KING D

KING D
Membersihkan Indonesia


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Para mafia yang tadinya menjaga markas mulai meninggalkan tempat tersebut. Kini, orang-orang itu fokus untuk melenyapkan para monster di wilayah mereka sekaligus melakukan pembersihan. Jaringan komunikasi yang berhasil Q kembalikan seperti saat 13 Demon Heads berjaya dengan bantuan GIGA, membuat para penjaga markas bisa saling berkomunikasi.


"Tiga hari. Apa cukup waktu kita? Untuk tiba di negara yang masih dikuasai monster saja bisa memakan seharian. Belum proses pelenyapan para monster dan juga pembersihan. Sewajarnya, satu bulan itu baru tepat," ujar Maksim dibuat pusing karena harus membereskan Jeju.


"Mungkin karena Tim King D dan orang-orang di Kota Hantu merubah diri mereka menjadi setengah makhluk Mitologi. Menurut informasi terakhir yang disampaikan Irina, tiga hari adalah proses penjemputan drum-drum limbah. Jika wilayah itu belum dibersihkan seluruhnya, maka dilakukan pembersihan tahap kedua. Bisa dibilang, seperti mencicil?" ujar Q menginformasikan.


Para mafia yang memilih untuk tetap menjadi manusia normal tampak kewalahan dengan permintaan kilat tersebut mengingat gunung berapi di Spanyol siap meletus. Mereka paham kondisinya dan berusaha untuk mencapai target yang dirasa mustahil itu.


"Safa, kita akan bertemu di Boston Harbor. Setelahnya, kita akan terbang ke Spanyol bersama," terang Arthur yang menjaga Jumbo Island dalam sambungan teleconference.


"Aku akan menyusuri tepian dengan kapal sampai ke dermaga. Aku juga menemukan drum-drum seperti yang diinformasikan oleh Jordan. Aku sudah membersihkan hotel sejak kejadian penyerangan terakhir. Hanya saja ... tetap belum selesai. Aku sangat lelah," ujarnya lesu.


Para mafia tampak iba kepada isteri Dakota tersebut. Safa sendirian di markas menjaga aset milik Lysa. Salah satu anggota SYLPH tersebut menolak ikut dengan para Biawak ke Australia karena hatinya terlalu sedih jika teringat akan kematian Dakota dan harus bertempur.


"Aku akan menjemputmu. Kau tak perlu ke Boston. Tunggu aku," ujar Arthur yang membuat Safa mengangguk dengan haru.


Camp Militer China juga mulai ditinggalkan oleh kelompok dari Kolektor. Click and Clack yang tadinya menjaga Grey House mulai bergerak untuk bertemu dengan tim Kolektor di bandara. Mereka sepakat untuk membersihkan China dari wabah monster yang kemudian terbang bersama menuju Spanyol. Sandara yang diam-diam memasang alat pelacak ketika para mafia ditidurkan dalam tabung, membuat pergerakan mereka terlihat oleh Jordan dari satelit.


"Pergerakan mereka sangat cepat. Tampaknya, orang-orang dalam jajaran ingin bencana ini cepat berakhir. Kau tak perlu cemas, Sayang. Mereka bisa mengatasinya. King D ... sudah mulai bisa diharapkan," ucap Jordan lirih di depan tabung sang isteri di mana putri Vesper tersebut masih memejamkan mata.


Tempat Tim King D berada. Pulau Kalimantan. Wilayah Kalimantan Timur.


"Dayana! Status!" seru Melody seraya menerbangkan pesawat kargo di atas langit pulau tersebut.


"Tabung King D siap! Inkubasinya stabil Begitupula dengan tabung-tabung lainnya!" seru Dayana saat melihat orang-orang dalam tabung tak mengalami perubahan ketika serum makhluk Mitologi sudah disuntikkan.


"Bagus! Siap diterjunkan!" seru Eva dari bangku co-pilot.


Irina, Romeo dan Junior yang menjadi tim King D bersiap. Junior berpegangan pada tabung King D yang akan diterjunkan dengan parasut. Romeo berpegangan pada tabung William di mana tabung-tabung tersebut dinonaktifkan sistem keamanannya untuk mempertahankan diri. Dayana tersenyum saat membelai lembut kepala sang adik yang terasa dingin itu.


NGEKKK!!


Palka belakang pesawat kargo terbuka. Tabung King D dan William bergerak menuju ke tepian siap dijatuhkan.


"Now!" seru Zurna lantang.

__ADS_1


"Hati-hati," ucap Souta cemas. Irina mengangguk paham dengan mantap.


WHUZZ!!!


"Pelacak aktif. Irina, Junior, Romeo, William dan King D terpantau," ujar Dayana dengan tablet dalam genggaman yang bertugas sebagai pemantau pergerakan semua tim yang disebar.


"Selanjutnya Sulawesi. Bersiap!" seru Melody dari bangku pilot.


Kali ini, Sig, Neil dan Nero yang akan diterjunkan. Tiga pemuda yang selalu bersama itu tampak cocok dan siap untuk bertugas. Mereka yang sudah terbiasa dan bisa mengendalikan kemampuan Mitologi, dipercaya oleh para mafia senior jika mampu membasmi para monster tanpa didampingi orang dewasa. Pesawat akan menerjunkan mereka di kota Palu.


Jordan menginformasikan jika kota tersebut masih terdapat banyak monster karena Indonesia memiliki banyak penduduk. Penerbangan kurang lebih 30 menit itu membuat para mafia lain yang akan ditugaskan di pulau-pulau Indonesia lainnya bersiap.


PIP! PIP!


"Woah! Dari sini saja gelangnya sudah menyala merah!" seru Nero sampai melebarkan mata.


"Hati-hati dan buat keluargamu bangga, Nero," ucap Hugo dan diangguki pemuda itu.


"Aku siap!" serunya mantap dan seketika, mata ungunya menyala terang.


"Yeah!" sahut Sig dan Neil yang ikut bersemangat dengan pancaran mata masing-masing.


"Now!" seru si pria besar yang ikut bertugas karena merasa lukanya sudah bisa diatasi.


"Yihaaa!" teriak tiga pemuda itu saat terjun dari ketinggian.


Les singkat dari Zurna ternyata membuat para mafia yang belum pernah melakukan penerjunan sebelumnya berhasil dipraktikkan saat di bandara. Zurna yang bertubuh kuat, membuat simulasi ketika mereka melompat dari atas sayap pesawat layaknya di udara. Zurna menangkap tubuh orang-orang dalam posisi seperti pesawat di atas landasan. Tentu saja, orang-orang itu histeris karena istri James tersebut sengaja melempar tubuh mereka ke atas cukup tinggi sebagai contoh jikalau terhempas oleh angin kencang saat terjun dari ketinggian. Hampir semuanya berhasil ketika mencoba karena mereka mampu menarik tali dan mengembangkan parasut.


"Hehehe. Anak-anak yang bersemangat," kekeh Souta.


"Kita juga harus bersiap," ucap Torin seraya melatih kedua tangannya yang bisa dipanjang-pendekkan seperti sulur tanaman.


"Kukira awalnya kau memiliki kemampuan permen karet. Namun, setelah aku mendengar ucapan Dayana, kau memiliki kemampuan Tuan Pohon. Bagiku ... cukup keren," ungkap Match dengan suara besarnya.


"Aku sempat kehilangan pikiran saat kemampuan Mitologi ini menguasaiku. Namun ... aku bosnya! Bagaimana bisa pohon mengendalikanku? Enak saja," geram Torin dengan wajah garang.


Semua orang terkekeh mendengar hal tersebut. Pesawat menyeberangi lautan. Torin dan Match akan bertugas di Pulau Bali. Lalu Pulau Jawa menjadi tugas Obama Otong, Javier dan Lysa.

__ADS_1


Pulau terakhir adalah Sumatera di mana Hugo, Souta dan Zurna akan bekerja mulai dari kota Lampung sampai ke Riau. Sedang Melody dan Eva akan membantu dari ujung Sumatera yakni Banda Aceh lalu bertemu dengan Tim Zurna di Riau. Selanjutnya, Tim Sumatera akan kembali terbang untuk menjemput kawan-kawannya dengan rute terbalik. Nantinya, mereka akan mengangkut semua limbah ke Spanyol.


Di Australia.


Resort milik Lysa yang dijaga oleh lima anggota Red Ribbon ikut melakukan pembersihan. Ivan, Shamsa, Irsyad dan Gibran yang mulai pulih dari cidera, terbang bersama mereka ke Indonesia untuk membantu Tim King D. Mereka menggunakan dua helikopter wisata yang ditinggalkan di resort untuk menuju ke bandara di mana pesawat kargo ditinggalkan. Orang-orang itu juga menemukan sisa peperangan saat Sengkuni, para monster dan anak buahnya melawan Tim King D.


Australia kini sudah bersih sepenuhnya karena bangkai limbah monster sudah dibereskan oleh mereka dalam satu hari penuh saat terbang melintas menggunakan drum-drum penggiling yang disimpan dalam ruang rahasia di balik dinding kolam renang.


Melbourne Airport, Australia.


"Tuan Ipan. Jordan kasih inpo kalau Afro dibangkitkan dan kini lagi on the way ke Jepang. Katanya, kita suruh angkut dia sekalian pas jemput drum limbah," seru Bokir, salah satu anggota Red Ribbon sebagai petugas komunikasi jarak jauh.


Ivan mengangguk mantap. Pria itu melihat dari atas jendela pesawat saat benda besi bersayap tersebut lepas landas meninggalkan benua tempatnya bertugas. Sejauh matanya memandang, tak terlihat lagi monster berkeliaran. Gelang besi juga tak menyala merah. Orang-orang itu bergerak menuju ke Papua untuk melakukan pembasmian dan pembersihan lanjutan.


Selesai dari Papua, mereka akan membersihkan Korea Selatan sekaligus melakukan penjemputan drum limbah di Jeju. Dari sana, mereka bergerak ke Jepang menjemput drum limbah yang berhasil dikumpulkan anak-anak Tora dan para pion serta Afro.


Bandar Udara Internasional Barcelona, Spanyol.


Sierra yang berhasil terhubung dengan GIGA IGOR mengembangkan senyuman. Kini, ia sudah bisa terkoneksi dengan semua orang dalam satu jaringan, GIGA. Ia juga diberitahu oleh Jordan melalui pesan khusus jika beberapa orang dalam tabung spesial juga dibangkitkan.


"Oh, Afro kau tugaskan ke Jepang? Lalu ... apakah ada rahasia lain yang ingin kau bagi untukku, Tuan Boleslav?" tanya Sierra seraya menaikkan alis.


"Aku masih membencimu, Sierra," jawab Jordan ketus.


Ratu drama itu berlagak terkejut dengan mulut menganga seraya memegangi dadanya.


"Why?" tanyanya seperti terguncang.


"Gara-gara kau, Jason takut menikah," ujarnya.


"Hahahahaha! Oh, salahku? Itu karena saudaramu terlalu polos, Jordan. Harusnya, dia beruntung karena mendapatkan pengalaman pertamanya denganku," jawab Sierra dengan wajah tengil.


Jordan yang terlihat tak menyukai ucapan Sierra langsung memutus panggilan. Sierra terkekeh karena baginya hal itu lucu. Namun, wanita cantik keturunan Flame itu tampak memikirkan sesuatu dengan serius sesudahnya.


"Sepertinya Jason menyimpan rahasia ini pada Jordan. Haruskah kuberitahu padanya? Hem, nanti saja saat semua urusan sudah selesai," ujar Sierra tersenyum licik yang kemudian menikmati semangkok anggur di pangkuan.


***

__ADS_1


akhir pekan abis, besok udah balik senin lagi. bagi lele sih mau sabtu apa minggu tetep berasa senin. kwkwkw😆 jangan lupa serahkan semua hartamu ya. lele padamu 💋


__ADS_2