KING D

KING D
HOPE*


__ADS_3


Mereka berbicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Saat semua orang sedang fokus untuk melihat teknik penyembuhan dari dampak serum monster fase pertama, tiba-tiba, "King D! Apa kau mendengarku?!" panggil Marco yang membuat pria bermanik merah dan biru itu keluar dari helikopter dengan tergesa diikuti Obama Otong.


"Ya. Detail," pintanya tegas dengan pandangan terfokus di arah Timur.


"Aku menemukan kontainer seperti yang disebutkan lelaki tadi. Hanya saja, aku mencium bau lain di dekat sini," jawabnya yang membuat kening King D berkerut.


"Bau lain? Apa itu?" tanya King D curiga.


"Bau binatang. Masih segar. Aku cukup yakin jika sebelumnya orang-orang itu disekap bersama dengan hewan-hewan, tapi beda kontainer. Sayangnya, bau itu hilang di luar dermaga. Bisa jadi, pelakunya membawa hewan-hewan itu pergi saat kita sibuk melawan para monster," jawab Marco.


"Jangan-jangan, orang itu yang nglakuin hal ini, D. Dia mungkin yang ngincer kita seperti di Oman waktu itu. Ingat pas kamu diserang drone gede kaya pesawat?" tanya Obama dan King D mengangguk serius. "Bisa jadi, dia ngawasi pergerakan kita. Nah, pas tau kita datang ke sini, dia nglepasin serum itu ke orang-orang yang sehat seperti sengaja biar kita habisi!" imbuhnya mantap.


"Pengalih perhatian?" sahut Chen.


"Mungkin dia takut ketahuan. Oleh karena itu, dia melepaskan para monster. Dia memanfaatkan kesibukan kita untuk meloloskan diri. Hanya saja, aku tak melihat pergerakan baik mobil atau kendaraan terbang di sekitar sini," jawab King D seraya melihat sekitar.


"Hah, hah, kaubilang ... hewan-hewan selamat?" tanya Azfar keluar dari peti balok es dengan napas tersengal.


"Kautahu sesuatu?" tanya King D dengan kening berkerut.


Pria itu tampak gugup saat akan menjawab, tapi mengangguk pelan.


"Mungkin ... masih ada manusia yang selamat. Anak-anak. Kami dipisahkan dari anak-anak saat dikumpulkan. Aku memang melihat ada anjiing dan kucing yang dimasukkan dalam kontainer. Orang itu bilang, jika kami berada di dalam kontainer, kami aman karena kontainer kargo terbuat dari besi. Jika monster menyerang, mereka akan kesulitan untuk menerobos. Berbeda ketika kami berada di sebuah bangunan," jawabnya.


"Kau belum bercerita tentang orang itu," tanya King D seraya berjalan mendekati Azfar. Semua orang kini menatap Azfar lekat terlihat penasaran.


"Orang itu—"


DOR!


"Oh!" pekik Irina dengan mata melotot saat melihat dahi Azfar ditembak.


Pria itu langsung roboh dan tewas begitu saja dengan mata melotot. Praktis, mata orang-orang dari kubu King D terbelalak lebar.


"Berlindung!" seru King D lantang dan langsung menyiagakan senjata.


Semua orang bergegas memasuki helikopter dan bersiap. King D dan Polo tampak berusaha mencari keberadaan orang yang ternyata mengintai mereka dan tak diketahui keberadaannya.


Hingga tiba-tiba, "Arrghhh! Polo!" teriak Marco dari sambungan earphone.


"Marco!" panggil pria bermanik biru itu terkejut saat mendengar teriakan dari saudara kembarnya yang entah berada di mana seperti terancam.


"Fara! Di mana Fara?!" tanya King D ikut panik karena ia tak melihat sang adik sejak ia kembali ke pantai.


"Dia tadi ikut bersama Marco untuk menyelidiki!" sahut Chen tampak panik.


Tiba-tiba ....


"AAAA! King D!" teriak Fara yang tiba-tiba sosoknya terlihat dari pintu sebuah helikopter.


Benda terbang itu muncul dari balik sebuah bangunan seperti meninggalkan wilayah Iran karena melintasi lautan.

__ADS_1


Seketika, mata King D melebar saat melihat Fara disuntik di leher samping. Sang adik langsung memejamkan mata tak sadarkan diri.


Napas semua orang tersengal ketika melihat seorang pria memakai topeng dengan tato warna hijau terlihat di tangan kirinya. Orang itu melambaikan tangan dan meninggalkan sebuah kejutan.


"Menyingkir!" seru King D lantang saat melihat sebuah misil RPG diluncurkan oleh lelaki lain dari pintu yang terbuka ke arah kelompoknya.


SWOOSH! BLUARR!!


Mata King D melebar saat melihat helikopternya akan diledakkan. Namun, sebuah keberuntungan karena sistem pertahanan helikopter miliknya aktif.


Misil yang meluncur tersebut, ikut terkena luncuran misil otomatis dari helikopter kargo bersenjata miliknya saat mendeteksi adanya ancaman.


Orang-orang dari kelompok King D berhamburan keluar dari helikopter dengan senjata dalam genggaman.


"Kejar dia menggunakan CD! Jangan biarkan dia membawa Fara!" seru King D dengan mata melotot dan napas memburu.


Ritz dan Edward dengan sigap kembali masuk dalam helikopter untuk mengambil pengendali CD.


Empat buah CD terbang mengejar helikopter tersebut. Namun sepertinya, lelaki itu tak membiarkan mereka dikejar. Drone-drone dari kubu King D ditembaki hingga benda-benda itu jatuh di atas lautan.


"Otong!" teriak King D lantang dan meminta semua orang segera masuk ke dalam benda terbang miliknya.


"Sopo meneh kui?! Nyusahin sumpah!" teriak Obama kesal seraya berlari menuju helikopter.


Polo masih terlihat kebingungan karena Marco belum muncul sedang mereka harus segera lepas landas.


"Marco! Kau di mana?!" tanya Polo khawatir.


"Arghh! Sial! Gigi mereka tajam sekali!" teriak Marco menyahut, tapi terdengar seperti diserang oleh sesuatu.


"D!" panggil Polo panik.


"Azfar mengatakan jika sebelumnya hewan-hewan itu selamat. Protokol K-0!" serunya lantang dengan mata masih terfokus pada helikopter yang membawa sang adik.


Irina bergegas mengendalikan CD lainnya untuk ikut mengejar selama helikopter belum lepas landas.


Dengan sigap, Polo menyiapkan senapan pelontar granat yang berisi Rainbow Gas Halusinasi.


Polo mengarahkan moncong senapan besar itu ke tempat Marco yang sedang bersusah payah menyingkirkan dua kucing yang berada di tubuhnya terlihat sulit dilepaskan.


DUK! DUK! DUK! DUARRR!!


"ARGHHH!" erang Marco karena ia terkena dampak dari ledakan tersebut dan terpental, meski tak membunuhnya.


Marco jatuh tersungkur. Fabio dan Lucas segera berlari mendatangi Marco yang jatuh menggelepar dengan luka di wajah serta tangannya.


Pakaian lelaki itu robek terlihat dari bekas cakaran dan gigitan hewan-hewan buas itu. Fabio meminumkan serum penawar agar Marco tak terkena dampak.


Terlihat, kucing dan anjiing yang mengejar Marco linglung. Fabio dan Lucas terlihat memeriksa kondisi hewan-hewan itu dengan alat pemindai.


Ternyata, ucapan Azfar benar jika hewan-hewan itu tadinya sehat. Mereka segera menyuntikkan serum penawar kepada tujuh hewan malang itu yang tak berdaya.


Disisi lain, King D melihat CD yang diterbangkan Irina berhasil menembaki helikopter musuh.


Irina berhasil melakukan manuver-manuver gesit sehingga drone-drone-nya berhasil lolos dari tembakan.

__ADS_1


Namun tiba-tiba, ia melihat Fara tergolek lemas dengan mata terpejam di pintu helikopter. Pria dengan tato warna hijau di tangan dan terlihat tulisan 'HOPE' pada jarinya, membuat kening Irina berkerut.



Pria bertopeng putih memalingkan wajahnya sembari mengeluarkan asap pekat warna putih dari lubang mulut di topeng seperti merokok. Seketika, BRUKK! SWINGG!


"FARA!" teriak King D lantang saat melihat sang adik ditendang oleh lelaki bertopeng itu hingga jatuh dari ketinggian dalam kondisi tak sadarkan diri.


Semua orang panik seketika. Drone Irina terpaksa meninggalkan helikopter incarannya untuk mengawasi Fara yang jatuh dengan cepat.


King D dengan sigap keluar dari benda terbang miliknya dan berlari kencang. King D mengarahkan seluruh kemampuannya. Ia melihat, sang adik akan jatuh ke teluk.


Namun, dari titik jatuhnya, ia khawatir jika Fara tak selamat karena tubuhnya pasti terhantam kuat oleh permukaan air laut.


"FARA!" panggil King D lantang seraya terus berlari kencang.


BROOM!


Jet ski yang digunakannya tadi kini melintasi perairan dengan sangat cepat. King D melihat tubuh Fara siap menghantam permukaan air.


Lelaki bermanik merah dan biru itu terlihat seperti siap melakukan sesuatu karena ia berdiri.


TAP! BRUKK! BYURRR!


"KING D!" teriak Irina dengan mata melebar saat melihat kekasihnya nekat melompat dari atas jet ski dan menggunakan benda itu sebagai tumpuan.


Semua orang tampak tegang ketika melihat King D tercebur ke laut, tapi mereka yakin jika lelaki itu berhasil menangkap tubuh Fara sebelum keduanya masuk ke dalam air.


Drone yang diterbangkan Irina berseliweran di atas permukaan air untuk memastikan keadaan keduanya. Namun, King D dan Fara tak terlihat. Irina cemas dan terlihat seperti akan menangis.


Namun tak lama, "Oh! D! Fara!" panggilnya dengan senyum terkembang dan mata berlinang.


King D berhasil menyelamatkan Fara meski gadis cantik itu masih tak sadarkan diri. Marco yang sudah ditolong, segera dinaikkan dalam helikopter untuk diobati berikut hewan-hewan yang terkena dampak serum monster.


Obama menggunakan yacht ditemani oleh Robin dan Bruno untuk membantu evakuasi. Irina melihat ke langit dari kamera CD di mana helikopter yang diduga dalang dari wabah monster ini kabur karena ia lebih mementingkan keselamatan Fara dan juga King D.


"D!" panggil Bruno segera membantu mengangkat tubuh Fara yang basah kuyup.


King D dibantu oleh Robin untuk naik ke kapal setelah berusaha agar tetap terapung. CD milik Irina mendarat di yacht sebagai perlindungan jika terjadi serangan tak terduga lainnya.


Fara segera diselimuti dan mencoba untuk disadarkan oleh sang kakak. CPR dilakukan dan tak lama, Fara membuka mata.


Beruntung, gadis itu tak menelan banyak air meski terlihat ia seperti shock akan kejadian yang menimpanya.


"Pemindai," pinta King D saat adiknya sudah membuka mata meski napasnya tersengal. Obama Otong segera memberikan alat itu dengan tergesa. Akan tetapi, "Oh ... shitt," ucap King D melotot.


"Ada apa?" tanya Fara menatap kakaknya saksama.


"Dia menyuntikmu dengan serum monster, Fara," tegas King D yang membuat mata Fara terbelalak lebar.


***



Uhuy makasih tipsnya jeng Jegeg😘 Lele padamu. Sering2 ya😆Yang lain ditunggu ya sedekahnya💋

__ADS_1


__ADS_2