KING D

KING D
Memindahkan 20 Tabung*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Hoi!" seru seseorang dari kejauhan yang membuat Zurna, Obama dan Jonathan menoleh seketika. Praktis, mata orang-orang itu terbelalak lebar.


"Itu Agent S dan 4P!" seru Jonathan riang.


Tentu saja, kedatangan sekelompok orang-orang itu membuat tim Jonathan senang. Agent S berhasil mendaratkan helikopter di samping kendaraan tim King D meski pemiliknya kini diculik. Jonathan segera mendatangi Agent S dan memeluknya, begitupula 4P yang langsung akrab dengan Obama Otong seolah mereka seumuran padahal tidak. Semua itu karena dampak dari proses penundaan penuaan dalam tabung.


"Wow, Zurna! Kau ... terlihat semakin garang," puji S ketika melihat isteri dari James berjalan mendekat dan mengajaknya berjabat tangan dengan mantap.


S bisa merasakan genggaman tangan Zurna begitu kuat seolah bisa meremukkan tulangnya. Sedang 4P sampai menjerit karena Zurna seperti sengaja ingin membuat empat pria itu kesakitan hanya sekedar bersalaman.


"Hehe, kasian Om James kalau sampai bikin onar. Bisa ilang itu rambut gondrongnya karena abis dijambak Tante Zurna," ucap Jonathan membayangkan salah satu bodyguard ibunya itu botak.


"Oh iya, tentang James. Apa yang kautahu, Zurna?" tanya Agent S berwajah serius.


"Saat dibangkitkan, James sengaja menempelkan sebuah kertas pada bagian penutup tabung. Mungkin dia bermaksud ketika aku sadar, bisa langsung membacanya. Beruntung, aku sempat membacanya meski sekilas."


"Om James ninggalin catetan gitu? Apa tulisannya, Tante?" tanya P-C.


"Dia menulis jika Hope mengincar Dayana Lubava. Hope menggunakan James dan Han sebagai pemandu sekaligus menjadikan mereka budak. Hanya saja, alasan Hope mengincar Dayana masih tak diketahui. Namun, aku berspekulasi jika Hope pasti akan menjadikan James dan Han seperti pengkhianat dalam jajaran," tegas Zurna yang membuat semua orang berwajah tegang seketika.


"Asem memang si Hope ini. Ngomong-ngomong, itu keberadaan King D, Junior sama Irina gak bisa dilacak kah? Bukannya baju tempur mereka ada pelacaknya ya? Malah denger-denger, mereka pakai jam tangan khusus pemberian Om Jojon yang bisa bangkitin orang dalam tabung," tanya P-K santai.


"Oia ya! Aish, kenapa aku lupa? Benar-benar bodoh!" umpat Jonathan pada dirinya sendiri.


Segera, putera dari Erik Benedict tersebut berlari menuju helikopter ciptaannya. Zurna tersenyum seraya menepuk pundak P-K seperti tampak bangga pada salah satu rekrutan Black Armys tersebut atas pemikirannya.


"Edian! Kamu bangun dari tabung kok makin pinter?" tanya Obama kagum dengan seniornya tersebut.


P-K hanya terkekeh seraya bertolak pinggang. Agent S dan Zurna segera menyusul Jonathan menuju helikopter untuk mencari tahu keberadaan tiga orang itu.


"Jadi ... gimana sama orang-orang ini? Bisa keriput ane nungguin tu manusia-manusia bangkit," keluh P-I saat melihat banyaknya tabung di sekitar.


"Teknisnya sih gitu. Big Boss cuma bisa angkut lima tabung doang sampai ke Black Castle. Mungkin, nanti setelah sampai sana, tim penjemput bisa bantuin angkut entah pakai helikopter atau kapal kargo," jawab Obama menjelaskan.


"Tadi saat terbang kemari, kita liat ada banyak kapal berlabuh di dermaga wilayah Torshavn. Kalau 4P berlayar pakai satu kapal, lumayan loh bisa angkut sekitar empat tabung. Tar kita konvoi aja. Seru tuh, Bro!" sahut P-M semangat.


"Iya ya. Kaya zaman pas nyari Sun bareng sama Agent M. Jadi sedih kalau inget masa-masa itu. Ane kangen sama Agent M. Sayang udah wasalam gegara Junet simelekete," sahut P-I langsung berwajah masam.


4P mengangguk setuju dengan wajah garang. Obama hanya bisa meringis tak ingin ikut campur meski ia mengetahui cerita itu dari sang ayah.

__ADS_1


"Kita sampein aja ke para senior. Semoga disetujui. Ayo," ajak Obama.


4P mengangguk siap dan berjalan berdampingan menuju helikopter. Saat orang-orang itu baru akan masuk ke helikopter, tiba-tiba saja Zurna dan Agent S keluar dari Big Boss dengan tergesa. 4P dan Obama langsung menghentikan langkah karena bingung dengan hal ini. Tiga mafia senior itu tampak marah akan sesuatu.


"Dia sungguh licik! Hope membawa Junior, Irina dan King D kembali ke Islandia pabrik Robicorn Coorporation! Keparatt sialan!" geram Agent S yang merasa dipermainkan. 4P ikut melebarkan mata.


"Woo, kita dikibulin, Bro!" sahut P-C, dan diangguki oleh yang lainnya.


"Terus, kita balik ke sana lagi gitu? Alah hiyung," sahut P-K gemas.


"Tunggu, tunggu. Ini tadi 4P kasih saran bagus banget loh. Daripada kita wara-wiri bin rempong karena mindahin tabung yang bejibun, mereka menawarkan untuk konvoi pakai kapal yang ada di dermaga Torshavn. Jadi, kita bisa sama-sama pergi ke Inggris. Soal Islandia, kita hubungi para senior untuk misi penyelamatan. Hanya saja, Otong yakin bau-baunya kaya jebakan biar kita semua nyerang ke markas Robicon, tapi setelah sampai sana kita dibantai abis-abisan," ucap Obama yang membuat tiga mafia senior tersebut berkerut kening.


"Menurutmu begitu?" tanya Jonathan ragu.


"Liat aja, Om. Si Hope nyulik King D, Junior, dan Irina, tapi doi ninggalin orang-orang dalam tabung yang gak punya kemampuan khusus. Otong juga ngerasa ketika di markas-markas sebelumnya, itu si Junior dan orang-orang yang punya kemampuan diincer sama Hope. Cuma, Hope ini kayaknya gak tau kalau Otong diem-diem punya kekuatan makanya diabaikan. Coba kalau tahu, pasti Otong kena culik," jawabnya mantap.


"Maksudmu ... Hope mengincar orang-orang dari jajaran kita yang memiliki kemampuan unik?" tanya Zurna menebak. Obama mengangguk mantap.


"Jika benar demikian, tim Fara dalam bahaya. Begitupula Jason dan lainnya. Kita harus memperingatkan mereka!" sahut Agent S yang membuat semua orang cemas seketika.


Agent S dan lainnya segera menghubungi seluruh markas yang telah aktif. Mereka yang baru menyadari dugaan itu langsung mengantisipasi diri termasuk Sig yang telah tiba di Colombia meski belum memasuki wilayah kekuasaan Martin. Hal serupa juga terjadi pada Jason yang sudah berada di wilayah Flame kediaman Darwin. Namun, Daniel yang curiga jika tempat tersebut telah ditandai Hope, memilih untuk mengawasinya selama sehari dan menggunakan CD untuk memantau sekitar sebelum memasukinya.



Agent S, Jonathan dan Zurna yang setuju jika tabung-tabung temuan mereka diangkut menggunakan kapal segera mendatangi wilayah dermaga di Torshavn, Faroe Island. Beruntung, banyak kapal yang merapat di tempat tersebut meski mereka kini disibukkan untuk mencari bahan bakar agar bisa melintasi lautan sampai ke Inggris. Nantinya seperti rencana 4P, mereka akan melakukan pengangkutan tabung melalui jalur air dan udara.


"Status?" tanya Agent S dari sambungan komunikasi di mana Jonathan, Obama dan Zurna menunggu di tempat tabung terkumpul.


"Sejauh ini aman. Tak terlihat pergerakan Hope," jawab Jonathan yang siap di bangku pilot jika sewaktu-waktu mereka harus lepas landas karena keadaan darurat.


"Kami sudah mendapatkan empat kapal dan juga bahan bakar. Bersiaplah, kami segera ke sana untuk melakukan pemindahan tabung," tegas S yang melindungi dari helikopter saat empat kapal tersebut melaju di perairan.


"Roger that.


"Agent S! Kami siap!" seru P-C saat mesin kapalnya berhasil dinyalakan.


"Bagus. Aku akan melindungi kalian dari atas. Segera menuju ke titik pertemuan," jawabnya dari sambungan komunikasi.


"Siap!" jawab 4P serempak.


__ADS_1


Empat buah kapal dengan berbagai tipe melaju meninggalkan dermaga secara berurutan. Jonathan dan lainnya bersiap untuk melakukan pemindahan. Beruntung, Zurna si Perkasa yang memiliki kekuatan super mampu memindahkan tiga tabung sekaligus untuk dimasukkan dalam helikopter. Sayangnya, helikopter King D yang membawa banyak muatan hanya bisa mengangkut lima tabung.


Obama dan Jonathan terbang lebih dulu menuju ke titik penjemputan kapal. Zurna menunggu di tempat tabung-tabung berkumpul sampai Jonathan dan Obama menyelesaikan pemindahan ke dalam kapal. Nantinya, Big Boss akan kembali lagi ke tempat Zurna berada sampai semua tabung berhasil dipindahkan. Ternyata, proses pemindahan memakan waktu hingga siang hari. Namun, mereka yang tak ingin membuang waktu, bergegas meninggalkan Faroe Island untuk menyeberangi lautan menuju ke Inggris, Black Castle.


"Kau sudah dalam perjalanan? Baiklah, aku tunggu. Hati-hati di jalan, Babe," jawab Cassie saat menerima panggilan di mana menara komunikasi sudah berhasil diperbaiki oleh Marco dan Polo karena gudang penyimpanan memiliki cadangan serta perlengkapan memadai untuk melakukan instalansi.


"Waspadalah. Kami akan melakukan pengamanan saat kapal berhasil merapat. Aku akan meminta tim Fara untuk melakukan penjemputan. Jaga diri, aku merindukanmu," sahut Sierra manja.


"Iya, Sayang-sayangku. Nathan jadi gak sabar pengen cepet sampai ke rumah. Jangan lupa, dandan yang cantik ya," jawabnya mulai tenang tak panik lagi seperti ketika Black Castle diserang oleh sekumpulan monster.


"Oke. Bye," jawab keduanya serempak lalu memutus panggilan.


"Dari dulu kek akurnya. Kan kalau gini ayem hati Nathan," jawab pria bertato itu dengan senyum lebar.


"Enaknya punya bini dua. Otong juga mau ah. Kasih resepnya, Om Jo!" sahut Obama sumringah, tapi Jonathan malah bersiul seperti pura-pura tak mendengar. "Woo, tak sumpahin budek beneran," gerutunya.


Di Black Castle, Inggris.


Click and Clack mendapatkan perawatan intensif usai mendapatkan pengobatan unik ala Neil. Pemuda itu percaya dengan ucapan saudarinya Hihi jika ludahnya bisa menyembuhkan luka. Cassie dan lainnya memilih untuk percaya mengingat ucapan Neil sebelumnya tentang kemampuan remaja lainnya terbukti seperti Loria meski dengan cara yang ekstrim.


Dua orang kepercayaan Jonathan akhirnya dimasukkan dalam tabung khusus yang diberi nama Robo-Doc. Tabung yang memiliki fungsi seperti dokter itu mampu melakukan pengobatan dan perawatan terhadap orang yang terluka, tapi tidak dalam kasus berat. Beruntung, Neil sudah melakukan tindakan pengobatan sebelumnya. Robo-Doc yang hanya dimiliki 2 unit oleh Black Castle dinilai sangat membantu mengingat tak ada ahli medis berpengalaman di kastil tersebut.


Sedang Sierra dan Cassie, sepakat untuk membangunkan orang-orang dalam tabung demi mengamankan Black Castle. Neil memaksa ikut bertualang bersama tim Fara untuk membangkitkan orang-orang dalam tabung yang tak bisa dilacak oleh GIGA termasuk mengaktifkan markas-markas dalam jajaran di seluruh dunia. Terlebih, hunian yang ditinggali oleh Ivan Benedict berikut jajarannya juga tak bisa dihubungi. Hal ini semakin meyakinkan para mafia jika keluarga Ivan dalam bahaya.


Tengah malam, Jonathan mengabarkan jika helikopternya telah memasuki Inggris. Namun, mereka tak langsung ke Black Castle melainkan menunggu empat kapal yang masih mengarungi lautan dengan membawa muatan tabung. Agent S yang tadinya ingin melakukan pengawalan terpaksa meninggalkan 4P karena bahan bakar yang tak memadai.


"Kau tahu jalan ke sana bukan? Hati-hatilah. Mama tak meragukan kemampuanmu," ucap Cassie saat mengizinkan Neil bersama anggota tim Fara untuk melakukan penjemputan dengan helikopter kargo yang disimpan dalam Black Castle.


"Mama dan Mami juga jaga diri. Kita sudah membangkitkan semua orang dalam tabung, tinggal menunggu kebangkitan mereka," jawab Neil. Cassie dan Sierra mengangguk dengan senyuman.


Marco dan Polo sudah menunggu di helikopter untuk mengantarkan kumpulan orang-orang berkemampuan khusus itu untuk melakukan penjemputan tabung dari kapal. Sierra dan Cassie menjaga Black Castle dengan sistem persenjataan otomatis telah diaktifkan. Helikopter berhasil terbang tanpa kendala meski bangkai para monster masih menutupi kastil megah itu. Marco dan Polo mengusulkan agar bangkai para monster jangan dibersihkan terlebih dahulu karena bisa menjadi perisai alami dari serangan monster berikutnya karena wilayah itu seperti telah ditandai dan membuat para monster hidup yang berkeliaran di sekitar Black Castle tak mendekat. Dua keturunan Flame itu akhirnya menerima saran itu meski mereka jijik saat melihat mayat-mayat itu bergelimpangan dan bau busuk menyengat ketika angin menerpa.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya. Lele padamu. Yg lain ditunggu ya sedekahnya. Kwkwkw😆

__ADS_1


__ADS_2