal itu dengan dua tangannya yang kembali mengeluarkan lendir.


"Ada apa?" tanya Fara curiga.


"Kau tak merasakannya?" jawab Loria yang saat berkedip, matanya kembali normal, lalu kembali lagi menjadi kuning terang.


"Merasakan apa?" tanya Fara bingung seraya memindai sekitar.


"Pergerakan besar. Ada yang datang kemari. Timur!" teriaknya lantang tiba-tiba yang membuat Fara langsung melebarkan mata dan menoleh ke arah tersebut.


Benar saja, tiba-tiba muncul segerombolan monster, tapi dalam wujud binatang. Praktis, semua orang panik.


"AAAAA! Monster!" teriak Fara histeris dan langsung melangkah mundur.


Marco dan lainnya yang sudah berada di dalam pesawat keluar dengan senapan pelontar granat berisi Rainbow Gas.


"Loria! Cepat kemari! Kita masih bisa pergi dari tempat ini!" panggil Polo panik karena Loria malah berdiri diam seperti menunggu serangan brutal dari para serigala itu.


"Apa kalian tak merasakannya?" tanyanya lagi yang masih berdiri di dekat pesawat.


"Ya, aku merasakan ancaman dan bahaya! Cepat kemari!" teriak Marco gusar karena Loria memilih diam.


"Seret dia, Polo!" teriak Jason panik.


Polo nekat berlari mendatangi Loria dan langsung membopongnya. Loria terkejut saat tubuhnya dipanggul di salah satu pundak putera Lopez itu. Polo berlari kencang menuju ke pesawat. Sedang Loria, diam dengan wajah datar saat melihat serigala yang sudah terjangkit serum monster itu berlari ke arahnya.


"Cepat! Cepat!" teriak Marco yang akhirnya melepaskan tembakan Rainbow Gas warna hijau ke kumpulan serigala itu.


Namun, hewan-hewan itu seperti bisa menahan dampak racun tersebut karena tetap berlari menembus kepulan asap. Loria melihat tangannya meneteskan lendir yang membasahi landasan. Gadis itu mengangkat kedua tangan dan menatapnya saksama. Saat Polo menurunkannya karena khawatir jatuh ketika menaiki tangga pesawat, Loria malah mengibaskan tangannya ke arah para serigala itu dengan kuat hingga lendirnya menempel pada tubuh hewan-hewan itu. Polo terkejut begitupula Marco saat menyaksikan para serigala itu saling menempel karena bulu mereka lengket bagaikan lem.

__ADS_1


"Hahaha! Wow, kekuatan yang cukup keren. Kerja bagus, Loria," puji Polo. Seketika, senyum Loria terkembang.



__ADS_2