KING D

KING D
Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Akhirnya, waktu yang mendebarkan tiba. Tabung-tabung yang berisi orang-orang pemerintah mulai bangkit. Benda berbentuk seperti kapsul itu dipindahkan dari markas-markas besar ke satu tempat yakni Black Castle. Mereka terkejut menyaksikan dunia kacau saat berkendara keluar untuk melihat kota-kota di Inggris.


Orang-orang itu tak percaya jika tingkat kerusakan akibat wabah monster bisa semengerikan ini. Beberapa wilayah ditumbuhi oleh tanaman-tanaman liar dengan banyaknya bangkai-bangkai kendaraan di sepanjang jalan besar. Dulunya, tempat itu padat penduduk karena kawasan niaga. Kini, wilayah tersebut sepi seperti kota mati.



"Aku beruntung dibangkitkan saat wabah monster telah lenyap," ujar Ara—senior di CIA, kawan William—dengan wajah pucat.


"Banyak dari para mafia itu tewas demi melindungi kalian dan menjaga kami. Jadi, jika kalian berniat untuk berkhianat, lihat saja, kami semua bisa sekejam para monster," ujar seorang wanita berpakaian cokelat seraya menyetir mobil.


"Oke," jawab Catherine—senior di CIA, kawan William—dengan anggukan dan wajah tegang.


Orang-orang yang bekerja untuk instansi pemerintah diajak berkeliling sebelum bertugas. Orang-orang pemerintah yang sudah bangun di level 2 mulai bekerja untuk merapikan tatanan kota dibantu para sipil dari Kota Hantu. Mereka harus cepat bekerja karena bulan depan, orang-orang yang ditidurkan di level 3 akan bangkit.


Pembersihan dan pemulihan kondisi kota-kota besar mulai menunjukkan hasil. Tak terasa, bulan kembali terlewati. Malam itu, orang-orang di Black Castle dibuat tegang dan cemas karena yang bangkit sekarang adalah para pemimpin negara. Orang-orang penting lainnya yang telah bangkit lebih dulu di level 3 yang tak lain adalah dan para pengusaha kelas kakap pada zamannya telah dipindahkan.


Para pengusaha itu diajak oleh Demon Kids untuk mengembalikan perekonomian. Pabrik-pabrik milik para pemuda pemudi itu mulai dioperasikan berikut kantor-kantor yang berada di seluruh dunia. Tempat-tempat usaha yang masih dianggap layak mulai diaktifkan kembali dibantu oleh para mafia. Aset para pengusaha dipulihkan untuk membantu menunjang perekonomian di era baru.


King D terlihat serius menatap deretan tabung yang berada di depannya dan tak lain berisi para pemimpin negara pada masanya.


PIP!


Jantung semua orang berdebar. Penutup tabung terbuka secara otomatis. Kamera CamGun menyorot tabung-tabung itu untuk memastikan jika benar orang-orang di dalamnya sudah terekam dalam database GIGA.


"Oh!" kejut Naomi saat melihat sebuah tangan menggenggam bingkai tabung yang disusul oleh tangan-tangan lainnya.


Orang-orang itu bangkit dan tampak linglung seperti mencoba beradaptasi dengan kondisi barunya. Namun, saat mata para pria itu melihat beberapa sosok di depan dengan wujud tak lazim, tiba-tiba, DOR! DOR! DOR!


"AAAAA!" teriak Sierra saat para pemimpin negara itu seperti berpikiran sama untuk menembak King D berikut orang-orang dengan wujud layaknya monster.


Jantung Jonathan dan para mafia tanpa kemampuan Mitologi berdebar kencang karena noda merah tampak jelas di tubuh orang-orang itu. Para pemimpin negara keluar dari tabung seraya mengarahkan moncong pistol ke segala sisi termasuk para mafia lainnya.


Orang-orang itu tersenyum miring, tapi tiba-tiba, "Argh!"


PLAK! SRAKKK!!


"AAAAA!" teriak para pemimpin negara saat Torin menjulurkan tangannya yang bisa memanjang lalu melucuti senjata dari genggaman pria-pria tersebut.

__ADS_1


"HARGHH!" raung Hugo yang dengan sigap berlari mendatangi pria-pria itu lalu menangkap dua orang dalam tiap genggaman.


Para manusia itu panik dan berusaha melarikan diri, tapi para mafia sudah menyiapkan hal tak terduga semacam ini. Para pemimpin negara tak diizinkan kabur. Para mafia yang memiliki kemampuan khusus menangkap orang-orang yang keluar dari tabung dan menahannya.


"Hah, hah, mo-monster! Mereka monster yang berevolusi!" teriak salah satu pemimpin negara histeris.


"Jadi ... kalian mengkhianati kami dengan tipu muslihat dan iming-iming saling bekerja sama? Sebenarnya, kalian atau kami penjahat itu?" tanya King D dengan mata hitam pekat menutupi sklera seraya berjalan mendekat.


Para pemimpin negara melotot lebar saat Lysa dan Javier ikut berjalan mendekat lalu memakaikan atribut yang dikenal ke tubuh pria bermata seram tersebut.


"Ka-kau ...," ucap salah satu pria dalam dekapan Clack.


"Dia King D, Presiden Dunia, putra kami. Dia yang menghentikan wabah monster di Bumi saat kalian semua bermimpi indah. Dia memimpin kami untuk memulihkan dunia," ucap Lysa tegas.


Ia lalu memasangkan medali khusus yang dikenali para pemimpin negara di kaos hitam sang calon Presiden tepat di dada sampai kanan. Mata para pemimpin negara itu menyorot tajam.


"Berpikirlah sebelum bertindak. Aku saja setelah bangkit tak sebodoh kalian. Sampai peluru dalam pistol saja tak diperiksa. Jordan dan Sandara sengaja mengganti isinya karena sudah memprediksi hal ini saat kalian akan ditidurkan. Jadi, berlututlah di depan Presiden baru kalian atau ... harus kami patahkan jika enggan?" tanya Javier dengan dua taring mencuat dari balik bibir layaknya vampir.


Namun, para pemimpin negara malah terpaku tampak tertegun.


"GOARRR!"


Saat para pemimpin negara akan berlutut, King D menyentakkan tangan kanannya ke samping. Isyarat itu membuat para mafia berkemampuan khusus melepaskan tangkapan mereka. Para presiden tampak gugup lalu berdiri merapat. King D merentangkan tangan dengan sorot mata tajam mengarah ke sekumpulan pria di depannya. Tampak jelas ketakutan di wajah orang-orang itu.


"Takut dengan kami?" tanya King D ketika tiba-tiba saja muncul hewan-hewan yang dianggap pengganggu dalam rumah memasuki ruangan besar tersebut.


Orang-orang itu bergidik ngeri saat sekumpulan tikus mengepung berikut laba-laba, kecoa, dan semut. Arjuna dan lainnya mundur lalu berkumpul di belakang King D.


"Kau ingin membunuh kami? Kita memiliki kesepakatan! Sandara dan Jordan sudah menandatanganinya!" seru salah seorang pemimpin negara dengan uban di sela-sela rambut hitamnya.


"Perjanjian kalian dengan Jordan dan Sandara. Aku tak menyaksikannya. Jadi ... perjanjian baru," ucap King D dengan wajah dingin yang membuat suasana di ruangan besar itu semakin mencekam.


"Apa yang kauinginkan?" tanya pemimpin negara lainnya dengan mata memindai sekitar.


Irina datang dengan sebuah buku besar bersampul tebal warna hitam. Terlihat logo tak dikenal pada sampul itu. Irina berdiri di depan sekumpulan para pemimpin negara dengan mata hijau menyala.


"Jordan sudah memberitahu kami tentang isi perjanjian itu. Sayangnya, melihat fakta yang terjadi di lapangan tak sesuai dengan isi perjanjian, di mana kami orang-orang 13 Demon Heads lebih dirugikan dari pada diuntungkan, maka dengan ini, kami menuntut pengampunan, kebebasan, kesetaraan, dan ganti rugi," jawab Irina tegas.


"Apa isi dari poin-poin tersebut?" tanya pemimpin negara asal Saudi Arabia.

__ADS_1


Irina membagikan selembar kertas ke masing-masing pemimpin negara seperti sudah dipersiapkan. Mereka membaca dengan saksama. Namun, seketika wajah para pria itu berubah tegang dengan mata terbelalak lebar. Napas orang-orang itu menderu lalu menatap King D dengan bengis.


"Ada imbalannya. Kalian takut dengan wujud kami? Tak masalah. Kami akan menjadi manusia normal seperti sedia kala dan kalian akan menyaksikan secara langsung proses itu. Namun, dengan syarat seperti yang kuminta pada kertas dalam genggaman kalian," ujar King D tanpa senyuman di wajah.


"Kau sudah menjadi Presiden Dunia, itu sudah lebih dari cukup!" pekik salah satu pemimpin negara asal Amerika Serikat.


King D tersenyum miring. "Haruskah kuingatkan apa yang barusan terjadi? Bahkan tubuhku masih ada cet merah sebagai bukti." Para pemimpin itu terdiam dengan wajah tertunduk. "Dari sini saja aku bisa melihat aroma pengkhianatan, bagaimana nanti saat dunia telah pulih? Bisa saja kalian bersekutu untuk menjatuhkanku lalu membunuh orang-orang dalam jajaranku," sambung King D dengan napas memburu. "Orang-orang yang kalian anggap penjahat itu berjuang membasmi para monster dan mereka mati! Haruskah kuceritakan kematian seperti apa yang mereka terima demi menyelamatkan Bumi!"


Seketika, ruangan yang tadinya terang benderang menjadi gelap gulita. Tak hanya para pemimpin negara yang tertegun, tapi juga para mafia lainnya. Tiba-tiba saja, mata King D menyala merah terang tak seperti milik Marco dan lainnya yang mempunyai kemampuan serupa. Orang-orang itu dilanda ketakutan saat melihat mata merah itu mendekat. Semua orang mematung.


"Aku akan menyimpan kekuatanku dan akan kubawa sampai mati untuk memastikan kalian tak berkhianat. Aku bisa mencium bau ketakutan dan suara jantung kalian yang menggebu. Kenapa? Merasa terancam dengan keberadaanku? Baguslah, teruslah berpikir demikian karena kalian sudah sewajarnya takut. Tanda tangani dan kutepati janjiku," ucap King D tegas.


King D yang bisa melihat wajah orang-orang itu dalam keadaan gelap gulita tampak puas saat mereka menganggukkan kepala meski terpaksa. Satu per satu dari mereka memberikan tanda tangan darah dari telunjuk. King D sengaja menancapkan kulit telunjuk mereka di taringnya. Orang-orang itu gemetaran karena ditatap tajam oleh mata-mata yang menyala dalam kegelapan.


"Jadi ... kau akan menempatkan para mafia di tiap negara dalam pemerintahan kami nantinya?" tanya pemimpin negara asal Indonesia.


"Yes. Apa tulisan dalam buku perjanjian kurang jelas, Tuan Presiden?"


"Tidak. Aku mengerti," jawab pria itu dengan anggukan.


Seketika, lampu kembali menyala terang. Orang-orang bernapas lega. Sierra yang ketakutan memeluk Jonatan erat dan keturunan Benedict itu terkekeh. Cassie hanya melirik seperti sudah terbiasa berbagi hati. Irina lalu membawa buku itu keluar dari ruangan yang selanjutnya akan diduplikat sesuai jumlah negara.


"Bersiaplah. Aku akan menikah sebagai penyambutan atas kebangkitan seluruh manusia dari tabung sekaligus penobatan diriku sebagai Presiden Dunia," ucapnya tegas.


"Baik," jawab para pemimpin negara itu dengan anggukan.


King D keluar bersama para mafia tanpa kemampuan usai menyaksikan janji para pemimpin negara. Proses pemulihan menjadi manusia normal akan dilakukan usai pesta dan pelantikan. Rayya dan Roxxane bergegas terbang menuju Inggris usai mendapat kabar jika kesepakatan baru disetujui. Dua wanita itu membawa serum penawar yang siap disuntikkan.


CamGun merekam proses penandatanganan yang disimpan dalam database GIGA. Jordan tersenyum di depan layar karena tak menyangka jika banyak improvisasi dari King D.


"Hem. Dia sepertinya mulai bisa memahami posisinya sekarang. Baguslah," ucap Jordan lalu beranjak dari pusat kendali menuju tabung.


Ia kembali menjenguk sang istri yang terlihat muda seperti gadis berusia 20 tahun. Jordan tersenyum karena sistem mengatakan jika pemilihan Sandara lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Wanita cantik itu tersenyum dengan penampilan baru dan rambut berwarna merah menyala di dalam tabung.


***


ILUSTRASI : SOURCE GOOGLE


akhirnya bisa up lagi. trims sudah sabar menunggu. tengkiyuw 💋

__ADS_1


__ADS_2