
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Di sisi lain. Obama dan tim mafia muda memburu para monster yang kabur. Insting para monster yang sadar jika dalam bahaya membuat mereka melarikan diri. Hanya saja, bahaya mengancam jika hewan dan para manusia yang terjangkit itu berkeliaran di dunia.
"Mereka larinya cepat sekali!" seru Neil dengan napas terengah dan memilih untuk berhenti mengejar karena luasnya wilayah tersebut.
"Kita tak mungkin bisa mengejar mereka. Ini seperti mengumpulkan domba untuk kembali ke kandang!" ujar Sig ikut bingung karena para monster berpencar.
"Kita bagi jadi tiga tim! Kamu dan kamu, pergi ke sisi kanan. Jangan kasih ampun, bunuh semua. Mereka sudah gak bisa disembuhkan!" titah Obama.
"Siap, Bos!" jawab Neil dan Sig mantap.
Dua pemuda itu kembali berlari ke sisi kanan untuk mengejar 3 ekor monster yang kabur ke wilayah gurun.
"Lalu, kami harus ke mana?" tanya Nero bingung.
"Kamu sama Eva ngejar monster di sisi kiri. Hati-hati, tadi Otong liat ada 3 yang lari ke arah hutan," ujarnya.
"Oke!" jawab Eva mantap dan mengajak Nero ikut dengannya. Dua orang itu bergegas memasuki hutan.
"Hoh, hoh," tanya Junior seraya melompat-lompat menatap Obama lekat.
"Iya, Gundul. Kita sesama gundul harus selalu bersama. Otong udah mulai terbiasa sama kamu. Ayo!" ajak Obama.
Junior dengan sigap ikut berlari bersamanya mengejar empat ekor monster yang tersisa. Obama yang kini sudah bisa mengendalikan kemampuannya karena Sandara tiba-tiba memasuki pikirannya dan memberitahukan cara, membuat pria itu bersemangat.
"Junior, now!" teriak Obama saat melihat empat ekor monster kangguru melompati sebuah batang kayu besar di atas tanah.
Junior dengan sigap naik ke atas batu dan bersiap. "Iekkkk!"
"Gaarrr!"
Obama yang tak terkena dampak karena sudah menyumpal telinganya dengan penyumpal karet, dengan segera merentangkan kedua tangannya seperti akan melakukan sesuatu.
"Fokus, fokus," ucapnya pada diri sendiri. "Hilang! Hap!" teriaknya lantang.
Seketika, sosok Obama tak terlihat. Para monster yang mengerang kesakitan karena lengkingan mematikan Junior menggaruk telinga mereka. Obama dalam mode tak terlihat, dengan sigap mengeluarkan dua pedang Persia dalam genggaman, siap untuk memotong tubuh para monster itu.
"Haha! Heaaa!" seru Obama lantang saat ia dengan mudahnya menebas ekor, tangan dan kepala para monster itu dengan wujud tak terlihat.
Obama malah seperti orang menari. Ia dengan bebasnya menendang, memukul dan menginjak para monster yang tumbang di atas tanah. Lawannya yang tak bisa melihat keberadaan Obama, pasrah dengan nyawa mereka. Senyum Junior terkembang saat ia melihat para monster itu tergeletak dengan darah hitam menggenangi tanah di wilayah Australia tersebut.
"Hoh, hoh!" seru Junior seraya melompat-lompat di atas batu dalam posisi berjongkok.
"Hahaha! Otong juara! Kita menang! Merdeka!" seru Obama yang kembali menunjukkan wujudnya dengan dua tangan ke atas.
"Auuuu!" lolong Junior sebagai tanda dia dan Obama berhasil menumpas monster dalam kejaran mereka.
Ternyata, suara lolongan Junior terdengar oleh tim yang berada di sisi kiri dan kanan. Mereka tahu jika Obama dan Junior telah berhasil menyelesaikan misi. Nero dan Eva yang tak ingin kalah, dengan sigap melakukan serangan saat mereka berdua berhasil mengepung para monster yang akan kabur.
__ADS_1
"Nero, now!" titah Eva yang menghalangi pergerakan para monster.
"Errghh!"
Nero memeluk sebuah batang pohon dengan kuat dan membuat kayu besar itu mulai remuk karena lilitan kuatnya.
KRAKK! BRUSHH!
"Ha! Ha! Ha!" teriak Eva melakukan gertakan yang membuat wajah cantiknya berubah menjadi seram karena giginya yang rapi berubah menjadi seperti gergaji.
Mata indahnya berubah menjadi kuning layaknya predator melata. Para monster yang kebingungan tak bisa kabur. Tiba-tiba saja, BRUKK!!
"Heahh!" teriak Eva berlari kencang ke arah para monster yang tertimpa batang pohon dan tergencet.
JLEB! JLEB! JLEB!
Nero terkejut saat melihat kemampuan Eva yang sebenarnya. Kesepuluh jarinya tiba-tiba berubah runcing seperti ujung tombak. Ia menusuk tubuh para monster bertubi-tubi tanpa ampun hingga hewan-hewan sakit itu tewas bersimbah darah. Nero sampai melongo karena Eva ternyata sangat garang dan tak memberikan ampun pada lawannya. Nero menelan ludah.
"Benar kata kakek. Gadis cantik itu mengerikan kalau sedang marah," gumamnya saat melihat Eva berubah cantik lagi lalu mengibaskan rambut panjangnya.
"Auuuu!" lolong Eva memberikan kode pada tim yang lain jika ia dan Nero juga telah berhasil membunuh para monster.
"Argh, kita tertinggal. Cepat selesaikan, Sig!" pekik Neil kesal karena para monster berhasil menghindari serangan mereka.
Ekor ular derik Sig bergetar dan mengeluarkan suara yang membuat para monster seperti terusik. Neil memanfaatkan hal itu dengan mengangkat kedua tangannya ke atas. Mata Neil berubah. Seketika, para burung berdatangan karena panggilan putra Jonathan tersebut.
Para burung menjatuhkan kerikil-kerikil ke arah para monster yang sedang berlari. Serangan tak mematikan itu ternyata mampu membuat para monster menghentikan laju lari mereka. Sig terlihat fokus saat ia menarik napas dalam dan, CRATT!!!
"Goarrr!"
Neil terkejut saat melihat Sig menyemburkan racun dari mulutnya ke arah para monster yang kebingungan. Kulit hewan-hewan itu meleleh hingga darah hitam menetes dari luka tersebut. Neil dengan sigap menarik pistol di balik pinggang yang diberikan oleh Melody saat di kapal sebagai senjata cadangan.
"Fokus, fokus, bidik dan ...."
DOR! BLUARRR!
"Wow! Meledak!" pekiknya kaget saat ia berhasil mengenai seekor monster dan membuat hewan sakit itu meledak usai terkena peluru dari tembakannya.
Rasa percaya diri Neil bangkit. Ia menembaki para monster yang kesakitan karena terkena semburan racun dari mulut Sig.
"Aduh, aku mual," keluh Sig yang tak lagi bisa mengeluarkan racunnya karena ia belum mampu mengendalikan kemampuan serum pengubah.
"Akan kuselesaikan, Sig! Pergilah!" teriak Neil yang terus menembakkan peluru-pelurunya ke arah para monster karena beberapa dari mereka masih bisa bergerak padahal sudah kehilangan sebagian anggota tubuh.
Sig mengangguk paham dan segera menghindar agar tak terkena darah monster. Neil puas saat melihat buruannya telah mati dengan tubuh berceceran mengkontaminasi wilayah itu.
"Auuuu ...," lolongnya sebagai tanda telah berhasil.
Saat Sig dan Nero siap pergi, terlihat helikopter melintas di atas mereka. Dua orang itu kembali sigap karena khawatir jika serangan susulan dari anak buah Hope datang.
__ADS_1
Namun ternyata, "Hei!" panggil seorang pria dengan rambut kuncir kuda seraya melambaikan tangan dari pintu helikopter.
"Oh, itu ... Paman Souta! Hei, hei!" jawab Neil senang sambil melompat-lompat.
Souta bersama para agent yang berada di dalam helikopter melakukan penjemputan. Nero dan lainnya diangkut untuk meninggalkan kawasan itu.
"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Agent C menatap para mafia itu saksama.
"Gak tau, Om. Kita berpencar karena tadi Mimi Lysa bilang jangan sampai ada monster yang kabur. Bisa bahaya untuk masa depan," sahut Obama.
DODODODOR!!
"Oh! Itu Hope!" pekik Eva mengenali topeng merah yang menaiki drone sembari menembaki para mafia senior.
"Bawa kami mendekat!" titah Souta.
Para agent dengan sigap mempersenjatai diri karena dua pria bertopeng berhasil membuat Lysa dan lainnya terjebak. Mereka terpojok dan tak bisa kabur karena terus diserang.
"Kami akan melindungi kalian," ujar X bersiap dengan peluru ledak.
"Kalian semua jangan gegabah. Ikuti komandoku. Tim kalian akan kupanggil MM," tegas Souta.
"Baik!"
Eva dan lainnya mengangguk paham. Dua Hope terbang mengitari sebuah bangunan yang kini sedang dilempari bom hingga dinding-dinding tersebut runtuh.
"Serang!" titah Souta lantang.
DODODODOOR!!
"Arghhh!"
Dua Hope terkejut saat mereka tiba-tiba dihujani peluru tajam dari senjata mesin sebuah helikopter. Lysa dan lainnya berhasil kabur saat Sengkuni teralih dengan kedatangan Dayana. Hugo menjadikan dirinya tameng untuk menutupi pergerakan para mafia saat berlari memasuki sebuah bangunan.
Dua Hope yang ikut menghentikan aksi serang karena pemimpin mereka mengejar Dayana terkejut saat melihat tubuh Yu Jie ditarik oleh Torin dengan tangan sulurnya. Dua pria bertopeng merah marah dan mengejar para mafia yang berlindung dalam bangunan. Hugo berhasil ditumbangkan saat salah satu Hope meledakkan sebuah bangunan dan puingnya menimpa tubuh besar pria tersebut. Hugo tertindih.
"MM! Selamatkan para senior dan bawa ke pantai. Sekarang!"
"Baik!"
Obama dan lainnya melompat dari atas helikopter dengan tali yang sudah terkait oleh pengait di pinggul mereka. Obama dengan sigap menghilang dan masuk ke dalam bangunan untuk mencari keberadaan para senior.
Dua Hope disibukkan oleh para agent yang kini membidik mereka. Helikopter melawan dua drone yang ditumpangi manusia membuat wilayah pemukiman yang ditinggalkan itu riuh seketika. Para mafia muda memanfaatkan hal itu dengan membebaskan Hugo yang tertindih.
***
tengkiyuw tips nya😍 Alhamdulillah Neon Blink-Blink udh tamat gaes dan akan release Januari tahun depan. Semoga King D sukses tamat akhir bulan ini ya. Doain si embul gak rewel. Amin❤️
__ADS_1