KING D

KING D
Bercabang dan Rumit


__ADS_3

Keesokan harinya


Tiap markas aktif dalam jajaran 13 Demon Heads telah memberikan laporan sesuai permintaan Irina.


Para wanita kini ditugaskan untuk melakukan rangkuman dan pendataan tabung, diantaranya mengumpulkan informasi jumlah anggota yang tewas, atau pun masih hidup dalam kondisi ditugaskan.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Fara, laporkan," pinta King D begitu memasuki ruang kendali diikuti Obama Otong di belakang.


"4P dan Agent S sedang dalam proses pembangkitan dari jadwal yang seharusnya. Kita terpaksa membangunkan mereka untuk membantu menjaga markas di Oman karena Rohan dan tim militer gabungan Timur Tengah, akan ikut mengecek keadaan markas yang tak bisa dihubungi," jawab Fara santai.


"Bagus. Terus pantau dan pastikan 4P dan Agent S baik-baik saja," tegas King D.


"Siap!" jawab Fara dengan hormat dan senyum terkembang dari tempatnya duduk.


"Lalu ... bagaimana denganmu, Irina sayang?" tanya King D yang kini menatap kekasihnya lekat.


Irina tersipu malu saat orang-orang menatapnya dengan senyuman. "Tim dari Sakura akan menyusul kemari ketika penjaga Giamoco Island sudah tiba. Mereka masih dalam perjalanan," jawab Irina melaporkan di mana King D dipercaya sebagai pemimpin misi kembali dan lainnya sebagai pendukung serta penasihat.


"Aku juga sudah mempersiapkan pesawat untuk membawa kalian terbang ke Italia esok hari dengan bahan bakar penuh. Jika menggunakan helikopter, akan memakan waktu lama," ujar Dakota menyampaikan.


"Hem, aku sebenarnya lebih nyaman menggunakan helikopter," sahut Jonathan seraya menikmati sarapan kentang tumbuk di ruang kendali, tapi kali ini memakai celana panjang karena mendapatkan ancaman dari para mafia senior.


"Pesawat itu tak dilengkapi persenjataan seperti helikopter King D. Sekali tembak, bisa meledak dan kita mati semua," sahut Marco.


Jonathan langsung memberikan jempolnya pada lelaki bermanik merah tersebut. Marco membalas dengan senyum tipis.


"Bagaimana keputusanmu, D?" tanya Polo menatap lelaki dengan dua warna manik mata itu. Terlihat, King D berpikir keras.


"Timku akan terbang menggunakan helikopter, tapi singgah ke beberapa tempat sebelum tiba di Inggris. Tim dengan pesawat sebaiknya segera terbang ke Italia. Tugas kita sangat banyak karena harus mengecek seluruh markas yang tak bisa dihubungi," jawabnya.


Semua orang mengangguk paham. Safa lalu membagi dua tim tersebut di mana ia dan Dakota tetap menjaga markas berupa hotel di Newfoundland and Labrador bersama anak buah Yusuke Tendo yang sengaja ditinggalkan untuk membantu.


"Sepertinya, Hope mulai waspada dengan kita. Tak terlihat pergerakan para monster di beberapa wilayah termasuk aksinya," sahut Jason yang meminta kepada Click and Clack untuk memindai menggunakan satelit GIGA IGOR.


"Jujur, aku penasaran dengan si Hope ini. Tingkah gilanya palsu, tak alami seperti Bang Dad," sahut Jonathan seraya mengelap mulutnya dengan serbet.


"Kenapa disamakan dengan ayahku?" tanya Fara cemberut. Jonathan menjawab dengan kedipan mata.

__ADS_1


"Maksudmu ... dia sengaja berlagak tengil untuk menutupi sosok aslinya? Begitu?" tanya Daniel memastikan, dan Jonathan mengangguk membenarkan.


"Baiklah kalau begitu. Besok pagi kita semua akan menjalankan misi. Ingat, untuk selalu terhubung. Paman Maksim dan Souta tetap pada tujuan mereka ke Meksiko. Mereka akan menjaga tempat tersebut dan semoga, kabar tentang orang-orang yang selamat dan si bisu, mendapatkan titik terang," ucap King D serius, dan semua orang mengangguk paham.


"Jujur, Otong penasaran loh. Om James ke mana ya? Sampai sekarang gak ada kabar. Semoga gak kenapa-napa," sahut Obama yang membuat kening semua orang berkerut.


"Bisa kalian rangkum secara singkat kejadian yang sudah dialami agar aku bisa membantu menganalisis dan memberikan solusi?" tanya Jonathan seraya merapatkan jasnya yang kali ini berwarna biru tua.


"Hal itu bisa dimulai dengan Marco-Polo. Mereka sudah berpetualang lebih dulu ketimbang kami," jawab King D seraya menunjuk si kembar putera Lopez dan Brian.


"Hem, ceritakan," pinta Jonathan yang kini menatap dua lelaki itu tajam.


Semua orang tampak serius mendengarkan. Bahkan, Irina yang sebelumnya sudah diberitahu oleh Sakura tentang adanya Irina palsu, kembali terkejut karena hal itu benar adanya.


Wajah semua orang tegang di mana mereka tak menyangka jika petualangan Marco-Polo di luar dugaan.


"Wah, ternyata kalian keren. Aku sungguh tak menyangka," ucap Nero terlihat kagum sampai mulutnya menganga.


Marco dan Polo tersipu malu.


"Lalu ... saat kalian menjelajah sekitar, apakah Hope dan anak buahnya sudah ada? Atau ... kalian tak tahu tentang mereka?" tanya King D memastikan.


"Apakah ... orang yang selalu mengintai kalian masih muncul hingga sekarang?" tanya Nero mulai bisa mengikuti ritme dari para seniornya.


"Tidak. Orang itu tak muncul lagi begitu kami tiba di Rusia dan membangkitkan Profesor Jeremy. Namun sungguh, kami minta maaf karena tak tahu jika ada prosedur pembangkitan sehingga ... secara tak langsung ... kami membunuh orang penting dari jajaran kalian. Kami benar-benar menyesal," ucap Marco tertunduk terlihat sedih.


Semua orang diam, tapi mengangguk pelan berwajah sendu.


"Seperti yang kubilang, itu takdir. Kalian tak sengaja dan memang tak tahu. Berbeda dengan yang Hope lakukan. Dia memiliki maksud terselubung dengan aksinya, dan itu yang harus kita cari tahu. Hah ... kenapa hal menyebalkan seperti ini harus terjadi lagi? Aku rindu bersenang-senang dengan banyak orang dan menghabiskan uang," keluh Jonathan dengan wajah malas.


Semua orang diam tak berkomentar.


"Semua sudah jelas. Kita bersiap," tegas King D, dan dua tim yang akan diberangkatkan esok hari segera meninggalkan pusat kendali menuju ke kendaraan.


Semua bahan bakar penerbangan yang tersisa digunakan untuk helikopter King D dan juga pesawat jet yang berhasil diamankan oleh tim Dakota.


Perlengkapan baik persenjataan dan perbekalan dimasukkan untuk persediaan selama menjalankan misi.


"Jadi ... kita berpisah lagi?" tanya Fara sedih saat berkumpul makan malam bersama King D serta lainnya di ruang makan.

__ADS_1


"Kita akan segera berkumpul kembali, Fara. Aku kagum padamu karena kau terlihat tangguh dan hebat. Mimi dan Baba pasti akan bangga padamu," ucap King D dengan senyuman seraya mengelus kepala adiknya lembut.


"Ah iya! Kenapa tak bangunkan kak Lysa?" sahut Jonathan sambil menepuk kedua tangan.


"Oh, aku belum cerita? Tabung mereka tak ada saat kami datang ke Grey House. Oleh karena itu, misi pertama kami sebelumnya untuk mencari keberadaan mereka, tapi malah jadi bercabang dan berkembang ke misi yang lebih rumit lainnya, Paman. Seperti sekarang," jawab King D yang mengejutkan para mafia senior.


"Jangan bilang tabung kak Juna, Sandara dan Jordan juga hilang. Bagaimana dengan Ayah Han?" tanyanya lagi, tapi orang-orang yang sudah mencari tahu keberadaan tabung itu menggeleng. Jonathan membuka mulutnya lebar.


"Udah dibilang, Om Jojon. Hope itu kudu diberantas. Makanya Otong minta tolong sama Om buat nunda bobo manisnya dulu. Tar tabung keluargamu ikut diembat sama Hope loh. Apalagi Sierra, dia kan punya andil besar," sahut Obama mantap.


Jonathan terlihat kesal dengan sosok Hope ini, tapi membuat para mafia lainnya tersenyum karena berhasil membuat Jonathan yang mudah dibujuk untuk ikut serta dalam misi.


Akhirnya, hari yang dinantikan tiba. Pesawat yang ditumpangi oleh tim Daniel beranggotakan Jason, Marco, Polo, Fara, dan Nero, berhasil lepas landas dengan tujuan ke Italia.


Begitu pula dengan helikopter King D yang terbang meninggalkan hotel milik sang Ibu di mana mereka akan menyeberangi Labrador Sea menuju ke Greenland terlebih dahulu.


Di sana, ada markas milik Tobias yang terakhir kali, dijaga oleh salah satu pion meski tak bisa dihubungi.


Tim King D yang beranggotakan Irina, Jonathan, dan Obama Otong, bergegas mendatangi tempat tersebut. Jonathan teringat saat pertama kali bertemu dengan Cassie di tempat itu.


"Kami sangat tertolong karena Anda mengetahui wilayah dan tempat yang akan kita datangi, Paman. Jujur, selama aku belajar bersama Baba dan Mimi, belum sepenuhnya kuketahui markas-markas milik kita dan The Circle," ucap King D yang duduk bersebelahan dengan Jonathan di kabin depan.


"Itu karena memang terlalu banyak. Hanya saja, kukatakan dengan jujur. Kau ini masih jauh dari gambaran seorang pemimpin, D. Maksudku ... dibanding dengan zamanku, apalagi zaman nenekmu Vesper, kalian ini ... bagaimana menjelaskannya ya ... lambat," jawab Jonathan yang membuat Irina dan Obama melirik ke arah Jonathan.


"Itu karena kita 'kan emang gak dilatih khusus kaya Om Jojon dan mafia lainnya," sahut Obama membela diri.


"Ya, itu benar. Oleh karena itu, aku jadi kesal sendiri. Hah, aku merindukan masa-masa konflik antara mafia dan militer pemerintah. Atau ketika jajaran 13 Demon Heads melawan The Circle. Hanya saja, jika kuingat lagi yang sudah diperjuangkan oleh ibuku ... aku ... jadi tak bisa menyalahkan kalian dan masa depan seperti harapannya. Hidup memang damai, apalagi mafia dan pemerintah sampai bisa berkolaborasi untuk menuntaskan wabah monster. Hanya saja ... aku juga jadi seperti ... kehilangan jiwa mafiaku. Seperti ... sudah terkubur dalam dan hampir terlupakan," sambung Jonathan terlihat lesu.


Kali ini, Obama, King D dan Irina tak bisa berkomentar apa pun. Mereka sudah melihat rekaman masa lalu tentang perjuangan para mafia senior.


Bahkan, pembuatan tabung merupakan sebuah inovasi besar yang mampu menyelamatkan beberapa manusia terpilih dan diyakini, akan membuat perubahan di masa depan, termasuk King D.


"Terus ... kita harus gimana dong, Om?" tanya Obama yang fokus dengan tugasnya sebagai pilot.


"Jalani saja dan ... lihat situasi selanjutnya," jawab Jonathan dengan wajah datar.


***


__ADS_1


sampai gak sempet buat di up. hadeh😩 besok sudah senin. cemangat!!! tengkiyuw tipsnya mak sis❤️ lele padamu😘


__ADS_2