KING D

KING D
Tentang Irina Tolya*


__ADS_3


Helikopter terpaksa mendarat di dermaga Gwadar, Pakistan hingga pagi menjelang. Kali ini, King D mengajak orang-orang yang memiliki kemampuan khusus untuk berkumpul di sebuah ruangan di dalam kapal kargo sekitar pelabuhan untuk mencoba meluruskan masalah karena konflik begitu terasa dalam diri orang-orang.



King D duduk di sebuah sofa single menghadapkan dirinya ke orang-orang yang berkemampuan khusus.


Sedang Irina, Fara, Marco, Polo dan Jason duduk pada sofa panjang berbentuk L warna merah bersebelahan.


Obama Otong dan Yohanes, duduk di pinggir ranjang besar berselimut biru tua. Obama tampak sigap dengan tablet dalam genggaman untuk mencatat hasil dari pembicaraan ini.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Oke, untuk langkah pertama. Otong, sebaiknya kita jangan menggunakan kotak medis dari Elios sampai kita ketahui dengan jelas isi dari cairan serum suntik tersebut meski sudah tertera kegunaannya," tegas King D seraya menunjuk kotak obat di mana masih tersedia 9 serum di sana.


"Okeh, Otong akan amankan!" ucapnya mantap lalu mendekap kotak obat biang masalah itu. Semua orang bernapas lega.


"Lalu. Mari jabarkan satu per satu permasalahan dalam diri kita atas kemampuan tak lazim yang dimiliki untuk memastikan tak membahayakan nyawa teman-teman dan cara mengantisipasinya," sambung King D.


Semua orang mengangguk paham. Detektor kebohongan diletakkan di atas meja sebagai bukti jika informasi yang dikatakan oleh tiap orang adalah benar.


Yohanes juga meletakkan sebuah alat perekam di atas meja tersebut. Orang-orang tampak serius seketika.


"Kita mulai dari Irina," tunjuk King D karena sang kekasih duduk paling dekat dengannya di sisi kanan sofa.


"Oke. Aku, Irina Tolya. Puteri dari William Tolya dan Sia. Aku memiliki kemampuan untuk mengendalikan serum monster dalam tubuh, termasuk orang-orang yang terjangkit serum tersebut dari segala fase," ucapnya yang membuat orang-orang menatapnya tajam.


"Maaf, menyela. Kau, bisa mengendalikan para monster?" tanya Yohanes seperti kaget dalam hal ini.


"Ya, Paman. Aku pernah berhasil melakukannya di Rusia, India dan Saudi sejauh ini," jawabnya yang membuat Fara, Jason dan Yohanes melongo.


"Ya, kami melihatnya. Dia memang bisa melakukannya, tapi ... hanya sebentar. Sepertinya, ada dampak khusus jika Irina terlalu lama mengerahkan kemampuannya," sahut Polo.


"Ya, itu benar. Tubuhku akan kembali panas, dan yang dikhawatirkan jika tak segera ditangani, aku bisa berubah seperti para monster itu. Saat hal itu terjadi, hal buruk bisa menimpa kita semua," jawab Irina tampak gugup.


"Hal buruk, apa itu?" tanya Yohanes makin menyudut.

__ADS_1


Irina terlihat tegang. Semua orang tampak tak sabar menunggu jawabannya.


"Irina akan kehilangan kendali atas dirinya lalu meledak seperti sebuah bom. Kita semua akan terkena dampak dan tewas. Begitupun dengan Irina," jawab King D yang membuat mata semua orang melebar.


"What? Meledak?!" pekik Marco sampai matanya melotot.


"Ya. Tubuh Irina akan mengeluarkan semacam energi negatif yang membuat syaraf kita seperti diputus dan kehilangan fungsi tiba-tiba. Kita akan mengalami paparan dari energi yang ia pancarkan saat meledak, dan mati. Ya, begitulah yang dikatakan oleh bibi Sandara," jawab King D menjelaskan, tapi membuat mulut semua orang melebar.


"Kau menerima risiko ini bahkan saat sudah tahu akibatnya?" tanya Yohanes menatap Irina tajam.


"Dia juga terpaksa, Om. Inget pas kejadian wabah monster pertama dan bibi Sandara serta Jordan yang turun tangan langsung?" tanya Obama. Yohanes mengangguk cepat. "Nah, saat itu, Irina kena wabah tersebut. Dia gigit bibi Sandara, tapi ternyata darah yang terhisap Irina saat itu membuatnya menunjukkan gejala lain," imbuh Obama.


"Gejala lain. Apa itu?" tanya Marco tampak penasaran.


Irina diam saja saat kisah masa lalunya diceritakan. King D menggenggam tangan sang kekasih erat karena wanita cantik itu tampak bersedih.


"Tiba-tiba aja, keagresifan Irina reda. Nah, setelah itu, Otong dan King D liat bibi Sandara seperti menyuntikkan sesuatu di tubuh Irina dengan cairan warna hijau. Pas kita tanya, cairan itu seharusnya bisa membuat Irina mengendalikan diri dari dampak serum monster. Eh, ndilalahnya, setelah disuntik tubuh Irina panas. Bibi Sandara dan Jordan bawa Irina untuk didinginkan di air, tapi ternyata gak berhasil. Airnya malah jadi panas kaya buat berendam. Akhirnya, dikasih balok es sampai satu lemari pendingin baru panasnya reda," ungkap Obama.


"Oh ... oleh karena itu, kau membawa banyak peti berisi balok es bahkan sampai ada generator untuk membuat es-es dalam peti itu tetap dingin?" tanya Polo menduga.


"Ya, kau benar," sahut King D. Polo dan Marco mengangguk paham.


"Apakah ... sudah dilakukan pengobatan lanjutan?" tanya Yohanes penasaran.


"Udah, gagal semua. Semua obat yang masuk ke tubuh Irina seperti dimentahkan, bahkan serum penawar racun! Intinya, hal-hal yang membuat Irina jadi sembuh atau bermaksud melenyapkan serum monster, itu dianggap ancaman sama dua senyawa itu. Namun, kalau yang masuk seperti cairan nutrisi, nah itu diterima dan jadi makanan si dua serum monster dua kubu itu," sahut Obama memaparkan.


"Wah, rumit sekali," sahut Marco sampai mengedipkan mata.


"Kalau menurut pendapat Yu Jie selaku salah satu ilmuwan dari perusahaan Elios di Italia mengatakan, itu karena darah monster yang ada di tubuh Sandara adalah bawaan sejak lahir karena ibunya si oma Vesper udah mengidap itu duluan saat mengandung. Jadi, darahnya udah terkontaminasi serum monster ke Sandara sampai besar," ucap Obama.


"Ha? Maksudmu ... nenek King D yang mengidap serum monster hamil? Lalu melahirkan seorang anak perempuan yang kalian sebut bibi Sandara itu dengan menurunkan gen serum monster dalam dirinya?" tanya Marco melotot.


Obama, Irina, Fara, Jason, Yohanes dan King D mengangguk bersamaan.


"Woah, aku baru tahu jika pengidap serum monster bisa hamil," ucap Marco tampak terkejut.


"Jangan salah, itu juga butuh penyembuhan lama. Sebelum bibi Sandara lahir, oma udah pernah hamil, tapi tau-tau janinnya hilang. Akhirnya, profesor Jeremy berusaha keras dibantu sama uyut Ketut bikin formula embuh apa yang bikin serum monster bisa ditanggulangi. Wah, rumit kalo ceritain kisah oma. Itu tubuhnya udah campur aduk yang kena serum monster, belum gas syaraf, belum lain-lainnya," ucap Obama terlihat pusing sampai menggaruk kepala.

__ADS_1


"Hem, aku rasa wanita yang kalian panggil Vesper itu sangat tangguh," ucap Polo terlihat tulus mengatakannya.


"Woo, jelas dwong," ucap Obama bangga dengan dua tangan melipat depan dada.


"Nah, karena kejadian itu, bibi Sandara dan para ilmuwan dari perusahaan farmasi Elios akhirnya bikin tabung khusus buat Irina. Soalnya setelah terjangkit, Irina sering kambuh. Was-was dong kita. Irina bahkan pernah terjun langsung waktu wabah monster kedua kembali menyeruak. Dia ikut bertempur menghalau musuh dengan kemampuan barunya. Dia hampir tewas saat itu, untung ada King D, Otong, dan bapak Otong yang dikira sama beberapa orang si Eko itu. Di situlah bapak tewas karena mencoba menyelamatkan kita. Terus akhirnya om Arjuna dateng dan nyelesein semua pas kita udah sekarat-sekaratnya mau mampus juga. Hendrik wasalam dan para mafia jajaran 13 Demon Heads dapet anugerah dari pemerintah dengan melakukan kerjasama secara rahasia, tapi diketahui oleh militer seluruh dunia," ungkap Obama.


Para pendengar tampak kagum mendengarnya karena para mafia mendapat pengakuan atas keberhasilan mereka.


"Irina kehilangan banyak darah saat pertempuran. Selain berusaha untuk mengendalikan amukan para monster yang jumlahnya bikin merinding, dia juga terluka karena si Hendrik uassu sialan itu nyerang doi dengan nembak Irina. Dikira Hendrik kalo Irina berdarah terus para monster nyerang dia, jebule dugaan dia salah. Darah Irina yang udah terkontaminasi, buat para monster malah jadi takluk. Akhirnya, amukan para monster bisa diredam. Saat itu, mereka masih kena fase pertama jadi bisa direhabilitasi, tapi dipindahkan gak jadi satu sama manusia sehat takut kumat lagi. Nah, cuma dipindah ke mana, itu kita gak tau karena jadi urusan pemerintah," ucap Obama.


"Lalu ... setelah kejadian itu, Irina dievakuasi karena terluka parah dan hampir mati. Aku lalu mentranfusikan darahku untuk Irina, karena ternyata daraku cocok dengannya. Dia dimasukkan dalam tabung buatan para ilmuwan Elios yang sudah dikembangkan oleh bibi Sandara. Dan ... saat itulah, terakhir kalinya aku melihat dia karena aku menyusul tak lama setelahnya untuk ditidurkan," ucap King D menatap sang kekasih lekat.


"Siapa sangka aku masih hidup," ucap gadis cantik itu dengan senyum tipis, meski terlihat jelas kesedihan dan tekanan dalam dirinya.


"Irina sengaja dibuat seperti menghilang dari muka Bumi oleh para senior mafia demi keselamatannya. Namun sepertinya, rumor tentang Irina yang pernah didengar oleh Marco, Polo dan timnya ada yang salah. Mungkin ada yang sengaja menyebarkannya dengan banyak informasi tidak benar di dalamnya," imbuh King D.


Marco dan Polo mengangguk membenarkan hal itu. Fara, Jason dan Yohanes yang baru mengetahui hal itu dibuat terbengong.


"Irina dianggap aset berharga karena bisa mengendalikan amukan monster. Mungkin orang-orang di luar sana yang mengenalnya, mengira Irina telah tewas karena ... dia memang mengalami koma saat itu," imbuh King D seraya menyingkirkan rambut sang kekasih yang menutup wajah cantiknya.


Irina tersenyum tipis, dan King D balas tersenyum. Orang-orang bisa merasakan cinta kasih keduanya meski dalam diam.


"Maaf, jika selama ini kami salah menilaimu dan menganggap kau sebagai ancaman, Irina. Ternyata, perjuanganmu di masa lalu sangat berarti untuk kami semua. Demi menyelamatkan para manusia," ucap Bruno yang ternyata menguping pembicaraan tersebut di balik pintu.


Irina tersenyum dan mengangguk pelan saat anggota tim Marco-Polo muncul satu per satu di belakang Bruno.


"Woo, nguping! Di luar sana, sumpek kalau kalian ikut masuk ke sini," usir Obama dengan logat Jawa yang cukup kental.


Para pria itu cemberut, tapi menurut. Mereka akhirnya keluar, tapi memilih untuk tetap mendengarkan di balik pintu karena tak ingin ketinggalan informasi rahasia tersebut.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Uhuy makasih tipsnya untuk Owl😍 lele mau rehat lagi. idung masih meler dan demam. Hadeh. Selamat akhir pekan, lele padamu LAP,❤️


__ADS_2