KING D

KING D
Membersihkan Italia


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Indonesia campuran.


Di helikopter.


"Juna!" panggil Naomi dari bangku pilot yang membuat pria berambut gondrong sebahu, tapi dikuncir kuda ke atas itu menoleh seketika. "Jangan mati," pintanya dengan wajah sendu.


Arjuna tersenyum miring. "Aku belum siap bertemu mama. Mereka yang akan mati, bukan aku," tegasnya seraya menunjuk para monster ganas di bawah helikopter yang mulai berdatangan dengan pedang Silent Blue.


"Hati-hati, Jun!" teriak Bayu cemas.


Arjuna mengangguk seraya melepaskan headphone di kepala lalu menggantinya dengan sebuah earphone di salah satu telinga. Arjuna melakukan senam kilat dengan berjongkok dan berdiri lalu menekuk lehernya ke kanan ke kiri. Bayu dan Hadi seperti latah karena ikut menekuk kepala mereka. Arjuna menggunakan penutup mulut terbuat dari baja yang mengkilat layaknya sebuah masker.


Bayu dan Hadi terbengong saat benda itu memperangkap wajah tampan Arjuna sehingga hanya terlihat matanya saja. Sepatu magnet yang dikenakan Arjuna tampak tak biasa karena seperti kombinasi dengan sepatu robot. Pakaian tempur Arjuna juga terlihat berbeda karena berlapis baja dengan warna hitam mengkilat. Dua orang itu kagum karena Arjuna terlihat seperti perisai yang sulit untuk dijatuhkan.


SRING!!


"Heahhh!" teriaknya lantang dengan pedang Silent Blue di tangan kanan dan belati dari jenis serupa di tangan kiri.


Sinar biru menyilaukan dari senjata ciptaan mendiang BinBin, membuat pandangan para monster langsung tertuju pada sosok pria berpakaian serba hitam sedang melompat dari pintu helikopter ke arah mereka.


"Goarrr!" raung seekor monster beruang yang berdiri dengan dua kaki belakang, siap menyambut kedatangan Arjuna dengan gigi tajamnya.


"Mulut bau! Berisik!" teriaknya marah dengan pedang Silent Blue siap menghunus.


Namun, "Junet!" teriak Bayu dengan mata melotot saat seekor tupai melompat ke arahnya dengan tubuh sudah dipenuhi duri layaknya landak, siap untuk menusuknya.


Arjuna yang masih melayang di udara, melirik tupai monster itu seperti tak terusik dengan kedatangannya.


"Minggir!"


KRASS!!


"Woah!" seru Bayu dan Hadi kagum saat melihat aksi Arjuna menebas hewan itu dengan mudah.


Mereka berdua tengkurap di lantai helikopter dengan kepala keluar dari bingkai pintu hanya untuk melihat aksi Arjuna. Naomi geleng-geleng kepala dan segera menjauh dari lokasi pertempuran. Ia menjatuhkan granat tabung yang berisi peluru ledak melalui tombol kendali di papan kokpit. Suara peluru-peluru yang menembus kulit hewan-hewan sakit itu, membuat wilayah terluar dari gedung farmasi menjadi hitam pekat karena darah para monster.


Arjuna yang berhasil mendarat dengan memanfaatkan tubuh seekor monster kambing sebagai pijakannya, dengan sigap menyabetkan pedang laser ke tubuh para hewan sakit itu. Arjuna begitu gesit dan lincah saat ia menusuk seraya melakukan gerakan layaknya akrobatik untuk melawan hewan-hewan yang berperilaku agresif tersebut.


"Junet kaya ballerina!" seru Hadi dan diangguki Bayu.


"Paman!" panggil Naomi karena dua orang itu bukannya menolong kawan-kawannya yang masih harus berhadapan dengan para monster, malah asik melihat pertempuran antara Arjuna melawan monster. "Hadi! Bayu!" panggil Naomi garang karena dua seniornya seperti orang tuli, persis yang dikatakan oleh Arjuna tadi.


"He?" jawab keduanya langsung menoleh. Naomi berusaha bersabar.


"Kita harus segera bereskan tempat ini lalu berkumpul di Australia. Sengkuni menahan semua orang-orang yang telah bangkit dari tabung. Yang aku khawatirkan, anak itu nekat membunuh mereka semua," tegas Naomi.


Sontak, Hadi dan Bayu sigap berdiri lalu mendekat.


"Ibunya ke mana? Kalau kalian bangkit, harusnya Dara dan Jordan juga," tanya Bayu menatap Naomi lekat, tapi wanita Jepang itu mengalihkan pandangan dan kembali melihat ke depan. Hadi dan Bayu saling melirik terlihat bingung. "Bantu kawan-kawan kalian dengan melakukan serangan dari helikopter. Cepat lakukan! Waktu kita semakin sempit!" titahnya.


Bayu dan Hadi yang merasa Naomi menyembunyikan sesuatu, memilih untuk menurutinya dan mencari tahu kebenarannya nanti usai para monster berhasil ditumbangkan. Dua orang itu melakukan teknik yang sama seperti Arjuna tadi dengan melemparkan bangkai ayam yang diambil dari sebuah kotak. Para monster yang mendapatkan santapan lezat dengan mudahnya dibodohi. Bagaimanapun, naluri hewan mereka masih tetap ada.

__ADS_1


Bayu dan Hadi melemparkan granat tabung yang telah dimodifikasi ketika monster-monster binatang itu berkumpul. Perlahan, para monster yang menguasai wilayah itu tewas usai tubuh mereka tercerai-berai meski membuat tanah terkontaminasi.


Anggota The Kamvret yang menggunakan kendaraan modifikasi memasuki gerbang utama lalu memarkirkan kendaraan di luar gedung. Bayu dan Hadi melihat kawan-kawan mereka seperti melakukan pembersihan di dalam gedung. Terdengar, suara raungan para monster yang bersembunyi di dalam gedung di mana mereka harus berhadapan dengan para senior mafia itu.


"Naomi! Sisi Timur aman!" seru Bejo dari sambungan radio yang terkoneksi dengan earphone.


"Copy that!" jawab Naomi yang menjadi komandan dalam peperangan kali ini.


"Sisi Barat! Hah, hah, aduh! Belom! Belom aman!" sahut Yono yang terdengar seperti kewalahan dengan tugas pembersihan itu.


"Siapapun yang kosong, bantu Yono!" pekik Naomi lantang.


"Bayu siap!" seru Bayu dan diangguki oleh Naomi. Hadi menatap Bayu dengan wajah cemas, tapi kawan karibnya itu hanya tersenyum. "Niru kata si Junet. Bukan Bayu yang mati, tapi mereka," ucapnya tenang seraya mempersenjatai diri.


Hadi yang mengalami keseleo di kakinya tak bisa membantu, tapi ia dengan sigap menolong Bayu yang akan terjun ke sisi Barat untuk membantu kawan seperjuangannya.


"Yono! Bayu coming!" teriaknya mantap yang meluncur dari atas helikopter menggunakan tali pengait.


Hadi melindungi kawannya yang kini diincar oleh para monster di wilayah tersebut dengan menembaki mereka menggunakan peluru ledak layaknya sniper dari pintu helikopter.


"Goarr!"


DOR! CRAT!


"Thank you, Bro!" seru Bayu seraya menunjukkan jempolnya ke atas saat ia hampir saja diterkam oleh seekor monster anjiing dari samping.


Beruntung, Hadi dengan sigap menembakkan peluru ledaknya dan menewaskan monster tersebut. Bayu bergegas berlari memasuki sebuah pintu yang telah terbuka dengan seekor bangkai monster serigala tergeletak di sana. Bayu tak menyangka jika pertahanan di gedung tersebut berhasil dilumpuhkan karena Sengkuni memadamkan listrik. Beruntung, terdapat tiga generator yang masih bertahan sehingga CamGun bisa berfungsi. Sayangnya, amunisi persenjataan itu telah habis. CamGun kehilangan kemampuannya seketika.


"Arrghh! Bayu!" panggil Yono dari sisi kanan lorong terdengar kesulitan.


Bayu melompati bangkai-bangkai monster dan berhati-hati dengan darah hitam beracun tersebut karena menggenangi lantai. Bayu hampir terpeleset berulang kali karena darah itu licin bagaikan minyak. Bayu berusaha mendatangi kawannya yang terdengar seperti berhadapan dengan seekor monster.


Benar saja, "Yono!"


"Arrghh!" teriak Yono yang berdiri dengan punggung terpepet tembok menahan seekor monster kambing.


Bayu khawatir jika ia nekat menembak, maka darah itu akan tersembur dan mengenai Yono. Bayu mengganti senapannya menggunakan pedang.


"Heaaa!" seru Bayu berlari kencang ke arah monster hewan berbulu putih dan memiliki dua tanduk yang mengarah ke depan.


Yono memegangi dua tanduk yang ingin menusuk wajahnya itu dengan kuat, seraya menggunakan kaki kirinya untuk mendorong tubuh monster karena kaki depannya seperti ingin menginjaknya. Namun, kedatangan Bayu disadari oleh lawan. Yono melihat ujung ekor kambing tersebut mengarah ke tempat Bayu berada. Ekor monster kambing bisa terbuka dan tertutup layaknya bunga. Namun, cairan mematikan terdapat di sana ketika ujung ekor itu terbuka dan menyemburkan zat asam.


"Bayu! Ekornya! Ekornya!" teriak Yono memperingatkan.


Mata Bayu langsung tertuju pada ekor kambing yang telah mengarah padanya itu. Kelopaknya mulai mekar dan terlihat lubang seperti ujung selang siap menyemburkan zat asam.


"Hah, hah, Bayu awas!" teriak Yono saat kelopak itu terbuka sempurna.


CRATT!!


Bayu berhasil menghindar dengan mengelak ke samping. Ia mengincar tubuh kambing sebelum membunuhnya. Yono makin kesulitan untuk menahan gerakan dari tanduk kambing tersebut karena kepalanya menoleh ke arah Bayu. Namun, ia melihat kesempatan.

__ADS_1


"Heahhh!!" teriak Yono lantang seraya mendorong dua tanduk itu berikut menendang tubuh kambing ketika serangannya terasa melemah.


Usaha Yono berhasil dan membuat kambing itu jatuh tersungkur di lantai. Bayu melihat kesempatan.


"Yono, minggir!" teriak Bayu yang langsung menghentikan laju lari dan membidik kambing tersebut dengan moncong pistolnya. Yono dengan cekatan membalik tubuh dan berlari ke arah Bayu.


"Mbekkk!"


DOR! CRATT!


Yono dan Bayu sama-sama membelakangi monster kambing tersebut saat hewan tersebut kembali berdiri. Namun, peluru ledak lebih dulu bersemayam di tubuhnya lalu meledakkan tubuh hewan itu.


"Hehe, hahahaha!" tawa keduanya bersamaan lalu berpelukan.


"Sisi Barat aman, Naomi!" seru Bayu senang.


"Roger that."


"Utara aman, Bos cantik!" sahut Iwan.


"Oke, Om!" jawab Naomi yang masih mengemudikan helikopter seraya melihat sekitar area peperangan.


"Sisi Selatan aman!" sambung Bambang.


"Bagus! Semuanya berkumpul di helipad!" pinta Naomi.


"Siap!" jawab semua orang yang tersambung dalam panggilan radio, tapi Arjuna belum merespon.


"Naomi! Bojomu masih tarung sama monster! Gak ditolongin?" tanya Hadi dari teropong senapan laras panjangnya.


"Biar saja. Itulah akibatnya tak menghabiskan masakanku," gerutu Naomi yang secara tak langsung membuka isi hatinya.


"What!" pekik Arjuna yang tampak begitu kelelahan karena harus melawan para monster sendirian.


Para anggota The Kamvret yang sedang berjalan menyusuri koridor gedung menuju helipad sampai menghentikan langkah mendengar hal tersebut.


"Itu bukan salahku, Sayang. Aku baru bangun dan kau sudah menghidangkan banyak makanan untukku. Tubuhku masih beradaptasi," terang Arjuna membela diri.


"Alasan!" gerutunya langsung menjauh dari area pertempuran meninggalkan sang suami.


"Naomi! Naomi!" panggil Arjuna lantang karena helikopter yang dikemudikan isterinya pergi menuju helipad.


"Good luck ya, Jun. Jangan sampai mati atau nanti ketemu Nyonya Vesper lho. Kamu 'kan anak durhaka," ucap Bejo yang membuat anggota The Kamvret lainnya menahan tawa.


"Argh!" teriaknya marah dan melampiaskan kekesalannya dengan menebas para monster yang ingin membunuhnya.


"Komporin Junet aja terus biar cepet kelar basmi para monster. Dia 'kan tempramental," bisik Iwan dan didengar anggota The Kamvret lainnya, tapi tidak dengan Arjuna karena sibuk melawan para monster. Naomi terkekeh pelan.


***


oia jangan lupa play audio book yg didubbing sama lele ya. tumben nih gak ada koin masuk dari hasil play audio book gak kaya bonus kemarin😩 yg gak bisa vote koin bisa bantu dg play audio book ya. bantu boom like bagi yg belom. tengkiyuw💋

__ADS_1


__ADS_2