
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"10!" teriak Number 9 saat melihat sebuah rudal meluncur dan tepat ke arah kapal.
Benar saja, BLUARR!!
"Arrghh!" teriak anggota Barracuda yang masih bertahan di kapal untuk mempertahankan salah satu armada peninggalan Vesper tersebut.
Namun, serangan besar tersebut tak bisa dihalau oleh anggota yang bertugas. Number 9, 10 , 4, dan 8 terlempar dari kapal. Orang-orang itu tercebur ke dalam lautan tanpa pelampung penyelamat. Kapal meledak hebat karena berisi bahan bakar dan juga persenjataan. Gelombang besar imbas dari ledakan berdampak pada tiga kapal selam yang dioperasikan oleh Number 7, 3 dan 6. Jason ikut tertegun saat melihat ledakan dalam air dari kapal yang mengapung.
Di markas Black Castle, Inggris.
"Kapal perang kita meledak! Komunikasi kita dengan tim Barracuda terputus begitupula Jason!" pekik Q yang membuat kepanikan dalam jajaran.
"Gunakan tangkapan satelit GIGA IGOR untuk melihat kondisi tim kita," sahut Sierra dari tempatnya duduk.
Saat Q mencoba mengoperasikan satelit dari jajaran The Circle, tiba-tiba ....
"Oh! Apa yang terjadi?" tanya Yena dengan kening berkerut.
"Halo? Kalian pasti melihatku. Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku," ucap sosok dengan topeng putih yang disinyalir adalah Hope.
"Kau," geram Daniel di mana sosok Hope terlihat jelas di layar pusat komando.
"Jadi ... aku hanya ingin bilang jika ... kalian sudah tua. Seharusnya kalian sudah mati, tapi ... berkat kecerdasan Kai dan juga Jeremy, kalian semua masih hidup. Namun, sayangnya masa pensiun kalian tampaknya tak bisa dinikmati dengan kebahagiaan," ucap lelaki bertato hijau tersebut yang membuat para mafia senior di markas geram.
"Apa maumu?" tanya Seif yang ikut menyaksikan kemunculan Hope di pusat kendali markas Jeju.
Ternyata, Hope menyiarkan dirinya ke seluruh markas dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle secara serempak yang terhubung dengan jaringan GIGA. Sierra melirik Q dan pria berkacama itu mengangguk paham. Mereka sadar jika Hope telah mengambil alih pengoperasian GIGA dari jarak jauh karena akses Q tiba-tiba saja terblokir. Q kini hanya bisa diam dan menonton.
"Ambilah popcorn dan nikmati saja pertunjukannya. Sekarang, GIGA dalam kendaliku. Jangan coba-coba menyusup atau meretas. Jika hal itu terjadi, satu orang dalam tabung akan kubunuh. Kalian mengerti?" ucap Hope yang membuat mata para mafia itu melebar.
__ADS_1
"Kau gila! Kami sudah mengirimkan ketiga belas orang yang kau minta. Mereka sedang dalam perjalanan. Kau jangan ingkar janji, Hope," geram Safa di markas New Foundland and Labrador milik Lysa Herlambang.
"Ya, aku tahu. Hanya saja, entahlah. Mereka sampai kemari dengan selamat tidak ya?" jawab Hope yang membuat mata para orang tua dari remaja-remaja itu melotot seketika.
"Kau apakan mereka, Hope!" teriak Sakura dengan napas memburu.
"Akan kutunjukkan nanti. Sekarang, lihatlah perbuatan kalian karena mengirim penyusup ke wilayahku," ucap Hope saat mengganti tampilannya menjadi pemandangan mengerikan ketika kapal perang Vesper meledak hebat dan tak terlihat orang-orang selamat di perairan.
Wajah para mafia itu tegang seketika. Mereka mencemaskan keadaan anggota tim Barracuda. Meskipun Jason berada di sana untuk menolong mereka, tapi salah satu putera Boleslav tersebut tak bisa dihubungi sejak ledakan besar terjadi.
Di tempat Jason berada.
Jason yang telah berhasil melumpuhkan sistem persenjataan di bawah air bergegas berenang di sekitar kapal untuk mencari keberadaan anggota tim Barracuda yang terakhir kali bertahan di kapal. Tiga kapal selam yang terhempas karena gelombang besar ledakan, kini berusaha untuk merapat untuk ikut mencari kawan-kawan mereka di perairan.
"Paman 10! Kalian di mana?" teriak Jason seraya terus berenang di sekitar puing yang tenggelam ke dasar lautan gelap.
Jason memfokuskan pandangan dari kemampuan mata Merman-nya. Mata kuningnya menyala terang dalam kegelapan air di malam hari. Jason bergerak dengan gesit dalam air menghindari puing-puing yang terus tenggelam. Hingga ia menyadari jika mendengar suara dari dalam air. Jason merasa jika ia memiliki kemampuan lain dengan wujud manusia setengah ikannya tersebut.
"Oh, di sana!" pekiknya segera berenang ke arah puing.
"Paman 9! Paman 4! Paman— eh? Paman 8!" pekik Jason dengan mata membulat penuh saat mendapati Number 8 tertusuk puing dari besi di bagian dada dan mengalami luka bakar hingga kulit wajahnya mengelupas. "Hah, Paman! Paman!" teriaknya panik ketika berhasil menangkap tubuh Number 8 saat pria itu berusaha untuk melepaskan tusukan besi tersebut dalam keadaan tenggelam. Jason bergegas mendorong tubuh Number 8 naik ke permukaan.
SPLASH!
"Hah, ohok! Hah, hah, Ja-Jason," ucap Number 8 dengan tubuh gemetaran.
"No, no. Bertahanlah, Paman. Kau akan baik-baik saja," jawab Jason ketakutan karena darah terus mengalir dari luka tusukan itu.
"8! 8!" panggil Number 4 dan 9 di kejauhan.
Dua orang itu melambaikan tangan karena berhasil selamat dari ledakan. Number 8 tersenyum tipis dengan tubuh mengapung karena dipegangi kuat oleh Jason. Pemuda itu bergegas membawa Number 8 menuju ke skoci tempat Number 10, 9 dan 4 berada. Dua kapal selam naik ke permukaan dan merapat ke skoci. Saat Jason berusaha keras berenang seraya membawa Number 8, tiba-tiba ....
__ADS_1
"Jason, awas!" teriak Number 4 ketika melihat dua buah CD terbang ke arah manusia setengah ikan itu.
Praktis, mata Jason melebar. Tanpa diduga, DODODOOR!!
"Tidak! 8!" teriak Number 10 saat melihat kawannya seperti orang berbaring di permukaan air dihujani tembakan CD.
Number 8 yang sekarat karena luka tusukan, tewas saat tubuhnya menerima semua peluru mematikan itu. Jason yang melihat serangan datang padanya, dengan sigap menyelam dan berlindung di bawah tubuh Number 8. Hingga pada akhirnya, Jason menyadari perbuatannya. Mata pemuda itu melebar dengan jantung berdebar kencang saat ia tak sengaja menjadikan tubuh Number 8 sebagai perisai.
"Tidak, tidak, Paman! Paman!" teriak Jason saat ia berenang ke permukaan dan mendapati Number 8 tewas dengan mata terbuka dan darah menodai air laut di sekitar tubuhnya.
"Argh, kurang ajar!" teriak Number 7 dari dalam kapal selam usai melihat kawannya dibantai dan tewas mengenaskan.
DOR! DOR! DOR!
KLANG! BYUR!
Number 7 yang marah besar keluar dari kapal selam saat mengapung di permukaan. Pria itu menembakkan seluruh amunisi dari pistolnya ke arah salah satu CD yang terbang melayang di dekat jasad Number 8. Tembakan telak itu berhasil menjatuhkan salah satu CD dan membuatnya tercebur ke lautan. Namun, hal itu membuat dua CD lainnya langsung membidik pria tersebut.
"7, awas!" teriak Number 6 saat melihat kawannya kini dibidik. Praktis, mata 7 melebar seketika.
Namun seketika, "Harghh!"
"Woah!" kejut anggota Barracuda yang selamat saat melihat Jason melompat dari dalam air seraya menghunuskan pedang Silent Gold dengan laser menyala. CD yang tak menyadari pergerakan di bawah air tersebut rusak saat mendapat tusukan dan menghancurkan mesin.
BYUR!
"Bagus, Jason!" seru Number 4 karena CD yang tersisa berhasil dilumpuhkan.
Namun, hal itu tak membuat Jason gembira. Kelalaiannya membuat Number 8 tewas. Jason tampak begitu sedih saat memegangi jasat pria tua itu yang melayang di dalam air.
"Maafkan aku, Paman. Aku ... aku ...," ucapnya terbata dalam air karena tak sanggup menunjukkan kesedihannya di hadapan anggota Barracuda lainnya.
__ADS_1
Namun, kapal Number 4 yang masih berada di dalam air melihat Jason tampak begitu sedih. Pria itu memeluk jasad Number 8 dan menangisinya. Number 4 segera membawa kapalnya naik ke atas dan menginformasikan kondisi kawan mereka. Praktis, hal itu membuat anggota tim Barracuda yang selamat berduka.
Akan tetapi, para mafia senior itu tahu jika inilah konsekuensi dari sebuah pertempuran. Para mafia senior bisa merelakan kepergian kawan mereka sejak direkrut oleh One dan disahkan oleh Vesper dengan nama Barracuda. Sayangnya, tim solid itu sudah tak utuh lagi karena kehilangan salah satu anggotanya.