
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Keesokan harinya. Kastil Krasnoyarsk, Rusia. Ruang medis.
KLEK! PESSS!
"Oh, hai! Bagaimana keadaanmu, Irina? Merasa lebih baik?" tanya Sakura seraya mendekat ketika wanita cantik itu sudah terbangun usai mendapatkan perawatan khusus dari tabung medis.
"Begitulah, Bibi," jawabnya masih lemas ketika penutup tabung terbuka otomatis begitu pasien dinyatakan sadar oleh sistem.
Tak lama, tabung yang merawat King D juga terbuka. Irina langsung menoleh dan mencoba bangun meski ia hampir jatuh karena kondisinya belum stabil.
"D, kau tak apa?" tanya Irina cemas yang terpaksa kembali berbaring karena kepalanya terasa pusing.
King D mengedipkan mata seperti mencoba untuk mengembalikan kesadarannya yang sempat hilang beberapa saat.
"Ya. Hanya saja, aku merasa mual," jawabnya pucat.
"Ya. Itu karena kau mengalami cidera yang cukup banyak, D. Beruntung tak ada organ dalammu yang rusak," jawab Sakura yang berdiri di samping tabung perawatan itu.
"Terima kasih, Bibi. Lalu ... bagaimana dengan yang lainnya?" tanya King D menatap Sakura sendu.
Sakura melirik Irina dan King D bergantian lalu tersenyum tipis dari tempatnya berdiri.
Di ruang tengah tempat orang-orang berkumpul siang itu.
"Kau, menjadi ... besar," ucap King D sampai melongo melihat sosok baru Hugo.
"Serum itu mengubahku, D. Serum itu berbahaya! Hancurkan saja!" tegas Hugo dengan suara besarnya.
"Malah sebenernya Otong pengen coba sengaja nyuntik satu loh karena penasaran bisa berubah jadi apa gitu," sahut Obama seraya mendekap kotak medis yang dianggap bencana bagi beberapa orang.
"Tak usah aneh-aneh, Otong. Beruntung tak terjadi hal buruk pada paman Jason dan Hugo karena mereka masih mampu mengendalikan pikiran," sahut King D langsung melotot.
"Ya wes. Otong amankan aja biar gak salah coblos lagi," jawabnya dengan wajah malas lalu beranjak pergi menuju ke helikopter untuk mengemasi perlengkapan.
"Makan dulu sebelum kita bertugas," ajak Sarnai yang ternyata sangat ahli memasak dan sajiannya termasuk enak layaknya makanan di restoran.
Siapa sangka, di belakang kastil ditumbuhi oleh berbagai jenis tanaman pangan yang dikelola secara komputerisasi pada sebuah rumah kaca.
__ADS_1
Tangan-tangan robot melakukan tugasnya dengan baik mulai dari menyemprot, memanen, dan melakukan pengemasan hasil tani.
Sayangnya, saat ledakan terjadi, mesin-mesin pertanian pekerja itu mati karena kehilangan daya.
Namun, beberapa hasil panen berhasil diselamatkan karena semua makanan masuk ke lemari es cadangan yang berada di ruang bawah tanah meski beberapa telah busuk.
Lucas dan Fabio berhasil memperbaiki sistem kelistrikan dari tenaga surya untuk menyalakan mesin-mesin pekerja itu lagi.
Hasil panen diolah oleh Sarnai sebagai santapan para manusia di kastil tersebut. Sarnai yang suka bercocok tanam ikut melakukan penanaman kembali dari sayuran berbiji yang busuk.
"Keren sekali. Siapa yang menciptakan mesin-mesin itu?" tanya Chen kagum saat melihat pekerjaan para robot tersebut.
"Jordan," jawab Daniel, Maksim, dan Arthur bersamaan seraya menyantap makanan.
"Oh. Saudara kembar Jason?" tanya Robin, dan diangguki oleh pria tampan itu.
Usai menikmati makan siang, dua tim yang sudah dibagi itu sama-sama bersiap. Kali ini, anggota tim bentukan Marco-Polo tak ikut serta dalam misi karena hampir semuanya terluka.
Mereka tak keberatan untuk tetap berada di kastil megah itu demi mempertahankan markas dari ancaman musuh bernama Hope yang belum diketahui latar belakangnya.
"Kalian beruntung karena tempat penyimpanan aman termasuk gudang senjata. Sampai sekarang, aku tak ingat siapa orang yang meminta kami memindahkan tabung itu. Hanya saja, rasanya sungguh familiar," ucap Jason terlihat serius.
"Terima kasih sudah mempercayakan kami untuk tinggal di sini sementara waktu dan memberikan akses," ucap Edward sungkan.
"Jaga kepercayaanku," tegas Jason menunjuk sekumpulan lelaki tangguh tersebut dengan Sarnai ikut bersama kumpulan mereka.
Meski kondisi Raden lemah, tapi ia masih memiliki semangat juang untuk bertahan. Ia duduk pada kursi roda elektrik di mana pergerakan lelaki tua itu kini lebih fleksibel karena bisa mengoperasikannya sendiri tanpa merepotkan orang lain.
"Dan helikopter yang sengaja kutinggalkan di tempat tersembunyi, gunakan ketika keadaan terdesak. Itu helikopter pemberian militer sebagai ucapan terima kasih karena jajaran 13 Demon Heads berhasil memberantas wabah monster. Meski ternyata, hal itu tak mengembalikan kedamaian seutuhnya," sahut Arthur terlihat kecewa.
"Kami bisa mengoperasikannya, Tuan. Jangan khawatir," sahut Ritz yang diangguki Bruno dan Robin.
Para mafia itu mengangguk terlihat bangga karena kumpulan lelaki itu memiliki banyak kemampuan.
"Biarkan saja pemancar fatamorgana dinonaktifkan agar kita bisa terus berhubungan. Setidaknya kalian aman karena ada Hugo di sini dengan kemampuan supernya," ucap Jason sebelum meninggalkan sekumpulan lelaki itu dengan Sarnai wanita seorang diri.
"Aku anggap itu pujian, Tuan Jason," jawab Hugo yang masih dalam bentuk manusia besar layaknya raksasa, tapi tampan.
"Kau bisa menguji kemampuanmu, Hugo. Tanah Boleslav terbentang luas. Jangan takut kau akan menghancurkan rumah di sekitarnya karena tempat ini jauh dari pemukiman," sahut Maksim menambahkan.
__ADS_1
"O-ke," jawab Hugo merasa aneh dengan saran lelaki gemuk itu.
Polo dan Marco menjabat tangan kawan-kawannya yang selama ini sudah ikut bersama mereka berdua memberantas para monster serta menyelamatkan para manusia.
"Kita pasti akan bertemu lagi," ucap Polo dan diangguki oleh semua anggota tim yang terlihat sedih akan kepergian kawan karib mereka.
Helikopter King D terbang meninggalkan kastil Boleslav di Rusia menuju ke Jumbo Island yang berada di Kanada.
Penerbangan cukup jauh itu memakan waktu kurang lebih 15 jam jika tak mengalami kendala.
Namun, semua orang dalam kabin pesawat tak membuang waktu dengan tidur saja.
"Jadi ... kau akan mengumpulkan darah kami untuk selanjutnya diteliti begitu tiba di Italia usai misi ini?" tanya Marco saat melihat darah Polo diambil oleh Sakura dan menyimpannya dalam tabung khusus.
"Ya. Berharaplah para ilmuwan di sana bisa menolong kita. Sebenarnya, aku ingin sekali membangunkan Sandara, hanya saja ... jangan. Dia sudah cukup banyak berkorban untuk memberantas wabah monster ini. Bahkan, dia memberikan tabung-tabung ciptaannya kepada para anggota militer pilihannya," jawab Sakura yang membuat mata Marco dan Polo melebar.
"What? Apa kata Anda barusan?" tanya Polo sampai menatap Sakura lekat.
Sakura tersenyum begitupula mafia lainnya.
"Katanya, itu barter. Mereka memberikan kita hadiah berupa perdamaian dan kerjasama yang menguntungkan sehingga para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle tak lagi bertikai dengan militer pemerintah. Sebagai gantinya, Sandara memberikan para petinggi militer itu tabung buatannya. Namun sebenarnya, bukan diberikan gratis juga. Mereka tetap membayar, tapi biaya produksinya saja. Pilih kasih," sahut Maksim langsung memasang wajah sebal.
"Kita tak dirugikan seutuhnya," sahut Arthur terkekeh.
"Tentu saja aku merasa dirugikan. Aku membayar penuh untuk tabung anakku dari ciptaan Sandara itu!" seru Maksim kesal, tapi orang-orang malah tertawa di atas penderitaannya.
"Ah ... aku baru tahu hal itu," sahut Marco.
"Kau akan tahu lebih banyak jika bertanya," sahut Sakura yang kini meminta tangan Marco untuk diambil darahnya.
Orang-orang yang memiliki kemampuan khusus diambil darahnya oleh Sakura termasuk King D, Irina, Jason, dan Fara.
Sakura yang mendengar jika puterinya juga memiliki kemampuan khusus terlihat tak sabar untuk bertemu, dan berharap sang anak mengenalinya.
***
ngabisin brankas koin😁 ditunggu tips dari LAP lainnya. lele padamu❤️
__ADS_1