KING D

KING D
Semakin Tak Terkendali


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Junior!" panggil Q seraya berlari sekuat tenaga mengejar mobil yang membawa Junior serta Jonathan. Q mencoba membidik untuk menghentikan laju kendaraan itu, tapi ia yang memang tak ahli dalam bertempur, tak bisa melakukan hal tersebut sekaligus. "Junior!" panggil Q dengan napas tersengal saat kendaraan itu melaju semakin menjauh. Saat Q mulai kehilangan tenaganya karena tak mampu menyaingi kecepatan mobil tersebut, tiba-tiba, "Woah!" pekik pria berkacama itu ketika ada seorang manusia yang berlari kencang di sampingnya dan kini mengejar mobil itu.


Q sampai jatuh ke samping berikut senapan pelontar granat. Mata Q melebar ketika muncul cahaya biru dari sebuah pedang saat manusia itu melompat tinggi.


"Harghhh!"


KRASSS!!


"K-King D?" ucapnya dengan mata melebar saat ia melihat orang yang mampu menandingi kecepatan mobil adalah putera dari Javier.


Mata para penculik melebar saat melihat King D melompat seraya menyabetkan pedang lurus ke depan. Seorang penculik yang berdiri dengan senapan laras panjang tewas seketika bahkan tak sempat melakukan perlawanan ketika pedang laser itu membelah kepalanya sampai ke dada.


BRUK!!


"Hah! Hah! Manusia aneh lainnya muncul!" pekik salah satu pria bertopeng anak buah Hope saat King D menggunakan pedang laser Silent Blue untuk menghentikan laju mobil penculik.


Mata King D menyala silver dan mulai menunjukkan gejala predatornya. "Harghhh!"


"AAA!" teriak para penculik saat duduk di bak belakang yang menyadari lawan mereka bukan orang sembarangan.


King D menjatuhkan pedang laser Silent Blue begitu saja di bak mobil tersebut. Seketika, laser itu padam. Jonathan dan Junior masih tak sadarkan diri tergeletak dalam jaring besi. King D mengamuk.


Ia tak segan mencabik tubuh lawan yang mencoba untuk melukainya. Namun, semakin King D terdesak atau terancam, kemampuannya malah semakin meningkat. Kukunya yang runcing dan giginya yang tajam, membuat para manusia itu tak berkutik ketika menjadi pelampiasan kebuasan dari pria tersebut. King D mengincar topeng-topeng yang menutup wajah orang-orang itu dan meremukkannya.


KRAKK!!


"Herrghh!" erang seorang pria bertopeng saat penutup wajahnya diremukkan oleh King D dengan satu tangan dan membuat parasnya terluka parah hingga berdarah. Namun, King D yang belum puas menambah penderitaan pria itu dengan serangan lainnya.


KREKK!! BRUK!!


"Hah! Hah! Di-dia merobek mulut M-1 dengan dua tangannya! Dia bukan manusia biasa!" teriak salah satu pria panik yang masih bertahan meski seragam tempurnya tercabik karena kuku tajam King D.


Topeng para pria berseragam hitam ikut rusak setelah King D meremukkan semua topeng-topeng itu sehingga wajah para penculik terlihat jelas.


"Heyah!" teriak salah satu pria yang nekat mengambil pedang laser King D untuk menebas pemiliknya. Akan tetapi, CRETT!! "AAAAA!"

__ADS_1


Mata para penculik yang masih hidup melebar saat melihat tangan kawan mereka tersetrum karena memegang gagang pedang tersebut. King D mendatangi pria itu dan langsung menangkap lehernya dengan satu tangan. Pria itu melotot dan menjatuhkan pedang King D. Perlahan, mulut pria itu mengeluarkan darah karena kuku tajam King D menusuk lehernya. Tubuh lelaki itu mengejang. Saat King D melemparkan pria itu keluar dari bak mobil, tiba-tiba ....


DOR! DOR! DOR!


"Hargh!" erang King D ketika tubuhnya ditembaki oleh para penculik yang mencoba untuk tetap hidup meski sudah terluka parah.


Beruntung, King D memakai pakaian tempur seperti para Black Armys, tapi dibuat khusus untuknya. King semakin beringas, tapi kali ini ia mulai kehilangan pikirannya. Ia mencengkeram kuat jaring besi yang memerangkap Junior serta Jonathan. King D mengangkat besi itu dengan dua tangannya dan melemparkan ke arah sekumpulan pria yang membidiknya.


BRANG!!


"Agh!" erang para lelaki itu yang kini tertindih jaring besi dan juga tubuh sandara mereka.


King melompat ke arah depan dan kini berdiri di atas kap mobil. Ia mengenakan sepatu magnet sehingga tak terjatuh. Namun, hal itu membuat sosoknya terlihat jelas oleh pria yang menjadi pemimpin kelompok bertopeng.


PRANG!!


"Argh!" erang sopir saat King D memukul kaca depan kendaraan itu dengan kepalan tangan.


Si Pemimpin dari kelompok musuh terkejut saat mengetahui kemampuan King D. Ketika pria bermata silver itu sedang membidik sopir yang berusaha untuk membuat kendaraannya berhenti, pria bertopeng melompat begitu saja dari mobil sampai jatuh bergulung-gulung di atas tanah. Ia yang berhasil lolos masih berjongkok dan melihat King D saat mengacak-acak pasukannya. Dengan sigap, lelaki itu mengeluarkan sebuah senjata HIT dari saku terdalam jasnya. Ia membidik mobil yang tadi ia tumpangi dan seketika, BLUARRR!!


"King D!" teriak Irina histeris ketika melihat sang kekasih terkena ledakan.


"Itu mereka!" seru Amanda seraya menahan sakit karena luka tembak.


"Cepat! Cepat!" pekik Q segera turun dengan tergesa diikuti Irina dan Obama Otong.


Amanda terlihat cemas ketika ia mengarahkan senapan laras panjang untuk melindungi kelompoknya dari jendela mobil yang terbuka. Irina berlari kencang saat melihat mobil double cabin yang mengangkut King D, Jonathan dan Junior tersangkut pada pinggiran tebing karena jaring besi. King D mencoba memanjat, tapi ia seperi tertahan sesuatu karena mengerang.


"Hagg! Hargh!"


DOR! DOR! DOR!


Irina dan Obama terkejut saat Q menembak ke arah jurang dari tepi tebing. Obama melongok dan mendapati seorang pria berseragam hitam jatuh usai Q menembak kepalanya hingga tewas. Irina segera berjongkok dan memegang kepala King D karena pria itu kembali terperangkap dalam sisi liar wujud predator.


"King D ... tenangkan dirimu. Ini aku, Irina," ucap Irina mencoba untuk membawa King D kembali.


Dua tangan King D yang tersangkut pada jaring besi membuatnya tak bisa meluncurkan serangan kepada Irina. Q menatap Irina saksama saat matanya kembali menyala hijau terang. Obama Otong terlihat siap untuk menarik King D saat napas kawannya mulai tenang dan mata merah birunya kembali. Q fokus pada Irina saat ia baru menyadari jika gadis cantik itu memiliki kemampuan tak lazim layaknya King D dan Junior.

__ADS_1


"Hah, hah," engah Amanda yang nekat turun dari mobil untuk memastikan kondisi dari generasi penerusnya dengan berjalan pincang.


Tiba-tiba, DOR!


Praktis, pandangan orang-orang langsung tertuju pada suara tembakan yang tak jauh dari keberadaan.


BROOM!!


"Dia mencuri mobil kita!" teriak Q seraya menunjuk mobil yang tadi dikendarai. Mobil itu berhasil diambil oleh si pria bertopeng yang kabur.


"Nenek!" teriak Irina lantang dengan mata terbelalak lebar saat melihat sang nenek berdiri mematung dengan mata berkedip berulang kali seperti terkejut akan sesuatu.


BRUKK!


"Mandy!" panggil Q melotot dan langsung berlari mendatangi sahabatnya yang tergeletak dengan mata terbuka.


Irina berlari kencang mendatangi sang nenek yang tak bergerak lagi dengan wajah tanpa ekspresi.


"Ne-nenek? Hiks, nenek ...," panggil Irina sedih saat ia memangku Amanda dan melihat telapak tangannya berdarah karena kepala Amanda tertembak dari belakang. "Arrghhh!" teriaknya dengan kepala mendongak ke atas dan mata hijau kembali menyala terang.


King D yang sudah sadar dan kembali normal menyadari jika hal buruk terjadi di sekitarnya. Junior yang tak sadarkan diri ikut terbangun karena teriakan menyayat hati dari Irina.


"Hoh! Hoh!" ucapnya panik saat menyadari masih terkurung dalam jaring besi.


King D yang melihat dirinya tersangkut di jaring besi pada tepi tebing, segera dibantu Obama Otong yang menariknya ke atas. King D bergegas membuka jaring besi dan membebaskan Jonathan serta anak lelaki berkulit pucat itu.


"Uasu! Orang Hope berhasil lolos lagi, D!" pekik Obama yang melihat pria bertopeng itu menembak Amanda agar bisa mencuri mobilnya.


Junior merangkak mendatangi Irina yang terus berteriak, tapi matanya berderai air mata saat memeluk sang nenek. King D menarik Jonathan agar menjauh dari tebing. Obama mencoba menyadarkan Jonathan yang masih tak sadarkan diri dengan obat-obatan yang ia bawa dari dalam tasnya.


"Oh!" pekik King D terkejut saat melihat sang kekasih menangis, begitupula Q serta Junior yang menyentuh Amanda dengan wajah sendu.


Namun, King D menyadari hal buruk terjadi karena tubuh Irina yang putih berseri menjadi merah seperti bara api dan muncul asap di permukaan kulitnya. Q dan Junior terkejut. Mereka bergegas menghindar saat merasa hal tak lazim kembali terjadi pada Irina.


"Irina! No!" teriak King D panik hingga matanya terbelalak lebar.


***

__ADS_1



Uhuy makasih tipsnya diriku. Lele padamu❤️ smg bisa segera tamat tanpa typo berhamburan. amin~


__ADS_2