
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Sengkuni yang melihat serangan monster di beberapa markas 13 Demon Heads gagal karena tak menewaskan para mafia itu mulai mengamuk. Ia melampiaskan kekesalannya pada anak buahnya dengan kekerasan. Praktis, para manusia malang yang selama ini mengabdi padanya itu merintih kesakitan akibat terkena pukulan, tusukan dan juga cakar tajam dari tubuh monster Sengkuni.
"Tidak berguna! Semuanya tidak berguna!" teriaknya marah di dalam truk di mana anak buahnya sudah bergelimpangan di lantai dengan rintihan kesakitan. "Akan kutunjukkan pada kalian bagaimana bekerja yang benar!" ucapnya lalu berjalan keluar seraya menginjak tubuh anak buahnya yang tak berdaya.
Anak buah Sengkuni lainnya yang berada di luar truk berdiri tegap membentuk barisan. Tak tahu apa yang mereka rasakan karena wajah mereka ditutup dengan topeng. Sengkuni melewati orang-orang itu dengan napas memburu dan berjalan dengan gusar menuju helikopter.
"Rencana B. Siapkan!" titahnya menatap para tentara manusia yang kini menghadap ke arahnya.
"Laksanakan!" jawab mereka yang disusul dengan membungkukkan badan hingga 90 derajat.
Helikopter yang Sengkuni kendarai terbang meninggalkan wilayah hanggar menuju ke suatu tempat. Malam itu, saat Han dan lainnya tertidur lelap dengan mata terpejam karena tak ada hal lain yang bisa mereka perbuat, tiba-tiba ....
"Argh! Lepaskan aku!" teriak Irina yang membuat mata Han serta lainnya terbuka seketika.
Kepompong Irina diturunkan, begitupula Fara. Dua perempuan cantik itu memberontak dan berteriak, tapi kemudian dibungkam dengan disumpal kain hitam sehingga suara raungan mereka tertahan.
"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan mereka! Akan dibawa ke mana Fara dan Irina?" tanya Jason dengan mata melotot.
Pria bertopeng menunjuk sebuah layar yang menyala seperti sengaja untuk ditonton oleh para mafia itu nantinya. Fara dan Irina berusaha membebaskan diri dari kepompong dan sumpalan kain di mulut, tapi percuma. Saat Polo dan lainnya berusaha melepaskan diri dari kepompong, hal tak terduga membuat mata para mafia itu kembali terbelalak ketika kepompong Fara dan Irina dipasangi peledak. Praktis, wajah dua perempuan cantik itu pucat seketika.
"Jangan cemas. Giliran kalian akan tiba sebentar lagi. Sabarlah menunggu. Hahahaha!" tawa seorang pria bertopeng dengan tato ciri khas Hope.
"Irina! Fara!" panggil Han panik saat dua perempuan itu dibawa keluar dari hanggar menggunakan mobil.
"Gila! Sengkuni menggunakan mereka untuk menjatuhkan kawan-kawan yang masih selamat!" teriak Made geram.
"Argh! Kita harus lakukan sesuatu!" pekik James marah dan berusaha membebaskan diri dari kepompong.
Para mafia lainnya berusaha keras untuk mencoba terlepas dari kurungan putih tersebut. Namun, kepompong ciptaan Sengkuni sungguh kuat. Tubuh mereka terhimpit dan lapisan kulitnya sangat keras. Saat para mafia itu berusaha mencari cara agar terbebas, lagi-lagi, Junior mengayunkan kepompongnya. Han menatap cucu dari Amanda itu saksama saat kepompong miliknya dibenturkan ke kepompong Marco.
__ADS_1
DUAKK!
"Hei! Apa-apaan kau ini? Kita tidak sedang bermain!" teriak Marco marah.
"Oh! Aku mengerti!" seru Han yang membuat mafia lainnya langsung menatapnya saksama.
"Opo kui, Mas Han?" tanya Sumanto penasaran.
"Benturan! Kita bisa saling membenturkan diri. Seharusnya ini akan berhasil meski akan sangat melelahkan. Pasti kepompong ini akan retak dan kita bisa terbebas," jawab Han mantap.
"Junior! Walaupun kamu jelek, tapi kamu pinter!" sahut Gatot.
Bocah berkulit pucat itu tertawa, tapi malah membuat orang-orang takut karena wujudnya yang cukup menyeramkan.
"Oke, kita lakukan dalam hitungan ketiga. Benturkan ke kepompong yang paling dekat dengan kalian!" seru Han.
"Reina, ke arahku!" pinta Loria dan puteri Sakura mengangguk paham.
"Hoh, hoh!" jawab Junior terlihat seperti tak mempermasalahkan hal itu.
"Oke, kita mulai. Dengan aba-abaku," tegas Han. Para mafia itu terlihat siap dan mulai mengayunkan kepompong mereka seperti cara Junior. "Satu, dua, tiga!" seru Han yang akan membenturkan kepompongnya ke arah James.
Pria berambut gondrong itu ikut melakukan hal yang sama dengan terus berayun lalu membenturkan diri ke arah kepompong Han. Suara berisik mulai terdengar, tapi tak mengundang anak buah Sengkuni untuk masuk ke dalam karena mereka sibuk berada di luar mempersiapkan rencana selanjutnya. Kamera CamGun masih menyorot. Namun, tak ada penjaga yang mengawasi karena Sengkuni menugaskan anak buahnya untuk melakukan rencana B.
Markas peninggalan Jamal, India.
Ternyata, yang ditakutkan Sengkuni memang terjadi. Gempuran yang ia lakukan di markas peninggalan keluarga Khrisna itu berhasil digagalkan oleh Yohanes dan timnya. Mereka yang sebelumnya sudah melakukan pembasmian monster di sepanjang rute menuju ke bandara dan pom bensin untuk mengamankan persediaan bahan bakar, tak gentar saat menghadapi para monster yang sudah bermutasi itu.
"Yeah! Yeah! Kita berhasil!" seru salah satu pria Rusia dengan gaya rambut punk bersorak gembira di atas atap markas usai menemukan cara untuk membunuh para monster itu dengan membakarnya.
"Aku tak menyangka jika kita bisa bertahan! Ini benar-benar keajaiban!" sahut pria Rusia dengan rambut gimbal sebahu mantan geng motor.
__ADS_1
Yohanes mendatangi kumpulan manusia yang sudah berjuang mati-matian agar tak terbunuh dengan melakukan segala cara membasmi para monster.
"Aku sangat bangga pada kalian," ucap Yohanes dengan keringat bercucuran karena hampir tak bisa beristirahat demi mengamankan markas agar tak tertembus. Orang-orang itu tersenyum lebar karena ikut bergembira. "Kalian sudah sangat jauh berbeda ketika pertama kali ditemukan. Kalian kini seorang petarung dan pejuang. Hanya saja, aku sangat berharap markas lainnya juga sanggup bertahan dari serangan gila ini. Aku sungguh tak menyangka jika Sengkuni senekat ini untuk membinasakan para manusia," imbuhnya terlihat miris dengan kondisi para monster manusia yang dijadikan alat untuk berkuasa bagi Sengkuni.
"Sekarang bagaimana? Apakah kita tetap di sini, atau menyusul ke Australia?" tanya Forest—pria Rusia lainnya—yang terlihat berantakan.
"Kita tetap bertahan di sini. Tugas kita menjaga India. Selain itu, kita harus membereskan kekacauan ini dan mencari cara untuk memulihkan wilayah yang terkontaminasi darah beracun para monster," jawab Yohanes saat melihat darah-darah itu menggenangi beberapa wilayah.
"Kami mengerti. Darah mereka memang sangat berbahaya. Sebaiknya, kita bergegas karena bangkai monster ada di beberapa wilayah," sahut pria Rusia berambut cepak, dan diangguki Yohanes.
Dini hari, sekelompok warga sipil dari nelayan Timur Tengah yang bertahan di markas Jamal melakukan pembersihan lingkungan dibantu para pria Rusia mantan geng motor yang dipimpin oleh Yohanes. Para warga sipil yang saat itu diselamatkan oleh tim King D melakukan penggalian di wilayah hanggar di mana terdapat tanah kosong tak dimanfaatkan. Mereka melapisi lubang itu dengan semen agar darah monster tak terserap ke tanah dan mengkontaminasi sekitar. Lubang coran itu nantinya akan digunakan untuk menimbun bangkai monster yang kemudian dibakar secara masal.
"Ambil semua bangkai yang kalian temukan mulai dari sisi Selatan. Jangan berpencar, tetaplah menjadi satu kelompok. Hati-hati dan jangan sampai darah itu masuk ke tubuh. Sampai saat ini, para ilmuwan 13 Demon Heads dan The Circle tak menemukan penawarnya!" ucap Yohanes memperingatkan kepada tim pembersih.
"Kami mengerti!" jawab kesepuluh orang itu serempak yang sudah mengenakan pakaian Hazmat untuk melindungi diri.
Yohanes meminta kepada sepuluh orang itu untuk membersihkan diri dan menyempatkan sarapan sebelum melakukan tugas yang melelahkan. Kakak Lucy masih berdiri di luar wilayah markas untuk memastikan orang-orangnya yang menjadi tim pembersih pergi dengan selamat. Mereka menggunakan sebuah truk yang nantinya digunakan untuk mengangkut bangkai para monster saat ditemukan, dan sebuah mobil box berisi orang-orang berpakaian Hazmat berikut persenjataan. Dua kendaraan itu meninggalkan markas saat matahari telah menunjukkan sinarnya.
Kali ini, Yohanes memilih timnya untuk bertugas. Bagi yang mengalami luka serius untuk tetap di markas. Sedang yang tak mengalami cidera parah diminta untuk menjadi tim pembersih dengan mengenakan pakaian pelindung Hazmat agar tak terkontaminasi darah monster. Melihat serangan mengerikan dari Sengkuni, Yohanes menduga jika jumlah manusia semakin menipis. Oleh karena itu, ia menjaga anak buahnya yang tersisa agar tak tewas saat melakukan pembersihan demi menyelamatkan orang-orang di dalam tabung saat bangkit nanti.
"Komunikasi masih terputus. Bagaimana dengan markas lainnya? Semoga mereka mampu bertahan," ucap Yohanes dengan mata menyipit saat melihat matahari pagi mulai menyilaukan pandangan.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
wah dapet sedekah koin😍 tengkiyuw lele padamu💋 yg lain segera serahkan seluruh harta kalian baik poin, vocer, like, komen, rate bintang 5 dan juga koin ya. kwkw maruk😆