KING D

KING D
Dua Topeng Merah


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Siapa sangka, usaha orang-orang itu berhasil untuk meredam amarah Sengkuni. Melody terus bernyanyi meski Sengkuni sudah tergolek lemas dalam gendongan Hugo si Badan Besar. Para monster berhasil dilumpuhkan satu per satu meski tanah di wilayah tersebut menghitam. Akan tetapi, hal tak disangka kembali terjadi di mana semua orang mulai merasakan jika semua sudah berakhir. Tiba-tiba ....


BOOM! BOOM! BUZZ!


"Arrghh!" erang Hugo ketika muncul seseorang mengendarai drone pengangkut manusia seperti milik Sengkuni dan terjadi ledakan hebat di sekelilingnya.


Para mafia terkejut saat mereka dijatuhi oleh granat dari Rainbow Gas yang disertai ledakan. Pria itu memanfaatkan kepulan gas warna-warni untuk mengambil Sengkuni kembali dari tangan Hugo. Para mafia yang terkena dampak langsung merasakan sakit di tubuh. Beruntung, beberapa dari mereka melihat aksi itu sehingga dengan cepat menghindar dan menyuntikkan serum.


"Evakuasi mereka semua! Jonathan!" teriak Lysa yang berusaha membidik pria bertopeng merah dengan panah elektromagnetik saat ia berhasil mengambil Sengkuni dan membawanya terbang.


Jonathan dan anggota The Kamvret yang masih sibuk membunuh para monster kini beralih ke para mafia karena mereka terkena racun dari Rainbow Gas saat dinaikkan ke dalam mobil bak oleh Eva dan Naomi. Jonathan dan lainnya segera turun dari mobil lalu membawa salah seorang dari mereka ke dalam mobil. Jonathan dan anggota The Kamvret dengan sigap menyuntikkan serum penawar agar orang-orang itu tak tewas.


"Bawa mereka pergi dari sini, Jonathan!" titah Irina yang kini menggantikan tugasnya untuk membasmi para monster yang tersisa dibantu oleh Junior.


"Oke!" jawab Jonathan mantap. "Ayo, Ayah Han. Kau tak boleh mati! Mama tak mengizinkanmu menyusulnya di neraka. Tempat itu sudah penuh dengan orang-orang kita. Ayah di sini aja," ucap Jonathan seraya membuka pintu tengah mobil untuk tempat duduk ayah tirinya itu.


"Bocah tengik kurang ajar. Ohok! Argg, beginikah caramu membalas kebaikanku selama ini? Aku tak segan menghajar ayahmu di alam sana," geram Han karena cara menolong Jonathan sembarangan.


Putra Erik tersebut menarik pergelangan kaki Han sehingga kepala pria tua itu terbentur batuan di tanah yang membuatnya semakin menderita. Jonathan malah terkekeh dan tak peduli. Han berhasil diselamatkan meski terlihat kesakitan.


"Ayo, Paman-paman!" ajak Jonathan ke anggota The Kamvret.


Orang-orang itu mengangguk paham dan segera melaju dengan mobil modifikasi mereka. Anggota Biawak yang terkena dampak berhasil diamankan. Tim Jonathan pergi meninggalkan lokasi agar orang-orang yang tak memiliki kemampuan khusus tak tewas akibat gas beracun itu.


"James!" teriak Zurna saat melihat suaminya mengerang di atas mobil bak yang siap melaju meninggalkan area pertempuran.


Jason, Marco, Polo, Loria, Reina, dan Victor mengerang kesakitan sampai jatuh dari atas mobil bak. Yu Jie dengan sigap mendatangi orang-orang itu dan menyuntikkan serum penawar.


"Naomi!" panggil Arjuna yang berhasil menghindar dan dengan segera menyuntikkan dirinya.


Namun, sang isteri yang sedang membantu untuk mengevakuasi para mafia, terkena dampak Rainbow Gas. Arjuna segera menyuntikkan serum penawar ke leher sang isteri yang mengerang kesakitan hingga tubuhnya pucat dan berkeringat hebat.


"Bawa mereka pergi, Arjuna!" seru Javier yang kini ikut naik ke dalam mobil bak untuk mengamankan para mafia itu.


Arjuna segera tancap gas dan meninggalkan lokasi pertempuran. Sedang para mafia yang memiliki kemampuan khusus, sengaja tinggal untuk menghabisi para monster yang tersisa.


"Mimi Lysa! Itu! Itu!" panggil Obama seraya menunjuk saat melihat Sengkuni dibawa terbang menjauh dari mereka.


"Heahhh!"

__ADS_1


SHOOT! CLEB! DEM!


"Arghhh!" erang pria bertopeng merah saat drone yang dikendarainya jatuh karena mati mesin.


"Bagus, kau berhasil mengenainya! Jangan sampai mereka kabur!" seru Zurna yang dengan sigap mengejar.


"Kami akan menyusul!" jawab Hugo karena para monster yang masih bertahan kabur dan hal itu membuat mereka kerepotan untuk menangkap.


"Jangan biarkan mereka lolos! Mereka akan menjadi ancaman di kemudian hari!" seru Lysa yang diangguki oleh para mafia berkemampuan khusus.


"Kali ini keadaan kebalik. Kita berburu monster. Ayo!" ajak Obama semangat yang diikuti para mafia muda lainnya.


Neil, Nero, Eva, Junior dan Sig ikut dalam kelompok Obama.


Sedang Lysa dan para senior, bergegas menuju ke arah jatuhnya drone. Namun, lagi-lagi saat mereka memasuki wilayah dengan banyak bangunan di sekitar, muncul pria bertopeng merah lainnya yang menyerang mereka.


DODODODOOR!!


"Argh! Masih ada anak buah Sengkuni yang tersisa!" teriak Zurna yang langsung menghindar karena dihujani tembakan dari balik bangunan yang akan dilewatinya.


"Hugo! Lindungi kami!" titah Lysa yang bersiap dengan anak panahnya.


Hugo mengangguk dan menjadikan tubuhnya yang anti peluru sebagai tameng.


Namun tiba-tiba, DODODODOOR!


"Ada pria bertopeng lainnya!" seru Irina yang ikut dalam kelompok itu ketika dirinya dihujani tembakan dari sisi kanan.


Praktis, Hugo yang tadinya fokus melindungi arah depan kini harus menggeser tubuhnya untuk melindungi sisi kanan karena serangan datang dari dua sisi.


"Argh! Kita harus pergi dari sini atau akan mati!" teriak Melody panik.


Yu Jie yang ikut dalam tim Lysa melihat dua orang bertopeng merah terbang melayang seraya terus menembak dari atas drone.


"Heerrr," erangnya terlihat geram dan hal itu disadari oleh anggota tim lainnya.


"Akan kulindungi kalian sampai balik dinding!" teriak Hugo yang tak bisa bertahan lebih lama lagi karena bagaimanapun, peluru-peluru tajam itu meninggalkan rasa sakit di tubuhnya.


"Oke!" jawab Lysa cepat.


"Dalam hitungan ke tiga, bergerak ke sisi kiri! Satu, dua, tiga!" serunya lantang dan orang-orang yang berlindung di belakang tubuhnya dengan sigap berlari menuju ke sebuah bangunan bertingkat berjarak 200 meter dari tempat mereka berada.

__ADS_1


Namun, Yu Jie malah keluar dari barisan.


"Yu Jie!" panggil Torin panik karena Yu Jie nekat mendatangi salah satu pria bertopeng merah yang masih menembaki anggota tim Lysa.


Yu Jie yang memiliki dendam khusus kepada para Hope karena membunuh suaminya, dengan cepat berlari ke arah pria bertopeng merah itu.


"Herrghh!" erangnya seraya melompat tinggai dan siap menusuk pria itu.


Namun, tiba-tiba, JLEB!


"Aaakkk!"


"Yu Jie! Yu Jie!" panggil Irina histeris karena wanita dari kelompok Flame itu terkena tusukan dari ujung ekor Sengkuni dan membuatnya tergantung di udara.


"Hahahaha! Hahahaha! Kalian bukan tandinganku!" tawanya penuh kemenangan yang muncul dari balik tubuh pria bertopeng merah.


Sengkuni kembali terbang dengan drone baru di pijakan kakinya.


CRATT! BRUKK!!


"Yu Jie!" seru Lysa dengan mata melotot saat melihat orang kepercayaan Sandara itu dilemparkan jauh hingga tubuhnya menghantam dinding bangunan. Yu Jie tergeletak di atas tanah mengerang kesakitan. "Kau keterlaluan, Gusti!" teriak Lysa marah.


"Aku tak peduli! Aku tak peduli! Kalian semua harus mati!" jawabnya garang yang ternyata berhasil terlepas dari nyanyian hipnotis Melody.


Hugo yang tak sanggup menahan peluru-peluru tajam itu lebih lama lagi ikut tumbang dan berlindung bersama para mafia senior. Lysa dan kawan-kawannya tak bisa mendekati Yu Jie karena dua pria bertopeng merah serta Sengkuni terbang di sekelilingnya.


"Kita harus menyelamatkannya! Yu Jie bisa mati!" pekik Torin yang sudah bisa bicara banyak tak seperti awal mula bertemu.


Hingga tiba-tiba, tembakan dari para Hope dihentikan. Dua orang itu mengganti senjata mereka dengan sebuah benda berbentuk granat. Mata Lysa dan lainnya menyipit saat melihat tutup granat itu bisa dibuka. Potongan bangkai monster yang masih meneteskan darah hitam diangkat lalu cairan pekat itu dimasukkan dalam granat. Praktis, mata para mafia melebar.


"Kalian akan mati meledak dengan darah monster. Hehehe," kekeh Sengkuni yang kini menggenggam bom itu sembari dilempar-lempar dengan wajah tengil.


Hingga tiba-tiba, "Oh!" kejut Lysa dan lainnya saat di depan mereka muncul sosok dengan wajah bersinar memunggungi.


Praktis, kemunculannya membuat Sengkuni ikut melebarkan mata dan langsung terbang mendekat. "Diana," ucapnya dengan senyuman.


Dayana diam menatap Sengkuni tajam dari tempatnya berdiri.


***


__ADS_1


Trims udah sabar menunggu. Baiklah walaupun lele kudu on going 3 novel tapi semoga semua beres sebelum akhir bulan ya biar bisa menikmati libur taun baru. Kwkwkw. Makasih tipsnya😍 Lele padamu💋 Jangan lupa serahkan semua harta kalian baik vote vocer, poin, koin, like, komen dan rate bintang 5 ya. Kwkw nglunjak😆


__ADS_2