KING D

KING D
Perubahan Jason*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


"What?! Si Hope nyolong kapal punya bapak? Kok bisa?!" pekik Obama langsung melotot.


"Aku juga tak tahu detailnya. Namun, aku pernah melihat kapal itu dan menaikinya. Aku sangat yakin, jika kapal tersebut adalah produk milik Ahmed. Entah bagaimana cara dia mendapatkannya, tapi aku yakin jika menggunakan cara licik. Selain itu, serum monster, pemancar fatamorgana, benda-benda itu hanya dimiliki oleh jajaran kita. Tak sembarang orang bisa mendapatkannya. Oleh karena itu, aku curiga jika dia berkomplot dengan orang-orang dalam jajaran kita atau The Circle untuk memilikinya," ucap Yohanes mantab.


"Kalau gini caranya, kita bener-bener butuh GIGA, D," ucap Obama, dan King D mengangguk.


"Aku tak mungkin bisa kembali lagi. Aku gagal menyelamatkan orang-orang itu. Namun, jika kalian bertujuan untuk melawan Hope, aku akan membantu," tegas Yohanes menatap semua orang.


"Ya, lelaki itu kini menjadi prioritas pencarian kami, Paman. Dia berhasil melukai teman-temanku dan membuat kami membunuh beberapa manusia yang sebenarnya masih bisa diselamatkan dari pengaruh serum monster," jawab Irina serius.


"Paman. Jika boleh tahu, siapa saja orang-orang dalam tabung yang berhasil disandera oleh si Hope ini? Apakah ... tabungnya berhasil dibuka? Atau ... mereka masih terkurung di dalam?" tanya Fara penuh selidik.


"Semua masih tertidur saat terakhir kali aku melihatnya. Dia tahu tentang sistem tabung tersebut setelah dia menyiksaku untuk memberitahukan teknisnya. Hope sialan. Jika sampai bertemu dengannya, aku tak akan menurut dan takluk padanya lagi. Aku sudah muak dengan kebusukannya!" geram Yohanes seperti menaruh dendam pada pria bertopeng dan bertato itu.


Fara dan lainnya mengangguk pelan tampak setuju jika pria yang dipanggil Hope ini memang sebuah ancaman.


"Jadi ... ada berapa?" tanya Marco mengingatkan pertanyaan Fara.


"Ada sekitar 8 tabung. Yang kuingat tabung-tabung itu adalah generasi kedua milik profesor Jeremy. Mereka adalah Nicolas, Harun, Laika, Czar, Mandarin, Azumi, Kenta, dan Boas," jawabnya menyebutkan satu per satu.


"Para generasi muda. Mungkinkah ... dia menyerang markas di Australia? Seingatku, mereka itu ditidurkan di laboratorium milik Victor," sahut Irina.


"Jika hal itu benar, bagaimana tabung lainnya?" tanya King D penasaran.


Tiba-tiba, Jason memegangi kepalanya dengan erangan seperti menahan sakit. Praktis, kepala semua orang kini menoleh ke arahnya.


"Paman! Kau tidak apa?" tanya Fara panik.


"Agh, kepalaku ... sakit," ucapnya dengan kening berkerut.


Chen dengan sigap memegangi Jason dan memintanya merebahkan diri di mana terdapat ranjang pasien portabel di sana. Pemuda asal China itu dengan cepat memeriksa keadaan Jason.


"Sebagai langkah awal, kita berikan saja pereda nyeri untuk melihat kondisi selanjutnya," ucap Chen yang diangguki semua orang.


Obama memberikan sebuah kotak obat yang ternyata memiliki banyak tabung cair di dalamnya berukuran setelunjuk orang dewasa.


Jason segera diberikan obat sakit kepala berupa serum suntik sesuai tulisan yang tertera pada kemasan.


Chen menyuntikkan serum berwarna kuning itu di lipatan lengan. Jason mulai terlihat tenang dengan mata terpejam seperti merasakan fungsi serum tersebut yang menyembuhkan sakit kepalanya.


Saat suasana tegang kembali tenang karena Jason tak mengeluh lagi, tiba-tiba saja ....


"Guk! Guk! Guk!"


Para anjiing dalam helikopter menggonggong dengan garang. Semua orang langsung waspada karena Jason seperti mengalami kejang. Ternyata, Fara dan Irina seperti merasakan sesuatu dalam diri Jason.


"Oh! Apa yang terjadi?" tanya Fabio panik dan langsung mengarahkan senapan bius ke tubuh Jason karena bola mata pria itu bergerak tak wajar.


"Kau berikan apa pada dia, Chen?!" pekik Hugo karena merasa efek dari serum itu langsung berimbas pada tubuh Jason.


"A-aku memberikan dia obat sesuai dengan tulisan pada kemasan. Itu bukan salahku!" serunya membela diri karena memang begitulah faktanya.


"Ritz! Daratkan helikopter! Cepat!" seru King D panik.


Ritz dengan sigap mengarahkan benda terbang tersebut di mana mereka kini telah memasuki wilayah negara Pakistan daerah Gwadar.

__ADS_1


"Ada dermaga di sana! Bersiaplah!" seru Ritz karena ia dengan cepat mengarahkan benda terbang tersebut ke wilayah pantai.


Semua moncong senapan bius terarah ke tubuh Jason. Marco mencoba menenangkan hewan-hewan yang mengerang itu seperti menganggap Jason sebagai ancaman.


Hal serupa juga terjadi pada Fara dan Irina yang ikut menatap Jason tajam dengan desisan dalam posisi berjongkok seperti siap untuk menerkam.


"Irina ... Fara?" panggil King D tampak panik, meski berusaha tetap tenang.


Seketika, "Harggh!"


"Menyingkir!" seru King D lantang saat tiba-tiba saja Jason bangun dan matanya berubah warna tak seperti manusia normal lagi.


Praktis, orang-orang dibuat tercengang seketika.


"Oh my God!" pekik Bruno melotot lebar karena Jason langsung berjongkok dan terlihat buas.


Semua orang segera menyingkir dari lelaki itu. Jason terlihat seperti berusaha mengendalikan dirinya meski tiba-tiba saja kukunya berubah menjadi runcing dan tebal.


"Hempf, hempf, hempf," dengkus Jason karena napasnya memburu.


PIP! NGEK!


Seketika, terpaan angin kencang berhembus kencang ke dalam kabin karena pintu helikopter sengaja dibuka oleh Obama.


Semua orang menoleh ke arah pintu helikopter. Terlihat sebuah dermaga karena Ritz akan mendaratkan benda terbang tersebut di sana.


Namun tiba-tiba, "Paman!" teriak King D lantang karena Jason melompat begitu saja dari pintu helikopter entah apa yang dipikirkannya.


BYUR!


Irina dan Fara yang awalnya tampak siaga, ikut terkejut. Jason menceburkan diri ke dalam lautan hingga cipratan air terlihat jelas di permukaan.


Sang pemimpin melompat untuk melihat keadaan dari Jason. Semua orang dibuat panik. Ritz terlihat bingung saat akan mengarahkan helikopternya karena ada King D yang bergelantungan di bawah.


"Tahan posisimu, Ritz!" pinta King D saat ia berusaha mencari keberadaan lelaki Rusia itu.


SPLASH!


"Hargh! Arrghh! King D!" seru Jason yang muncul ke permukaan air, tapi terlihat gelisah.


"Paman!" panggil King D yang akhirnya mendapati keberadaan lelaki itu, tapi Jason malah kembali menyelam yang membuat semua orang di dalam helikopter bingung saat mengamati dari kamera yang terpasang pada bagian luar badan benda terbang tersebut.


"Ke mana dia?" tanya Lucas dengan kening berkerut karena tak mendapati sosok Jason.


"Oh, di sana! Itu dia! Aku mengenali pakaiannya!" seru Robin saat mendapati pergerakan Jason seperti sedang berenang dan sosoknya terlihat dari permukaan.


"Woah! Lihat gerakannya. Dia ... seperti ikan!" seru Edward sampai matanya melotot.


"Jangan-jangan ... dia mengalami perubahan seperti kita! Dia berevolusi!" sahut Polo menduga.


Praktis, mata semua orang melebar karena tak menyangka hal itu.


"King D! Jason bergerak menuju pantai! Sepertinya dia ingin kita ke sana!" seru Ritz dari pantauan radar karena pakaian yang dikenakan Jason memiliki pelacak dan terpantau oleh sensor di helikopter.


"Oke!" jawab King D segera meminta tubuhnya ditarik ke atas.


Obama dengan sigap membawa King D kembali masuk dalam helikopter. Ritz akhirnya mendaratkan benda terbang itu di sebuah lapangan parkir kawasan dermaga.

__ADS_1


Semua orang segera keluar dari helikopter dan berlari menuju ke tempat Jason berada di mana mereka melihat jika lelaki itu berenang menuju pantai.


"Ja-Jason?" panggil Yohanes tampak terkejut saat ia sudah berada di tepi pantai dan mendapati anak dari Boleslav tersebut basah kuyup, tapi wujudnya sedikit lain.


"Dia ... berubah menjadi semacam ikan atau bagaimana?" tanya Robin tampak takut saat Jason melepaskan sepatunya dan terlihat jari-jari kakinya bersirip termasuk tangan.


"Paman ...," panggil King D seraya berjalan mendekat perlahan.


"D ...," panggil Jason terlihat takut pada dirinya saat melihat tangannya memiliki selaput.


"Jason. Kau baik-baik saja?" tanya Yohanes khawatir dan berjalan mengendap mendekatinya, tapi Jason malah seperti akan menangis.


"A-apa yang terjadi padaku? Kenapa aku berwujud seperti monster air begini?" jawabnya dengan mata berlinang.


"Masuklah ke helikopter, Paman. Biarkan pemindai memeriksamu. Ayo," ajak King D karena merasa jika Jason tak berbahaya.


Jason mengangguk meski wajahnya jadi terlihat pucat. Ia berjalan tertatih dengan napas tersengal menuju ke helikopter dipapah oleh King D.


Jason diminta untuk melepaskan pakaiannya dan menyisakan celana dalaam. Irina dan Fara memilih pergi karena mereka juga merasa tak nyaman dengan kehadiran Jason karena aura baru dalam dirinya.


Beberapa bagian tubuh Jason kulitnya mulai sedikit mengeras seperti bersisik. Semua orang yang melihat hal tersebut hanya saling melirik dalam diam.



Obama dengan sigap memindai tubuh Jason yang masih berwujud manusia, tapi matanya seperti hewan predator.


Selain itu, tangan dan kakinya memiliki selaput seperti untuk memudahkannya berenang. Ia juga memiliki kuku runcing di kelima jarinya.



"Aku pasti tampak mengerikan. Apa aku tak bisa disembuhkan? Bagaimana dengan cuci darah? Serum penetral racun mungkin?" tanya Jason panik saat melihat tangannya seperti memiliki sisik ikan.


"Entahlah, Paman. Namun, detektor pemindai menganalisis jika kau baik-baik saja. Semua organ tubuhmu lengkap. Peredaran darah di tubuhmu lancar. Hanya saja, sepertinya detektor tak bisa memindai secara keseluruhan untuk mengetahui penyebab perubahanmu. Selain itu, suhu tubuhmu tak stabil. Apakah ... kau menjadi semacam ...," jawab King D tampak bingung menjabarkan.


"Jika dia seekor duyung seperti kisah dongeng, harusnya memiliki ekor dan insang, tapi Jason tidak. Aku melihat Jason tak berubah banyak. Mungkin ... seperti reptil?" sahut Bruno yang membuat kepala semua orang terarah padanya.


Jason spontan menangis. Semua orang tampak iba dengannya. Yohanes mendekati lelaki malang itu dan memeluknya.


"Kau akan baik-baik saja. Percayalah. Kau hanya berubah secara fisik, tapi tidak dengan hatimu. Kita pasti akan menemukan cara untuk merubahmu kembali. Kau tetap Jason kami," ucap Yohanes menenangkan.


Jason terlihat begitu terpukul dan hanya bisa memeluk lelaki itu erat. Semua orang tampak bingung menanggapi hal ini.


Chen menatap bekas serum suntik itu saksama dengan kening berkerut seperti memikirkan sesuatu.


"Ada apa, Chen?" tanya Irina heran.


"Dari mana asal semua suntikan ini?" tanya Chen seraya melirik ke arah kotak medis yang diberikan Obama Otong dan masih ada banyak serum di dalamnya.


"Itu serum dari laboratorium Elios di Italia. Semua itu masih baru dan tersegel. Cuma ... kadaluwarsa atau enggak, nah itu Otong lupa gak cek. Suwer, kan tadi panik," jawab Obama santai, tapi tidak bagi yang lain karena hasil suntikan serum tersebut membuat perubahan yang sangat drastis pada manusia.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Ketularan pileknya si hula2 ya ampun😩Lele puyeng. Kalo ada typo tandain aja nanti lele revisi pas udh pulih. Doain cepet sembuh ya LAP. Tengkiyuw tips koinnya untuk diriku. Lele padamuā¤ļø


__ADS_2