
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Di sisi lain. Markas para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads yang terkena gempuran dari serangan para monster kiriman Sengkuni, mampu bertahan dengan menggunakan taktik masing-masing. Tak terlihat kemunculan bala bantuan untuk membantu mereka meskipun keadaan mulai terdesak. Namun, tidak demikian dengan dua senior yang kini masuk dalam kubu Sandara Liu.
Laboratorium Farmasi Elios, Italia.
"Hadi! Hadi!" panggil Bayu yang berlari kencang di koridor karena tiga ekor monster berhasil menerobos pertahanan dan kini mengejar salah satu anggota The Kamvret tersebut.
"Waa! Jangan ke sini!" balas Hadi yang ternyata juga dalam keadaan sulit dan berada di persimpangan jalan.
Pria itu sedang melakukan aksi balas kepada para monster karena berhasil menjebol pintu lapis baja menggunakan semburan zat asam dari mulutnya. Bayu yang panik tetap mendatangi Hadi, sedang pria itu terpaksa bergerak mundur karena para monster mampu bertahan dari serentetan peluru yang ia tembakkan.
KLANG! BUZZ!
"Cepetan!" ajak Bayu usai melemparkan gas hitam dari salah satu seri Rainbow Gas ke dua sisi untuk menghalau pergerakan para monster yang mengejar mereka.
Dua orang itu dengan sigap berlari menjauh saat para monster tak bisa melihat arah kaburnya buruan karena terganggu asap hitam tersebut. Dalam peperangan kali ini, senjata paling mematikan dan efisien ciptaan Vesper Industries serasa tak berguna karena musuh tak terkena dampak sedikit pun.
Hadi dan Bayu dengan sigap berlari menuju ke satu-satunya ruangan yang dianggap aman di mana dulunya tempat tersebut adalah tempat percobaan dari hasil rekayasa para ilmuwan The Circle. Salah satu pion Tobias tewas di tempat itu, bahkan sempat membuat Jordan dan lainnya kala itu hampir meninggal karena banyaknya jebakan. Kini, tempat tersebut menjadi markas bawah tanah yang dikelola oleh Sandara dan Jordan. Namun ....
"Akses ditolak."
"Ha? Kenapa gak bisa?" tanya Hadi bingung saat mencoba membuka pintu akses yang berada di bawah meja kerja Sandara.
"Coba aku," sahut Bayu dengan sigap memasukkan nomor kombinasi miliknya karena pintu tersebut hanya bisa dibuka oleh orang-orang yang memiliki ID khusus.
"Akses ditolak."
Praktis, mata dua orang itu melebar seketika.
"Goarr!"
Hadi dan Bayu mematung. Mereka lalu bersembunyi di balik penutup meja kerja dengan jantung berdebar. Terdengar jelas suara langkah dan napas menderu dari para monster yang memburu mereka. Bayu dan Hadi membungkam mulut mereka rapat karena bisa merasakan kedatangan para monster yang mulai memasuki ruangan milik Sandara dan Jordan itu.
"Grrr ...."
Tubuh dua pria tua gemetar. Mereka ketakutan setengah mati karena wujud para monster binatang itu sangat menakutkan. Ditambah, kemampuan tak lazim mereka yang membuat kulit meremang. Bayu berusaha keras menahan kencing karena berjongkok. Kakinya yang kesemutan, semakin membuatnya menderita karena kesulitan bergerak.
"Mooo!"
"Hem!" kejut Bayu dengan suara tertahan karena mulutnya dibungkam rapat oleh Hadi yang berjongkok di sampingnya.
Seekor monster memasuki ruangan mencari keberadaan dua manusia buruannya. Monster berkaki empat itu dulunya seekor sapi, tapi kini tanduknya tak hanya mencuat di kanan dan kiri kepala karena bertambah di bagian dahi yang siap menusuk lawan di depan. Sapi itu berubah menjadi karnivora karena memiliki dua taring yang mencuat keluar dari mulutnya, disertai air liur yang terus menetes dan membuat benda yang terkena genangan itu berlubang layaknya zat asam. Kulitnya menjadi keras seperti badak dan ujung ekornya berubah runcing yang siap menusuk.
GREKK ...
Hewan itu menggeser benda-benda yang menghalangi jalannya menggunakan badannya. Hadi mencoba menarik tubuh Bayu agar berpindah ke sisi lain, tapi pria itu menggeleng tidak bisa seraya memegangi kakinya. Dua lelaki itu malah sibuk berdebat meski tak bersuara. Namun, sapi itu menyadarinya.
BRANGG!!
"Argh!" rintih Bayu dan Hadi saat tiba-tiba saja meja tempat mereka bersembunyi dihantam dari belakang yang membuat tubuh keduanya terdorong ke depan sehingga jatuh tersungkur.
__ADS_1
Mata mereka melotot saat melihat ujung dari tanduk di dahi sapi yang mirip seperti cula itu berhasil menembus lapisan kayu penutup dan membuat meja terangkat ke atas.
"Waaa!" teriak dua orang itu melihat hewan besar tersebut melemparkan meja ke arah kaca dengan kuat.
PRANG!!
Bayu dan Hadi saling memandang dengan wajah tegang seperti satu pemikiran. Segera, dua orang itu berlari kencang menuju ke arah pecahan kaca.
"AAAAA!" teriak keduanya lantang yang nekat melompat dari lantai tiga agar tak berurusan dengan sapi monster tersebut.
Namun, keadaan di luar gedung tak kalah mengerikannya karena masih banyak monster yang bertahan dari serangan balasan mereka.
BRAKK!!
"Aggg," rintih Bayu dan Hadi bersamaan saat tubuh mereka mendarat dengan keras di atas mobil barang.
Saat Bayu sedang menggeliat karena merasakan sakit di punggung, matanya melebar seketika saat mendapati sapi itu ikut melompat dari pecahan yang sama.
PRANG!!
"Hadi! Hadi! Ayo!" ajak Bayu yang segera bangkit dan menarik tangan kawannya itu.
Hadi bergulung ke samping dan kembali jatuh dari atap box kontainer mobil tersebut ke tanah dengan keras. Bayu dengan sigap turun dan membantu Hadi bangun karena masih banyak para monster di luar gedung sedang berusaha menerobos masuk.
"Cepetan!" ajak Bayu kembali menarik tangan Hadi.
Namun, Hadi yang merasakan pergelangan kakinya keseleo tak bisa berlari karena jatuh berulang kali.
"Goaarr!"
Dua manusia itu kembali terkejut. Mereka berusaha untuk melarikan diri, tapi kini semua monster telah menyadari keberadaan mereka. Bahkan, monster yang berada di dalam gedung ikut keluar karena mendengar panggilan dari jenisnya itu.
"Waaa!" teriak dua orang itu yang spontan berpelukan karena melihat para monster berliur dengan agresif berlari ke arah mereka siap menyantap.
"Haaa! Haaaa!" teriak Hadi histeris di mana ini pertama kalinya ia begitu ketakutan karena mendapatkan lawan tak seimbang dengan bentuk mengerikan sekaligus pemakan manusia.
Bayu melotot lebar dan melepaskan peluru dari senjata terakhirnya ke arah monster sapi. Akan tetapi, sampai peluru itu habis, monster tersebut tak mati dan semakin buas berlari kencang ke arahnya.
"AAAA!" teriak dua orang itu lagi dengan mata terbelalak, tak siap menerima kematian yang sebentar lagi menerjang dengan sangat menyakitkan.
Namun tiba-tiba, "Brisik! Diam!" teriak seseorang yang membuat Hadi dan Bayu mendongak ke atas ketika menyadari jika tubuh mereka terangkat.
"Ju-Junet!" panggil dua orang itu senang saat melihat salah satu dari putera Vesper muncul dan sedang menarik rompi anti peluru di bagian punggung dengan dua tangannya.
Hadi dan Bayu makin tertegun saat melihat dari atas langit, beberapa jenis kendaraan yang pernah mereka ciptakan sebelumnya sebelum wabah menyebar dan dianggap bencana skala Internasional mulai memasuki wilayah gedung.
"I-itu ...," ucap Bayu seraya menunjuk.
"The Kamvret!" sahut Hadi langsung gembira.
"Hahahaha! Hahaha! Bunuh mereka semua!" seru Bayu senang dengan tubuh masih tergantung, meski perlahan naik ke atas di mana sebuah helikopter mengangkut mereka.
__ADS_1
Mobil-mobil ciptaan The Kamvret dan Jonathan Benedict menabrak para monster yang berusaha menerjang mereka. Kendaraan itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tampak garang dan tak memiliki celah untuk disusupi. Mobil-mobil tersebut terlihat seperti sebuah mesin jagal karena memiliki gergaji mesin yang terus berputar di sisi kanan dan kiri bawah pintu.
Bagian bemper depan dan belakang dilapisi kerucut baja, siap menusuk lawan yang menjadi penghalang. Atas mobil ikut dilapisi duri tajam yang dialiri listrik bertegangan tinggi dari baterai tambahan di dalam mobil dan siap menghanguskan para monster jika mencoba membobol dari sisi tersebut. Semua kaca anti peluru sehingga cukup untuk bertahan dari serangan para monster.
"Hahaha! Mampus! Mampus!" seru Bejo gembira yang kini mengejar para monster usai mengetahui mereka tak sebanding dengan kendaraan-kendaraan mengerikan itu.
Hadi dan Bayu tampak gembira karena bantuan datang disaat yang tepat.
"Eh?" kejut Hadi saat melihat seorang wanita tersenyum ketika ia dinaikkan ke atas oleh Arjuna.
"Naomi!" panggil Bayu mengenali wanita cantik itu yang menoleh dari bangku pilot.
Arjuna memberikan headphone tanpa kabel kepada dua seniornya itu. Hadi dan Bayu segera memakainya. Dua pria tersebut tampak senang karena diselamatkan.
"Kalian tuli ya? Sampai suara baling-baling helikopter saja tak terdengar," tanya Arjuna seraya menyiapkan granat tabung yang diambil dari sebuah koper hitam.
"Panik, Jun! Ini jenis monsternya beda! Mereka bermutasi!" jawab Hadi dengan wajah pucat.
"Ya, kami tahu. Oleh karena itu, kami sudah menyiapkan senjata untuk melawannya," jawab Naomi mantap.
Hadi dan Bayu terbengong saat melihat Arjuna menjatuhkan beberapa bangkai ayam dari atas helikopter dan membuat para monster berkerumun saling berebut. Naomi dengan sigap melakukan manuver ke arah kumpulan para monster yang sedang berebut makanan itu.
"Sekarang!" titah Naomi yang sudah mengarahkan helikopter ke titik bidikan.
KLANG! KLANG!
"Itukan granat tabung. Emang mempan?" tanya Bayu yang merasa usaha Arjuna akan sia-sia.
Pria itu tersenyum miring dari pintu helikopter yang terbuka. Seketika, PIPIPIPIPI! BLUARR! CRATT! DWUARR!!
"Woah! Mereka meledak!" pekik Hadi sampai melotot saat ikut melongok dari pintu helikopter.
"Granat tabung sudah dimodifikasi. Mereka kini menggelontorkan peluru yang memiliki bom di dalamnya," ujar Naomi.
Namun, "Goarr!"
"Yang itu gak mempan sama granat tabung!" pekik Bayu menunjuk sapi monster yang memiliki kulit tebal sehingga peluru tersebut tak bisa menembus kulitnya.
"Dia ngincer Bambang!" pekik Hadi menunjuk saat melihat mobil kawan seperjuangannya dikejar oleh sapi monster itu.
"Hah, menyusahkan!" gerutu Arjuna yang dengan sigap menarik pedang dari samping pinggulnya.
SRING!
"Silent Blue!" seru Hadi dan Bayu senang, tapi membuat Arjuna berdecak kesal.
"Brisik!" bentaknya.
***
akhirnya si embul bisa bobo walaupun mata eke ikut pedes. semoga gak ada tipo yg meresahkan 😆 udah mau bubar ni gaes King D. kuy serahkan semua harta kalian sebagai bentuk dukungan dan kenangan buat novel ini. tengkiyuw lele padamu💋
__ADS_1