KING D

KING D
Salah Paham*


__ADS_3


Orang-orang itu mengikuti segerombolan manusia yang selamat dari kubu Jason memasuki hutan kurma.


Ternyata, ada sebuah palka besi seperti pintu masuk ke ruang bawah tanah di tengah lebatnya pepohonan wilayah itu.


King D dan kawan-kawannya memasuki palka itu satu per satu. Mereka disusul dengan para wanita serta pria berseragam militer entah mereka siapa dulunya.


Mereka memasuki terowongan dengan banyak obor sebagai penerang di dinding. Wanita Arab berpakaian militer dan diikuti Jason di belakangnya, membawa sekumpulan orang-orang itu menuju ke suatu tempat.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


"Silakan," ucap wanita Arab itu mempersilakan semua tamunya untuk memasuki sebuah ruangan yang cukup luas dalam gua seperti sebuah aula.


Terlihat, banyak kasur lipat dan beberapa perabotan yang dirasa oleh King D serta timnya, orang-orang itu bertahan di tempat tersebut selama wabah monster melanda. Ada 10 orang yang menghuni gua itu termasuk Jason.


"Buatlah diri kalian nyaman. Dan jawab pertanyaanku. Apakah kalian datang karena mendengar panggilan radio kami?" tanya seorang wanita dengan rambut dikepang yang membuat King D serta lainnya saling memandang.


"Kami tak mendapatkan panggilan apa pun. Kami kemari karena ingin melihat Oasis. Kami tinggal di Oman dan—"


"Oman? Kalian menyeberang dengan helikopter itu? Kalian selamat?" tanya wanita berambut sebahu berseragam militer yang membuat orang-orang dalam kubu Jason makin terheran-heran.


"Kami memang pernah diserang oleh sebuah drone mata-mata sebelumnya, tapi ya, kami selamat," jawab King D mewakili timnya.


Orang-orang dari kubu Jason saling memandang dan berbisik dengan bahasa Arab seperti membicarakan sesuatu.


Sedang Irina, menatap Jason tajam di mana sang paman juga balas menatapnya seperti ingin memastikan sesuatu.


"Apa yang terjadi padamu, Paman? Kau tak mengenaliku?" tanya Irina terlihat sedih.


"Kalian sungguh mengenalnya?" tanya seorang pria berpakaian militer seraya melepas helm. Irina mengangguk. "Dia kami temukan di gurun dalam sebuah tabung yang sangat sulit dibuka. Di sekitarnya, banyak monster yang tewas. Sebuah keberuntungan dia tak mati saat itu. Akhirnya, kami membawa tabung itu kemari menggunakan jaring yang ditarik oleh sebuah tank. Lalu ... tabung itu terbuka sekitar ... dua tahun yang lalu."


Praktis, mata semua orang dalam kubu King D terkejut mendengar kesaksian tersebut.


"Paman Jason bangun lebih awal. Mungkinkah ... dia mengalami cacat organ atau penurunan fungsi otak seperti daya ingat?" tanya Fara menduga.


Kening orang-orang dalam kubu Jason berkerut.


"Kalian sepertinya tahu banyak tentang dia. Oke, aku percaya jika kalian sungguh mengenalnya. Dari semua pertanyaan yang kami ajukan ketika dia bangun, dia hanya menyebut jika namanya Jason, berasal dari Rusia, dan dia sedang dalam misi khusus, tapi tak ingat tentang apa itu. Dia seperti orang bingung setiap hari. Lalu, aku memberikannya kertas untuk membantunya mengingat, dan sejauh ini, hanya ini yang dia tuliskan," jawab wanita dengan rambut dikepang seraya memberikan kode kepada salah seorang lelaki berpakaian militer untuk mengambil sesuatu.


King D dan lainnya tampak serius ketika lelaki itu memberikan setumpuk kertas pada King D. Kening King D berkerut begitu pula Irina dan Fara yang seperti mengerti dari maksud coretan-coretan pada kertas itu.


"Paman. Di sini kau menggambar dua tabung. Lalu ... kau menggambar sebuah wilayah seperti ... benua. Garis melengkung ini, apakah maksudmu dua tabung itu dipindahkan? Jika tak salah, sisi sebelah kanan ini adalah Rusia, lalu di sisi sebelah kiri adalah benua Amerika. Benar begitu?" tanya Irina menduga.


"Aku tak ingat," jawab Jason lirih.


"Kami juga awalnya menduga hal itu, tapi semua pertanyaan yang kami ajukan tak mendapatkan jawaban darinya," tegas seorang lelaki berseragam militer yang memakai surban cokelat menutup wajah dan hanya terlihat mata saja.


"Saat kalian menemukannya, apakah ... ada yang lain? Maksudku ... kendaraan yang membawa tabungnya? Atau mungkin jasad dari orang-orang itu?" tanya King D penasaran.


"Ya. Dia diangkut oleh sebuah pesawat. Puing-puing dari pesawat itu kami temukan tak jauh dari tabung tersebut," tegas pria yang memakai kacamata hitam.


"Kau melihat kejadian dua tahun silam itu?" tanya Marco heran.


"Sebenarnya, kejadian itu sudah terjadi 5 tahun yang lalu. Saat itu, aku sedang berpatroli di sekitar Oasis. Aku melihat pesawat itu seperti melintasi gurun. Lalu tiba-tiba meledak. Saat itu, wabah monster masih meluas. Kami baru berani keluar saat siang hari karena para monster tak tahan dengan terik matahari yang menyengat. Kami pergi menggunakan tank ke lokasi kejadian, dan di sanalah kami menemukan orang yang kalian sebut paman itu," tegas lelaki Arab yang membawa helm.


"Apakah ... kalian militer yang menjaga wilayah ini?" tanya Fabio menduga.

__ADS_1


"Kami tergabung dengan beberapa pasukan dari negara tetangga. Sebelumnya, jumlah kami lebih banyak. Namun, beberapa dari kami memutuskan untuk keluar dari Oasis untuk mencari bantuan. Namun, sudah lima tahun, tapi tak ada satu pun dari mereka yang kembali," ucap seorang wanita dengan wajah ditutup dan hanya mata cantiknya saja yang terlihat.


"Kami ... minta maaf atas kabar itu," sahut Lucas, dan orang-orang yang tinggal di gua itu tak menjawab.


"Semua sambungan komunikasi terputus, tak ada jawaban hingga Jason melihat helikopter kalian dan nekat keluar," tegas pria berkacamata hitam dengan senapan laras panjang selalu ia genggam.


"Mungkin para monster itu mati saat mencoba membuka tabung," ucap Irina menduga.


"Jawab pertanyaanku dengan jujur," tanya wanita berambut hitam panjang menunjuk King D dan lainnya bergantian. King D mengangguk pelan. "Apakah ... dia diawetkan dalam tabung itu? Karena saat kami mengamati tabung tersebut, ada pengatur waktu di mana ia seharusnya bangun tahun 2080."


"Ya, itu benar," jawab King D serius yang membuat mulut orang-orang berseragam militer itu menganga lebar.


"Lalu siapa kalian? Teknologi yang digunakan oleh Jason, tak dibuat secara masal dan itu sebuah ciptaan khusus yang mungkin dibuat oleh pihak militer pemerintah," tanya wanita berseragam militer memakai helm.


King D mengembuskan napas pelan. Ia melihat ke arah kawan-kawannya yang tampak gugup, tapi tidak dengan Fara karena wajahnya tetap cerita.


"Pernah mendengar 13 Demon Heads? The Circle? Bagaimana dengan Vesper Industries? Boleslav Industries? Nah, kamilah orang-orang itu," jawab Fara yang membuat mata orang-orang militer tersebut melotot seketika.


Benar saja, yang ditakutkan King D terjadi.


"Aku tahu! Aku tahu jika mereka masih hidup! Kelompok mafia itu masih ada!" seru lelaki berkacamata hitam langsung mengarahkan senapan laras panjang ke kumpulan tim King D yang sedang duduk.


"Wow! Wow! Itu masa lalu! Kami sudah tak melakukan hal buruk seperti yang dipikirkan kalian!" seru King D mencoba menengahi.


"Bullshitt! Sekali penjahat, tetap penjahat! Merekalah dalang dari wabah monster ini! Aku sudah curiga dengan dua orang itu yang memiliki mata merah. Mereka tak wajar. Mereka sengaja muncul untuk menghabisi seluruh manusia yang tersisa!" sahut lelaki bersurban cokelat ikut mengarahkan senapan laras panjang.


"Ini pasti jebakan! Jason pasti sengaja memancing kita!" seru lelaki bersurban abu-abu ikut mengarahkan senjata dan kini ditujukan kepada saudara kembar Jordan tersebut.


Praktis, suasana tegang seketika. Namun tiba-tiba, Fara memegangi perutnya. Kening gadis cantik itu berkerut dan mata semua orang kini terfokus padanya.


"Perutku nyeri. Sakit sekali," jawabnya sampai tubuhnya membungkuk.


Semua orang tampak bingung. Irina segera mendatangi calon adik iparnya dan memegang dahinya yang terasa panas seperti mengalami demam.


"Chen, apa kau membawa obat?" tanya Irina, tapi Chen menggeleng.


"Semua obat ada di helikopter. Sebaiknya, kita segera membawa Fara kembali. Selain itu, tak ada gunanya kita di sini. Mereka menuduh kita dan lebih senang bersama para monster ketimbang pergi meninggalkan tempat ini," sahut Chen terlihat marah dan seperti memihak para mafia, di mana dulunya ia juga tak menyukai orang-orang itu.


"Kami pergi, tapi Jason akan ikut bersama dengan kami," tegas King D langsung berdiri.


"Tidak bisa! Setelah kalian pergi, pasti para monster akan menyerbu tempat ini. Kalian sudah menandai lokasi ini untuk melenyapkan kami!" seru lelaki yang kembali memakai helm.


"DIAM!" teriak Fara marah, dan seketika matanya berubah menjadi silver.


Semua orang terkejut. Senapan laras panjang dari orang-orang militer itu langsung tertuju padanya.


"Fara, stop! Mereka bukan musuh! Tenangkan dirimu," ucap Irina mencoba menenangkan, tapi melangkah mundur karena rambut landak itu kembali mencuat seperti siap untuk dilesatkan.


"Mo-monster! Mereka pasti jenis monster yang berevolusi!" seru seorang pria militer bersurban abu-abu.


"Aku bilang diam!" teriak Fara untuk kedua kalinya. Dan seketika, JLEB!


"FARA!" teriak King D karena sang adik mencabut salah satu jarum emas dari rambutnya dan melesatkannya ke tubuh pria yang mengatakannya monster.


Pria itu tampak terkejut dan berdiri dengan mata melotot saat dadanya tertembus oleh jarum tajam itu hingga membuatnya roboh.


"Jatuhkan senjata atau kalian semua akan mati!" teriak King D lantang yang suaranya sampai menggema dalam gua.

__ADS_1


Orang-orang militer itu tampak ketakutan, tapi tangan mereka masih mengarahkan moncong senapan ke tubuh kawan-kawan King D.


Pria bersurban abu-abu tewas seketika di lantai gua dan hal itu membuat para anggota militer gabungan semakin panik.


Hingga tiba-tiba, "Oh! Bau ini ...," ucap Marco yang terlihat tegang seketika.


"Mereka di sini! Cepat pergi!" seru King D yang menyadari keberadaan para monster.


"Me-mereka banyak sekali," ucap Irina yang matanya tiba-tiba menyala hijau terang seperti mengetahui jika para monster mulai mendatangi tempat itu.


"King D! Para monster mendekat! Mereka tiba-tiba muncul dari balik bukit! Segera keluar dari tempat itu! Kami akan menjemput menggunakan tali!" seru Hakim yang membuat mata semua orang yang terhubung dengan sambungan komunikasi tersebut melebar seketika.


"Run! Run!" titah King D lantang, dan Marco dengan sigap berlari ke arah terowongan di mana mereka tadi memasuki ruang bawah tanah itu.


Namun, saat Marco membuka palka, "Harrghh!"


"Mereka sudah di sini! Kita tak bisa melewati jalan yang sama! Kita terperangkap!" jawabnya panik dan segera menutup palka itu dengan segera.


BRANG! BRANG!


Orang-orang terperanjat karena palka besi tersebut seperti akan dibuka paksa oleh para monster.


King D dan lainnya kebingungan karena mereka masih ditodongkan moncong senapan dan terkurung dalam gua tersebut.


Perlahan, rambut landak Fara kembali lemas seperti sedia kala berikut matanya yang berubah normal.


Namun, gadis itu terkulai lemas dan kembali ambruk di lantai gua. Irina cemas karena Fara terlihat pucat.


"Kali ini saja kami memberikan kalian kesempatan. Ikut kami," ajak wanita dengan rambut dikepang.


King D dan lainnya dengan sigap mengikuti orang-orang berseragam militer tersebut menuju ke jalan lain untuk keluar dari gua. Saat Fara berlari, kening Marco berkerut.


"Fara! Pantatmu ... em, maksudku ... celanamu berdarah. Apa ... kau terluka?" tanya Marco saat mencium bau darah dari tubuh Fara.


"Oh! Jangan-jangan ... aku menstruasi," jawabnya langsung menghentikan langkah.


"Shitt! Pasti itu yang membuat para monster mengetahui keberadaan kita. Bau darah!" seru pria berkacamata hitam memekik.


Marco dengan sigap membopong adik King D di punggungnya. Fara yang tampak kesakitan karena menahan nyeri perutnya mendekap Marco erat.


"Aku percayakan Fara padamu, Marco. Aku akan melindungi kalian," tegas King D, dan Marco mengangguk.


Orang-orang itu berlari berurutan menyusuri lorong gelap dengan cahaya obor sebagai penerang hingga tiba di sebuah palka besi lainnya.


Lelaki bersurban cokelat mengintip dan melihat situasi aman di tempat dekat genangan air di mana Oasis berada. Satu per satu dari mereka keluar dari gua dan berkumpul di dekat Oasis.


"King D!" panggil Hakim lantang, dan praktis, mata semua orang tertuju pada helikopter besar yang siap mengangkut mereka semua dengan tali tangga telah terjuntai.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya😍 Lele kasih panjang epsnya😁 Lele padamu ❤️

__ADS_1


__ADS_2